cover
Contact Name
Rizal Fahmi, B.A.,M.Pd
Contact Email
rfahmi@unis.ac.id
Phone
0878-8960-3764
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gd. LPPM UNIS. Jl. Maulana Yusuf Babakan Kota Tangerang. No. 10 Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Pelita : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
ISSN : 19075693     EISSN : 26848856     DOI : https://doi.org/10.33592/pelita.v24il
Core Subject : Education,
Publication of research results in the fields of education, religion, law, social politics, economics, informatics, industry, and management.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 1 (2018): Januari-April" : 7 Documents clear
INTEGRASI BUDAYA MASYARAKAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA: CONTOH DALAM PEMBELAJARAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Jarnawi Afgani Dahlan; Nurrohmah .
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 18 No 1 (2018): Januari-April
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.591 KB) | DOI: 10.33592/pelita.v18i1.25

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan dan penerapan pembelajaran Sistem Persamaan Dua Variabel dengan Bahan Ajar berbasis pada nilai budaya masyarakat di Kabupaten Lebak Banten. Nilai-nilai sosial dan budaya yang digunakan dalam pembelajaran adalah makanan tradisional (jojorong, pasung, papais, enye-enye, rangginang, opak, gipang, bolu kelemen). Dari implementasi pembelajaran diperoleh informasi bahwa beberapa siswa tidak mengenal dengan baik makanan tradisional yang digunakan pada pembelajaran, aktivitas belajar siswa dapat dikategorikan sedang, pada umumnya siswa memahami pengetahuan matematika (konsep, prinsip dan prosedur) secara induktif, motivasi belajar siswa dapat dikategorikan baik. Kendala yang muncul dalam praktek pembelajaran diantaranya siswa sangat bergantung pada benda kongkrit (makanan tradisional), serta penemuan pengetahuan matematika memerlukan berbagai pola untuk menjembatani berfikir siswa.This study examines the development and application of learning of Two Variable Equations System with Teaching Materials based on social and cultural values of society in Lebak Banten. The social and cultural values used in learning are traditional foods (jojorong, pasung, papais, enye-enye, rangginang, opak, gipang, cakes kelemen). From the learning implementation, it is found that some students are not familiar with the traditional food used in learning, the students 'learning activity can be categorized as being, generally the students understand the mathematical knowledge (concept, principle and procedure) inductively, the students' learning motivation can be categorized well. Constraints that arise in the practice of learning such as students are very depend on concrete material (traditional food), and the discovery of mathematical knowledge requires various patterns to bridge students thinking.
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Agus Soleh Riyadi; Jarnawi Afgani Dahlan; Tita Rosita
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 18 No 1 (2018): Januari-April
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.021 KB) | DOI: 10.33592/pelita.v18i1.31

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest and postest non-equivalent group design yang dilaksanakan di SMPN 1 Bangodua kelas VIII. Penelitian ini menggunakan instrumen tes yang mengukur kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) Terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi dari siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. (2) Terdapat perbedaan kemampuan komuniksasi matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi dari siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. The purpose of this study was to analyze differences in reasoning ability and mathematical communication between students who received guided inquiry learning with students who received conventional learning. This research uses quasi experimental method with pretest and postest design non-equivalent group design which is implemented in SMPN 1 Bangodua in class VIII. This study uses a test instrument that measures students' reasoning and mathematical communication skills. Based on the research results obtained: (1) There is a difference in the ability of mathematical reasoning between students who received guided inquiry learning with students who received conventional learning. The mathematical reasoning abilities of students who receive guided inquiry learning are higher than students receiving conventional learning. (2) There is a difference in the ability of mathematical communication between students who received guided inquiry learning with students who received conventional learning. The ability of mathematical communication of students who receive guided inquiry learning is higher than students who received conventional learning.
DESAIN DATA CENTER BERBASIS HYPER CONVERGED INFRASTRUCTURE DENGAN STANDAR TIA-942 UNTUK GREEN CAMPUS Ade Ismail; M. Ridwan
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 18 No 1 (2018): Januari-April
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.103 KB) | DOI: 10.33592/pelita.v18i1.27

Abstract

Data Center berbasis Hyperconverged Infrastruktur merupakan sebuah teknologi baru yang dapat di terapkan dalam membuat system penyimpanan data yang lebih efisien karena beberapa device seperti server, storage dan networking dapat dikelola dalam satu device. Namun untuk menjamin data yang tersimpan aman dan dapat diakses, data center harus memenuhi standar tertentu.. Salah satu standar data center yang telah diakui internasional adalah TIA–942. Dalam melakukan perancangan data center dengan mengggunakan standar TIA-942, terdapat beberapa komponen yang harus dianalisa, yaitu penentuan lokasi, desain raised floor, desain sistem listrik, desain pencahayaan,  dan sistem penanggulangan kebakaran. Metode yang dilakukan dalam perancangan ini adalah dengan menganalisa persyaratan  yang  yang  tercantum  pada standar TIA-942,  dan dilanjutkan  dengan  pembuatan  desain sesuai dengan kriteria yang disyaratkan. Selanjutnya hasil rancangan data center di simulasikan dengan pengukuran green metrics untuk mendapatkan komposisi yang tepat antara kebutuhan data center dengan kapasitas daya yang digunakan, sehingga diperoleh data center yang lebih efisien sesuai konsep green data center.Data Center-based Hyperconverged Infrastructure is a new technology that can be applied in making data storage systems more efficient, because some devices such as servers, storage and networking can be managed in one device. But to ensure that data is stored safely and accessible, the data center must meet certain standards. One of the internationally recognized data center standards is TIA-942. In conducting data center design using TIA-942 standard, there are several components that must be analyzed such as location determination, raised floor design, electrical system design, lighting, and fire prevention system. The method used in this design is TIA-942 standard, analyze the requirements listed in TIA-942 standar and proceed with the design creation in accordance with the required criteria. Furthermore, the result of data center design are simulated with green metrics measurement to get the right composition between the data center needs and the power capacity used, to obtain a more efficient data center according to the green data center concept.
A CASE STUDY OF NL INFLUENCE IN UNIS FKIP ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS' INTERLANGUAGE Irmala Sukendra; Agus Mulyana; Imam Sudarmaji
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 18 No 1 (2018): Januari-April
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.471 KB) | DOI: 10.33592/pelita.v18i1.32

Abstract

Regardless to the facts that English is being taught to Indonesian students starting from early age, many Indonesian thrive in learning English. They find it quite troublesome for some to acquire the language especially to the level of communicative competence. Although Krashen (1982:10) states that “language acquirers are not usually aware of the fact that they are acquiring language, but are only aware of the fact that they are using the language for communication”, second language acquisition has several obstacles for learners to face and yet the successfulness of mastering the language never surmounts to the one of the native speakers. Learners have never been able to acquire the language as any native speakers do. Mistakes are made and inter-language is unavoidable. McNeili in Ellis (1985, p. 44) mentions that “the mentalist views of L1 acquisition hypothesizes the process of acquisition consists of hypothesis-testing, by which means the grammar of the learner’s mother tongue is related to the principles of the ‘universal grammar’.” Thus this study intends to find out whether the students go through the phase of interlanguage in their attempt to acquire second language and whether their interlanguage forms similar system as postulated by linguists (Krashen).
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATA KULIAH MANAJEMEN KURIKULUM DI PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK Mustofa Kamil; Sriyanti .; Bambang Mardisentosa
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 18 No 1 (2018): Januari-April
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.62 KB) | DOI: 10.33592/pelita.v18i1.28

Abstract

Karakteristik mahasiswa program studi administrasi publik sangat beragam baik dilihat dari kelompok jenis kelamin, aspek sosial, budaya, dan lingkungan belajarnya. Adanya perbedaan individu tersebut mengandung arti bahwa kegiatan pembelajaran perlu memperhatikan aspek perbedaan individu dengan membangun suasana belajar yang dapat melayani keragaman kemampuan individu. Konsepsi tentang pembelajaran dan metode pembelajaran berbasis masalah menjadi dasar pijakan teoritis yang digunakan dalam riset ini. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Jumlah responden yang diambil sebanyak 49 responden dari mahasiswa yang mengontrak mata kuliah manajemen kurikulum yang berasal dari angkatan 2015 dan angkatan tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Kondisi awal pembelajaran sebelum diterapkan PBL mahasiswa menunjukkan rendahnya peran aktif dalam pembelajaran, hal ini ditunjukkan dengan diperoleh nilai dibawah standar berjumlah 40 mahasiswa dari 49 mahasiswa atau 82 %. Rendahnya hasil belajar merupakan dampak dari rendahnya persentase yang berperan aktif dalam pembelajaran. 2) Penerapan pendekatan PBL diawali dengan tahapan perencanaan (identifikasi masalah, desain masalah/skenario pembelajaran berdasarkan kontekstual), tahapan pelaksanaan/proses PBL  dengan langkah-langkah (a) menemukan masalah, (b) mendefinisikan masalah, (c) mengumpulkan fakta-fakta, (d) menyusun dugaan sementara, (e) menyelidiki, (f) menyempurnakan permasalahan, (g) menyimpulkan alternatif-alternatif pemecahan secara kolaboratif, (h) menguji solusi permasalahan. Tahapan  penilaian dalam pembelajaran problem based learning dilakukan terhadap proses dan hasil pembelajaran dalam siklus yang berulang-ulang.  3)Hasil yang diperoleh sebelum dan sesudah diterapkan PBL menunjukan peningkatan yang lebih baik dilihat dari aspek keaktifan mahasiswa, kemandirian mahasiswa, prestasi dan motivasi belajar mahasiswa, dan hasil pengamatan mampu menciptakan iklim pembelajaran yang aktif.
BOUNDED RATIONAL DALAM PEMBIAYAAN BANK SYARIAH: KAJIAN TERHADAP MASALAH KEAGENAN DALAM PENYALURAN PEMBIAYAAN SYARIAH Ria Kurniawati
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 18 No 1 (2018): Januari-April
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.915 KB) | DOI: 10.33592/pelita.v18i1.29

Abstract

Karakteristik dasar bank syariah adalah skemanya berupa profit and loss sharing (PLS) yang diimplementasikan melalui akad mudharabah dan musyarakah. Ciri khusus dalam skema ini memungkinkan bank syariah meminjamkan dalam jangka panjang dengan profil risiko dan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi. Namun demikian, total pembiayaan syariah dengan prinsip bagi hasil tidak pernah lebih dari setengah total pembiayaan dengan prinsip jual beli. Meskipun tingkat imbal hasil pembiayaan dengan prinsip bagi hasil lebih tinggi daripada pembiayaan dengan prinsip jual beli. Tujuan penelitian ini adalah mengklasifikasikan dan menganalisis rasional terbatas Bank Umum Syariah di Indonesia. Hasil pengujian menggunakan analisis klaster didapatkan tujuh bank masuk ke dalam kelompok bank yang rasional terbatas dan hanya terdapat satu bank yang masuk ke dalam kelompok rasional. Secara keseluruhan, adanya informasi asimetri dapat memunculkan ketegangan atau konflik kepentingan antara bank dan nasabah yang disebut dengan masalah keagenan.
PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN TELUK NAGA KABUPATEN TANGERANG Nirna Nirmala; Herry Nuraini; Marrieta Moddies Swara
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 18 No 1 (2018): Januari-April
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.336 KB) | DOI: 10.33592/pelita.v18i1.30

Abstract

Pendidikan karakter telah dilaksanakan di lingkungan sekolah, mulai dari tingkat sekolah usia dini sampai tingkat lanjutan atas, dimana pendidikan karakter ini dimasukkan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Penelitian ini memfokuskan pada dua nilai pendidikan karakter yaitu; religius dan disiplin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi penerapan dua nilai pendidikan karakter dalam mata pelajaran dan budaya sekolah di sekolah dasar di Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 5 SDN di Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang, yaitu satu SDN di setiap desa yang meliputi SDN di Desa Kampung Melaya Barat, Muara, Teluk Naga, Pangkalan, dan Kampung Besar. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, kelima SDN di Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang telah menerapkan nilai religius dan disiplin dalam kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah dengan baik. Penerapan nilai ini dapat dilaksanakan pada kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM). Kemudian, pelaksanaan nilai religius dan disiplin dapat dilaksanakan melalui budaya sekolah, yaitu dengan memfasilitasi siswa melakukan kegiatan rutin, memberikan keteladanan, dan pengkondisian. Character building has been carried out in the school environment, from early childhood to higher education. This study focuses on two character education values namely religious and discipline. This study used a descriptive qualitative approach, and the purpose of this study was to identify the application of two values of character education in the subjects and school culture in elementary school in Teluk Naga District, Tangerang Regency. The number of samples in this research are five public elementary schools (SDN) in Teluk Naga District of Tangerang Regency, it includes one school of each village; SDN in Kampung Melaya Barat, Muara, Teluk Naga, Pangkalan, and Kampung Besar. Based on the research that has been conducted, the five schools have well applied religious and discipline values in learning activities and school culture. The implementation of these values can be carried out in opening, core, and closing activities during teaching and learning activities. Moreover, the implementation of religious and discipline values can also be implemented through the school culture, that is by facilitating students to do routine activities, becoming paragons of virtue, and conditioning.

Page 1 of 1 | Total Record : 7