cover
Contact Name
Arie Widodo
Contact Email
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Jl. Mangkurejo, Ds. Kwangsan, Sedati - Sidoarjo
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 23389184     EISSN : 26224283     DOI : 10.31800
Core Subject : Education,
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on 5 areas of educational technology as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least one peer-reviewers. Jurnal Kwangsan is published online and printed twice in a year. July and December. The scope of Jurnal is innovative works on Learning System Design, the development, implementation, assessment, management, research papers, and case studies of educational technology, which are effective in giving positive contributions to schools and educational institutions
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): Kwangsan" : 5 Documents clear
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (MAPAUD) NYANYIAN DALAM PEMBELAJARAN nFN Innayah
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n1.p57--69

Abstract

The purpose of this research to: 1) Describe MAPAUD Singing utilization, 2) Determine the level of student mastery against MAPAUD Singing program. The research was conducted in Sidoarjo, Semarang, Bandung, and Yogyakarta. Population of the study are early childhood teachers and students with a sample of 48 early childhood teachers and 244 students drawn at random. Data were collected through observation, interviews and questionnaires. Data were analyzed by descriptive qualitative. The results showed that: all kindergarten/early childhood of the subject of MAPAUD Singing utilization has been implementing learning by utilizing MAPAUD Singing utilization in accordance with the guidelines. In the level of student mastery of MAPAUD Singing program indicated that students were able to understand MAPAUD Singing.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan pemanfaatan MAPAUD Nyanyian, 2) Mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap program MAPAUD Nyanyian. Penelitian ini dilaksanakan di Sidoarjo, Semarang, Bandung, dan Yogyakarta. Populasi dari penelitian adalah guru dan siswa PAUD dengan sampel sejumlah 48 guru dan 244 siswa PAUD yang diambil secara random. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan angket. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh TK/PAUD yang menjadi subyek pemanfaatan MAPAUD Nyanyian telah melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan MAPAUD Nyanyian sesuai dengan pedoman pemanfaatannya. Dalam tingkat penguasaan siswa terhadap program MAPAUD Nyanyian ditunjukkan bahwa siswa mampu memahami MAPAUD Nyanyian.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN MODEL ADDIE UNTUK MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 5 SDS MAWAR SHARON SURABAYA Nancy Angko; nFN Mustaji
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n1.p1--15

Abstract

This study aims to develop a Power Point teaching materials and students’ worksheet (LKS) Math Grade 5 Mawar Sharon Surabaya SD Susing the ADDIE Model. Design development test result susing pre-test post-test Group. T-test results showed that the test tvalue is7,397, while the value of the test  able is 2,069, meaning the tvalue ofthe test is greater than the valueof testable. Meaning there are differences in learning outcomes between the experimental class and the control class as seen from the second post test tvalues test class. The average value of the class or classes mean the experiment has increased and higher than the control class, is 31.6667 compared with 20.1250. The difference is due to the use of teaching materials to students in the experimental class in class control while only using the lecture method. Students response to the use of Power Point and Worksheets media showed an average of 95.83% stated that the material is easy to understand and 87.5% stated that the learning interesting.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar powerpoint dan Lembar Kerja Siswa (LKS) mata pelajaran matematika kelas 5 SDS Mawar Sharon Surabaya dengan menggunakan model ADDIE. Desain uji coba hasil pengembangan menggunakan Pretest Pos test Group. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai uji t hitung adalah 7.397, sementara nilai uji ttabel adalah 2.069, berarti nilai uji t hitung lebih besar dari nilai uji tabel. Maknanya ada perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dilihat dari uji t nilai pos test kedua kelas. Nilai rata-rata kelas atau mean pada kelas eksperimen mengalami peningkatan dan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 31.6667 dibandingkan dengan 20.1250. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya penggunaan bahan ajar pada siswa di kelas eksperimen sedangkan di kelas kontrol hanya menggunakan metode ceramah. Respon siswa terhadap penggunaan media powerpoint dan lembar kerja menunjukkan rata-rata sebesar 95.83 % menyatakan bahwa materi mudah dimengerti dan 87.5 % menyatakan bahwa pembelajaran menarik.
PENGEMBANGAN PAKET PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBUAT MANISAN NANGKA UNTUK PROGRAM KEAKSARAAN FUNGSIONAL MANDIRI Putut Wijayanto
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n1.p16--33

Abstract

One of the role of Instructional Technology is the provision of learning resources through the development. Especially in the Functional Literacy Programm (Program Keaksaraan Fungsional/KF) on Mandiri Level, study material that really designed for learning is not available yet. This study aims to develop skills learning package such as video learning and modules by taking a theme about making candied jackfruit. This is suitable with the implementation of the KF program that promotes life skills learning. The results revealed that the learning package of making candied jackfruit favored by 30 respondents of the student in Bougenvile Study Group, Medokan Semampir Village, Sukolilo, Surabaya. As new subjects, students learning outcomes perfome a very satisfactory theory and practice value.AbstrakSalah satu peran Teknologi Pembelajaran adalah penyediaan sumber-sumber belajar melalui kegiatan pengembangan (development). Namun untuk program Keaksaraan Fungsional (KF) Tingkat Mandiri, belum sepenuhnya tersedia sumber belajar yang dirancang khusus (by design) untuk pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Paket Pembelajaran Keterampilan (PPK) berupa modul dan video pembelajaran tentang membuat manisan nangka. Penelitian ini sesuai dengan kebutuhan Program KF yang mengutamakan pembelajaran life skills. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa paket pembelajaran modul dan video tentang membuat manisan nangka digemari oleh 30 orang responden warga belajar di Kelompok Belajar (Kejar) Bougenvile, Kelurahan Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya. Sebagai mata pelajaran baru, hasil belajar warga belajar menunjukkan nilai teori dan nilai praktek yang sangat memuaskan.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR HIMPUNAN MELALUI PENGGUNAAN PORTAL RUMAH BELAJAR Raden Roro Martiningsih
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n1.p34--45

Abstract

Students think that learning math is hard, and students do not want to learn math, then teachers must provide the appropriate medium for learning. The purpose of this research is to improve mathematics achievement in intersection set and union set by applying the Portal Rumah Belajar for Seventh Grade A SMP Muhammadiyah 1 Surabaya year 2012 - 2013. The design of the study is Classroom Action Research. In this study planned two cycles, and each cycle consisted of 4 steps, namely: (1) plan, (2) act, (3) observe, and (4) reflect. If students of Seventh Grade A SMP Muhammadiyah 1 Surabaya use Portal Rumah Belajar, they can increase their achievement. Students who pass the competency in the pre-action is 22 students or 73.3%, in cycle I, students who pass the competency is 23 students or 76.7%, and in cycle II students who pass the competency is 28 students or 93.3%. The ability of students increased from pre-action to the second cycle. Suggestions in this classroom action research is: Teachers should motivate students to learn by use innovative of instructional media. Teachers should have a paradigm that teachers are not the only source of learning. AbstrakMatematika pada umumnya dianggap peserta didik sebagai pelajaran yang sulit. Salah satu indikasinya adalah bahwa pada saat pelajaran Matematika, sebagian peserta didik cenderung kurang termotivasi untuk belajar. Oleh karena itu, guru harus mengupayakan kemudahan mem- pelajarinya melalui penggunaan media pembelajaran yang sesuai. Salah satu dari media yang dimaksudkan adalah Portal Rumah Belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik Kelas VII A SMP Muhammadiyah 1 Surabaya tahun ajaran 2012-2013 di bidang pelajaran Matematika terutama mengenai materi irisan dan gabungan dua himpunan dengan menerapkan Portal Rumah Belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini mencakup dua siklus dan setiap siklus terdiri atas 4 langkah, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil penelitian mengungkapkan adanya peningkatan prestasi belajar peserta didik. Sebelum diberikan tindakan, hanya 22 peserta didik (73,3%) yang tuntas belajarnya. Kemudian, pada Siklus I, peserta didik yang tuntas sebanyak 23 peserta didik (76,7%), dan pada Siklus II, jumlah peserta didik yang tuntas sebanyak 28 peserta didik (93,3%). Tampaklah bahwa kualitas pembelajaran dari sebelum tindakan sampai dengan Siklus II terjadi peningkatan. Penelitian ini menyarankan agar guru mengelola kegiatan pembelajaran secara inovatif dengan menggunakan media pembelajaran agar peserta didik lebih termotivasi dan aktif untuk belajar. Guru hendaknya mengubah paradigma pembelajaran bahwa dirinya bukan lagi satu-satunya sumber belajar bagi peserta didik. 
PENERAPAN TEORI BELAJAR DAN DESAIN INSTRUKSIONAL DALAM PROGRAM MOBILE LEARNING M. Miftah
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n1.p46--56

Abstract

Mobile Learning enables a learning dan its interaction between the user and the lesson. This article writer, then, offers a solution by applicating an effective foundations of educational theory for mobile learning and suggests a model for developing mobile learning based on the appropiate educational theory. Mobile learning developer should know the differences of approaches used in learning to take a proper learning strategy. The strategy is for motivating the learner, facilitating the learning process, forming the human intact, serving the individual difference, lifting up the meaningful learning, supporting learning interaction, giving the learning feedback, and facilitating contextual learning. Dealing to this case, the writer, then, describes the disciplines of the learning theory and its implementation into Design of Learning Strategy for mobile learning. There are three learning theories showed: 1) Behaviourism, 2) Cognitivism, 3)Constructivism. The implementation of the learning theories is on sub-field of Instructional System Desain. The Instructional System Desain involves analysis, design, development, application, and evaluation. Abstrak:Mobile Learning mempermudah belajar dan interaksi antara peserta didik dengan materi pelajaran. Penulis artikel ini menawarkan solusi dengan mengaplikasikan pondasi teori bidang pendidikan untuk perancangan materi Mobile Learning (Foundations of educational theory for mobile learning) yang efektif, dan menyarankan suatu model untuk mengembangkan pembelajaran Mobile Learning berdasar pada teori bidang pendidikan yang sesuai. Pengembang Mobile Learning harus mengetahui perbedaan pendekatan-pendekatan dalam belajar agar dapat memilih strategi pembelajaran yang tepat. Strategi pembelajaran harus dipilih untuk memotivasi para pebelajar, memfasilitasi proses belajar, membentuk manusia seutuhnya, melayani perbedaan individu, mengangkat belajar bermakna, mendorong terjadinya interaksi, memberikan umpan balik, memfasilitasi belajar kontekstual, dan mendorong selama proses belajar. Berkaitan dengan hal ini, penulis artikel ini kemudian mendeskripsikan prinsip-prinsip teori belajar dan implementasinya pada Desain Strategi Pembelajaran Mobile Learning. Ada 3 teori belajar yang penulis kemukakan pada artikel tersebut, yaitu: 1) Behaviorime; 2) Kognitivisme; dan 3) Kontruktivisme. Implementasi teori belajar ini berada pada subkawasan desain sistem pembelajaran. Desain sistem pembelajaran mencakup; penganalisaan, perancangan, pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian.

Page 1 of 1 | Total Record : 5