cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4" : 8 Documents clear
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BADUTA(12-23 BULAN) DI PUSKESMAS DAYAMURNI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT TAHUN 2013 Iqbal Fawaz; Christin Angelina Febriani; Fitri Ekasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.377

Abstract

Penyakit ISPA merupakan salah satu penyebab kematian tersering di negaraberkembang. Kejadian ISPA dipengaruhi oleh banyak faktor terutama pemberian ASIEksklusif dan Status Gizi. Oleh karena itu Peneliti ingin meneliti tentang hubunganPemberian ASI dan Status Gizi dengan kejadian ISPA di Puskesmas DayamurniKabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013.Desain penelitian Kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehniksampling menggunakan random sampling, yang berjumlah 231 orang. Analisa datamenggunakan uji statistik chi square.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara pemberian ASIdengan kejadian ISPA anak baduta(12-23 bulan) di Puskesmas Dayamurni KabupatenTulang Bawang Barat Tahun (p-value = 0.000), Ada hubungan bermakna antara statusgizi dengan kejadian ISPA anak baduta(12-23 bulan) di Puskesmas DayamurniKabupaten Tulang Bawang Barat Tahun (p-value = 0.000). Berdasarkan hal tersebutdisarankan untuk meningkatkan fungsi keberadaan posyandu, khususnya mengenaipenyuluhan gizi, ASI Eksklusif dan ISPA, memenafaatkan pekarangan rumah untukmenanam sayuran dan buah-buhan untuk perbaikan pangan.Kata Kunci : ASI Eksklusif, Status Gizi, ISPA
ANALISIS HUBUNGAN KEKERASAN TERHADAP ISTRI DENGAN GANGGUAN KESEHATAN REPRODUKSI DI GUNUNG SARI BANDAR LAMPUNG 2013 Dhini Easter Yanti; Sugeng Juwono Mardihusodo; Rilyani Rilyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.373

Abstract

Kekerasan suami terhadap istri (KSTI) dalam lingkup domestic akan berdampaknegatif terhadap kesehatan reproduksi pasangannya.Tujuan penelitian ini untukmenentukan hubungan antara kekerasan terhadap istri (fisik, psikis/emosi, seksual, danekonomi) dan gangguan kesehatan reproduksi (GKR) istri di kelurahan Gunung Saritahun 2013.Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional.Populasi semua perempuan yang pernah menikah, 810 orang dengan sampel 94orang. Pengambilan data dengan random sampling sederhana. Analisis data univariat,bivariat, dan multivariat, dengan menggunakan uji chi square, dan regresi logistic.Hasilpenelitian menunjukkan ada hubungan kekerasan fisik (p=0,010), psikis/emosi(p=0,017), dan seksual (p=0,005) dengan gangguan kesehatan reproduksi. Variabelkekerasan ekonomi (p=0,445) tidak berhubungan dengan gangguan kesehatanreproduksi. Variabel paling dominan terhadap gangguan kesehatan reproduksi adalahkekerasan seksual (p=0,025, dengan OR=5,940).Berdasarkan hasil tersebut dengan derajat kepercayaan 95% dapat disimpulkankekerasan fisik, psikis/emosi, dan seksual behubungan dengan gangguan kesehatanreproduksi, dan kekerasan seksual merupakan variabel paling dominan. Disarankan parasuami di kelurahan Gunung sari untuk melakukan hubungan seksual dengan cara yangaman, dan petugas pos kesehatan kelurahan untuk melakukan penyuluhan kepadamasyarakat tentang kesehatan reproduksi bekerjasama dengan pusat kesehatanmasyarakat.Kata kunci: Kekerasan fisik, psikis, seksual, ekonomi, gangguan kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA PULAU PAHAWANG KEC. PUNDUH PEDADA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2013 Yulianti Yulianti; Zaenal Abidin; Khoidar Amirus
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.378

Abstract

Penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamukAnopheles betina. Peningkatan angka kesakitan Malaria di beberapa wilayah di PropinsiLampung cukup tinggi, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Pedada khususnya di DesaPulau Pahawang Kecamatan Punduh Pedada. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahuihubungan perilaku masyarakat dengan kejadian malaria di Desa Pulau PahawangKecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Tahun 2013.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode analitikobservational, dengan rancangan case control. Populasi pada penelitian ini 1664 orangdan jumlah sampel 118 orang dengan perbandingan sampel kasus-kontrol 1:1, sehingga59 responden kasus dan 59 kontrol dengan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mempunyai kebiasaankeluar rumah pada malam hari 62,7% responden, yang tidak menggunakan kassa padaventilasi rumah 78% responden, yang tidak menggunakan kelambu saat tidur malamhari 58,5% responden, dan yang menggunakan obat anti nyamuk 68,6% responden.Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan keluar rumah padamalam hari (p-value = 0,002) dan OR 3,32 (95% CI : 1,5-7,3), ada hubungan antarapenggunaan kassa pada ventilasi rumah (p-value = 0,000) dan OR 5,97 (95% CI : 2,1-17,2), ada hubungan antara pemakaian kelambu saat tidur malam hari (p-value =0,000) dan OR 3,99 (95% CI : 1,8-8,7), dan tidak ada hubungan antara penggunaanobat anti nyamuk (p-value = 0,074) dan OR 0,487 (95% CI : 0,22-1,08) dengankejadian malaria.Disarankan kepada masyarakat jika keluar rumah malam hari menggunakanpakaian panjang atau obat nyamuk oles (rappelent), tidur malam hari pakai kelambu,dan memasang kassa pada ventilasi rumah. Bagi institusi pendidikan hasil penelitian inimenjadi referensi untuk penelitian penyakit malaria.Kata Kunci : Perilaku Masyarakat, Kejadian Malaria
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (Studi Kasus Di Kabupaten Lampung Timur ) Ismayani Ismayani; Wahyu Karhiwikarta; Dessy Hermawan
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.374

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih merupakan masalah di seluruh dunia karenamenyebabkan kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir. Penyebab BBLRsampai saat ini masih terus dikaji. Permasalahan dalam penelitian ini bahwa dalam limatahun terakhir (2008 – 2012) terus meningkatnya angka kejadian BBLR di wilayahKabupaten Lampung Timur? Tujuan penelitian ini untuk menentukan faktor-faktor yangberhubungan dengan kejadian BBLR di Wilayah Kabupaten Lampung Timur tahun 2013.Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional menggunakan datasekunder. Teknik pengambilan sampel proporsional sampel berjumlah 96 responden.Analisa data menggunakan uji Chi Square dan regresi logistic.Hasil analisis univariat,gambaran distribusi frekuensi responden: prematur (72,9%), umur berisiko (74,0%),anemia (80,2%), paritas berisiko (55,2%), pendidikan rendah (51,0%), status ekonomirendah (59,4%), pemeriksaan kehamilan kurang (56,2%), komplikasi kehamilan(44,8%), jarak kelahiran kurang (70,8%).Hasil analisis bivariat semua variabel berhubungan dengan kejadian BBLR. Hasilanalisis multivariat: variabel yang paling dominan secara statistik terbukti berhubunganterhadap kejadian BBLR yaitu anemia (p=0,000 dan OR 18,059).Faktor risiko yang palingdominan adalah anemia(OR 18,059), artinya ibu hamil yang anemia mempunyai risiko 18kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR. Disarankan kepada ibu untuk meningkatkanpemeriksaan kehamilan secara berkala minimal empat kali selama hamil dan dimulaisejak umur kehamilan muda di sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan asupangizi selama kehamilan.Kata kunci : Bayi Berat Lahir Rendah, anemia, Karakteristik Ibu.
KAJIAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PENCAPAIN CAKUPAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2012 Areh Sulistiyo; Ahcmad Farich; samino samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.379

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan suatu program untukmeningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya melalui Program PromosiKesehatan dan Program Preventif . Salah satu dari program yang terdapat dalampromosi kesehatan adalah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuanpenelitian untuk mengetahui dukungan kebijakan Pemerintah Daerah terhadappencapaian cakupan program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di KabupatenPesawaran Tahun 2012.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptifkualitatif untuk mengetahui gambaran dukungan kebijakan pemerintah daerah terhadappencapaian cakupan program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada tatananrumah tangga di Kabupaten Pesawaran Tahun 2012. Penelitian dilakukan denganmenggunakan bantuan informan.Dari wawancara mendalam yang penulis lakukan terhadap Informan di DinasKesehatan Kabupaten Pesawaran didapatkan hasil bahwa kebijakan pemerintah daerahsangat mendukung peningkatan angka cakupan program PHBS. Beberapa faktor pentingdalam kebijakan pemerintah daerah antara lain adanya penambahan tenaga kesehatan ,adanya penambahan anggaran kegiatan dan sarana prasarana. Tenaga kesehatan yangada masih di standard yang dipersyaratkan baik segi kuantitas maupun kualitas. Untukanggaran kegiatan bidang kesehatan terjadi penurunan anggaran dikarenakan padatahun 2011 dikarenakan adanya keterlambatan penetapan peraturan daerah oleh DPRDKabupaten Pesawaran sehingga menggunakan Peraturan Bupati ( Perbup ) sebagai acuankegiatan. Sarana prasarana kesehatan sudah cukup tersedia, namun perlu ditingkatkankembali khususnya sarana kesehatan rujukan atau rumah sakit umum daerah sehinggapelayanan kesehatan yang dilakukan akan lebih lengkap.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah masih kurangnya tenaga promosi kesehatanyang menjalankan program PHBS, belum adanya anggaran khusus program PHBS, masihminimnya sarana prasarana yang mendukung kegiatan program PHBS. Saran penulisperlu adanya peningkatan kualitas maupun kuantitas tenaga kesehatan khususnyatenaga promosi kesehatan sehingga program PHBS dapat berjalan, memberikan alokasianggaran yang jelas pada kegiatan program PHBS dan menyediakan sarana prasaranapendukung kegiatan program PHBS. Yang pada akhirnya akan dapat meningkatkanangka cakupan program PHBS.Kata kunci : Kebijakan, Cakupan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS KOTABUMI II KECAMATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2013 Reftia Warni; Fitri Ekasari; Wahid Tri Wahyudi
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.375

Abstract

Pola penyakit terbanyak di puskesmas Propinsi Lampung pada urutan pertamaadalah pneumonia. Pada tahun 2010 sebanyak 9.351 orang, dan pada tahun 2011sebanyak 63.806 orang (Dinkes Propinsi Lampung, 2011). Di wilayah kerja PuskesmasKotabumi II, kasus pneumonia pada tahun 2010 sebanyak 71 kasus. Tahun 2011meningkat sebanyak 83 kasus (14,46%), sedangkan pada tahun 2012 terjadi 99 kasus(16,16%) (Laporan Tahunan Puskesmas Kotabumi II 2010-2011). di Wilayah KerjaPuskesmas Kotabumi II Kecamatan Kotabumi Selatan Lampung Utara didapatkan kondisiperumahan yang tidak memenuhi standar seperti lantai tanah dan berdebu, ruangventilasi yang tidak memenuhi standar sehingga udara dan cahaya tidak bisa masuksecara maksimal yang dapat menyebabkan ruangan menjadi lembab. Tujuan penelitiandiketahui hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian penyakit pneumonia padabalita di Puskesmas Kotabumi II Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten LampungUtara tahun 2013.Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalampenelitian ini balita yang melakukan kunjungan di Puskesmas Kotabumi II KecamatanKotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara pada bulan Desember tahun 2012sebanyak 111 orang. Analisa data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian ada hubungan jenis lantai rumah dengan kejadian pneumonia padabalita (p-value = 0,000, OR = 13,810). Ada hubungan ventilasi rumah dengan kejadianpneumonia pada balita (p-value = 0,000, OR = 7,100). Ada hubungan pencahayaanalami dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Kotabumi II KecamatanKotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2013 (p-value = 0,019, OR =2,806). Saran untuk lebih mengintensifkan lagi penyuluhan tentang rumah sehat dancara pencegahan penyakit pneumonia di Puskesmas Kotabumi II Kecamatan KotabumiSelatan Kabupaten Lampung Utara, misalnya dengan mengaktifkan kembali pelatihankader tentang pencegahan penyakit pneumonia, penyuluhan melalui posyandu dan lainlain.Kata Kunci : Lingkungan Fisik Rumah, Pneumonia pada balita
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DAN DIMENSI KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KOTABUMI UDIK TAHUN 2013 wien wiratmoko; Marlinda agustina; yesi nurmalasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.380

Abstract

Survei Ekonomi Nasional tahun 2011 menunjukan bahwa pemanfaatan puskesmasoleh masyarakat masih rendah, hal ini mungkin disebabkan kurang puasnya masyarakatterhadap pelayanan di puskesmas. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasanantaralain adalah karakteristik pasien dan dimensi kualitas pelayanan. Berdasarkanlaporan SP2TP Puskesmas Kotabumi Udik diketahui bahwa 3 tahun terakhir (tahun 2009s/d 2011) kunjungan ke puskesmas tersebut mengalami penurunan, hal ini mungkindisebabkan adanya ketidak puasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dan dimensikualitas pelayanan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kotabumi Udik tahun 2013.Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 105pasien dari bulan Maret 2013. Pengumpulan data menggunakan kusioner tertutupdengan cara melakukan wawancara. Analisa data yang digunakanan adalah analisaunivariat, bivariat dan multivariate menggunakan ditribusi frekuensi, chi-square, danregresi logistic.Hasil analisa univariat diketahui bahwa 60% pasien puas, 41% berpendidikan SLTA,34,3% tidak bekerja dan ibu rumah tangga (IRT), 52,4%) status ekonomi rendah, 50,5%menilai handal, 74,3% menilai tanggap, 57,1% menilai ada jaminan, 58,1% menilai adaempati, 60% menilai bukti fisiknya baik. Analisa bivariat menunjukan faktor yangberhungan dengan kepuasan adalah reability (kehandalan) dan tangibles (bukti nyata)dan yang tidak berhubungan adalah pendidikan, pekerjaan, status ekonomi,responsiviness (daya tanggap), assurance (jaminan), emphaty (empati). Analisamultivariate menunjukan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengankepuasan adalah reability (kehandalan).Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada pimpinan dan staf puskesmashendaknya melayani pasien sesuai dengan keinginan pasien, diantaranya kecepatan,ketepatan, kemampuan dan kesiapan pelayanan.Kata kunci : karakteristik pasien, dimensi kualitas pelayanan, dan kepuasanDinasKesehatan Kab Lampung Utara
HUBUNGAN LINGKUNGAN SOSIAL DENGAN PRILAKU SEKS REMAJA PADA SISWA KELAS X - XI DI SMA N 1 TERUSAN NUNYAI BANDAR AGUNG KEC. TERUSAN NUNYAI LAMPUNG TENGAH Shinta Arini Ayu; Riska Wandini; Eka Trismiyana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.376

Abstract

Remaja merupakan asset yang sangat penting bagi pembangunan. Namun dalamera globalisasi saat ini, remaja dihadapkan pada derasnya arus informasi tentangberbagai hal termasuk diantaranya informasi gaya hidup prilaku seksual dan prilakulainnya, yang tentu saja berdampak negatif bagi remaja. Prilaku seksual yang tidaksehat dan beresiko dapat terjadi karena orang tua yang tidak termotivasi untukmemberikan informasi mengenai seksualitas, kurangnya pendidikan agama sejak dini,penyimpangan prilaku seksual karena pengaruh teman dan derasnya arus media massa.Penyimpangan prilaku seksual tersebut juga merupakan indikasi adanya perubahanpenting dalam tatanan masyarakat.Tujuan: Tujan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungansosial dengan perilaku seks remaja pada siswa kelas X - XI di SMA Negeri 1 TerusanNunyai Bandar Agung Kec. Terusan Nunyai Kab. Lampung Tengah.Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan desainCross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X - XI di SMA Negeri 1Terusan Nunyai Lampung Tengah yang berjumlah 324 siswa, penggambilan sampeldengan menggunakan tehnik systematic random sampling sehinga diperoleh 65 orangsiswa. Analisa bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square.Hasil: hasil penelitian diperoleh p value 0,020 yang berarti p < α = 0,05disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara lingkungan sosial denganperilaku seksual remaja.Kesimpulan: Diharapkan bagi remaja baik laki-laki maupun perempuan untukmenghindari prilaku seksual beresiko karena nantinya akan merugikan diri sendiri,hendaknya lebih banyak melakukan aktivitas atau kegiatan yang lebih bermanfaat,misalnya berolahraga, mengikuti kursus, aktif dalam organisasi, kegiatan kesenian,ataupun melakukan hobi yang dapat menghindarkan diri dari aktivitas- aktivitas negatif.Kata Kunci : Lingkungan Sosial, Prilaku Seks, Remaja

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue