cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014" : 108 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL BALI BERBANTUAN MEDIA ICT Parwati, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan: (1) prototipe model pembelajaran pemecahan masalah matematika SMP berorientasi kearifan lokal Bali beserta perangkat pembelajarannya yang valid, efektif, dan praktis. Perangkat pembelajaran yang dimaksud, berupa: (a) buku petunjuk guru, (b) RPP, (c) buku siswa, dan (d) media ICT serta lembar kerja siswa. Penelitian pengembangan ini, dilaksanakan selama tiga tahun menggunakan desain pengembangan 4-D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). Penelitian ini baru sampai pada tahap develop. Tahap define dan design telah menghasilkan draf model dan perangkat pembelajaran dengan kualifikasi valid. Pada tahap develop, melakukan uji efektifitas dan kepraktisan model pembelajaran dan perangkatnya melalui uji coba terbatas. Uji efektifitas dilihat dari adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika dari sebelum dan sesudah pelaksanaan uji coba. Uji kepraktisan dilakukan berdasarkan tanggapan guru dan siswa tentang model dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII SMPN 4 Singaraja. Data dikumpulkan dengan lembar observasi, angket, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah semua perangkat pembelajaran yang dihasilkan berkualifikasi valid, efektif, dan praktis. Berdasarkan hasil yang telah dicapai, dinilai layak untuk melakukan tahap disseminate pada wilayah sekolah yang lebih luas.Kata-kata kunci: kearifan lokal, media ICT, kemampuan pemecahan masalah matematika, model pembelajaran pemecahan masalah.Abstract: The aim of the staudy was to produce: (1) prototype of Junior High School Mathematic problem- solving instructional model oriented on Balinese local wisdom and learning tools are valid, effective, and practical. The instructional devices mentioned included: (a) Teacher's mannual, (b) Instructional planning, (c) student's text book and (d) ICT media and student's worksheets. This development research was conducuted for about three years using 4-D model development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). This study had just reached development stage. The define, and design stage had resulted draft of model and instructional devices wit valid qualification. In the develop stage a limited try-out of the model and its devices should be done. The effectiveness test would be viewed from the improvement of ability to solve mathematics problems before and after the try-out was conducted. The practicality testing was made based on the teacher and student responses toward the instructional model and its devices. The subjects of the study involved teachers and students of class VIII SMPN 4 Singaraja. The data were collected by using observation sheet, questionnaire, and test of mathematic problem solving ability. The analysis was conducted descriptively. The results indicated that all the instructional devices produces were found valid, effective, and practical. Based on the findings, it was feasible to dissiminate this model in the wider range of schools.Keywords: local wisdom, ICT media, ability to solve mathematic problems, problem solving instructional model.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KOMPLEKS POLIELEKTROLIT (PEC) KITOSAN-PEKTIN Ayuni, Ni Putu Sri; Siswanta, Dwi; Suratman, Adhitasari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membran PEC kitosan-pektin telah berhasil disintesis. Membran PEC kitosan-pektin dapat di sintesis melalui pencampuran pektin yang dilarutkan dalam air kemudian ditambahkan dengan kitosan dan asam asetat (CH3COOH) 0,4 M. Larutan membran kitosan-pektin diuapkan pada suhu 70 C selama 6 jam kemudian dilepas menggunakan NaOH 1 M. Membran PEC kitosan-pektin dibuat dengan konsentrasi 0,5 %. Variasi membran yang disintesis dengan perbandingan kitosan-pektin (70:30), (80:20), (90:10). Membran PEC kitosan-pektin yang dihasilkan di uji serapan air dan di karakterisasi dengan spektrofotometer inframerah (IR), tarik-regangan, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil spektra IR telah membuktikan terbentuknya membran PEC kitosan-pektin dengan adanya interaksi gugus amina pada kitosan dan karboksil pada pektin bilangan gelombang 1604,77 nm-1. Hasil uji serapan air, tarikan dan regangan untuk membran PEC kitosan-pektin perbandingan 70:30 (255 %; 29 N/mm2; 20 %), 80:20 (182 %, 17 N/mm2, 28 %), 90:10 (142, 24, 10 %). Berdasarkan penelitian ini membran PEC kitosan-pektin dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk pengolahan limbah cair maupun dalam bidang kesehatan.Kata-kata kunci: kitosan, pektin, membran polielektrolitAbstract: Chitosan-pectin PEC membranes had been synthesized. Chitosan-pectin PEC membrane can be synthesized by mixing pectin is dissolved in water and then added to the chitosan and acetic acid (CH3COOH) 0.4 M. Solution of chitosan-pectin membrane is evaporated at a temperature of 70 °C for 6 hours and then removed using 1 M NaOH . Chitosan-pectin PEC membranes prepared with a concentration of 0.5%. Variations membranes synthesized with chitosan-pectin ratio (70:30), (80:20), (90:10). Chitosan-pectin PEC membrane resulting in water uptake test and characterization by infrared spectrophotometer (IR), tensile-strain, and Scanning Electron Microscopy (SEM). IR spectra results have proved the formation of chitosan-pectin PEC membrane with the amine group on the interaction of chitosan and pectin carboxyl at 1604.77 nm-1. The test results of water absorption, traction and strain for chitosan-pectin PEC membranes 70:30 ratio (255%; 29 N / mm 2; 20%), 80:20 (182%, 17 N / mm 2, 28%), 90:10 (142, 24, 10%). Based on this study of chitosan-pectin PEC membrane can be used as an alternative for wastewater treatment and in health.
STRATEGI PELAYANAN PRIMA DI LABORATORIUM JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FMIPA UNDIKSHA SINGARAJA Budiada, I Ketut; Lasia, I Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggali strategi pelayanan untuk diterapkan di Laboratorium Jurusan Pendidikan Fisika dalam rangka mengatasi beberapa permasalahan yang timbul yang berakibat pada terganggunya kelancaran pelayanan. Berbagai permasalahan di laboratorium yang timbul seperti sirkulasi peralatan yang tidak lancar, peminjaman dan pengembalian alat yang tidak tepat waktu, tidak tertibnya peminjaman, praktikum yang berjalan lebih lama dari alokasi waktu yang diberikan, dan terjadinya kerusakan alat. Hal tersebut tidak hanya membuat laboran kewalahan tetapi juga kurang puasnya praktikan terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak laboratorium. Usaha-usaha pelayanan prima yang dapat dilakukan antara lain adanya struktur organisasi di laboratorium, kerjasama yang baik antar laboran, tersusunnya jadwal penggunaan laboratorium, adanya mekanisme dan diagram alir peminjaman alat, tersedianya inventarisasi alat dan bahan serta peningkatan sumber daya manusia. Terjalinnya kerjasama yang baik antara laboran dan pihak pengguna laboratorium akan mengakibatkan praktikum di laboratorium berjalan lancar dan tertib.Kata-kata kunci: laboratorium, strategi pelayananAbstract: This written aimed to explore the strategy of service applying at physics department of education in order to solve the problems that disturbed practices in the laboratory. Various problems at laboratory like not good sirculation of equipment, no queued, longer practices and many tools broken. So that laboratory assistant could not service the student well and no satisfied for the student. The efforts of prima service can be applied in the laboratory like good laboratory organizational structure, good cooperation among the laboratory staff, schedule the use of laboratory, mechanism and flow chart of borrowing equipment, inventarization of materials and tools and also development of human resources. Good cooperation between laboratory staff and users can cause practices in the laboratory run well. Keywords: laboratory, strategy of service
PERAN KEBUGARAN JASMANI BAGI TUBUH Sudiana, I Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari Kebugaran Jasmani dapat menggambarkan pada kehidupan seseorang secara harmonis, bersemangat dan kreatif. Dengan kata lain, orang yang bugar adalah orang yang mampu meningkatkan karyanya, berpandangan sehat, cerah terhadap kehidupannya baik untuk saat ini maupun untuk masa depan. Jadi kebugaran jasmani sebagai ciri awal, pendorong dan sumber kekuatan bagi menggerakkan perkembangan dan pertumbuhan jasmani ke arah yang lebih baik, sehingga aspek lain dapat dicapai dengan penuh harapan.Kebugaran Jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari dengan giat, tanpa mengalami kelelahan yang berarti serta dengan memiliki cadangan energi yang tersisa ia masih mampu menikmati waktu luang dan menghadapi hal-hal darurat yang tidak terduga sebelumnya. Melalui berbagai kegiatan fisik baik kerja berat maupun ringan yang dilakukan secara teratur dan sistematis, dapat diindikasikan bahwa jantung secara progresif memiliki daya (kekuatan) kerja lebih banyak dari biasa, sebelum terbiasa latihan jasmani secara teratur, hal ini ditandai oleh adanya kekuatan irama gerak yang lebih lama dari sejumlah otot yang terlatih untuk mempertahankan keseimbangan system peredaran darah, dan system pernafasan. Karakteristik ini merupakan bagian atau aspek yang sangat penting bagi tercapainya kebugaran jasmani, terutama dari segi kesehatan dan kualitas hidup.VO2 max yang baik merupakan indikasi kebugaran fisik seseorang itu baik. Unsur yang paling penting dalam kebugaran jasmani adalah daya tahan cardiorespirasi atau cardiovasculer. Daya tahan cardiorespirasi ini dipengaruhi oleh berapa faktor fisiologis antara lain: 1).Keturunan, diketahui bahwa 93,4% VO2 max diitentukan oleh faktor genetik; 2).Usia, daya tahan cardiorespirasi meningkat pada usia anak-anak dan kemudian mencapai puncaknya pada usia 18-20 tahun. Anak-anak yang masih tumbuh dan berkembang (13 tahun) bila berlatih akan meningkatkan VO2 max 10-20% lebih besar dari yang tidak terlatih; 3).Jenis kelamin selama akil baliq tidak ada perbedaan antara VO2 max antara anak laki-laki dan perempuan. Setelah usia ini VO2 max perempuan hanya kira-kira 70-75% laki-laki; 4).Aktivitas fisik, laju pemakian oksigen (O2) meningkat sejalan dengan meningkatnya intensitas kerja tergantung sampai tingkat maksimal. Pemakian oksigen (O2) maksimal atau kerja, aerobik maksimal sangat bervariasi bagi masing-masing individu dan meningkat dengan pelatihan yang sesuaiKata-kata kunci: Kebugaran Jasmani, Respirasi, cardiovaskulerAbstract: In everyday life, physical fitness can describe the person's life in harmony, vibrant and creative. In other words, the fit is the one that is able to improve his work, holds a healthy, bright against a good life for today and for the future. So physical fitness as a feature of early, driving and source of strength to drive the development and growth of the body into a better direction, so that other aspects can be achieved with the full expectation.Physical fitness is the body's ability to perform tasks and daily work diligently, without experiencing significant fatigue as well as the remaining energy reserves he was still able to enjoy leisure time and face things unforeseen emergency. Through a variety of physical activities both light and heavy work is done regularly and systematically, it can be indicated that the heart is progressively have power (strength) more work than usual, before accustomed to regular physical exercise, it is characterized by the presence of the power of motion rhythm more longer than the number of trained muscles to maintain balance of the circulatory system, and respiratory system. These characteristics are part or aspect which is very important for the achievement of physical fitness, especially in terms of health and quality of life.VO2 max is a good indication of a person's physical fitness was good. The most important element of physical fitness are cardiovascular endurance or cardiorespiratory. Cardiorespiratory durability is influenced by how many physiological factors, among others: 1) .Descent, note that 93.4% of VO2 max determined by genetic factors; 2) .Age, increased durability cardiorespiratory age children and then peaks at age 18-20 years. Children who are still growing and developing (13 years) when the practice will increase 10-20% VO2 max greater than the untrained; 3) This type of sex during puberty there was no difference between the VO2 max between boys and girls. After this age of women's VO2 max is only about 70-75% of men; 4) physical activity, the rate of consumption of oxygen (O2) increases with increasing intensity of work depends to a maximum level. The use of oxygen (O2) or a maximum work, maximum aerobic varies for each individual and increase the corresponding training.Keywords: Physical Fitness, Respiratory, cardiovascular
MEMPERKOKOH MIPA DAN TEKNOLOGI MELALUI PENDIDIKAN MIPA Permanasari, Anna
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berisi kajian pendidikan MIPA dalam memperkokoh MIPA dan Teknologi
PENGARUH BEBERAPA MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA MAHASISWA PGSD Wibawa, I Made Citra
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah, model siklus belajar 7E dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan the posttest only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiwa semester III Jurusan PGSD TA 2013/2014. Instrumen pokok penelitian yaitu tes pemahaman konsep IPA. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik infrensial. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis ANAVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah (mean= 86,90) dan kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E (mean= 78,11), (LSD= 8,79 dan p<0,05). (2) Terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah (mean= 86,90) dan kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (mean= 72,55), (LSD= 14,35 dan p<0,05). (3) Terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E (mean= 78, 11) dan kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (mean= 72,55), (LSD= 5,56 dan p<0,05). Jadi, model pembelajaran berbasis masalah dapat direkomendasikan sebagai salah satu model untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA.Kata-kata kunci: PBL, siklus belajar 7E, pemahaman konsep IPAAbstract: The aim of this study was to analyze differences between conceptual understanding between students who studied through problem-based learning model, 7E learning cycle model and direct instruction model. This study was a quasi-experimental, with the posttest only control group design. Population of this study is students of semester III jurusan PGSD TA 2013/2014. Main instrument is student conceptual understanding test. Data were analyzed in two step, they were descriptive analysis and statistical analysis infrensial. To examine the hypothesis, multivariate variants analysis with ANOVA one way was used. The result of study was stated below.First, there were significantly differences in student conceptual understanding between students who studied through problem-based learning model (mean = 86.90) and students who studied through learning cycle model (mean = 78.11), (LSD = 8.79 and p <0.05). Second, There were 7E differences in conceptual understanding between students who studied through problem-based learning model (mean = 86.90) and students who studied through direct instruction model (mean = 72.55), (LSD = 14.35 and p <0.05). Third, There were differences in conceptual understanding between students who studied through 7E learning cycle model (mean = 78, 11) and students who studied through direct instruction models (mean = 72.55), (LSD = 5.56 and p <0.05). Based on the result of study, it can be recommended that problem-based learning model can be applied as an alternative learning model in order to improve the students conceptual understanding.Keywords: PBL, learning cycle, students conceptual understanding
PERANAN BUDAYA BALI DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH Arnyana, Ida Bagus Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah menyampaikan pikiran tentang peranan budaya bali dalam mengembangkan pendidikan karakter. Indonesia yang pada saat ini mengalami masalah karakter bangsa yang ditunjukkan dengan rendahnya sopan santun para remaja, tawuran, budaya nyontek dan perilaku pejabat yang korup memberikan gambaran bahwa dalam melaksanakan pendidikan baik di sekolah, keluarga, dan masyarakat kurang membangun karakter bangsa ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengggali karakter bangsa khususnya budaya yang ada di Bali untuk diintegrasikan dalam melaksanakan pendidikan di sekolah. (a) Budaya bali yang dapat diintegrasikan dalam pendidikan karakter adalah: (1) Tumpek Uduh, (2) Tumpek Kandang, (3) tattwan asi, (4) subak, (5) salunglung sebaya taka, (6) asta kosala-kosali, (7) salam Shanti, (8) Hari Raya Nyepi, (9) ngopin, (10) medelokan, (11) resik, (12) menyama beraya, (13) eling, (14) swadharma, dan (15) budaya-budaya lainnya. (b) Budaya-budaya bali ini dapat diintegrasikan dalam pendidikan karakter dengan jalan: (1) mengintegrasikan dalam membangun budaya sekolah, (2) mengintegrasikan dalam mebangun budaya kelas, dan (3) mengintegrasikan dalam pembelajaran, baik dalam melaksanakan pendidikan maupun mengangkat budaya bali yang sesuai atau relevan dengan materi pelajaran dalam pembelajaran.Kata-kata kunci: Pendidikan karakter, budaya bali
ANALISIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SDLB) B NEGERI SINGARAJA Rahmawati, Tia; Candiasa, I Made; Suarsana, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perencanaan pembelajaran, kualitas pelaksanaan pembelajaran, kualitas evaluasi pembelajaran, dan kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) B Negeri Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran terkategori baik dengan persentase skor perencanaan pembelajaran sebesar 87,5%, kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran terkategorikan baik dengan persentase skor pelaksanaan pembelajaran sebesar 82,14%, kemampuan guru mengevaluasi pembelajaran terkategorikan cukup dengan persentase skor sebesar 75%, dan kendala yang dihadapi dalam pembelajaran matematika yaitu belum tersedianya buku pelajaran khusus untuk SDLB B, kesulitan dalam berkomunikasi dengan siswa, belum adanya pengawas khusus SDLB, kurangnya ketersediaan media pembelajaran.Kata-kata kunci:SDLB B, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaranAbstract: The aims of this qualitative research are to thoroughly observe the qualities of lesson plans, implementations, evaluations and obstacles faced in the mathematics classroom of SDLB B N Singaraja. Purposive sampling was used to select the needed samples of the research. The data were gathered through observation, interview and document analysis. The data analysis showed that the teacher's ability in order to construct the lesson plans was good (87,5%), the implementation of the lesson plan in the learning activities was good (82.14%), and the teacher's ability to evaluate the instructional activities was enough (75%). Furthermore, it is found that some problems encountered in mathematics teaching-learning activities in SDLB B N Singaraja were caused by the lack of textbooks, the difficulties in teacher's-student's communication, the absent of supervisor specializing in special learning and the lack of media for learningKeywords: SDLB, lesson plan, learning implementation, learning evaluation
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN CEDERA PADA ATLET SEPAK TAKRAW Semarayasa, I Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera atau luka adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Cedera dimaknai sebagai peristiwa kekerasan yang mengenai (jaringan) tubuh secar tiba-tiba, keras dan intensif. Cedera yang sering dialami atlit sepak takraw, seperti cedera pada lutut, cedera punggung bawah, cedera pergelangan kaki, dan cedera pergelangan tangan. Namun pencegahan dan penangganan yang dilakukan atlit atau pelatih belum maksimal. Banyak faktor yang penyebab terjadinya cedera pada atlit sepak takraw. Sehingga perlu adanya cara pencegahan dan penanganan untuk meminimalisir terjadinya cedera pada atlit sepak takraw.Cedera pada atlit sepak takraw adalah cedera pada sistem otot dan rangka tubuh yang disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan, baik ketika atlit tersebut melakukan servis, smash, block, heading maupun ketika melakukan passing. sehingga dapat menimbulkan cacat, luka dan rusak pada otot atau sendi serta bagian lain dari tubuh. Cedera jika tidak ditangani dengan cepat dan benar dapat mengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik. Bahkan bagi atlit cedera ini bisa berarti istirahat yang cukup lama dan mungkin harus meninggalkan sama sekali hobi dan profesinya.Pencegahan dan penanganan cedera pada atlit sepak takraw yang cepat dan professional akan dapat membantu mempertahankan dan juga meningkatkan performa atlit sehingga bisa mencapai prestasi yang maksimal. Dengan memahami pentingnya pencegahan dan penanganan cedera dalam olahraga sepak takraw, maka sudah sepatutnya kita sebagai pembina, dan pelatih harus mengenal dan paham tentang pencegahan dan penanganan cedera pada atlit sepak takraw.Kata-kata kunci: pencegahan, epnanganan, cedera, atlit sepak takraw
MODEL MULTIPLE DECREMENT DAN APLIKASINYA Hartawan, I Gusti Nyoman Yudi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Cepatnya perkembangan asuransi ditandai dengan bermunculannya inovasi-inovasi produk yang ditawarkan. Model multiple decrement merupakan salah satu model aktuaria yang digunakan sebagai acuan dalam merancang suatu produk asuransi. Dalam model ini klaim tidak hanya terjadi karena orang tersebut meninggal tetapi klaim juga terjadi karena cacat atau sebab (decrement) lainya sehingga penentuan premi dengan menggunakan model ini tentunya akan berbeda dari produk asuransi pada umumnya. Makalah ini membahas mengenai model multiple decrement , bagaimana membentuk tabel multiple decrement dan aplikasi dari model tersebut dalam hal menentukan premi dari suatu produk asuransi yang bersesuaianKata-kata kunci: model multiple decrement, premi

Page 4 of 11 | Total Record : 108