cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021" : 38 Documents clear
Pemberdayaan Guru Pembina PMR dan Santri Melalui Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Mokh. Sujarwadi; Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Nurul Huda
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4267

Abstract

 ABSTRAK Pertolongan pertama merupakan perawatan pertama yang diberikan sebelum pertolongan medis datang. Prinsip-prinsip P3K adalah tindakan yang dilakukan segera, mempertahankan hidup korban, mengurangi penderitaan, mencegah pengotoran luka dan penderitaan lanjutan serta merujuk korban ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Palang merah remaja merupakan kegiatan remaja di sekolah dalam bentuk extrakulikuler. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan guru Pembina PMR dan santri tentang pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi serta pelatihan. Terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dengan adanya peningkatan pengetahuan 90% dari hasil pre test. Peserta juga memapu mempraktekkan cara menghentikan perdarahan, pembidaian, perawatan luka serta penanganan gigitan ular. Kata Kunci : pemberdayaan, guru pembina PMR, santri, P3K  ABSTRACT First aid is the first treatment given before medical help arrives. The principles of P3K are actions that are taken immediately, maintain the victim's life, reduce suffering, prevent fouling wounds and further suffering and refer the victim to the nearest health service place. The youth red cross is an activity of youth in schools in the form of extracurricular activities. This service activity aims to increase the knowledge of PMR guidance teachers and students about first aid training. The methods used are lectures, discussions, and training. There was an increase in knowledge before and after training with an increase in knowledge of 90% from the pre-test results. The participants also practiced how to stop bleeding, splinting, treating wounds, and handling snake bites. Keywords: empowerment of PMR supervisors, students, first aid
Pemberian Jus Apel Hijau Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Pasien Hiperkolesterolemia Di Kota Metro Meilisa Tabrani; Djunizar Djamaludin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.2829

Abstract

ABSTRAK Pada penduduk >15 tahun didapatkan kolesterol total abnormal 35,9% (≥200 mg/dl), HDL rendah 22,9% yang kurang dari 40 mg/dl, LDL tidak optimal dengan kategori gabungan near optimal dan borderline tinggi 60,3% serta kategori tinggi dan sangat tinggi 15,9% (≥190 mg/dl), trigliserida abnormal kategori borderline tinggi 13,0% serta kategori tinggi dan sangat tinggi 11,9% (≥500 mg/dl). Kolesterol adalah suatu zat berlemak yang diperlukan di dalam tubuh manusia untuk sintesa berbagai steroida. Cara mengatasi kelebihan kolesterol dalam darah dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Cara nonfarmakologi menurunkan kadar kolesterol dengan mengonsumsi jus apel hijau. Tujuan untuk mendapatkan pengalaman yang nyata dan kompetensi lebih dalam pemberian asuhan keperawatan komprehensif pemberian jus apel hijau terhadap penurunan kadar kolesterol. Adapun intervensi yang dilakukan dengan pemberian jus apel hijau sebanyak 200 ml selama 7 hari, diminum rutin satu kali sehari sesudah makan berbuka puasa. Terdapat penurunan kadar kolesterol setelah diberikan jus apel hijau pada klien kolesterol. Dengan demikian, pemberian jus apel hijau efektif dapat menurunkan kadar kolesterol. Kata Kunci: Kolesterol, Jus Apel Hijau  ABSTRACT In the population of >15 years are obtained abnormal total cholesterol 35,9% (≥200 mg/dl), low HDL 22,9% which is less than 40 mg/dl, LDL is not optimal with the category of combined near-optimal and high borderline 60,3% as high category and very high 15,9% (≥190 mg/dl), abnormal triglycerides category high borderline 13,0% as high category and very high 11,9% (≥500 mg/dl). Cholesterol is a fatty substance in the human body for the synthesis of various steroids. The method to reduce hyper cholesterol in the blood can be pharmacological and non-pharmacological. The nonpharmacological method was consuming green apple juice. The purpose was to get real experience and more competence in providing comprehensive nursing care. The intervention was given green apple juice as much as 200 ml for 7 days, taken routinely once a day after iftar. There was cholesterol levels reduction of cholesterol client after gave green apple juice. Thus, green apple juice effectively reduces cholesterol levels.  Keywords: Cholesterol, Green Apple Juice
Pelatihan Teknik Suntik Insulin Pada Keluarga Penderita Diabetes Mellitus Di Dusun Pattiro Desa Paccelekang Kec.Pattalassang Kab.Gowa Sriwahyuni Sriwahyuni; Sri Darmawan
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4438

Abstract

ABSTRAK Penyakit Diabetes merupakan salah satu penyakit degeneratif yang terkait langsung dengan gaya hidup atau life style, Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2014, 8,5% dari orang dewasa berusia 18 tahun dan lebih tua menderita diabetes. Indonesia berdasarkan wawancara yang terdiagnosis dokter sebesar 1,5%, dan Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2014, jumlah Kasus Diabetes Mellitus (282 penderita) terdiri atas Diabetes mellitus yang terlapor (207 penderita), Diabetes mellitus yang tidak terlapor (160 penderita) dan Diabetes mellitus bergantung insulin (72 penderita) Peran dari tenaga kesehatan dan orang terdekat yang sangat dianggap penting oleh penderita juga sangat mempengaruhi perilaku dalam mengontrol kadar gula darah penderita DM Tipe II, karena jika tidak ada dukungan dan motivasi dan health edukasi dari tenaga kesehatan  serta orang terdekat maka penderita cenderung tidak memperhatikan status kesehatannya. Kegiatan ini sasaran utama adalah keluarga penderita Diabetes Mellitus yang aktif melakukan suntik insulin yang ada di Dusun Pattiro Desa Paccelekang Kec.Pattalassang Kab.Gowa . Salah satu cara yang ditempuh sebelum dilakukan pelatihan adalah dengan melakukan pertemuan dan pendataan terlebih dahulu tentang warga yang memiliki riwayat aktif melakukan suntik insulin. Pelatihan teknik dan keterampilan melakukan suntik insulin yang tepat Daya serap para peserta terhadap materi kegiatan cukup baik, hal ini terlihat dari kemampuan masyarakat menjawab dan mempraktikan Teknik Suntik Insulin..Kata kunci : Health Edukasi, Pelatihan, Suntik Insulin, Diabetes Mellitus  ABSTRACT Diabetes is a degenerative disease that is directly related to lifestyle, according to the World Health Organization (WHO), in 2014, 8.5% of adults aged 18 years and older suffered from diabetes. Indonesia based on interviews with diagnosed doctors by 1.5%, and South Sulawesi Province in 2014, the number of Diabetes Mellitus Cases (282 patients) consisted of reported Diabetes Mellitus (207 cases), Unreported Diabetes Mellitus (160 cases), and Diabetes Insulin-dependent Mellitus (72 patients) The role of health workers and loved ones who are very important to sufferers also greatly affects behavior in controlling blood sugar levels for people with Type II diabetes, because if there is no support and motivation and health education from health workers and those closest to them then sufferers tend not to pay attention to their health status. This activity is the main target for families with Diabetes Mellitus who actively inject insulin in the Pattiro Hamlet, Paccelekang Village, Pattalassang District, Gowa Regency. One of the methods taken before training is to conduct meetings and collect data in advance about residents who have a history of actively injecting insulin. Training on techniques and skills for performing the right insulin injection The participants' absorption of the activity material was quite good, this can be seen from the community's ability to answer and practice the Insulin Injection Technique. Keywords: Health Education, Training, Insulin Injection, Diabetes                   Mellitus
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Ciwaringin Tanah Sewa Tentang Pentingnya Protokol Kesehatan Di Masa Pandemi Covid-19 Ade Saputra Nasution; Khrisna Noor Oktalaksana; Nicki Amalia; Nita Ratu Azizah; Syifaur Rahmah; Wisma Sari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4123

Abstract

                                                   ABSTRAK Jumlah insidensi meninggal akibat covid-19 terus meningkat di dunia dan negara berkembang seperti Indonesia. Terhitung bulan Januari-Februari 2021 terdapat 82 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kelurahan Cibogor wilayah kerja Puskesmas Bogor Tengah. Sebanyak 16 kasus dari 82 kasus terdapat di wilayah RW 01 Ciwaringin Tanah Sewa Kelurahan Cibogor. Maka penerapan protokol kesehatan menjadi prioritas utama dalam menurunkan maupun menekan penyebaran covid-19. Tujuan serangkaian kegiatan pengabdian ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, kemampuan, pemahaman dan penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan pada masa pandemi dan dapat mencegah penyebaran covid-19 di RW 01 Ciwaringin Tanah Sewa. Adapun serangkaian kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan protokol kesehatan secara door to door, lomba CTPS dan lomba menghias masker, dimana kegiatan ini menggunakan media poster dan peralatan lomba. Setelah dilakukan serangkian kegiatan terdapat peningkatan kesadaran, pengetahuan, kemampuan dan pemahaman masyarakat tentang menjalankan hidup di masa pandemi dengan protokol kesehatan. Kata Kunci : Protokol kesehatan, penyuluhan, CTPS, masker                                                   ABSTRACTThe number of deaths due to covid-19 continues to increase in the world and developing countries such as Indonesia. As of January-February 2021, there were 82 confirmed positive cases of COVID-19 in Cibogor Village, the working area of the Central Bogor Community Health Center. As many as 16 of the 82 cases were in the RW 01 Ciwaringin Tanah Sewa area, Cibogor Village. So the implementation of health protocols is a top priority in reducing and suppressing the spread of covid-19. The purpose of this series of service activities is expected to increase awareness, knowledge, ability, understanding, and application of health protocols in life during the pandemic and can prevent the spread of covid-19 in RW 01 Ciwaringin Tanah Sewa. There were a series of activities carried out in the form of house-to-house health protocol counseling, hand washing competitions with soap and masks decorating competitions, where these activities used posters and competition equipment. After a series of activities were carried out, there was an increase in the awareness, knowledge, abilities, and understanding of the community about living in a pandemic period with health protocols.Keywords: Health protocol, counseling, washing hands with soap, masks
Meningkatkan Pengetahuan Diet Garam Pengurang Risiko Hipertensi, Dusun Sidodadi, Kecamatan Penegahan, Lampung Selatan Dewi Kusumaningsih; Anisa Nismawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4926

Abstract

ABSTRAK Tekanan darah tinggi dapat dipahami sebagai silent killer, sering terlihat tanpa keluhan, sehingga pasien tidak tahu mereka memiliki tekanan darah tinggi dan baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi. Saat ini, terutama ditemukan di negara berkembang. Data dari Global Status of NCDs tahun 2010 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Negara berkembang sekitar 40% tambahan di negara maju yang mencapai 35% dari total populasi. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan wilayah Afrika telah mengalami peningkatan prevalensi hingga 46% sementara Amerika telah mencapai 35%. Tujuan setelah penyuluhan adalah untuk menurunkan prevalensi hipertensi pada masyarakat Desa Sidodadi, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Operasi dilakukan dalam bentuk tip menggunakan lebar punggung. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dialami responden mencapai 60% tentang penurunan risiko hipertensi di Desa Sidodadi, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Kata Kunci: Peningkatan, Pengetahuan tentang diet asin, Hipertensi, Keluarga  ABSTRACT hypertension is known as a silent killer Often asymptomatic to complain about, so patients Without knowing that they have high blood pressure and do not know until there are complications. Currently, it is mainly found in developing countries. Data from the 2010 Global State of Noncommunicable Diseases report shows that the hypertension rate in developing countries to be about 40% taller than in developed countries, which account for 35% of the total population. The World Health Organization says the Africa region has seen an increase in prevalence to 46 percent while the Americas hit 35 percent. The objective after the consultation was to reduce the rate of hypertension in of community from Sidodadi village, Penengahan district, southern Lampung. The operation is performed in the form of tips using the width of the back. Increased knowledge and skills on hypertension risk reduction in Sidodadi village, Penengahan district, south of Lampung.  Keywords: Increase, Knowledge of the salty diet, Hypertension, Family
Pemberian Kompres Jahe Merah Pada Penderita Asam Urat Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Di Desa Padan Arang Kabupaten Lahat Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.2847

Abstract

ABSTRAK Data World Health Organization (2016) dilaporkan prevalensi gout arthritis di dunia adalah 13,6% pria dan 6,4% perempuan. Pada tahun 2015 jumlah penderita arthritis sudah mencapai 66 juta atau hampir 1 dari 3 orang menderita gangguan sendi (WHO, 2016). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2017, prevalensi arthritis gout tiga tertinggi yaitu di Bali mencapai 22,8%, Aceh 21,3%, dan Lampung 14,5%, sedangkan untuk kota Palembang pada tahun 2016 di bulan JanuariFebruari penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat di urutan ke 4 dari 10 penyakit terbesar sebanyak 7.304 orang, dan pada bulan Maret meningkat sebesar 3.357 orang, sedangkan pada bulan April meningkat sebanyak 5.328 (Dinkes Palembang, 2016). Sedangkan di Desa Padan Arang Kabupaten Lahat, terdapat sedikitnya 30 lansia dan kurang lebih 20 (66,67%) diantaranya mengalami masalah asam urat dengan tanda gejala nyeri pada setiap sendi-sendi baik pagi atau pun malam hari, namun terapi yang digunakan hanya sebatas melakukan kompres hangat saja.Kata Kunci: Kompres jahe merah, Nyeri Gout Atritis (Asam Urat) ABSTRACTData from World Health Organization (2016) reported that the prevalence of gout arthritis in the world is 13.6% of men and 6.4% of women. In 2015 the number of arthritis sufferers reached 66 million or almost 1 in 3 people suffer from joint disorders (WHO, 2016). The results of the Basic Health Research (Riskesdas) in 2017, the highest prevalence of arthritis of gout three, namely in Bali reached 22.8%, Aceh 21.3%, and Lampung 14.5%, while for the city of Palembang in 2016 in January February the disease in the system muscle and connective tissue ranked 4th out of the 10 largest diseases of 7,304 people, and in March it increased by 3,357 people, while in April it increased by 5,328 (Palembang Health Office, 2016). Whereas in Padan Arang Village, Lahat Regency, there are at least 30 elderly people, and approximately 20 (66.67%) of them experience gout problems with signs of pain in every joint either morning or night, but the therapy used is only limited to conducting just warm compresses. Keywords: compress red ginger, gout arthritis pain (gout)
Penyuluhan Tentang Imunisasi di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung Festy Ladyani; Sri Maria Puji Lestari; Khairunisa Firdani; Resti Arania; Neno Fitriyani; Abdurrohman Izzudin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.3706

Abstract

ABSTRAK Tingkat kesehatan pada bayi perlu mendapatkan perhatian mengingat bayi atau anak sebagai penerus Bangsa. Imunisasi merupakan suatu strategi yang efektif dan efisien dalam meningkatkan derajat kesehatan nasional. Alasan beberapa bayi tidak mendapatkan imunisasi lengkap yaitu karena alasan informasi, motivasi dan situasi. Alasan informasi berupa kurangnya pengetahuan ibu tentang kebutuhan, kelengkapan, dan jadwal imunisasi, ketakutan akan imunisasi dan adanya persepsi salah yang beredar di masyarakat tentang imunisasi. Dan yang paling berpengaruh yaitu ketidaktahuan ibu tentang penting nya imunisasi, ketidaktahuan ibu tentang waktu yang tepat untuk imunisasi dan ketakutan akan efek samping dari imunisasi. Berdasarkan survey pendahuluan menunjukkan beberapa posyandu di wilayah puskesmas rawat inap kemiling tidak terdapat poster imunisasi yang mempengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang imunisasi. Tujuan dari penyuluhan ini yaitu memberikan informasi tentang pentingnya imunisasi pada anak. Kata Kunci : Penyuluhan, Imunisasi, Anak ABSTRACT The level of health in infants needs attention considering that babies or children are the successors of the Nation. Immunization is an effective and efficient strategy in increasing the national health status. The reason some babies do not get complete immunization is due to information, motivation, and circumstances. The reasons for the information were in the form of the mother's lack of knowledge about immunization needs, completeness, and schedule, fear of immunization, and the wrong perception circulating in the community about immunization. And the most influential thing is the mother's ignorance about the importance of immunization, the mother's ignorance about the right time for immunization, and fear of side effects of immunization. Based on the preliminary survey, it shows that several posyandu in the inpatient health center area of Kemiling do not have immunization posters which affects the lack of knowledge of mothers about immunization. The purpose of this counseling is to provide information about the importance of immunization in children. Keywords: Counseling, Immunization, Children
Edukasi Kesehatan Osteoporosis Dan Pemeriksaan Kepadatan Tulang Di Posbindu Soka Indah RW 05 Kelurahan Bencongan Yenni Ferawati Sitanggang; Riama Marlyn Sihombing; Marini Purwani
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4195

Abstract

ABSTRAK Osteoporosis adalah keadaan dimana menurunnya kepadatan tulang yang menyebabkan pasien mengalami kejadian fraktur. Osteoporosis seringkali dikaitkan dengan kejadian yang umum terjadi pada lanjut usia, akan tetapi menurut osteoporosis dapat juga mengenai usia muda. Wanita dikatakan memiliki faktor resiko paling tinggi terjadinya osteoporosis dibandingkan pria. Hal ini bisa disebabkan karena wanita memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari pria, kurangnya paparan matahari dan kurangnya konsumsi makanan yang mengandung kalsium. Di posbindu Soka Indah RW 05 Bencongan Indah memiliki 40 lansia dengan usia antara 46 sampai dengan >60 tahun. Data yang didapatkan dari kader posbindu ada satu lansia wanita yang sudah terdiagnosa osteoporosis, dan dua lansia usia antara 50-60 tahun yang mengeluh kakinya sakit. Edukasi tentang osteoporosis belum pernah dilakukan di posbindu bencongan RW 05. Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang osteoporosis maka edukasi Kesehatan serta pemeriksaan kepadatan tulang pada seluruh lansia di Posbindu Bencongan RW 05 dilakukan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pemahaman lansia terkait osteoporosis dengan rata-rata nilai 10 poin meningkat dari pre-test. Selanjutnya hasil kepadatan tulang didapatkan hasil sebanyak tiga lansia memiliki kepadatan tulang yang normal, 11 orang mengalami osteopenia dan 14 orang lainnya terskrining osteoporosis. Kata kunci:  Edukasi, Kepadatan tulang, Osteoporosis  ABSTRACT Osteoporosis is a condition where bone density is decreased which can be caused the fracture. Osteoporosis is often associated with an incident that generally occurs in elderly people, but based on health ministry, osteoporosis can also occur in young people. Women are told to have a high risk of osteoporosis compared to men. This is because we have a small body size than men, minimum sun exposure, insufficient intake of foods that contain calcium. In Posbindu Soka Indah Bencongan has 40 elderly people with 46 – above 60 years old range. Data taken from cadres, there was one of them who was diagnosed with osteoporosis, and two of the elders in their 50-60 years old were complaining of sore legs. Health education about osteoporosis has never been given in the posbindu bencongan. Therefore, as an effort in order to increase the elderly’s knowledge in osteoporosis, health education and also bone density assessment in posbindu were done. The result showed there was an increased point in the post=test result of 10 points which means the elderly’s knowledge was an increase. Furthermore, the bone density result was three people had a normal bone density, while 11 people had low bone density and 14 people were screened to have osteoporosis.  Keywords: Bone density, Education, osteoporosis
Pembuatan Dan Pengaplikasian Sabun Cuci Tangan Lidah Buaya Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Desa Kunir Di Era Pandemic Covid19 Amalia Eka
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4313

Abstract

ABSTRAK Saat ini masyarakat sedang menghadapi wabah Virus Corona (Covid-19) yang sangat spesifik namun mempunyai efek kompleksitas yang tinggi, bahkan luar biasa, karena ekspektasinya tidak hanya di dunia kesehatan saja namun merambah semua sendi kehidupan manusia. Desa Kunir termasuk desa yang juga mengalami wabah Covid-19, Hal yang dapat masyarakat lakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 adalah dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, serta menggunakan hand sanitizer secara berkala. Lidah buaya memiliki kandungan saponin yang mempunyai kemampuan untuk membersihkan dan bersifat antiseptik. Tujuan setelah pemberdayaan masyarakat desa kunir, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam memanfaatkan lidah buaya yang ada disekitar tempat tinggal untuk digunakan sebagai sabun cuci tangan. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat desa kunir dalam pembuatan dan pengaplikasian sabun cuci tangan dari lidah buaya. Terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan tentang lidah buaya sebagai sabun cuci tangan yaitu 70 % diperoleh dari kuisioner sebelum dan sesudah dilaksanakan pembelajaran Kata Kunci : sabun cuci tangan, lidah buaya, desa kunir ABSTRACTCurrently, the community is facing a very specific Corona Virus (Covid-19) outbreak but has a high, even extraordinary complexity effect because the expectations are not only in the world of health but also penetrate all aspects of human life. Kunir Village is one of the villages that have also experienced the Covid-19 outbreak. What people can do to break the chain of spreading the Covid-19 virus is to diligently wash their hands with soap and clean water, and use hand sanitizers regularly. Aloe vera contains saponins which have the ability to clean and are antiseptic. The goal after empowering the people of turmeric village is expected to increase their knowledge and ability to use aloe vera around the residence to be used as hand washing soap. The activities carried out are in the form of socialization and empowerment of the village community in turmeric in the manufacture and application of handwashing soap from aloe vera. There is an increase in knowledge and abilities about aloe vera as hand washing soap, which is 70% obtained from questionnaires before and after the learning is carried out. Keywords: hand washing soap, aloe vera, kunir village
Pemberian Terapi Jus Wortel Pada Penderita Hipertensi Di Desa Bauh Gunung Sari Lampung Timur Suwarto Suwarto; Prima Dian Furqoni
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.2832

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi, yaitu sebesar 25,8%, pengobatan farmakologi, penurunan Hipertensi Pada pasien hipertensi dpat dilakukan dengan pengobatan non farmakologi. Salah satu alternatif pengobatan non farmakologi pada pasien hipertensi adalah pemberian pola makan DASH yang kaya akan kalium dan kalsium; diet rendah natrium. JNC VII menyarankan pola makan DASH yaitu diet yang kaya dengan buah, sayur, dan produk susu redah lemak dengan kadar total lemak dan lemak jenuh .Natrium yang direkomendasikan < 2.4 g (100 mEq)/hari. Tujuan Asuhan Keperawatan Komprehensif Pada klien Hipertensi Dengan Terapi Komplementer Jus Wortel di Desa Bauh Gunung Sari Lampung Timur Tahun 2020. Metode terapi dengan Wortel diblender 150 gram ditambah ±100cc air mineral + 1 sendok makan madu (sebagai pemanis ) diberikan kepada responden sebanyak ±200gram /hari selama 5 hari berturut-turut pada pukul 13.00-15.00wib. masalah hipertensi teratasi dengan terapi jus wortel dengan hasil efektif pada kedua pasien hanya saja kadar penurunan tekanan darah dan waktu penurunan berbeda diantara kedua pasien dikarenakan intensitas nyeri antara kedua pasien, dan kadar tekanan darah kedua pasien yang berbeda. Kata Kunci : Hipertensi, Komplikasi, Terapi Jus Wortel  ABSTRACT Hypertension is a health problem with a high prevalence, which is 25.8%, pharmacological treatment, hypertension reduction in hypertensive patients can be done with non-pharmacological treatment. One alternative non-pharmacological treatment in hypertensive patients is the administration of a DASH diet that is rich in potassium and calcium; a low sodium diet. JNC VII recommends the DASH diet, which is a diet rich in fruits, vegetables, and low-fat dairy products with total fat and saturated fat content. The recommended sodium is <2.4 g (100 mEq) / day. Purpose of Comprehensive Nursing Care for Hypertension clients with Complementary Carrot Juice Therapy in Bauh Gunung Sari Village, East Lampung in 2020. The therapeutic method with Blender Carrot 150 grams plus ± 100cc mineral water + 1 tablespoon of honey (as a sweetener) is given to respondents as much as ± 200gram / days for 5 consecutive days from 1:00 to 15:00 a.m. the problem of hypertension is resolved with carrot juice therapy with effective results in both patients except that the level of blood pressure drops and the time of decrease is different between the two patients due to the intensity of pain between the two patients, and the blood pressure levels of the two patients are different. Keywords: Hypertension, Complications, Carrot Juice Therapy

Page 1 of 4 | Total Record : 38


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue