cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 20886991     EISSN : 25488376     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan has printed ISSN 2088-6991 and electronic ISSN 2548-8376. Journal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan are Open Access and Peer Reviewed journals that include research articles, studies in the field of education. Journal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan receives articles in Indonesian, English and Arabic. This journal publish article biannually on June and December. Journal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan uses Quetext plagiarism checker. This journal published by Teacher and Training Faculty State Islamic University of Antasari Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2019): June" : 7 Documents clear
Kearifan Lokal Banjar dalam Kumpulan Cerpen Galuh Pasar Terapung Karya Hatmiati Masy’ud (Kajian Etnografi) Ramadania, Fajarika
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v8i1.2216

Abstract

Penelitian ini berkenaan dengan Kearifan Lokal Banjar dalam Kumpulan Cerpen Galuh Pasar Terapung karya Hatmiati Masy’ud. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan bahasa yang digunakan, (2) memaparkan mata pencaharian  penduduk, (3) mengemukakan sistem organisasi sosial, (4) mendeskripsikan sistem religi.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan etnografi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dan analisis isi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen Galuh Pasar Terapung karya Hatmiati Masy’ud, yang diterbitkan oleh Kindai Banua, Banjarbaru tahun 2016. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dikumpulkan melalui teknik telaah kepustakaan dan teknik analisis data yang digunakan adalah deksriptif interpretatif.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut. (1) Hasil analisis kearifan lokal Banjar dalam kumpulan cerpen Galuh Pasar Terapung yang berkenaan dengan bahasa, sebagai berikut. : lindap, tapih bahalai, tilam, huma-huma, lanting, handai taulan, kalambu, dan sebagainya. Kemudian yang berkenaan dengan bahasa Arab, antara lain: innalillah, khalifah, dakwah, zikir, shalat. Dan yang terakhir adalah yang berkenaan dengan bahasa Inggris, antara lain adalah: pick up, pink, grand opening, close up. (2) Hasil analisis kearifan lokal Banjar dalam kumpulan cerpen Galuh Pasar Terapung yang berkenaan dengan  mata pencaharian, antara lain adalah: polisi, penjaga kuburan, aparat masyarakat, sipir ambulance, guru honorer, penjaga sekolah, maling, supir taksi, mamantat. (3) Hasil analisis kearifan lokal Banjar dalam kumpulan cerpen Galuh Pasar Terapung yang berkenaann dengan sistem organisasi sosial, antara lain adalah: presiden, gubernur, bupati, polisi, pambakal, kepala desa, koperasi. (4) Hasil analisis kearifan lokal Banjar dalam kumpulan cerpe Galuh Pasar Terapung yang berkenaan dengan sistem religi, adalah: pakaian kuning, kain kuning, kalambu kuning, pawang buaya, ritual makhluk besar, merapal mantra, kopi pahit kopi manis, kemenyan. 
Globalisasi Sebagai Proses Sosial dalam Teor-Teori Sosial Azkia, Laila
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v8i1.2348

Abstract

Tulisan ini mengangkat konsep globalisasi dalam kerangka proses sosial. Ada empat tokoh yang saya pilih, yaitu Anthony Giddens, John Urry, George Ritzer dan Anna Tsing. Bagaimana Giddens mengungkapkan tentang globalisasi yang merombak kehidupan manusia. Bagaimana Ritzer mengungkapkan tentang term menariknya yaitu Globalization Of Nothing. Serta bagaimana John Urry dengan Global Complexity-nya melihat fenomena globalisasi sebagai fenomena yang kompleks. Terakhir,  memilih pemikiran globalisasi yang logikanya berbeda dari kebanyakan teori sosial tentang globalisasi, yaitu pemikiran Anna Tsing dalam Friction-nya. Tulisan ini menjadi pijakan teoritis untuk research  yang berkenaan dengan fenomena globalisasi di Indonesia. Sehingga arah dan tujuan tulisan ini sebenarnya adalah menemukan teoritis yang tepat untuk penelitian globalisasi pada ranah lokal di Indonesia. Tulisan ini berada dalam lingkup kepentingan untuk menemukan basis teoritis yang tepat dalam melihat fenomena globalisasi pada ranah lokal, yaitu melihat proses sosial berupa keterhubungan lokal yang satu dengan lokal yang lain sehingga membentuk jaringan atau koneksi global.
Re-Konsientisasi dalam Dunia Pendidikan (Membangun Kesadaran Kritis Melalui Pemikiran Paulo Freire) Rohinah, Rohinah
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v8i1.2355

Abstract

Idealisme pendidikan untuk memanusiakan manusia harus sejalan dengan tujuan dan praksis pendidikan. Meskipun pada kenyataannya, masih banyak pendidikan yang memainkan peran tradisionalnya dengan memandang bahwa peserta didik merupakan produk yang dihasilkan oleh dunia pendidikan. Hal ini disebabkan masih banyaknya praktek di lembaga-lembaga pendidikan yang masih memberikan dominasi pada aspek kognitif dan penekanan pada aspek hafalan dalam memahami praktek pembelajaran bahkan pembelajaran agama sekalipun. Capaian keberhasilan seorang anak hanya berhenti pada nilai angka-angka nominal semata, kepintaran anak dinilai manakala mampu menghafal materi-materi yang sudah ditentukan berdasarkan bahan ajar yang ada dan batasan-batasan yang sudah dipersiapkan secara terukur dan terstruktur menurut aturan yang sangat sempit dan sangat minim terhadap ruang dialog-interaktif antar guru dan peserta didik. Oleh karena itu, hadirnya pemikir kritis sebagaimana Paulo Freire, merupakan upaya memperjuangkan pendidikan menuju sebuah perubahan nyata agar pendidikan tidak hanya sekedar mempersiapkan robot-robot mekanik masa depan melainkan mampu melahirkan manusia-manusia pembawa perubahan menuju masyarakat yang berkeadilan dan berkeadaban.
Relevansi Kearifan Lokal Tepung Tawar Dalam Pembelajaran Agama Islam (Studi pada Masyarakat Melayu Pontianak) Ramadhan, Dendy
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v8i1.2538

Abstract

Artikel ini membahas mengenai suatu kebiasaan masyarakat Melayu Pontianak salah satunya tepung tawar. Preservasi tradisi harus dijaga serta dapat diwariskan pada generasi muda. Kearifan lokal mengacu pada berbagai kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang dalam sebuah masyarakat yang dikenal, dipercayai, dan diakui sebagai elemen-elemen penting yang mampu mempertebal kohesi sosial diantara warga masyarakat serta salah satu ide dan gagasan yang diikuti oleh suatu komunitas setempat . Tepung tawar merupakan suatu rangkaian yang dilaksanakan ketika gunting rambut anak, pernikahan, khitanan, maupun mendirikan dan pindah rumah. Dari sini bisa dikaitkan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang menarasikan sebuah adat kebiasaan masyarakat melayu dalam pelaksanaan tepung tawar seperti tepung tawar badan, tepung tawar mayat, tepung tawar peralatan.  Temuan Penelitian adalah membuat sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Mengenai tepung tawar dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran dan tidak meninggalkan teori yang sudah ada. Kata kunci: Tepung Tawar, Kearifan Lokal, Pembelajaran Agama Islam
Rumah-Rumah Tahfizh di Kota Banjarmasin: Profil, Program, dan Metode Pengajaran Al-Qur’an Arobi, Muhammad
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v8i1.2666

Abstract

Di kota Banjarmasin, ada banyak sekolah atau lembaga pendidikan al-Qur’an, seperti Taman Kanak-kanak  (TK) al-Qur’an, Taman Pendidikan al-Qur’an (TPA), Pondok Pesantren Tahfizh al-Qur’an (PPTQ), dan Rumah Tahfizh al-Qur’an (RTQ). Contoh yang disebut terakhir banyak diminati para murid (santri) dan orang tua, khususnya santri cilik, karena tidak mengharuskan para murid untuk menetap di asrama seperti di pesantren. Pembelajaran al-Qur’an hanya berlangsung satu hingga dua jam dalam sehari. Rumah-rumah tahfizh tersebut tersebar di beberapa wilayah di kota Banjarmasin. Berdasarkan penelitian penulis pada tahun 2018, ada lima rumah tahfizh di kota Banjarmasin yang sudah berdiri lebih dari satu tahun dan mempunyai santri lebih dari lima puluh orang, yaitu: rumah tahfizh al-haramain, rumah tahfizh az-zahra, rumah tahfizh miftahul ihsan, rumah tahfizh qaryah thayyibah, dan rumah tahfizh an-nur. Rumah-rumah tahfizh tersebut masing-masing mempunyai program pembelajaran dan metode pengajaran al-Qur’an.
The Effectiveneness Of Using Piaget, Vygotsky, And Brunner Theories In Teaching English For Young Learners At Sdn Kebun Bunga 6 Banjarmasin Muthmainnah, Inna; Izzatil, Nor; Nor, Hidayah
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v8i1.2667

Abstract

To address three theories in teaching English for young learners (Piaget, Vygotsky, and Brunner), the researchers believe that an effective teaching teachniques that pay attention not only to the needs of the young learners but also to their interests are very important. This research reported our pre-experimental study on the effectiveness of using Piaget, Vygotsky, and Brunner theories in teaching English for young learners at SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin. There were 26 students of the fourth grade, study English at SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin, participated in this research. The data collected by conducting three times treatment in one class of the fourth grade, and written tests (pre-test and post-test). Findings revealed that the students got better score after the implementation of those three theories (Piaget, Vygotsky, and Brunner) in the classroom; they were very enthusiastic learned English in the classroom by interacting with the teachers and the peers. Their responses toward this activity were also positive. This research is expected to be beneficial for teachers who are interested in applying those three theories in English classroom, especially for young learners’ classroom.
Pendidikan Karakter Perilaku Sosial Anak Usia Sekolah Dasar dalam Keluarga di Kota Banjarmasin Nida, Taufiqqurahman
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v8i1.3009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi orang tua dan guru melalui kerjasama dalam penguatan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan penelitian studi komunitas. Populasi 500 orangtua siswa di 5 Kecamatan Kota Banjarmasin. Sampel adalah 200 orangtua  siswa dengan  menggunakan metode Snow balling. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, partisipasi, dan dokumentasi. Data di verifikasi, melalui kredibilitas, transferabilitas, kriteria, konfirmasi, serta trianggulasi data dengan responden.            Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan dasar dan falsafah pendidikan karakter perilaku sosial yakni  pengenalan dan pengamalan, dapat membangun karakter perilaku sosial siswa terhadap Agama, Pancasila, dan Budaya Banjar. Anak-anak  dibimbing dan mendapat pedoman dengan keteladanan, disiplin, motivasi, pembiasaan, pelestarian dan pengembangan yang kondusif. Serta suasana pendidikan yang membantu mengembangkan lingkungan sosialnya. Dan orangtua memiliki pola untuk membimbing karakter perilaku sosial anak dengan menerapkan sikap kepemimpinan secara demokratis berdasarkan perkembangan karakter perilaku sosial anak. Kemudian oleh orangtua terbina secara harmonis karena adanya kerjasama dan penguatan pendidikan karakter dari sekolah dan guru-guru secara intensif dan kontinu.

Page 1 of 1 | Total Record : 7