cover
Contact Name
Riki Ruli A. Siregar
Contact Email
riki.ruli@sttpln.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riki.ruli@sttpln.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kilat
ISSN : 20891245     EISSN : -     DOI : -
KILAT Journal is a scientific journal published by STT-PLN. KILAT Journal is published twice in one year in April and October and contains the results of research in the fields of Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Civil Engineering and Information Engineering, Law and Economics related to studies in the field of Renewable Energy, Electricity, Telecommunications, Control Systems , Electronics, Architecture, Computer Systems, and Information Systems.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2021): KILAT" : 16 Documents clear
Pengolahan Sampah Hybrid PLTS Menjadi Energi Listrik Di Kelurahan Pondok Kopi Syarif Hidayat Hidayat
KILAT Vol 10 No 2 (2021): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v10i2.1039

Abstract

Saat ini di indonesia khususnya di kota-kota besar, masalah sampah menjadi masalah lingkungan karena tidak ada penyelesaian masalah penampungan. Dalam hal ini diperlukan perencanaan mengenai pembangunan pembangkit listrik dengan metode listrik kerakyatan, dengan menggunakan bahan bakar sampah yang diproses menjadi gas yang diubah menjadi energi listrik, namun sampah juga bisa diolah menjadi briket sebagai bahan bakar energi terbarukan. Diharapkan juga dengan metode ini dapat sebagai solusi untuk bisa menuntaskan sampah-sampah yang ada khususnya di kota-kota besar. Pada metode ini akan diuraikan segi-segi teknis dan ekonomis dari pembangkit listrik tenaga sampah di kelurahan Pondok Kopi. Dalam skema biodigester sampah organik 100 kg/hari dapat menghasilkan potensi energi listrik 4,28 kwh/hari dan dapat menghemat pemakaian listrik PLN sebesar 82,28 % tiap tahunnya.
Pengembangan Sistem Pengaturan Suplai Beban (Ats) Pada Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid Berbasiskan Mikrokontroler Sugeng Purwanto
KILAT Vol 10 No 2 (2021): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v10i2.1310

Abstract

ABSTRACT Renewable energy is potential alternative energy to replace the central role of fossil energy which has been going on since the early 20th century. The solar power plant is alternative energy, especially for households and industry, and can be designed as a hybrid power plant consisting of solar panels, batteries, an automatic transfer switch (ATS), and a grid. This research will focus on developing ATS based on a microcontroller. It functions to regulate the load supply automatically from the three sources of electrical energy, like solar panels, batteries, and grid while the microcontroller functions to monitor the transfer of power from the solar power plant to grid and voltage movements in the system so that current and voltage data can be recorded from time to time to improve system reliability, effectiveness, and efficiency of the tool. ATS components consist of MCB, magnetic contactor, timer H3CR, relay, 2000VA inverter, solar charge controller 100A, NodeMCU ESP8266 IoT, and battery 12V 100AH. This research is conducted in one year to produce ATS based on a microcontroller that can automatically regulate the supply of loads from the three sources of electrical energy with a good level of efficiency and stability. Keywords: solar power plants, hybrid power plants, an automatic transfer switch. ABSTRAK Energi baru terbarukan merupakan energi alternatif yang potensial untuk menggantikan peran sentral dari energi fosil yang telah berlangsung sejak awal abad ke 20. PLTS merupakan salah satu energi alternatif penyedia energi listrik untuk rumah tangga dan industri serta dapat dirancang sebagai sistem pembangkit listrik tenaga hibrid (PLTH) yang terdiri dari panel surya, baterai, sistem pengaturan beban atau ATS (automatic transfer switch) dan jaringan PLN. Peneltian difokuskan pada pengembangan sistem ATS berbasiskan mikrokontroler. ATS berfungsi untuk mengatur suplai beban secara otomatis dari ketiga sumber energi listrik yaitu panel surya, baterai dan PLN sedangkan mikrokontroler berfungsi memonitor perpindahan daya dari PLTS ke sumber PLN dan pergerakan tegangan pada sistem sehingga dapat dilakukan pencatatan data arus dan tegangan dari waktu ke waktu sehingga dapat meningkatkan keandalan sistem, efektifitas dan efisiensi alat. Komponen ATS terdiri dari MCB, magnetic contactor, timer H3CR, relay, inverter 2000VA, solar charge controller 100A, NodeMCU ESP8266 IoT, dan baterai 12V 100Ah. Penelitian ini akan dilakukan dalam periode satu tahun menghasilkan ATS berbasiskan mikrokontroler yang dapat mengatur suplai beban secara otomatis dari ketiga sumber energi listrik dengan tingkat efisiensi dan kestabilan yang baik. Tim penelitian ini tediri dari 3 orang dan berasal dari program studi teknik elektro, IT PLN. Kata kunci: pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga hibrid, pengaturan suplai beban.
Rancang Bangun Sistem Kendali Level Air Berbasis Programmable Logic Controller dan Human Machine Interface Tri Wahyu Oktaviana Putri; Muhammad Imbarothur Mowaviq; Ibnu Hajar
KILAT Vol 10 No 2 (2021): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v10i2.1315

Abstract

hingga industri. Salah satu penerapan perlunya mengendalikan level air adalah pada boiler suatu pembangkit. Berbagai pengendalian terhadap suatu besaran di industri tentu memerlukan perangkat pengendali. Programmable Logic Controller (PLC) Rancang bangun sistem kendali level air dengan menggunakan PLC dan Human Machine Interface (HMI) ini menggunakan perangkat utama yaitu PLC FX3U yang dilengkapi dengan input analog, output analog, dan output PWM (Pulse Width Modulation). Level/ ketinggian air adalah objek yang akan dikendalikan. Suplai air diatur oleh pompa air DC yang terdiri atas pompa inlet dan pompa outlet. Sedangkan untuk sensor ketinggian air menggunakan sensor ultrasonic HC-SR04. Untuk memudahkan pengoperasian PLC, PLC dapat dikombinasikan dengan HMI yang mana terhubung di dalam jaringan dengan PLC. Untuk aplikasi jangka panjang, rancang bangun sistem kendali level air berbasis PLC FX3U dan HMI dapat difungsikan sebagai media pembelajaran di kelas pada mata kuliah yang berkaitan dengan elektronika industri, PLC, maupun mata kuliah lain. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan kontroler PID di dalam PLC, diperoleh hasil bahwa ketinggian air dapat dikendalikan dengan eror rata-rata sebesar 3%. Nilai tersebut disebabkan karena perilaku dinamik air.
Kendali Alat Destilasi Air Laut Elektrik Berbasis Mikrokontroler Muhammad Imbarothur Mowaviq
KILAT Vol 10 No 2 (2021): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v10i2.1316

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Salah satu cara mendapatkan air bersih layak konsumsi adalah dengan memisahkan air laut dari kandungan garam dengan metode destilasi. Destilasi adalah proses menghilangkan sejumlah tertentu garam dan mineral lain dari air untuk menghasilkan air tawar. Beberapa bagian utama pada alat destilasi ini adalah tabung pemanas untuk proses penguapan air, pipa kondensor untuk proses pengembunan dan tabung penampung. Alat ini, menggunakan pemanas elektrik untuk menguapkan air. Alat destilasi ini dikendalikan oleh mikrokontroler Arduino Mega 2560. Motor, pemanas elektrik, dan valve menjadi aktuator. Sementara, sensor yang digunakan adalah sensor suhu PT100 dan sensor level. Peningkatan suhu yang terjadi untuk sampai pada proses penguapan per satu liter air adalah 83 menit pada suhu 120 oC. Pada proses pengujian, alat destilasi dapat menghasilkan air garam dan menyisakan garam pada tabung pemanas.
Kriteria Desain Sistem Jaringan Distribusi Untuk Evaluasi Kondisi Eksisting Kelistrikan Suatu Wilayah Christine Widyastuti; Adri Senen; Oktaria Handayani
KILAT Vol 10 No 2 (2021): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v10i2.1327

Abstract

Faktor yang menentukan kualitas energi listrik adalah adanya perencanaan sistem distribusi yang baik yang memenuhi standar dan kriteria teknis yang berlaku. Meskipun desain awal sistem distribusi telah memenuhi standar kualitas pelayanan tersebut, dengan adanya perkembangan beban yang terus meningkat, parameter kualitas yang terjadi di lapangan dapat mengalami perubahan, sehingga perlu adanya evaluasi kondisi kualitas pensuplaian tersebut. Evaluasi ini semakin penting dalam kaitannya dengan kebutuhan untuk perencanaan pengembangan sistem ke masa depanu untuk mencapai sistim distribusi dengan kualitas yang tinggi, andal dan effisien. Adapun kriterian desain yang dirancang dalam penelitian ini meliputi jatuh tegangan, dan penyulang serta keandalan sistem distribusi. Penetuan kriteria desain ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan acuan oleh pengelola sistem distribusi dalam rangka mencapai tingkat kualitas pelayanan yang memenuhi standar yang berlaku dengan didasarkan pada kondisi sistem eksisting, prediksi perkembangan beban, dan pengembangan wilayah pada suatu area pelayanan. Hasil evaluasi menunjukkan persentase jatuh tegnagan berkisar antara 1 % - 12,7% , pembebanan penyulang berada pada nilai 50,5 % - 96,2 % , dengan nilai indeks keandalan SAIFI mecapai 3,86 kali/tahun dan nilai SAIDI 16,23 jam/tahun
Alat Bantu Training Elektronika Berbasis Internet Of Things dengan Logika Fuzzy Menggunakan NODEMCU Lukman Medriavin Silalahi; Agus Dendi Rochendi; Irfan Kampono; Muhamad Husni; Raden Sutiadi
KILAT Vol 10 No 2 (2021): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v10i2.1348

Abstract

Electronic training activities are still carried out conventionally, namely through a face-to-face system. The trainer has to check the trainees' measurement scores manually, this takes a long time. In addition, during the Covid-19 pandemic, human interaction is limited. Therefore it is necessary to make a tool that can help the training process. The proposed IoT-based electronic training tool uses nodeMCU, with a MySQL database system using IoT (Internet of Things) technology. Data communication media uses Wifi (IEEE 802.11n) with nodeMCU 8266 and INA219 sensors. The data is directly displayed through the internet browser media(PHP). From the results of our research, this tool can monitor the implementation of training for a distance of 8 meters and the sensor response time is less than 1 second. The sensor sensitivity level reaches 99.01% with a measurement accuracy of 0.01. With this tool, checking measurement results can be done quickly and can be done from anywhere.
Pemantau Gas Metana, Suhu, dan Kelembaban sebagai Penyebab Efek Rumah Kaca Dipadang Lamun Berbasis Internet Of Things Lukman Medriavin Silalahi; Irfan Kampono; Agus Dendi Rochendi; Muhamad Husni; Raden Sutiadi; Daniel Putra Pardamean Mbarep
KILAT Vol 10 No 2 (2021): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v10i2.1349

Abstract

Seagrass is a plant that covers coastal areas/shallow seas that can produce methane gas (CH4) during the decomposition process. The occurrence of decay caused by microbes in seagrass plants that have died in the process produces methane gas (CH4) as the cause of the greenhouse effect. Methane gas monitoring system (CH4) is proposed using MQ-4 sensor, temperature and humidity sensor (DHT11) using NodeMCU ESP8266 module, SD Card module as backup data storage and processed with local database and through mysql database the data will be displayed on the website page for information. . From the tests carried out, the response time for DHT11 is 5.6 seconds and MQ-4 is 1.5 seconds. It has a reading sensitivity rate of 99.92% for DHT11, 99.997% for MQ-4. The accuracy rate for DHT11 is a multiple of 1. For the MQ-4 sensor it has an accuracy level of 2 digits behind the comma. The tool has a data transfer rate of up to that which appears on the front-end 0.2736. With this tool, checking measurement results can be done quickly and can be done from anywhere.
Prototype Alat Monitoring Suhu, Kelembaban dan Kecepatan Angin Untuk Smart Farming Menggunakan Komunikasi LoRa dengan Daya Listrik Menggunakan Panel Surya Dewi Purnama Sari
KILAT Vol 10 No 2 (2021): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v10i2.1376

Abstract

Belakangan ini penerapan Internet of Things (IoT) banyak dimanfaatkan pada bidang pertanian dan perkebunan. Pada bidang pertanian dan perkebunan, permasalahan tumbuh kembang tumbuhan merupakan permasalahan yang penting karena sangat bergantung pada faktor abiotik (fisik) dan biotik (biologis). Faktor abiotik (faktor lingkungan fisik) antara lain seperti suhu, kelembaban (udara dan tanah), pencahayaan, kecepatan angin, media tanam dan pupuk sangat mempengaruhi tumbuh kembang tumbuhan dan seringkali sulit terpantau. Agar tumbuh kembang tanaman dapat baik, maka perlu dipantau secara terus menerus faktor abiotik maupun biotik pada lingkungan tempat tumbuhnya tanaman. Tujuan diterapkan IoT dalam bidang pertanian agar dapat mengotomatisasi semua aspek pertanian dan metode pertanian untuk membuat proses lebih efisien dan efektif. Dalam penelitian ini dibuat sebuah prototipe untuk memantau suhu, kelembaban udara dan tanah serta kecepatan angin pada lahan pertanian dengan memanfaatkan komunikasi LoRa sebagai perangkat pendukung IoT dalam penerapan smart farming dengan keunggulannya menggunakan daya listrik yang bersumber dari energi matahari. Di sini data akan ditampilkan pada sebuah platform Cayenne sebagai user interface untuk dilakukan pemantauan dari jarak jauh. Dengan demikian pengguna dapat secara langsung memantau faktor abiotik (faktor fisik lingkungan) dari tempat tumbuh kembangnya tanaman. Dari pemantauan dapat dilakukan tindakan-tindakan yang diperlukan agar tanaman dapat tumbuh kembang dengan baik.
Pemanfaatan Elektrik Bioretensi dalam Menurunkan Kadar Escherichia coli dan Total Bakteri Koliform Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Air pada Drainase Perkotaan Endah Lestari
KILAT Vol 10 No 2 (2021): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v10i2.1384

Abstract

Rapid development in a watershed affects surface and ground water sources. Urbanization results in increased environmental pollution and groundwater pollution. Best water resource management practices are Low Impact Development (LID) such as bioretention, vegetative swales, permeable pavements, and rainwater wetlands have been implemented to reduce the adverse effects of urbanization such as flooding by reducing peak runoff on the surface and thereby managing rainwater runoff. The purpose of this study was to analyze microbial contamination in wastewater originating from city drainage channels. The research was carried out experimentally by taking water in Item River, Kemayoran directly and put it in an electric bioretention tank. The rain-wastewater-bioretention (RWB) tank is in the form of a watertight tank measuring 60 cm in diameter by 80 cm in height with a medium of 50 cm, leaving 30 cm to provide space and time for standing water during infiltration time. The results of the water taken on the 2nd day through Bioretention carried out laboratory testing with the scope of Microbiological analysis of Environmental Health Quality Standards, Escherichia coli levels decreased from 17 APM/100 ml to 9 APM/100 ml. In addition, total Coliform levels from 2800 APM/100 ml to 270 APM/100 ml.
Proyeksi Kebutuhan Energi Secara Microspasial Berdasarkan Penentuan Variabel Independen Dengan Metode Kolmogorov-Smirnov Dwi Anggaini; Adri Senen; Hasna Satya Dini
KILAT Vol 10 No 2 (2021): KILAT
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/kilat.v10i2.1401

Abstract

Metoda proyeksi peramalan energi umumnya masih berbentuk makro sehingga tidak memperlihatkan pusat-pusat beban pada wilayah yang lebih kecil (grid) dan mengakibatkan lokasi gardu distribusi tidak dapat ditentukan dengan pasti. Oleh karena itu diperlukan teknik prakiraan energi yang berbasis pada wilayah yang lebih kecil (mikrospasial). Prakiraan energi listrik yang melibatkan banyak variabel, hasil proyeksinya lebih akurat. Hal itu disebabkan proyeksinya melibatkan interaksi antar variabel dalam bentuk faktor. Setiap area pelayanan memiliki faktor dominan yang berbeda. Untuk menentukan faktor yang paling dominan dapat menggunakan Metoda Exploratory Factor Analysis. Metoda ini mampu menentukan variabel yang dominan diantara variabel-variabel yang terlibat. Dalam penelitian ini yang semula melibatkan 12 variabel independen, ada 4 variabel yang dapat dikelompokan menjadi satu faktor utama berdasarkan hasill Componen Transformation Matriks. Faktor tersebut akan digunakan dalam pemodelan matematis proyeksi kebutuhan energi. Sehingga hasil peramalan energi lebih teliti. Sejumlah metode analisis dengan statistika mengasumsikan distribusi datanya normal, sehingga asumsi ini perlu diuji kebenarannya. Beberapa uji normalitas yaitu dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-P Plot of regression standarized residual atau dengan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov.

Page 1 of 2 | Total Record : 16