cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
Search results for , issue "2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012" : 120 Documents clear
KAJIAN AWAL PENERAPAN KONSEP MEKANIKA PADA GERAK ROBOT DENGAN ANALISIS ALJABAR Budi Yasmini, Luh Putu; Aris Gunadi, I Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGerak screw adalah gerak dasar sebuah robot yang dapat dianalisis dengan menerapkan konsep gerak benda tegar. Gerak benda tegar terdiri dari gerak rotasi terhadap suatu garis lurus dan diikuti dengan gerak translasi pada garis lurus tersebut. Dalam penelitian ini dikaji kembali mengenai konsep dasar dari gerak robot dengan menggunakan koordinat eksponensial (koordinat twist), serta persamaan kecepatan gerak robot sebagai fungsi waktu dengan menggunakan analisis aljabar. Gerak robot dengan model ball joints digambarkan oleh dua persamaan kecepatan koordinat spatial dan body, yakni: dan yang menggambarkan kecepatan sistem sebagai fungsi sudut rotasi terhadap sumbu-x (), sumbu-y (β) dan sumbu-z (α) yang merupakan fungsi dari θ.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS INSTRUCTIONAL GRAPHICS MATERI PEMBELAJARAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN BERDASARKAN TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME Silvianti, Fitrilia; Sukarna, I Made; Tutik P., Regina
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan media pembelajaran dalam bidang pendidikan kimia. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menghasilkan media pembelajaran kimia berbasis instructional graphics materi pembelajaran sifat koligatif larutan berdasarkan teori belajar konstruktivisme yang berkualitas sesuai dengan kriteria kualitas media yang ditentukan dan (2) untuk mengetahui kualitas media tersebut melalui penilaian 5 orang guru kimia SMA/MA.Penelitian ini merupakan penelitian dengan model prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif, menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Penelitian dilakukan dengan 4 tahap, yaitu (1) tahap perencanaan yang meliputi penentuan materi pembelajaran dan pengumpulan referensi yang dibutuhkan; (2) tahap pengorganisasian yang meliputi penyusunan proposal, instrumen penilaian kualitas media, dan pelaksanaan bimbingan dengan dosen pembimbing; (3) tahap pelaksanaan yang meliputi penyusunan naskah media, kisi-kisi instrumen penilaian kualitas media, penjabaran instrumen penilaian kualitas media, dan pembuatan media; (4) tahap penilaian meliputi validasi oleh 2 dosen pembimbing, 2 ahli media, dan 3 peer reviewer, serta penilaian kualitas media oleh 5 guru kimia SMA/MA sebagai reviewer. Data penelitian yang diperoleh adalah data proses berupa saran untuk memperbaiki media yang disusun dan data kualitas dari reviewer untuk mengetahui kualitas media berdasarkan kriteria kualitas yang sudah ditentukan. Subjek penilaian pada penelitian pengembangan ini adalah 5 orang guru kimia SMA/MA di Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan instrumen penilaian berupa lembar check list.Hasil penelitian pengembangan ini berupa media pembelajaran yang dikemas dalam bentuk CD dan sebuah buku petunjuk penggunaan media. Media pembelajaran ini disusun dengan menggunakan program Macromedia Flash Professional 8 yang terdiri dari 8 sajian menu utama, yaitu: petunjuk penggunaan, standar kompetensi dan kompetensi dasar, pengantar materi, materi pembelajaran, evaluasi, glosarium, daftar pustaka, dan profil penyusun. Media pembelajaran ini memiliki kualitas sangat baik (SB) dengan jumlah skor rata-rata keseluruhan 204,2 yang berada di atas skor ideal 192 dengan persentase keidealan 85,08%.
CENDAWAN ENDOFIT AKAR BERSEPTA GELAP VERONAEOPSIS SIMPLEX: STUDI KARAKTER MORFOLOGI DAN PERTUMBUHAN Oktorida Khastini, Rida
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCendawan endofit akar bersepta gelap,Veronaeopsis simplex (CBS 588.66) pertama kali diisolasi dari serasah daun Acacia karoo di Afrika Selatan. Dua isolat Jepang (Y34 dan IBA K45) dewasa ini juga telah berhasil diisolasi dari pulau Yakushima dan Ibaraki. Hasil identifikasi menunjukkan kedua isolat ini memiliki posisi taksonomi yang sama dengan V. simplex. Hasil analisis filogenetik secara molekular menggunakan fragmen ITS 1, 5.8S rDNA dan ITS 2 gene region menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Karakter morfologi dan faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan cendawan seperti temperature dan pH berhasil diamati. Dua isolat Jepang dapat tumbuh pada suhu 37°C, namun isolat Afrika Selatan tidak dapat tumbuh pada suhu tersebut. Ketiga isolat dapat tumbuh dengan baik tanpa adanya perbedaan pada perlakuan nitrat dan asam amino Phe, Val, Leu. Cendawan DSE tersebar luas pada rizosfer dan rizoplain tanaman dan salah satu manfaat dari kolonisasi DSE ialah penguraian secara enzimatik sumber nutrisi organik di tanah yang akan ditransfer ke tanaman meningkatkan pertumbuhan tanaman tersebut. Dari ketiga isolat yang diuji, tidak satupun isolat yang menunjukkan kemampuan mendegradasi selulose, lignin, atau pectin, sedangkan lipase, gelatin, amylase, asam tanat dan asam galik menunjukkan respon yang positif
MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN PERTANYAAN SOCRATIK UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP KIMIA SISWA Maharani Merta, Luh
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) model pembelajaran menggunakan pertanyaan Socratik dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa, dan (2) pendapat siswa terhadap model pembelajaran kontekstual menggunakan pertanyaan Socratik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini siswa kelas XII IA3 SMA Negeri 4 Singaraja, berjumlah 29 orang dan objek penelitian ini adalah penguasaan konsep dan pendapat siswa terhadap pembelajaran yang diikuti. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Tes hasil belajar digunakan mengukur penguasaan konsep siswa dan angket digunakan untuk mengetahui pendapat siswa. Data penguasaan konsep dan pendapat siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual menggunakan pertanyaan Socratik dapat mening-katkan penguasaan konsep siswa dan jumlah siswa mengikuti remidi kurang dari 15%. Siswa sangat setuju dengan diterapkannya model pembelajaran kontekstual menggunakan pertanyaan Socratik untuk mengajarkan konsep-konsep kimia.
CRI SEBAGAI PENDETEKSI KARAKTERISTIK KONSEPSI SAINS SISWA Mariawan, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKarakteristik konsepsi sains siswa meliputi memahami konsep, miskonsepsi, dan tidak tahu konsep. Instrumen pendekteksi karakteristik konsepsi sains siswa adalah Certainty of Response Index (CRI). CRI merupakan ukuran tingkat keyakinan/kepastian responden menjawab setiap item tes. Tingkat keyakinan siswa terhadap jawaban setiap item tes digunakan criteria 0 = jawaban sama sekali ditebak, 1 = jawaban hampir ditebak, 2 = tidak yakin, 3 = yakin, 4 = hampir yakin, 5 = sangat yakin. Perbedaa karakteristik konsepsi sains siswa dicari menggunakan kriteria: jawaban benar dan CRI tinggi (>=2.5) berarti memahami konsep, jawaban salah tetapi CRI tinggi berarti miskonsepsi, jawaban benar atau salah dengan CRI rendah (<2.5) berarti tidak tahu konsep. Ujicoba terbatas dilakukan pada 22 siswa kelas IX SMP 3 singaraja dengan pokok bahasan gaya dan gerak, usaha, dan energi. Hasil ujicoba terbatas menunjukkan bahwa (a) 12.50% siswa memahami konsep gaya dan gerak, 26,00% siswa memahami konsep energi, dan 40% siswa memahami konsep usaha, (b) 81.82% siswa miskonsepsi konsep gaya dan gerak, 50.00% siswa miskonsepsi konsep energi, dan 45.45% siswa miskonsepsi konsep usaha. (c) 10,23% siswa tidak tahu konsep gaya dan gerak, 24,65% siswa tidak tahu konsep energi, dan 15,91% siswa tidak tahu konsep usaha,
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN C/N DALAM MEDIUM DEGRADASI TERHADAP KEMAMPUAN BAKTERI DALAM MENDEGREDASI MINYAK SOLAR Ristiati, Ni Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSumber pencemaran yang paling tinggi disebabkan oleh tumpahan minyak bumi khususnya minyak solar yang terjadi di lingkungan akuatik. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran tersebut dengan cara fisik, kimia, dan biologis. Penggunaan bakteri merupakan salah satu cara yang paling efisien dan ramah lingkungan untuk melakukan biodegradasi minyak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jenis-jenis bakteri yang mampu mendegradasi minyak solar di perairan pelabuhan Celukan Bawang, dan (2) efektivitas penambahan C/N dalam medium degradasi terhadap kemampuan bakteri dalam mendegradasi minyak solar. Penelitian ini tergolong penelitian eksploratif, dan eksperimental. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara (1) pengambilan data di lapangan, (2) analisis sampel di laboratorium.Berdasarkan hasil karakterisasi didapatkan lima isolat bakteri yaitu (1) Bacillus (isolat E dan G2), (2) Pseudomonas (isolat D dan G1), (3) Acetobacter (isolat H), (4) Halomonas (isolat F), dan (5) Neisseria (isolat A, B, dan C2). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman bakteri pendegradasi minyak solar di Pelabuhan Celukan Bawang tergolong sedang. Berdasarkan hasil analisis diperoleh ada perbedaan efektivitas penambahan urea pada media isolasi terhadap kemampuan bakteri mendegradasi minyak solar dengan nilai statistik hitung (21,129) > statistik tabel (11,07), maka Ho ditolak. Dari hasil uji diketahui peringkat perlakuan yang menghasilkan kadar asam oktanoat paling tinggi, yaitu kadar 2 ppm karena kadar asam oktanoat yang dihasilkan rata-rata sebesar 13, 90 mg.
TERAPI TESTOSTERON DAN LH (Luteinizing Hormone) MENINGKATKAN JUMLAH SEL LEYDIG MENCIT (Mus musculus) YANG MENURUN AKIBAT PAPARAN ASAP ROKOK Widhiantara, I Gede; I Pangkahila, Wimpie; J Pangkahila, Alex
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap rokok terhadap jumlah sel Leydig mencit dan terapi hormon testosteron serta LH dalam meningkatkan kembali jumlah sel Leydig yang menurun akibat paparan asap rokok.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest - posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah mencit jantan dewasa strain Balb-C umur 2 – 3 bulan dengan kisaran berat badan 20-25 gram, sebanyak 54 ekor mencit dibagi tiga kelompok yaitu 18 ekor mencit kelompok kontrol (asap rokok dan terapi aquadest steril), 18 ekor mencit kelompok perlakuan 1 (asap rokok dan terapi testosteron secara intramuscular) dan 18 ekor mencit kelompok perlakuan 2 (asap rokok dan terapi LH secara intramuscular). Sebelum perlakuan, 6 ekor diambil dari setiap kelompok untuk pre-test dengan pembuatan preparat mikroskopis testis dan pemeriksaan jumlah sel Leydig. Sisanya sebanyak 12 ekor dipergunakan untuk post-test 1 yang diberi perlakuan asap rokok selama 35 hari dan post-test 2 yang diberi terapi selama 30 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan jumlah sel Leydig secara bermakna (p<0,05) pada kelompok yang diberi asap rokok. Setelah diberi terapi hormon testosteron serta LH menunjukkan terjadi peningkatan jumlah sel Leydig secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol yang diterapi dengan aquadest steril (P<0,05). Peningkatan jumlah sel Leydig pada kelompok yang diterapi dengan LH lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang diterapi dengan testosterone (P<0.05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok dapat menurunkan jumlah sel Leydig ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap rokok terhadap jumlah sel Leydig mencit dan terapi hormon testosteron serta LH dalam meningkatkan kembali jumlah sel Leydig yang menurun akibat paparan asap rokok.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest - posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah mencit jantan dewasa strain Balb-C umur 2 – 3 bulan dengan kisaran berat badan 20-25 gram, sebanyak 54 ekor mencit dibagi tiga kelompok yaitu 18 ekor mencit kelompok kontrol (asap rokok dan terapi aquadest steril), 18 ekor mencit kelompok perlakuan 1 (asap rokok dan terapi testosteron secara intramuscular) dan 18 ekor mencit kelompok perlakuan 2 (asap rokok dan terapi LH secara intramuscular). Sebelum perlakuan, 6 ekor diambil dari setiap kelompok untuk pre-test dengan pembuatan preparat mikroskopis testis dan pemeriksaan jumlah sel Leydig. Sisanya sebanyak 12 ekor dipergunakan untuk post-test 1 yang diberi perlakuan asap rokok selama 35 hari dan post-test 2 yang diberi terapi selama 30 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan jumlah sel Leydig secara bermakna (p<0,05) pada kelompok yang diberi asap rokok. Setelah diberi terapi hormon testosteron serta LH menunjukkan terjadi peningkatan jumlah sel Leydig secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol yang diterapi dengan aquadest steril (P<0,05). Peningkatan jumlah sel Leydig pada kelompok yang diterapi dengan LH lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang diterapi dengan testosterone (P<0.05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok dapat menurunkan jumlah sel Leydig ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap rokok terhadap jumlah sel Leydig mencit dan terapi hormon testosteron serta LH dalam meningkatkan kembali jumlah sel Leydig yang menurun akibat paparan asap rokok.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest - posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah mencit jantan dewasa strain Balb-C umur 2 – 3 bulan dengan kisaran berat badan 20-25 gram, sebanyak 54 ekor mencit dibagi tiga kelompok yaitu 18 ekor mencit kelompok kontrol (asap rokok dan terapi aquadest steril), 18 ekor mencit kelompok perlakuan 1 (asap rokok dan terapi testosteron secara intramuscular) dan 18 ekor mencit kelompok perlakuan 2 (asap rokok dan terapi LH secara intramuscular). Sebelum perlakuan, 6 ekor diambil dari setiap kelompok untuk pre-test dengan pembuatan preparat mikroskopis testis dan pemeriksaan jumlah sel Leydig. Sisanya sebanyak 12 ekor dipergunakan untuk post-test 1 yang diberi perlakuan asap rokok selama 35 hari dan post-test 2 yang diberi terapi selama 30 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan jumlah sel Leydig secara bermakna (p<0,05) pada kelompok yang diberi asap rokok. Setelah diberi terapi hormon testosteron serta LH menunjukkan terjadi peningkatan jumlah sel Leydig secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol yang diterapi dengan aquadest steril (P<0,05). Peningkatan jumlah sel Leydig pada kelompok yang diterapi dengan LH lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang diterapi dengan testosterone (P<0.05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok dapat menurunkan jumlah sel Leydig mencit dan keadaan ini dapat dipulihkan dengan terapi hormon testosteron serta LH.
AKTIVITAS MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI JARAK JAUH YANG MEREGISTRASI MATA KULIAH KIMIA DALAM TUTORIAL ONLINE Silawati, Tutisiana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilaksanakan pengamatan Tutorial Online (Tuton) yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas mahasiswa dalam Tuton sebagai bantuan belajar bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) yang merupakan Institusi Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ), pengamatan dilaksanakan untuk mengetahui aktivitas mahasiswa yang meregistrasi mata kuliah Kimia Dasar I/ KIMD4110. Mahasiswa yang diteliti adalah seluruh mahasiswa FMIPA-UT yang meregistrasi mata kuliah tersebut pada masa registrasi pertama pada tahun pelajaran 2012. Jumlah mahasiswa yang meregistrasi mata kuliah Kimia Dasar I adalah 202 orang. Selama Tuton berlangsung selama 8 minggu yaitu dari tanggal 12 Maret sampai 5 Mei, jumlah mahasiswa yang mengikuti Tuton adalah 155 orang. Dari pengamatan selama Tuton berlangsung maka diperoleh data bahwa mahasiswa yang menyelesaikan tugas sebanyak 61 orang dan mahasiswa yang aktif mengikuti diskusi sebanyak 20 orang. Dari data tersebut terlihat bahwa mahasiswa yang aktif berdiskusi pada minggu1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 adalah sebagai berikut: 19 orang, 20 orang, 9 orang, 7 orang, 7 orang, 2 orang, 7 orang dan 4 orang. Sedangkan mahasiswa yang menyelesaikan tugas yaitu: tugas 1, sebanyak 61 mahasiswa, tugas 2 sebanyak 55 mahasiswa dan tugas 3 sebanyak 48 mahasiswa. Diharapkan temuan ini dapat bermanfaat bagi Institusi PTJJ dan institusi Non PTJJ dalam mengembangkan program Tuton sebagai bantuan belajar bagi mahasiswanya.
REKRUTMEN KARANG DI KAWASAN PESISIR LOVINA Dodik Prasetia, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRekrutmen karang merupakan masuknya individu karang baru ke populasi terumbu karang karena reproduksi atau migrasi. Kemampuan rekrutmen karang adalah kemampuan dari suatu koloni individual atau suatu sistem terumbu karang untuk mempertahankan diri dari dampak lingkungan, menjaga kemampuan pemulihan dan perkembangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Oktober 2011, bertujuan mengetahui pola penyebaran planula karang, jenis, kelimpahan dan pola bertahan hidup planula karang serta kondisi fisik, kimia, dan biologis perairan. Penelitian dilakukan pada kedalaman 5 meter dengan 3 buah rak penelitian pada setiap stasiun penelitian. Sebuah rak terdiri dari 24 buah substrat dengan 4 posisi yang berbeda terhadap arus. Planula karang yang ditemukan terdiri dari jenis 9 karang dan 109 individu. Planula karang ditemukan pada semua stasiun penelitian dengan jumlah terbesar pada Stasiun 3 sebanyak 59 individu. Kondisi fisik, kimia, dan biologis perairan di Lovina relatif masih mendukung pertumbuhan dan perkembangan planula karang untuk dapat menjadi koloni karang.Kata kata kunci : planula karang, rekrutmen karang, terumbu karang
METATHEORIZING BERBASISKAN NEUROSAINS KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPA Tika, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIlmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran, yang dimaksudkan agar siswa mempunyai pengetahuan, gagasan dan konsep-konsep yang terorganisasi dengan alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah, antara lain penyelidikan, penyusunan dan penyajian gagasan-gagasan. Masalah dalam pendidikan IPA adalah pembelajaran kerap dilakukan dengan ceramah, yang lebih dominan mengaktifkan otak kiri. Oleh karena itu perlu penyeimbangan antara otak kanan dan otak kiri. Dalam artikel ini akan dipaparkan tentang metatheorizing berbasiskan neurosains kognitif dalam pembelajaran IPA. Pembelajaran IPA memiliki aspek proses, produk dan nilai, sehingga membutuhkan metaanalisis teori yang bisa diparalelkan dengan konsep teori neurosains. Ada tiga tipe metatheorizing yang perlu dicermati dalam pembelajaran IPA, yaitu Pertama, metatheorizing sebagai alat untuk mencapai pemahaman lebih mendalam tentang teori. Tipe kedua adalah metatheorizing sebagai perlu pengembangan teori (Mp), yang memerlukan studi tentang teori yang ada untuk menciptakan teori baru. Ketiga metatheorizing sebagai sumber perseptif yang melandasi teori sains (Mo). Ketiga tipe matatheorizing ini dapat dilengkapi dengan pendekatan neurosains. Neurosains merupakan bidang ilmu yang mengkhususkan pada studi saintifik dari sistem syaraf. Neurosains kognitif adalah studi ilmiah yang mempelajari hubungan antara psikologi kognitif dan neurosains, yang berguna untuk menemukan bukti-bukti fisik yang mampu menunjang karakteristik teoritis pikiran dengan pathologi otak dan perilaku. Salah satu yang dapat memberikan makna utuh dalam metatheorizing adalah pembelajaran yang melibatkan otak kanan dan otak kiri, yaitu pembelajaran model mind maping dan pendekatan domain sosial dalam pembelajaran IPA

Page 4 of 12 | Total Record : 120