cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
PERSEPSI TUAN GURU, GURU DAN SANTRI PONDOK PESANTREN DI KALIMANTAN SELATAN TENTANG JIHAD Mahyudin Barni
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i2.3139

Abstract

For these days/lately the word jihad get the popularity and related to some bomb action in Indonesia. Some actors inspected by the government officer, actually have a pesantren (Islamic Boarding School Community) background. This fact peeping out stigmatism that pesantren was a place to train terrorists. Research has been conducted to three oldest pesantren in South Kalimantan. The result dhowed that ruan guru, guru (teacher), dan santri (pupil at pesantren) have a perception in the widw meaning. Not only discussed about war and assasination but also for fighting, fight a bad desire that lead someone to negative and desteructive deeds. Jihad as war is part of Jihad fi sabilillah, and jihad needs some term and condition and it expecially for people who has an obiligation to do jihad. Law of jihad in moslims perception is fardlu 'ain and also fardlu kifayah
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DENGAN PENDEKATAN REFLECTIVE LEARNING Nyanyu Khodijah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas dengan mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam menggunakan pendekatan belajar reflektif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 6 Palembang pada bulan September 2005 hingga Juni 2006. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research), dan model intervensi tindakan yang digunakan adalah model John Elliot. Pengumpulan data dan analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan mixed method. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala religiusitas, skala penilaian afektif, tes hasil belajar, pedoman observasi, angket, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas (SMA)  dapat  ditingkatkan  melalui  penggunaan pendekatan belajar reflektif. Selain itu, penerapan pendekatan belajar reflektif juga dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran PAI.
KONSEP SHIDQ DALAM PERSPEKTIF TASAWUF Basrian Basrian
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i2.3040

Abstract

Dalamkajiantasawuf,istilah"shidq"(kejujuran,kebenaran) tidak difahamisecarasempitsebagaisalahsatu sifat (karakter) seorangmuslimyang baik,melainkanmendapatluasan-luasan maknayang mendalam.Shidq merupakan salah satu bentuk pendakianparasālik(sufi) yanginginmendekatkandirikepada Allah untuk selanjutnyasecaraberjenjang menujumaqam makrifah,suatu maqamyang menjadidambaan kaumsufi. Bagiorang-orang sufi,shidq(kejujuran,kebenaran)adalah pilar semuaperkara,karenanyashidqmemilikisuatukekuatan sehingga DzunNun al-Mishrimengatakan bahwa, shidq (kebenaran)adalahpedang Allah;tidak adasesuatupunyang ditempatinyamelainkan diputusnya. Dalam memberikanrumusanhakekatshidq(kebenaran, kejujuran) ini,diantaraparasufisendiricukupbervarisi.Meski demikian, beberapa ungkapan sufi yang menerangkannya terdapat hal yang menarik, yaitu bahwa di dalam shidq (kebenaran)ituterdapat jiwakeberanianyangdidasarkanatas kebenaran tersebut serta tidak merasa ketergantungan dengan yanglain, selain Allah.tidak difahamisecarasempitsebagaisalahsatu sifat (karakter) seorangmuslimyang baik,melainkanmendapatluasan-luasan maknayang mendalam.Shidq merupakan salah satu bentuk pendakianparasālik(sufi) yanginginmendekatkandirikepada Allah untuk selanjutnyasecaraberjenjang menujumaqam makrifah,suatu maqamyang menjadidambaan kaumsufi. Bagiorang-orang sufi,shidq(kejujuran,kebenaran)adalah pilar semuaperkara,karenanyashidqmemilikisuatukekuatan sehingga DzunNun al-Mishrimengatakan bahwa, shidq (kebenaran)adalahpedang Allah;tidak adasesuatupunyang ditempatinyamelainkan diputusnya. Dalam memberikanrumusanhakekatshidq(kebenaran, kejujuran) ini,diantaraparasufisendiricukupbervarisi.Meski demikian, beberapa ungkapan sufi yang menerangkannya terdapat hal yang menarik, yaitu bahwa di dalam shidq (kebenaran)ituterdapat jiwakeberanianyangdidasarkanatas kebenaran tersebut serta tidak merasa ketergantungan dengan yanglain, selain Allah.
PERDA BERBASIS SYARI’AH DALAM TINJAUAN HUKUM TATA NEGARA Hayatun Na'imah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1136

Abstract

Perda merupakan produk hukum yang harus tunduk dan patuh terhadap kaidah-kaidah pembuatan produk hukum dan tertib hukum Indonesia. Beberapa aspek untuk melihat Perda-Perda Berbasis Syari’ah dapat diterima, atau bahkan bertentangan secara yuridis dilihat dari sudut pandang Hukum Tata Negara Indonesia.(1) Dari segi tertib hokum. (2) Dari sisi materi perda. (3) Dari sisi legal drafting. (4) Dari sisi penerapan sanksi. (5) Dari aspek etika moral hokum. Dari aspek teori hirarki norma hukum; dari segi hirarki formal bahwa Perda-perda tersebut di atas telah sesuai dengan Pasal 14 Undang-undang No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan dari hirarki fungsional telah menempuh prosuder pembentukannya, yaitu telah ditetapkan oleh Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan bersama DPRD sebagaimana yang diatur dalam Pasal 136 Undang-undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DENGAN DAN TANPA PELAKSANAAN PRE TEST DAN POST TEST DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS VII MTS DARUL ILMI BANJARBARU TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Sessi Rewetty Rivilla dkk
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i2.3030

Abstract

Secara umum tahapan dalam strategi pembelajaran yaitu pre test, proses pembelajaran, dan post test. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan melaksanakan pre test dan post test dan hasil belajar siswa yang diajar tanpa melaksanakan pre test dan post test dalam pembelajaran bangun datar pada siswa kelas VII MTs Darul Ilmi Banjarbaru tahun pelajaran 2009/2010. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas eksperimen yang diajar dengan melaksanakan pre test dan post test dengan hasil belajar siswa kelas kontrol yang diajar tanpa melaksanakan pre test dan post testdengan dalam pembelajaran bangun datar pada siswa kelas VII MTs Darul Ilmi Banjarbaru.
KONSEP HUKUM TENTANG RADHA’AH DALAM PENENTUAN NASAB Anwar Hafidzi; Safruddin Safruddin
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v13i2.1615

Abstract

AbstrakTulisan ini membahas tentang Konsep Radha’ah dalam Penentuan Nasab disertai dalil dan alasan Wahbah Zuhaily dan Sayyid Sabiq mengenai kemahraman dalam radha’ah serta apa saja syarat dan rukun dalam Radha’ah dalam penentuan nasab.Penulisan ini menganilisa tentang radha’ah dalam konsep fikih adilatu dan fikih sunnah tentang radha’ah dalam penentuan nasab menurut pandangan Wahbah Zuhaily Dan Sayyid SabiqPenelitian ini menggunakan bentuk penelitian kepustakaan (Library Research) bahan primernya kitab fikih Adilatu karangan prof Wahbah Zuhaily dan Fikih Sunnah karangan Sayyid Sabiq, sedangkan untuk bahan sekundernya penulis mengunakan literatur-literatur yang terkait tentang pembahasan yang akan dibahas, adapun metode analisa menggunakan metode deskriptif.hasil dari penelitian ini penulis menemukan adanya perbedaan antara kitab fikih adilatu dan fikih sunnah,   perbedaannya terletak pada jumlah ukuran susu yang menyebabkan mahram Sayyid Sabiq memahami bahwa satu susuan maksudnya maksudnya susuan dalam ukuran yang sedikit sedangkan wahbah Zuaily mensyaratkan kemahraman sepersusuan ukuranya lima kali susuan 
LESBIAN GAY BISEXUAL TRANSGENDER (LGBT) SEBAGAI COSMOPOLITAN PARADOX LIFE STYLE DAN PENANGANANNYA MELALUI PENDIDIKAN TINGGI Murry Darmoko
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v16i2.2324

Abstract

This study focuses on Lesbian Gay Bisexuals Transgender (LGBT) which are used as the cosmopolitan life style of today's generation. Evidence of social media shows the rapid development of LGBT members. In Shari'a through religious arguments, LGBT is haram and can be punished until the death penalty and also in LGBT health is considered as one of the causes of HIV-AIDS. However, sociologically, people can accept their presence. LGBT is a paradox of life style in the Muslim community of the world. LGBT is important to be studied, especially related to the pattern of Amar Ma'rûf Nahiy Munkar in Indonesia. Two formulation of the problem, How does the Amar Ma'rfu Pattern prevent LGBT? Second, How does the Nahiy Munkar Pattern overcome LGBT? The purpose of this study answers the two formulations above through Higher Education. Sociology of Law is used as a research approach with qualitative methods because it provides answers. The summary of the research results shows that higher education has a role in fostering LGBT through the socialization of MUI fatwa number 57 of 2014 and applying ant and bee patterns in implementing the Anti LGBT Campus Program through the teaching and learning process that explains LGBT in terms of religion and health and anti-campaign LGBT when implementing community service learning. Penelitian ini fokus pada Lesbian Gay Bisexual Transgender (LGBT) yang dijadikan sebagai kosmopolitan life style generasi masa kini. Bukti media sosial menunjukkan perkembangan pesat anggota LGBT. Secara syariat melalui dalil-dalil agama, LGBT adalah haram dan dapat dipidana sampai hukuman mati dan juga dalam kesehatan LGBT dianggap sebagai salah satu penyebab HIV-AIDS. Walaupun begitu, secara sosiologi, masyarakat dapat menerima kehadiran mereka. LGBT menjadi paradox life style dalam masyarakat muslim dunia. LGBT penting diteliti, terutama berkaitan dengan pola Amar Ma’rûf Nahiy Munkar di Indonesia. Dua rumusan masalah, Pola Amar Ma’rûf  yang bagaimana dapat mencegah LGBT? Kedua, Pola Nahiy Munkar yang bagaimana dapat mengatasi LGBT? Tujuan penelitian ini menjawab dua rumusan di atas melalui Pendidikan Tinggi. Sosiologi Hukum dijadikan pendekatan penelitian dengan metode kualitatif karena memberikan jawaban. Ringkasan hasil penelitian menunjukkan pendidikan tinggi berperan dalam membina LGBT melalui sosialisasi Fatwa MUI nomor 57 tahun 2014 dan menerapkan pola semut dan lebah dalam melaksanakan Program Kampus Anti LGBT melalui proses belajar mengajar dengan kewajiban menempuh mata kuliah yang menjelaskan LGBT dari sisi agama dan kesehatan serta kampanye anti LGBT saat pelaksanaan KKN di masyarakat.
Komunikasi Pembangunan Agama Dalam Membangun Toleransi Agama (Analisis Sistem dan Aktor) Hasan Sazali
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v13i2.767

Abstract

Abstract : Religious development is an important constellation of nationaldevelopment. To address the spirit of pluralism and religious phenomenontoday, communication of religion development has become a scientific conceptapproach of several alternative science. Communication of religiousdevelopment is a communication process which is carried out to execute theplan in religious development by a state. This paper analyzes the problems ofreligious development using system analysis and actors as an approach to buildlogical thinking to the current situation.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB (Tinjauan terhadap http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/) Widyo Widodo
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i2.3023

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat pesat, Menurut statistik yang dikeluarkan oleh www.internetworldstats.com 2009, dari sekitar 6,767,805,208 populasi dunia hampir 1,733,993,741 merupakan pengguna internet, yang berarti sekitar 26 % penduduk dunia telah memiliki akses ke internet, dengan porsi pengguna terbanyak di Asia berkisar 42 % dari seluruh pengguna internet dunia. TIK mempunyai potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Pada blue print TIK Depdiknas, stidak- tidaknya disebutkan ada tujuh fungsi TIK dalam pendidikan, yakni sebagai sumber belajar, alat bantu belajar, fasilitas pembelajaran, standard kompetensi, sistem administrasi, pendukung keputusan, sebagai infrastruktur. Penelitian pengembangan ini mencoba merancang situs media komunikasi berbasis web untuk pembelajaran. Situs dengan alamat http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/ telah diimplementasikan terhadap kurang lebih 50 mahasiswa. Sembilan puluh enam persen menyatakan program ini sangat menarik dan sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu 90 % menyatakan program ini dapat mengatasi kebosanan terhadap perkuliahan di kelas dalam bentuk metode ceramah
KONSEP PENDIDIKAN HATI AHMAD FAHMI ZAMZAM Akhmad Syahbudin
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v15i1.1132

Abstract

This study belongs to library study and is also an intellectual biography study. The nature of the study is qualitative which highlights the contributions of thought in the field of Islamic education. The Islamic education approach was applied in order to identify the contribution of thinking to the character of Islamic education, especially on the material aspects. The data were obtained from Ahmad Fahmi Zamzam's work; Empat Puluh Hadis Penawar Hati, Empat Puluh Hadis Akhlak Mulia, Empat Puluh Hadis Kelebihan Ilmu dan Ulama, Empat Puluh Hadis Peristiwa Akhir Zaman, as well as his audio visual lectures or grand recitation related to the research. The Data are grouped according to the theme of Islamic education further in the analysis. Research findings: (1) Heart education is a conscious effort to cultivate the potential of the heart to achieve perfection into a healthy heart (qalbun salîm) to justify our relationship to Allah swt and fellow human beings. (2) The importance of correcting, changing, and maintaining the heart is one of the foundations for the conduct of heart education. (3) The purpose of the heart education is directed to make the students' hearts become good and right. (4) The approach that can be done in the education of the heart is to pay attention and keep the actions of all the potential of the body from acts that can make the heart becomes dirty, by exploiting the potential of the body, the potential of eye, ear, and the potential of lathîfah ar-Rabbâniyyah. (5) The method of the heart education is grouped into two parts; First, the method of the heart education with charitable deeds, such as; prayer, zakat and alms, fasting, reciting al-Qur'an, dhikr, seeking halal rizki, having social awareness, 'amar ma'rûf and nahî munkar, and ittiba'. Second, the method of the heart education with the spiritual charities, such as; repentance, khauf, zuhud, being patient, gratitude, sincerity, mahabbah, and remembering death. (6) The curriculum of the heart education must be integrated with lathîfah ar-Rabbāniyyah i.e al-Qalbu, al-'Aql, ar-Rûh, and an-Nafs. So the educational content given should be directed to meet the spiritual and emotional material needs. (7) Evaluation of the heart education can only be measured by self-protégé children whose measure is the tranquility within the students themselves and generate noble morality.