cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2013)" : 6 Documents clear
ANALISIS KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF PENGUSAHA DI KABUPATEN BULELENG Nyoman Trisna Herawati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pendidikan     kewirausahaan yang ditinjau dari perspektif pengusaha, disamping itu pula ingin     diketahui apakah ada perbedaan kompetensi antara perusahaan yang bergerak     dalam bidang jasa, dagang, atau manufaktur. Dalam penelitian ini dianalisis pula     hambatan-hambatan yang ditemui dalam pengembangan usaha, yang nantinya     dapat dijadikan masukan untuk penyempurnaan pembelajaran kewirausahaan di     perguruan tinggi.      Penelitian ini menggunakan pendekatan expost facto dengan tiga alat     analisis yaitu, analisis faktor, deskriptif kuantitatif, dan deskriptif kualitatif.     Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Buleleng  yang melibatkan  80 orang     responden dalam hal ini pengusaha yang bergerak dalam bidang jasa, dagang,     maupun manufaktur. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menemui     langsung para responden dan melalui e-mail.       Hasil analisis menunjukkan, pertama, kompetensi pendidikan     kewirausahaan yang perlu dikembangkan antara lain: (1) kemampuan manajerial,     (2) sikap mental, (3) kreatifitas, yang ditunjang dengan teknologi, (4) kemampuan     prediktif. Kedua, mengenai perbedaan kompetensi dalam perusahaan jasa, dagang,     dan manufaktur. Dari hasil penelitian menunjukkan perusahaan jasa lebih     menekankan pada sikap mental (faktor 2) yang didukung oleh sikap kreatifitas     (faktor 3), pada perusahaan dagang, kompetensi yang dominan adalah sikap mental     (faktor 2) yang didukung oleh sikap kreatifitas (faktor 3) , dan pada perusahaan     manufaktur (pabrik), kompetensi inti mencakup kemampuan manajerial (faktor1),     dan sikap mental (faktor2). Ketiga, hambatan-hambatan yang ditemui dalam     pengembangan usaha antara lain: masalah permodalan, permasalahan persaingan     antara perusahaan sejenis, permasalahan pemasaran, permasalahan tenaga kerja.     permasalahan dalam penentuan lokasi yang strategis, permasalahan mengenai     teknik pendekatan pada pelanggan.     
ANALISIS FAKTOR PENGARUH PERTUMBUHAN WILAYAH DI KABUPATEN TABANAN (TEORI BARU PERTUMBUHAN WILAYAH) I Putu Ananda Citra
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1817

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan secara singkat tentang faktor pengaruh     pertumbuhan wilayah di Kabupaten Tabanan yang ditinjau dari teori baru     pertumbuhan wilayah. Metode yang digunakan yaitu metode kepustakaan dengan     penyajian secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif. Data diperoleh dari     berbagai sumber seperti buku, artikel, internet yang berupa data sekunder dari     instansi terkait.     Telah banyak teori yang dikembangkan para ahli guna memahami     fenomena wilayah, khususnya keterbelakangan dan ketimpangan wilayah.     Penyelesaian masalah kesenjangan antar wilayah akan kembali kepada konsep dan     implementasi dari masing-masing peran sektor/program-program yang     dilaksanakan di daerah. Tiap daerah memiliki sektor unggulan yang dapat     dikembangkan dan akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan wilayahnya.     Termasuk di Kabupaten Tabanan dimana sektor unggulan bukan di pariwisata     seperti Provinsi Bali, melainkan di sektor pertanian. Hal ini jelas sangat     mempengaruhi cepat lambatnya pertumbuhan wilayah di Kabupaten Tabanan.      Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan     wilayah Kabupaten Tabanan yang ditinjau dari teori baru pertumbuhan wilayah     maka faktor-faktor yang berpengaruh yaitu capital/ modal/ investasi, tenaga kerja,     sumberdaya alam, transportasi, teknologi dan sosial politik.  Secara umum terjadi     peningkatan dari masing-masing faktor tersebut, walaupun mengenai investasi     masih dalam perencanaan. Maka pertumbuhan kabupaten relatif lambat dimana     sektor pertanian penerimaan pendapatannya lebih lambat dibandingkan dengan     sektor industri dan jasa.      Kata kunci: Pertumbuhan Wilayah    
Efektivitas Model Lesson Study dalam Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme pada SMA/MA Di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012 Zeni Haryanto
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1818

Abstract

Based on the mapping of the standard competence/basic competence of students in     each subject is mainly targeted at schools in West Kutai regency into the sample     obtained by the fact that over 50% of the standard of competence in each subject     cannot be reach by the UN students. It is necessary for improvement in the standard     of the learning process to conduct training on constructivist learning for teachers of     each subject and implemented through the lesson study model. The model consists     of lesson study phase of Plan, Do and See. The results of the learning observations     is then discussed in the reflection on the stage See to know what needs to be     improved in the teaching and learning activities of students at the time. Based on     the analysis of the instrument can be concluded that a guide of the lesson study     model is produced that can be applied to implement school-based lesson study in     West Kutai District with the effectiveness of the implementation by 91%, or can be     said to be very effective.      Keywords: Effectiveness, Lesson Study Model, Learning,  Constructivism    
KAUSALITAS KEMISKINAN TERHADAP PERBUATAN KRIMINAL (PENCURIAN) Prayetno Prayetno
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1819

Abstract

Kemiskinan dan perbuatan kriminal seperti pencurian laksana dua sisi mata uang yang     tidak bisa dipisahkan dan akan selalu berhubungan. Hal ini terjadi dikarenakan     berbagai permasalah sosial baik di lingkungan keluarga, sosial atau masyarakat, dan     Negara terjadi disebabkan oleh faktor kemiskinan. Meskipun bukan satu satunya     faktor penyebab, namun masalah kemiskinan menjadi salah satu sumber pemicu     gejolak atau permasalahan sosial.     Key word: Kausalitas, Kemiskinan, Kejahatan Pencurian    
TINJAUAN YURIDIS SAHNYA JUAL BELI HAK MILIK ATAS TANAH MENURUT HUKUM ADAT DAN UNDANG-UNDANG POKOK AGRARIA (UUPA) DI KABUPATEN KARANGASEM Ni Ketut Sari Adnyani
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1820

Abstract

Kabupaten Karangasem memiliki wilayah geografis yang didominasi oleh     fisiografi perbukitan secara keseluruhan terbagi atas 2 zona kawasan, yaitu zona     utara yang merupakan kawasan Pegunungan Abang, dan zona selatan yaitu     Pegunungan Agung. Zona tengah yaitu daratan yang terbagi atas 8 wilayah     kecamatan, yaitu: Rendang, Selat, Sidemen, Bebandem, Manggis, Karangasem,     Abang dan Kubu. Mengingat pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, maka     sudah sewajarnya peraturan mengenai pertanahan di Kabupaten Karangasem     khususnya diatur sedemikian rupa, sehingga dapat meminimalkan timbulnya     permasalahan di bidang pertanahan. Dengan digunakannya Hukum Adat sebagai     landasan dari pembentukan Hukum Agraria, maka akan menunjang kelanggengan     keberlakuan Hukum Adat. Menurut Undang-Undang Pokok Agraria, bahwa jual     beli hak milik atas tanah adalah didasarkan pula atas Hukum Adat yaitu merupakan     suatu perbuatan hukum yang mana pihak penjual menyerahkan tanah yang dijual     kepada pembeli untuk selama-lamanya (Penyerahan Yuridis). Adapun tujuan     penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan prosedur pemindahan hak milik     atas tanah karena perjanjian jual beli menurut UUPA, (2) mengungkapkan akibat     hukum daripada jual beli hak milik atas tanah menurut Hukum Adat. Bentuk data     dalam penelitian ini yaitu berbentuk informasi, baik yang berasal dari dokumen     maupun responden. Cara pengumpulan datanya adalah melalui data pustaka dan     data empiris. Responden dalam penelitian ini adalah para pejabat pembuat akta     tanah/PPAT yaitu Notaris di Kabupaten Karangasem. Lokasi Penelitian di tetapkan     di Kantor Badan Pertanahan dan Kantor PPAT Kabupaten Karangasem. Analisa     data penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat berupa pemindahan     hak milik atas tanah diatur dengan Peraturan Pemerintah. Prosedur pelaksanaan     jual beli hak milik atas tanah yang sudah dibukukan atau yang sudah terdaftar pada     kantor pertanahan dan akibat hukum yang ditimbulkan (1) hak dan kewajiban     pihak pembeli dan penjual dan (2) beralihnya hak milik atas tanah ke tangan     pembeli.    
PENGEMBANGAN SELANCAR (SURFING) DI KAWASAN WISATA PANTAI KUTA, KABUPATEN BADUNG MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (COMMUNITY BASED DEVELOPMENT) Ni Luh Henny Andayani; Ni Nyoman Yulianthini
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1821

Abstract

Kuta merupakan salah satu kawasan wisata di Kabupaten Badung yang     dilengkapi dengan beragam fasilitas wisata, seperti restoran, bar, hotel, laundry,     money changer, dll. Keberadaan kawasan wisata Kuta tidak terlepas dari atraksi wisata     utama berupa keindahan pantai dengan pasir putihnya. Beragam aktifitas wisata     seperti berjemur, surfing, dll dapat dilakukan di Kuta. Penelitian ini bertujuan untuk     mengkaji strategi pengembangan selancar (surfing) di kawasan wisata pantai kuta,     kabupaten badung melalui pemberdayaan masyarakat (community based     development). Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan     kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran serta dan keikutsertaan     masyarakat lokal dalam pengembangan selancar (surfing) di kawasan wisata Kuta     masih sedikit. Para pelaku dan investor mayoritas berasal dari luar wilayah kuta.     Berdasarkan analisis SWOT didapatkan strategi alternatif yang perlu dikembangkan di     Kuta antara lain: pengembangan surfing berbasis masyarakat lokal di kawasan Kuta,     pengembangan usaha jasa pelayanan surfing yang dimiliki dan dikelola oleh     masyarakat lokal, strategi peningkatan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan     yang melakukan kegiatan surfing di Kawasan Kuta, dan strategi pengembangan     kelembagaan terhadap kegiatan surfing.      Kata Kunci : strategi, pengembangan, surfing, pemberdayaan masyarakat    //

Page 1 of 1 | Total Record : 6