cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2017)" : 9 Documents clear
PERBEDAAN EFEKTIVITAS MADU DAN PROPOLIS TERHADAP KONDISI KESEHATAN PADA BALITA DI POSYANDU MAWAR VII KELURAHAN SIDODADI, KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.383 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.257

Abstract

Pendahuluan: Prilaku seksual yang dilakukan oleh para remaja kita saat ini sudah sampai pada batas yangsangat mengkhawatirkan. Peningkatan yang terjadi tidak hanya dalam hal angka kejadian, melainkan juga padakualitas penyimpangan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhankesehatan tentang prilaku seks pranikah terhadap tingkat pengetahuan remaja kelas XI di SMA Persada BandarLampung Tahun 2015.Metode: Jenis penelitian adalah metode penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian adalah quasy eksperimendengan menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhsiswa kelas XI SMA Persada Bandar Lampung. Besar sampel penelitian adalah 87 dari (Total Population),dengan menggunakan Uji t.Hasil: Pada penelitian didapat pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan kesehatan tentang prilakuseks pranikah remaja. mempunyai nilai rata-rata pengetahuan 51,48. Sedangkan pengetahuan respondensesudah diberikan penyuluhan mempunyai nilai rata-rata pengetahuan 79,89. Jadi selisih rata-rata 30,12. Hasiluji statistik didapat p-value = 0,000 < α = 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian penyuluhan kesehatantentang seks pranikah terhadap tingkat pengetahuan remaja. Saran bagi remaja agar dapat meningkatkanpengetahuan kesehatan tentang prilaku seks pranikah dengan mencari informasi yang baik dan akurat sertadapat memilih teman yang baik agar tidak terpengaruh terhadap perilaku seks pranikah.
HUBUNGAN LINGKUNGAN DAN RUMAH SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE DI KAMPUNG TERBANGGI BESAR KECAMATAN TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2011. Anggun Rusyantia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.908 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.121

Abstract

Pendahuluan: Seribu hari pertama kehidupan seorang anak adalah masa kritis yang menentukan masa depannya. Salah satu upaya perbaikan gizi masyarakat pada awal kehidupan adalah dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam (6) bulan pertama kehidupan. Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI dimana bila teknik menyusui tidak benar, dapat menyebabkan puting lecet dan menjadikan ibu enggan menyusui dan bayi jarang menyusu yang sangat berpengaruh pada rangsangan produksi ASI. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, untuk cakupan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan pada tahun 2014, dinilai rendah yaitu 66,06% dari 80% target yang telah dibuat oleh Dinas Kesahatan Kota Bandar Lampung. Daerah yang mempunyai data cakupan pemberian ASI Eksklusif 0-6 bulan berada di wilayah kerja Puskesmas Kedaton yaitu 22,82%. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara teknik menyusui dengan keberhasilan menyusui pada bayi (0-6 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Tahun 2015.Metode: Penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Variabel independen dalam penelitian ini adalah teknik menyusui dan variabel dependennya adalah keberhasilan menyusui. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2015.Hasil: Terdapat 56,3 % ibu telah memiliki teknik menyusui yang baik, dengan nilai skor lebih dari 14 dari total skor 22. Lebih dari separuh responden tidak memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya (62,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara teknik menyusui dengan keberhasilan menyusui dengan nilai p = 0,043 (< 0,05).Diharapkan kepada bidan dan petugas kesehatan terkait agar dapat memberikan informasi yang benar tentang pentingnya teknik menyusui yang benar pada ibu sejak awal kehamilan hingga masa nifas sehingga target pemberian ASI eksklusif dapat tercapai. Baik ibu maupun suami agar ikut aktif dalam mengikuti kelas edukasi atau forum-forum kesehatan yang diadakan oleh lembaga-lembaga kesehatan ibu dan anak (contoh : AIMI) yang membahas mengenai ruang lingkup ASI dan menyusui sehingga para orangtua menjadi lebih bersemangat dan memiliki tekad lebih kuat karena dukungan yang kuat dari lingkungan.
Gambaran Klinis Pasien Apendisitis Akut dengan Menggunakan Penilaian Tzanakis Skor dan Alvarado Skor di RSUD DR H Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 Wahid Tri Wahyudi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.645 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.252

Abstract

Pedahuluan: Dalam sebuah penelitian lebih dari 1,3 juta warga di dunia, perokok laki-laki memiliki 40% peningkatan risiko terinfeksi TB paru dibandingkan dengan bukan perokok dan mungkin lebih dari 55% meninggal karena TB paru. TB Paru BTA yang positif di klinik rawat jalan 2014 di Panjang berjumlah 111 penderita BTA positif sebanyak 69.391 warga (6,25%). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku merokok dengan klinik rawat inap TB paru di Panjang 2015. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tersangka TB paru pada bulan Oktober-Desember 2014 berjumlah 219 orang, menggunakan sampel jumlah penduduk. Pengambilan data yang digunakan adalah teknik quetionnaire dan data analisis statistik menggunakan uji chi square. Hasil: Pada penelitian ini diketahui paling banyak menderita TB paru sekitar 134 (61%). Responden adalah perokok berat dengan rokok yang merokok lebih lama ≥10 tahun dengan jenis perokok berat sebesar 121 (55%), responden dengan perokok berat jumlah rokok merokok ≥ 10 butir pada hari sama dengan 126 (58%), responden perokok berat dengan Jenis cengkeh tembakau jenis 125 (57%). Hasil analisis bivariat diketahui hubungan yang signifikan antara merokok panjang (p = 0.000), jumlah rokok yang dihisap (p = 0.000) dan jenis rokok yang dihisap (p = 0.000) dengan risiko kejadian TB paru. Nasihat yang bisa diberikan untuk memberantas penderita TB paru dengan perilaku merokok pemberantasan TB Paru harus disertai dengan kerjasama puskesmas dan petugas kesehatan.
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DAN PREEKLAMPSIA TERHADAP KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG BULAN JANUARI TAHUN 2014 Shinta Arini Ayu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.65 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.242

Abstract

Pendahuluan: Penyakit DM merupakan penyakit gangguan metabolik terutama metabolisme karbohidrat yang disebabkan oleh berkurangnya atau ketiadaan hormon insulin dari sel beta pankreas, atau akibat gangguan fungsi insulin, atau keduanya. Hasil data awal di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung, didapatkan bahwa pasien diabetes melitus Tahun 2014 berjumlah 1.123 orang, dengan perawatan luka kaki sebanyak 268 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perawatan kaki dengan kejadian luka pada kaki pada penderita diabetes melitus di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung Tahun 2015.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes militus di ruang poli penyakit dalam, ruang mawar dan kutilang RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung pada tahun 2014 sebanyak 1.123 orang dengan sampel 94 orang, pengambilan sampel menggunakan accidental. Analisa bivariat menggunakan Chi Square.Hasil: Pada penelitian menyimpulkan bahwa sebagian besar responden yang tidak melakukan perawatan kaki, sebanyak 76 responden (80,9%), dan responden yang terjadi luka kaki yaitu sebanyak 55 responden (58,5%). Ada hubungan antara perawatan kaki dengan kejadian luka kaki pada pasien diabetes melitus Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan p-value = 0,000 dan OR = 10,833. Diharapkan bagi masyarakat yang menderita diabetes mellitus untuk lebih aktif dalam usaha menambah pengetahuan dengan mengikuti kelas perawatan kaki dan melakukan perawatan kaki dengan rutin serta melakukan perlindungan terhadap trauma – sepatu khusus.
HUBUNGAN KONDISI SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KAMPUNG WONOSARI KECAMATAN MESUJI TIMUR Rika Yulendasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.177 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.246

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia, stroke merupakan pembunuh nomor satu. Provinsi Lampung terdiagnosis tenaga kesehatan 5,4‰. Gaya hidup yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi kolesterol, kurang aktivitas fisik, dan kurang olahraga, meningkatkan risiko terkena penyakit stroke. Berdasarkan data angka kejadian stroke di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung selama tahun 2015 terdapat 449 penderita stroke dengan 130 kasus kematian yang diakibatkan stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan antara aktivitas fisik dan hiperurisemia dengan kejadian stroke di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2016. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua klien di Ruang Bougenvil RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung bulan Januari – Maret 2016 sejumlah 129 klien. Sampel 57 orang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data yang digunakan uji chi square Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan distribusi frekuensi responden dengan aktivitas sedang yaitu sebanyak 42 responden (73,7%), kadar ureum normal yaitu sebanyak 37 responden (64,9%), mengalami stroke non hemoragik yaitu sebanyak 34 responden (59,6%). Ada hubungan antara aktivitas fisik (p value 0,001), hiperurisemia (p value 0,012) dengan kejadian stroke di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2016. Saran dalam penelitian bagi RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang faktor risiko stroke dengan menempelkan poster-poster terkait penyakit stroke dilingkungan rumah sakit seperti di ruang tunggu pasien
FAKTOR RESIKO KEJADIAN MALARIA DESA SIDODADI PADANG CERMIN PESAWARAN 2011 Teguh Pribadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.18 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.119

Abstract

Pedahuluan: Menua adalah suatu proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannya yaitu masa kanak-kanak masa dewasa dan masa tua, memasuki masa tua berarti mengalami kemunduran secara fisik maupun secara psikis. Hasil pre survey di Kecamatan Way Halim, dari wawancara 10 orang diketahui (60%) mengatakan sering cepat lelah dan lemas, khawatir akan kesehatannya, sulit tidur, cepat sekali terbawa emosi, tersinggung, hilangnya nafsu makan, (40%) merasa cemas terhadap kesehatannya fisiknya yang terkadang menurun seperti letih, lemas, nafsu makan berkurang, kehilangan pasangan hidup, merasa sedih karena tidak bisa berkerja aktif lagi, kerapihan dan kebersihan diri kurang, sulit tidur nyenyak, lebih ingin menyendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan depresi pada lansia di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2015.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini semua lansia di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2015 yang berjumlah 3.465 orang, sampel yang diambil sebanyak 186 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil: Penelitian diperoleh 186 responden mendapat peran keluarga diantaranya peran keluarga tidak baik (53.2%), peran keluarga baik (46.8%). Sedangkan responden mengalami depresi sebanyak (52.2%), tidak mengalami depresi sebanyak (47.8%). Ada hubungan antara peran keluarga dengan depresi pada lansia di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2015 dengan p-value = 0,000 dan OR = 215,543. Diharapkan keluarga di Kecamatan Way Halim Bandar Lampung mempertahankan keperdulian dan peranannya didalam keluarga terhadap lansia, untuk mencapai tujuan agar dapat mencegah bertambahnya depresi pada lansia khususnya lansia yang mengalami depresi.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI DI BPS MASNONI TELUK BETUNG UTARA KOTA BANDAR LAMPUNG Astriana Astriana; Irma Lilis Suryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.748 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.102

Abstract

Pendahuluan: Salah satu indikator terpenting dalam menilai pemenuhan nutrisi pada bayi adalah dengan memperhitungkan berat badan. Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting, dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan bayi pada semua kelompok umur. Salah satu cara untuk membantu meningkatkan berat badan bayi dan mencegah terjadinya kurang gizi pada bayi yang dapat diperkenalkan dan aman bagi bayi adalah pijat bayi. Tujuan penelitian adalah diketahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan pada bayidi BPS Masnoni Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi di BPS Masnoni Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung Tahun 2016.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, rancangan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini seluruh bayi di BPS Masnoni Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung pada Agustus-September sebanyak 23 bayi. Teknik pengambilan Sampel total populasi adalah sebanyak 23sampel. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar obsrvasi dan analisa data yang digunakan adalah uji T-dependent.Hasil: Pada penelitian didapatkan bahwa rata-rata berat badan bayi sebelum pijat adalah 4,86 Kg, dengan SD 0,84, rata-rata berat badan bayi sesudah pijat adalah 5.72 Kg, dengan SD 0,85. Ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan pada bayi di BPS Masnoni Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung. Ibu yang memiliki bayi disarankan agar mengikuti pelatihan cara memijat bayi yang benar sehingga bisa melakukan sendiri pemijatan pada bayinya di rumah agar dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayinya karena pijat bayi sangat bermanfaat sekali baik bagi bayi maupun ibunya dan kerugiannya relatif tidak ada.
Hubungan Keterbatasaan Anak Sindrom Down Dalam Menjaga Kebersihan Gigi Mulut Dengan Terjadinya Karies Gigi di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung Eka Yudha Chrisanto
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.8 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.254

Abstract

Pendahuluan:Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap perawat tentang perawatan luka diabetik dengan metode moist wound healing di RSD Mayjend. H.M. Ryacudu.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh perawat yang bertugas di ruang rawat bedah RSD.Mayjend.H.M.Ryacudu Kotabumi kabupaten Lampung Utara, yang berjumlah 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total populasi didapat sampel penelitian sebanyak 30 responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan chi square.Hasil: Dalam penelitian diperoleh pengetahuan tentang diketahui bahwa dari 30 responden terdapat sebanyak 16 (53,3%) memiliki pengetahuan yang baik, sebanyak 11 (36,7%) memiliki pengetahuan cukup dan sebanyak 3 (10,0%) memiliki pengetahuan yang kurang, sebanyak 14 (46,7%) memiliki sikap positif tentang perawatan ulkus diabetik dan sebanyak 16 (53,3%) memiliki sikap negatif tentang perawatan ulkus diabetik dengan metode moist wound healing. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap perawat tentang perawatan ulkus diabetik dengan metode moist wound healing di RSD.Mayjend.H.M.Ryacudu Kotabumi Lampung Utara tahun 2017 diperoleh p value = 0,031. Diharapkan dapat menjadi masukan dan pertimbangan untuk mengadakan pelatihan internal atau in house training bagi perawat di ruangan sehingga timbul persamaan persepsi tentang perkembangan perawatan luka dengan metode moist wound healing. Dan sebagai pertimbangan untuk segera dibuatnya Standar Prosedur Operasional (SPO) merawat luka ulkus diabetik dalam upaya peningkatan mutu layanan rumah sakit.
ANALISIS FAKTOR KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RSUD LIWA LAMPUNG BARAT 2014 Setiawati Setiawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.487 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.249

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi sebagai salah satu cara preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh yang harus diberikan secara terus-menerus, menyeluruh dan dilaksanakan sesuai standar sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan dan memutus rantai penularan. Data profil dinas kesehatan kabupaten Pesawaran tahun 2015 cakupan imunisasi dasar lengkap hanya satu puskesmas yang sudah mencapai target 100% yaitu puskesmas hanura sejumlah 639 balita, sedangkan cakupan terendah dipuskesmas bernung. Tujuan Penelitian ini adalah diketahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar terhadap cakupan imunisasi dasar lengkap di UPT Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran Tahun 2017.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang menitikberatkan pada kolerasional. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita usia 12-24 bulan diwilayah kerja UPT Puskesmas Bernung dan sampel yang digunakan sebanyak 158 ibu balita berdasarkan estimasi proporsi lameshow. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuisioner. Analisa data dengan Chi-Square.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan cakupan imunisasi dasar p value = 0,000 (p value < α 0,05), dan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan cakupan imunisasi dasar p-value = 0,041(p value < α 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Terhadap Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Di UPT Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran Tahun 2017. Diharapkan bagi puskesmas agar dapat memberi informasi kepada dinas kesehatan sebagai masukan dalam menetapkan kebijakan peningkatan kesadaran masyarakat membawa balita ke posyandu terdekat untuk mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

Page 1 of 1 | Total Record : 9