cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
Search results for , issue "2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012" : 120 Documents clear
PENGARUH TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA Roxb) DALAM RANSUM TERHADAP PENAMPILAN DAN KANDUNGAN LEMAK ABDOMEN AYAM BROILER Azwar Sinar, T. Eduard; Maria Wardiny, Tuty
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perngaruh pemberian temulawak dalam ransum ayam broiler terhadap penampilan dan kandungan lemak abdomennya. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari penelitian ini. Dua ratus ekor DOC dibagi menjadi empat perlakuan dengan lima ulangan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 10 ekor DOC. Empat perlakuan ransum adalah 0% tepung temulawak (R0), 1% tepung temulawak (R1), 2% tepung temulawak (R2), dan 3% tepung temulawak (R3). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan kandungan lemak abdomen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan kandungan lemak abdomen nyata dipengaruhi (P<0.05) oleh ransum perlakuan. Perlakuan 1% tepung temulawak dalam ransum memberikan hasil yang terbaik terhadap penampilan ayam broiler dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan pertambahan bobot badan yang tinggi dan konversi ransum yang rendah meskipun belum dapat menurunkan kandungan lemak abdomennya. Ternyata pada level 2% dan 3% tepung temulawak dalam ransum baru dapat menurunkan kandungan lemak abdomen ayam broiler.
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DI KABUPATEN BULELENG Suardana, I Nyoman; Selamat, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa SMA di Kabupaten Buleleng Bali. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang berasal dari tiga SMA masing-masing dengan peringkat tinggi, sedang, dan rendah pada semester ganjil tahun ajaran 2012/2013. Subjek penelitian berjumlah 159 orang. Objek penelitian adalah keterampilan berpikir kritis siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis berbasis konten termokimia. Data keterampilan berpikir kritis siswa dianalisis secara deskriptif. Perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa pada tiga peringkat SMA dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat tinggi, sedang, dan rendah. Rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat tinggi adalah 59,0 (standar deviasi 6,2) dengan skor terendah 48,9 dan skor tertinggi 76,1. Rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada sekolah peringkat sedang adalah 43,1 (standar deviasi 11,4) dengan skor terendah 26,1 dan skor tertinggi 60,9. Sementara itu, rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat rendah 34,7 (standar deviasi 7,1) dengan skor terendah 22,8 dan skor tertinggi 50.
KEKAYAAN JENIS DAN AKTIVITAS ODONATA DI CURUG CIGUMAWANG Murni, Dewi; Mar’atus Sholihat, Aah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKekayaan jenis capung merupakan salah satu parameter kondisi suatu daerah. Daerah yang banyak terdapat capung diyakini menunjukkan air di daerah tersebut masih bersih atau tingkat pencemarannya masih rendah. Hal ini karena pada fase nimfa, capung sangat membutuhkan air yang tenang dan bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan jenis dan aktivitas Odonata di Curug Cigumawang. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April hingga Mei 2011 dengan teknik jelajah. Sampel dikumpulkan menggunakan jaring serangga dari tiga stasiun penelitian yang memiliki faktor lingkungan dan vegetasi yang berbeda. Stasiun 1 berada di daerah persawahan, Stasiun 2 berada di pinggir sungai dan Stasiun 3 berada di daerah perkemahan yang banyak ditumbuhi pepohonan dan semak. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ditemukan sembilan jenis Odonata yang tergolong ke dalam empat famili yaitu: Libellulidae, Aeshnidae, Coenagrionidae dan Euphaeidae. Jenis yang paling banyak dijumpai pada setiap stasiun adalah Pantala flavescens (21%). Jenis yang paling sedikit dijumpai adalah Gynacantha bayadera (5%). Indeks kekayaan jenis Odonata di kawasan Curug Cigumawang untuk Stasiun 1 adalah 3,516 (termasuk dalam kriteria sedang), Stasiun 2 adalah 2,914 dan Stasiun 3 adalah 3,171 (keduanya termasuk dalam kriteria rendah). Aktivitas odonata yang teramati antara lain melayang-layang atau terbang di udara, menangkap mangsa, hinggap di atas batu atau ranting tumbuhan atau mencari pasangan
MODEL PENGELOLAAN KAWASAN PESISIR DAN LAUT SECARA TERPADU DAN PENGEMBANGAN UNGGULAN DAERAH BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Swasta, Ida Bagus Jelantik
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerbagai aktivitas di wilayah pesisir dan laut Buleleng dapat menimbulkan disharmonisasi sebagai akibat adanya silang kepentingan dan fanatisme sektoral. Untuk mengatasinya, telah dilakukan penelitian tentang model pengelolaan sektor pesisir dan laut yang menjamin adanya sinergi diantara berbagai sektor yang terkait dengan pesisir dan laut di Buleleng. Penelitian ini dilakukan di sepanjang pesisir dan laut wilayah Kabupaten Buleleng. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan kuesioner. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang didapat dalam penelitian adalah ; 1) Kabupaten Buleleng memiliki potensi sumberdaya laut yang beragam yang terdiri atas ikan konsumsi, ikan hias, kepiting, udang, siput, kerang, rumput laut, lumba-lumba, terumbu karang dan mangrove ; 2) unggulan Buleleng di sektor perikanan dan kelautan adalah ikan tuna, ikan cakalang, ikan tongkol, ikan kembung, ikan kerapu, ikan bandeng, ikan kakap, ikan hias, terumbu karang, mangrove, dan lumba-lumba ; 3) model pengelolaan pesisir dan laut yang bersifat terpadu diwujudkan dalam bentuk rencana strategis , yang kemudian dijabarkan dalam bentuk rencana zonasi, rencana pengelolaan dan rencana aksi.
PENGGUNAAN ALAT DESTILASI SEDERHANA DALAM MEMISAHAN GARAM DAN AIR TAWAR -, Jumantoro
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

yang lalu melanda banyak daerah di Indonesia. Garam merupakan kebutuhan dapur manusia yang bermanfaat bagi kelangsungan hidupnya. Meskipun produksi garam lokal terus mengalami peningkatan tiap tahunnya, akan tetapi berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Januari-November 2011, Indonesia telah mengimpor garam sebanyak 2,7 juta ton. Teknologi destilasi air laut sangat diharapkan untuk menghasilkan air tawar dan garam dengan produksi tinggi tetapi dengan energi murah. Pemisahan air tawar dan garam pada air laut memerlukan suatu alat sebagai penerapan konsep destilasi. Salah satu solusi alternatifnya adalah membuat alat destilasi sederhana dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Kemampuan alat destilasi sederhana tersebut akan diuji didasarkan pada produktivitas air tawar dan garam yang berhasil dipisahkan pada air laut.Tujuan penelitian adalah untuk merancang serta membuat alat destilasi sederhana yang dapat memisahkan garam dan air tawar dari bahan baku air laut dan untuk mengetahui produktivitas alat destilasi sederhana dalam menghasilkan garam dan air tawar. Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah metode eksperimen terhadap rancang bangun alat destilasi sederhana untuk mengetahui kemampuannya dalam menghasilkan air tawar dan garam terhadap lamanya waktu pemanasan. Penelitian dilakukan di MAN Patas Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Pelaksanaan pengujian dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal 15 s/d 25 Oktober 2012. Pengambilan data dilakukan mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 13.00.Berdasarkan hasil analisis data percobaan yang diperoleh selama 10 hari terhadap 100 mL air laut dengan waktu lama pemanasan 2-3 jam diperoleh rata-rata massa garam yang dihasilkan sebanyak 3,18 gram dengan waktu lama pemanasan 168 menit dan rata-rata volume air tawar yang dihasilkan sebanyak 91 mL dengan waktu lama pemanasan 168 menit. Air tawar yang dihasilkan setelah melalui proses destilasi mengalami penurunan pH dari 8 menjadi 6 dan garam yang dihasilkan berwarna putih.
MITIGASI BENCANA ALAM GEMPA BUMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BALI Subagia, I Wayan; Lanang Wiratma, I Gusti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan: 1) pengetahuan masyarakat Bali tentang bencana alam gempa bumi, 2) pengalaman masyarakat Bali dalam menghadapi bencana alam gempa bumi, dan 3) pengetahuan dan pengalaman masyarakat Bali dalam mitigasi bencana alam gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode kualitatif yang difokuskan pada penggalian informasi tentang pengetahuan dan pengalaman masyarakat Bali dalam menghadapi bencana alam gempa bumi. Penelitian ini dilakukan di dua tempat, yaitu di Desa Culik Kabupaten Karangasem dan Desa Pengastulan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Dalam penelitian ini dilibatkan 10 orang sebagai informan. Mereka ditentukan dengan cara snow ball dan disertai dengan kesediaan mereka terlibat dalam penelitian ini. Seluruh informasi dikumpulkan melalui wawancara dan kajian pustaka relevan serta dianalisis secara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Masyarakat bali tidak memiliki pengetahuan memadai tentang bencana alam gempa bumi. Secara tradisional, gempa bumi dinyatakan disebabkan oleh ular besar (naga) yang bergerak di dalam bumi. Secara modern, gempa bumi dinyatakan disebabkan oleh pergeseran lapisan bumi. 2) Masyarakat bali memiliki pengalaman yang beragam dalam menghadapi bencana alam gempa bumi, antara lain: lari begegas ke luar rumah, masuk ke kolong tempat tidur atau kolong meja, berangkulan satu sama lain, berteriak linuh, linuh, linuh, dan hidup, hidup, hidup. 3) Masyarakat Bali memiliki beberapa cara untuk mitigasi bencana alam gempa bumi yang dilakukan secara spontan turun menurun. Cara-cara tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu: mencari perlindungan, memberitahukan orang lain, meyampaikan keadaan diri sendiri, dan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
PEMODELAN SUMBER DAYA PESISIR KAWASAN PULAU MENJANGAN MELALUI PENDEKATAN SISTEM DINAMIS Yudasmara, Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSumberdaya pesisir dan laut memiliki potensi yang sangat produktif baik sebagai sumber kehidupan, sumber pangan, tambang mineral, maupun untuk kawasan rekreasi. Berbagai bentuk pemanfaatan sangat cepat berkembang dan telah menjadi bagian dalam sektor andalan pembangunan nasional, seperti misalnya pariwisata. Kondisi ini memberikan peluang untuk memanfaatkan sumberdaya pesisir dan laut, termasuk kawasan Pulau Menjangan yang cukup tinggi potensi sumberdaya pesisirnya.Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya prediksi dan kecenderungan (trend) kondisi sumberdaya pesisir kawasan Pulau Menjangan dalam kurun waktu 30 tahun ke depan serta dihasilkannya model pengelolaan sumberdaya pesisir kawasan Pulau Menjangan yang optimal dan berkelanjutan secara ekologis.Hasil eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan software STELLA 7.0 maka ditemukan leverage atau faktor-faktor yang paling berpengaruh sebagai pengungkit yaitu, kondisi sumberdaya alam seperti hutan mangrove dan terumbu karang yang bila dirubah sedikit saja sistem secara keseluruhan akan berubah. Skenario yang paling optimal agar keberadaan sumberdaya pesisir dapat tetap terjaga dan lestari di kawasan Pulau Menjangan adalah dengan penambahan atribut rehabilitasi terhadap ekosistem terumbu karang dan mangrove serta diberlakukannya fee konservasi, sehingga mampu meningkatkan nilai seluruh level model ekologis.Kata-kata kunci : model dinamik, sumberdaya pesisir, kawasan pulau Menjangan
PENERAPAN PENDEKATAN ICARE BERBANTUAN MAPLE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Suarsana, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Undiksha yang melibatkan 26 orang mahasiswa kelas A pada semester genap tahun akademik 2010/2011. Adapun tindakan yang diberikan berupa penerapan pendekatan ICARE berbantuan Maple pada perkuliahan Analisis Vektor. Tindakan yang diberikan berhasil meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dari 68,35 (kategori: sedang) pada siklus I menjadi 73,38 (kategori: tinggi) pada siklus II. Tindakan juga berhasil meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dari 72,28 (skala 100) dengan nilai A dan B sebesar 53,85% pada siklus I menjadi 73,58 dengan nilai A dan B sebesar 65,38% pada siklus II. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan tanggapan yang positif terhadap penerapan pendekatan ICARE berbantuan Maple.
PEMANFAATAN MEDIA PhET SEBAGAI ALAT EKSPERIMEN EFEK FOTO LISTRIK BERBASIS SIMULASI Anwar, Khairil; Hardiansyah, Ady
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMatakuliah fisika modern harus ditunjang dengan praktikum atau eksperimen. Banyak gejala fisika yang sulit diamati secara langsung karena bersifat abstrak, seperti efek foto listrik. Selain itu peralatan-peralatan eksperimen yang digunakan sangat mahal secara ekonomi. Untuk mengatasi hal tersebut, dapat digunakan beberapa alat bantu eksperimen berupa media simulasi berbasis komputer, diantaranya PhET (Physics Education Tecnology). Oleh karena itu telah dilakukan pengujian media PhET dengan spesifikasi simulasi efek foto listrik sebagai alat eksperimen untuk menentukan konstanta Planck (h) dan menunjukkan apakah energi kinetik foto-elektron bergantung pada intensitas cahaya atau tidak. Panjang gelombang dari suatu cahaya ditetapkan dari suatu panel pemilihan fungsi cahaya pada perangkat lunak, kemudian data tegangan balik (V0) ditentukan sesuai dengan laju energi kinetik elektron yang bergerak menuju anoda. Selanjutnya untuk meningkatkan ketelitian, data matematis elektronvolt (eV0) dengan seperpanjang gelombang cahaya dianalisis dengan metode regresi linier. Perhitungan regresi untuk memperoleh nilai kemiringan grafik dilakukan dengan program Ms. excel. Hasil analisis menunjukkan bahwa media simulasi PhET memberikan tingkat ketelitian yang baik pada penentuan tetapan Planck sebesar (6,80 ± 0,09)×10-34 J.s. Sedangkan energi kinetik foto-elektron ditunjukkan bahwa tidak bergantung pada intensitas cahaya. Dapat dinyatakan bahwa dengan media PhET dapat membuktikan nilai tetapan Planck dan meningkatkan ketrampilan proses dalam pembelajaran, sehingga diharapkan dapat mambantu dalam memahami konsep dan teori efek foto listrik secara mudah, cepat, dan praktis.
ANALISIS KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MAKASSAR Pramita, Dewi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJenis penelitian ini adalah eksploratif bersifat kualitatif yang dilaksanakan di SMP N 18 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) ditinjau dari letak kesalahan (berdasarkan Newman error hierarchy) dan jenis kesalahan (berdasarkan 4 objek kajian matematika). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) tes masalah soal cerita, dan (2) pedoman wawancara yang tidak terstruktur. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang yang terbagi atas 1 orang siswa dengan kategori kemampuan tinggi, 1 orang siswa dengan kategori kemampuan sedang dan 1 orang siswa dengan kategori kemampuan rendah. Hasil Penelitian ini adalah (1) letak kesalahan subjek kategori kemampuan tinggi adalah transformation error dan careless error sedangkan jenis kesalahannya adalah kesalahan fakta dan prinsip, (2) letak kesalahan subjek kategori kemampuan sedang adalah reading error, comperhention error, transformation error dan careless error sedangkan jenis kesalahannya adalah fakta, konsep, operasi dan prinsip, (3) letak kesalahan subjek kategori kemampuan rendah adalah reading error, transformation error, process skill error, encoding error dan careless error sedangkan jenis kesalahannya adalah fakta, konsep, operasi dan prinsip. (4) Letak kesalahan yang sama-sama dilakukan ketiga subjek adalah transformation error.

Page 2 of 12 | Total Record : 120