cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
Search results for , issue "2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012" : 120 Documents clear
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MIPA UNTUK MENUNJANG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE DEVELOPMENT) Paul Suparno
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PENGARUH ALKOHOL TERHADAP KESEHATAN Adnyana Putra
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAlkohol sudah lama dikenal di kalangan masyarakat. Kandungan dalam minuman beralkohol yang penting adalah zat etanol. Etanol dimetabolisme dalam hati menjadi asetaldehida dan menyebabkan overproduksi NADH sebagai pemicu timbulnya beberapa penyakit.Terdapat beberapa pengaruh alkohol yang penting terhadap tubuh, antara lain terhadap sistem kardiovaskular, sistem saraf, hormonal, sistem kekebalan tubuh, sistem pencernaan, hati dan ginjal. Alkohol dapat mempengaruhi penyerapan zat gizi terutama vitamin. Alkohol juga dapat mempengaruhi perkembangan janin dan timbulnya kanker. Beberapa pengaruh yang ditimbulkan oleh alkohol tersebut diatas diharapkan dapat dijadikan pertimbangan dalam mengkonsumsi minuman beralkohol.Katakunci: alkohol, kesehatan
LEPTOSPIROSIS Adnyana Putra
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLeptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman leptospira. Penyakit ini tersebar di hampir seluruh dunia termasuk di Indonesia. Penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan air yang tercemar oleh urin, darah atau jaringan dari hewan yang terinfeksi. Beberapa faktor diketahui dapat mempengaruhi daya penyebaran penyakit leptospirosis seperti faktor fisik maupun faktor biologis dari leptospira Faktor-faktor tersebut mempersulit pemberantasan penyakit leptospirosis. Beberapa kejadian khusus seperti banjir juga dapat meningkatkan jumlah kejadian penyakit leptospirosis secara drastis.Spektrum gejala klinis yang luas dan terkadang mirip dengan penyakit lain menyebabkan leptospirosis sulit terdeteksi secara dini. Pengetahuan mengenai latar belakang faktor risiko pada pasien dapat membantu mendeteksi adanya kemungkinan penyakit Leptopirosis. Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah tertular oleh leptospira.Kata kunci: leptospirosis, leptospira
PEMODELAN SUMBER DAYA PESISIR KAWASAN PULAU MENJANGAN MELALUI PENDEKATAN SISTEM DINAMIS Gede Ari Yudasmara
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSumberdaya pesisir dan laut memiliki potensi yang sangat produktif baik sebagai sumber kehidupan, sumber pangan, tambang mineral, maupun untuk kawasan rekreasi. Berbagai bentuk pemanfaatan sangat cepat berkembang dan telah menjadi bagian dalam sektor andalan pembangunan nasional, seperti misalnya pariwisata. Kondisi ini memberikan peluang untuk memanfaatkan sumberdaya pesisir dan laut, termasuk kawasan Pulau Menjangan yang cukup tinggi potensi sumberdaya pesisirnya.Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya prediksi dan kecenderungan (trend) kondisi sumberdaya pesisir kawasan Pulau Menjangan dalam kurun waktu 30 tahun ke depan serta dihasilkannya model pengelolaan sumberdaya pesisir kawasan Pulau Menjangan yang optimal dan berkelanjutan secara ekologis.Hasil eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan software STELLA 7.0 maka ditemukan leverage atau faktor-faktor yang paling berpengaruh sebagai pengungkit yaitu, kondisi sumberdaya alam seperti hutan mangrove dan terumbu karang yang bila dirubah sedikit saja sistem secara keseluruhan akan berubah. Skenario yang paling optimal agar keberadaan sumberdaya pesisir dapat tetap terjaga dan lestari di kawasan Pulau Menjangan adalah dengan penambahan atribut rehabilitasi terhadap ekosistem terumbu karang dan mangrove serta diberlakukannya fee konservasi, sehingga mampu meningkatkan nilai seluruh level model ekologis.Kata-kata kunci : model dinamik, sumberdaya pesisir, kawasan pulau Menjangan
PEMBUATAN CONCRETE ZEOLIT-LEMPUNG UNTUK PERVAPORASI CAMPURAN ETANOL/AIR TANPA PEMANASAN I Made Wisnu Adhi Putra; Yateman Arryanto; Indriana Kartini
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTPreparation of zeolite-clay concrete for new ethanol/water pervaporation without heating has been carried out. Concrete was made by mixing natural zeolite, portland cement, natural clay and distilled water in porcelain disk. The mixture was manually stirred until homogenous suspension obtained. The suspension formed was then placed in the mold and allowed to dry in open air for 48 hours. The mass of natural zeolite was varied from 10, 12.5, 15, 17.5, and 20 g meanwhile the mass of natural clay was varied from 0, 1.25, 2.5, 3.75, and 5 g. The mass of portland cement was fixed in the value of 10 g. The concrete was characterized by infrared spectrophotometer (IR) and X-ray diffraction (XRD). Material testing machine was used to determine the compressive strength of the concrete agreeable with decided ASTM C349-08 standard.Based on preparation of zeolite-clay concrete, it was found that the increase of the natural zeolite mass from 15 to 20 g caused fracture to the concrete, but water adsorption percentage increased from 27.7% to 35.2%. Meanwhile, the higher the mass of natural clay, the greater the compressive strength of concrete from 130.3 MPa to 179.9 MPa and water adsorption percentage from 28.9% to 32.3%. The adsorption-desorption data showed that the water was faster to adsorb into the concrete than ethanol, whereas the desorption rate of concrete with respect to ethanol was greater than that to water. The difference on desorption rate was then used to separate ethanol/water mixture through pervaporation without heating. Pervaporation test using the concretes resulted in the increase of ethanol feed concentration from 60%, 70%, 80%, and 90% to 82.9%, 82.5%, 87.8%, and 93.7% respectively.Keywords: concrete, compressive strength, adsorption-desorption, ethanol/water mixture, pervaporation.
REKRUTMEN KARANG DI KAWASAN PESISIR LOVINA I Nyoman Dodik Prasetia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRekrutmen karang merupakan masuknya individu karang baru ke populasi terumbu karang karena reproduksi atau migrasi. Kemampuan rekrutmen karang adalah kemampuan dari suatu koloni individual atau suatu sistem terumbu karang untuk mempertahankan diri dari dampak lingkungan, menjaga kemampuan pemulihan dan perkembangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Oktober 2011, bertujuan mengetahui pola penyebaran planula karang, jenis, kelimpahan dan pola bertahan hidup planula karang serta kondisi fisik, kimia, dan biologis perairan. Penelitian dilakukan pada kedalaman 5 meter dengan 3 buah rak penelitian pada setiap stasiun penelitian. Sebuah rak terdiri dari 24 buah substrat dengan 4 posisi yang berbeda terhadap arus. Planula karang yang ditemukan terdiri dari jenis 9 karang dan 109 individu. Planula karang ditemukan pada semua stasiun penelitian dengan jumlah terbesar pada Stasiun 3 sebanyak 59 individu. Kondisi fisik, kimia, dan biologis perairan di Lovina relatif masih mendukung pertumbuhan dan perkembangan planula karang untuk dapat menjadi koloni karang.Kata kata kunci : planula karang, rekrutmen karang, terumbu karang
UJI COBA UNIT PENGOLAHAN AIR LIMBAH SISTEM SEMIANAEROB-AEROB DI INDUSTRI PENCELUPAN TEKSTIL SKALA RUMAH TANGGA Dewa Ketut Sastrawidana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas unit pengolahan air limbah sistem semianaerob-aerob di industri pencelupan tekstil. Bakteri pada bak semianaerob terdiri dari Aeromonas sp. Pseudomonas sp, dan Flavobacterium sp. sedangkan pada bak aerob terdiri dari Vibrio sp. Plesiomonas sp. dan Enterobacter sp. Pembentukan biofilm dilakukan dengan menumbuhkan konsorsium bakteri pada masing-masing reaktor selama 10 hari menggunakan pada batu vulkanik merah sebagai media pelekatan bakteri. Setelah terbentuk biofilm,selanjutnya digunakan untuk merombak air limbah dengan waktu tinggal limbah 1 hari di bak semianaerob dan 1 hari di bak aerobi. Hasil penelitian menunjukkan unit pengolahan air limbah tekstil menggunakan teknologi biofilm cukup efektif digunakan untuk menangani air limbah tekstil skala lapang dengan efisiensi perombakan TSS, BOD dan COD secara berturut-turut sebesar 84,7%; 80,56% dan 90,40%. Uji toksisitas air limbah tekstil menggunakan ikan nila dengan waktu paparan 3 hari menunjukkan bahwa air limbah tekstil sebelum diolah berkatagori toksik ringan dengan nilai EC50 adalah 88,80% sedangkan setelah diolah dalam reaktor biofilm konsorsium bakteri sistem anaerob-aerob selama 2 hari menjadi katagori tidak toksik dengan nilai EC50 sebesar 101,64%. Dengan demikian, pengolahan limbah tektil dengan sistem kombinasi anaerob-aerob menghasilkan kualitas limbah dengan kriteria sudah memenuhi baku mutu untuk dibuang ke lingkungan.
IMPLEMENTASI 3RH (Reduce, Reuse, Recycle, dan Handle) DALAM TATA KELOLA LABORATORIUM IPA (KIMIA) BERWAWASAN GREEN CHEMISTRY I Dewa Putu Subamia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIsu peningkatan kadar polutan yang dapat merusak lingkungan menjadi sebuah fenomena yang krusial saat ini. Laboratorium IPA (Kimia) merupakan salah satu pihak yang sering disorot sebagai penghasil polutan (perusak lingkungan) tersebut. Kajian ini bertujuan mengkaji efektivitas implementasi 3RH (Reduce, Reuse, Recycle, dan Handle) dalam tata kelola laboratorium IPA (Kimia) untuk menunjang terwujudnya laboratorium yang, efektif, efisien, produktif, serta berwawasan green chemistry. Permasalahannya adalah bagaimana mengimplementasikan 3RH dan sejauh mana efektifitas implementasi 3RH dalam tata kelola laboratorium dapat menunjang terwujudnya laboratorium IPA (Kimia) yang berwawasan green chemistry?Implementasi 3RH, adalah upaya penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) + 1H (Handle) dalam kegiatan praktikum di laboratorium. Reduce berarti mengurangi penggunaan bahan-bahan (terutama yang merusak lingkungan). Bila harus menggunakan bahan berbahaya, gunakan sesedikit mungkin. Reuse sendiri berarti pemakaian kembali bahan-bahan hasil percobaan satu pada percoban lainnya (berikutnya). Recycle, berarti mendaur ulang sampah/limbah laboratorium atau ingkungan sekitar untuk kegiatan praktikum. Handle, penanganan dan pembuangan bahan kimia tumpahan di laboratorium dengan baik dan benar.Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan, implementasi konsep 3RH (Reduce, Reuse, Recycle, dan Handle) dalam tata kelola laboratorium IPA (Kimia) disamping efektif meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan, juga memiliki nilai efisiensi dan produktivitas. Penerapan konsep ini sangat relevan dengan prinsip green chemistry dalam menunjang pembangunan berkelanjutan
KEKAYAAN JENIS DAN AKTIVITAS ODONATA DI CURUG CIGUMAWANG Dewi Murni; Aah Mar’atus Sholihat
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKekayaan jenis capung merupakan salah satu parameter kondisi suatu daerah. Daerah yang banyak terdapat capung diyakini menunjukkan air di daerah tersebut masih bersih atau tingkat pencemarannya masih rendah. Hal ini karena pada fase nimfa, capung sangat membutuhkan air yang tenang dan bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan jenis dan aktivitas Odonata di Curug Cigumawang. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April hingga Mei 2011 dengan teknik jelajah. Sampel dikumpulkan menggunakan jaring serangga dari tiga stasiun penelitian yang memiliki faktor lingkungan dan vegetasi yang berbeda. Stasiun 1 berada di daerah persawahan, Stasiun 2 berada di pinggir sungai dan Stasiun 3 berada di daerah perkemahan yang banyak ditumbuhi pepohonan dan semak. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ditemukan sembilan jenis Odonata yang tergolong ke dalam empat famili yaitu: Libellulidae, Aeshnidae, Coenagrionidae dan Euphaeidae. Jenis yang paling banyak dijumpai pada setiap stasiun adalah Pantala flavescens (21%). Jenis yang paling sedikit dijumpai adalah Gynacantha bayadera (5%). Indeks kekayaan jenis Odonata di kawasan Curug Cigumawang untuk Stasiun 1 adalah 3,516 (termasuk dalam kriteria sedang), Stasiun 2 adalah 2,914 dan Stasiun 3 adalah 3,171 (keduanya termasuk dalam kriteria rendah). Aktivitas odonata yang teramati antara lain melayang-layang atau terbang di udara, menangkap mangsa, hinggap di atas batu atau ranting tumbuhan atau mencari pasangan
ANALISIS KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MAKASSAR Dewi Pramita
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJenis penelitian ini adalah eksploratif bersifat kualitatif yang dilaksanakan di SMP N 18 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) ditinjau dari letak kesalahan (berdasarkan Newman error hierarchy) dan jenis kesalahan (berdasarkan 4 objek kajian matematika). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) tes masalah soal cerita, dan (2) pedoman wawancara yang tidak terstruktur. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang yang terbagi atas 1 orang siswa dengan kategori kemampuan tinggi, 1 orang siswa dengan kategori kemampuan sedang dan 1 orang siswa dengan kategori kemampuan rendah. Hasil Penelitian ini adalah (1) letak kesalahan subjek kategori kemampuan tinggi adalah transformation error dan careless error sedangkan jenis kesalahannya adalah kesalahan fakta dan prinsip, (2) letak kesalahan subjek kategori kemampuan sedang adalah reading error, comperhention error, transformation error dan careless error sedangkan jenis kesalahannya adalah fakta, konsep, operasi dan prinsip, (3) letak kesalahan subjek kategori kemampuan rendah adalah reading error, transformation error, process skill error, encoding error dan careless error sedangkan jenis kesalahannya adalah fakta, konsep, operasi dan prinsip. (4) Letak kesalahan yang sama-sama dilakukan ketiga subjek adalah transformation error.

Page 7 of 12 | Total Record : 120