cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2" : 7 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI PENTABIO PADA BAYI DI BPS DESI ANDRIANI GARUNTANG BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Rosmiyati Rosmiyati; Komang Masih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i2.575

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu cara pencegahan terhadap penyakit anak dan di BPS Desi andriani Bandar Lampung merupakan salah satu tempat pelayanan KIA yang selama ini telah sosialisasi dan melaksanakan imunisasi Pentabio . Berdasarkan hasil pra survey dari 10 ibu yang melakukan imunisasi Pentabio pada bayinya didapat bahwa 30% atau 3 dari 10 ibu yang mempunyai bayi tidak memberikan imunisasi secara lengkap terhadap bayinya.            Tujuan Penelitian  ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi pentabio pada bayi di Bps Desi Andriani Garuntang Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross Sectional, lokasi penelitian di di Bps Desi Andriani Garuntang Bandar Lampung pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2015. Populasi adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang berjumlah 40 orang dan jumlah sempel 34 responden, dengan teknik pengambilan sempel yaitu menggunakan accidental sampling atau berdasarkan ketersedian responden saat penelitian. Alat pengukur data yang digunakan adalah kuesioner dan analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa dari 11 responden yang mempunyai pengetahuan baik dan memberikan imunisasi Pentabio secara lengkap  pada bayi sebanyak 7 orang (63,6%) dan 5 orang (21,7%)  memberikan imunisasi pentabio tidak lengkap. Dari 23 responden yang mempunyai pengetahuan kurang baik yang  memberikan imunisasi Pentabio  lengkap  pada bayi 4 orang (36,4%) dan 18 orang (78,3%)  memberikan imunisasi pentabio tidak lengkap. hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,026 (p-value yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi Pentabio pada bayi di BPS Desi Andriani Garuntang Bandar lampung tahun 2015. kemudian didapatkan OR =  6,300 (CI 95% = 1,300-30,533) yang berarti bahwa responden yang mempunyai pengetahuan yang kurang baik berpeluang sebanyak 6,300 kali untuk tidak  memberikan imunisasi Pentabio pada bayi secara lengkap. Kata Kunci : Pengetahuan, Kelengkapan Imunisasi Pentabio
ANALISA ASAM BENZOAT DAN ASAM SALISILAT DALAM OBAT PANU SEDIAAN CAIR Ade Maria Ulfa; Nofita Nofita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i2.571

Abstract

Penyakit panu merupakan penyakit kulit yang banyak diderita oleh masyarakat di daerah tropis, salah satunya adalah Indonesia. Oleh karena itu diperlukan obat anti jamur yang mengandung zat-zat aktif tertentu yaitu kombinasi asam benzoat sebagai zat anti jamur dengan asam salisilat sebagai zat keratolitik. Telah dilakukan penelitian penetapan kadar asam benzoat dan asam salisilat pada obat panu sediaan cair yang beredar di toko obat di Pasar Tengah Bandar Lampung secara Alkalimetri dan Spektrofotometri UV-Visible dengan tujuan untuk mengetahui kadar asam benzoat dan asam salisilat seperti yang tertera pada etiket yaitu 4% (asam benzoat) dan 4-10% (asam salisilat). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah dua sampel dengan kriteria sampel yaitu obat panu sediaan cair yang mencantumkan asam benzoat dan asam salisilat pada komposisi. Kesimpulan dari hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar asam benzoat pada sampel A yaitu 4,312% dan sampel B yaitu 4,422%. Hal itu menunjukkan bahwa kadar asam benzoat untuk sampel A dan B memenuhi kadar yang sesuai dengan kadar etiket yaitu 4%.  Untuk kadar asam salisilat pada sampel A yaitu 4,689% dan sampel B yaitu 4,651%. Hal itu menunjukkan bahwa kadar asam salisilat pada sampel A memenuhi kadar etiket yaitu 4% dan sampel B tidak memenuhi kadar yang sesuai dengan etiket yaitu 10%. Kata kunci :     Asam benzoat, asam salisilat, obat panu, alkalimetri, spektrofotometri Ultraviolet-Visible
PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN PENDERITA PENYAKIT DIABETES MELITUS (DM) TIPE II KRONIS DI KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2015 Susyadi Susyadi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i2.576

Abstract

Perilaku merupakan suatu kegiatan manusia, dapat dilihat secara langsung maupun tidak langsung, merupakan hasil hubungan antara perangsang (stimulus dan respon). Perilaku ditentukan oleh kepercayaan bahwa mereka rentan terhadap masalah kesehatan tertentu, tingkat keseriusan masalah, meyakini keefektivitasan tujuan pengobatan dan pencegahan, biaya pengobatan tidak mahal serta menerima anjuran untuk mengambil tindakan kesehatan.DM merupakan suatu sindromagangguan metabolisme dengan hiperglikemia yang tidak semestinya sebagai akibat defisiensi sekresi insulin atau berkurangnya efektivitas biologis dari insulin atau keduanya. Dua tipe DM yaitu Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM) dan Non Insulin Dependent Diabets Melitus (NIDDM). DM digolongan menjadi 4; Tipe I dan II, Gestasional, dan tipe lain.Permasalahan penelitian adalah belum diketahuinya perilaku pencarian layanan pengobatan penderita DM tipe II kronis di Kabupaten Pringsewu tahun 2015. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran kerentanan,  keseriusan terhadap masalah, gambaran manfaat, rintangan serta peran keluarga dalam pencarian layanan pengobatan serta faktor yang mempengaruhi perilaku pencarian layanan pengobatan.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam pada 4 informan tidak teratur berkunjung ke pelayanan kesehatan (Nakes) dan 4 orang keluarganya, 3 informan teratur berkunjung ke Nakes dan 3 informan keluarganya serta 1 orang bidan desa.Hasil penelitian menunjukan bahwa informan tidak teratur ke Nakes menganggap DM bukan masalah yang serius, sedangkan informan teratur menganggap DM merupakan masalah yang serius. Rintangan dalam mencari pengobatan (jarak dan biaya) tidak menjadi permasalahan, menjadi permasalahan proses pengobatan adalah sedikitnya pemberian obat. Keluarga mendukung melakukan pencarian layanan pengobatan.Peneliti menyarankan meningkatan dan mengembangkan program promosi kesehatan serta penatalaksanaan DM. Kata kunci : Perilaku Pencarian Pengobatan, Diabetes Melitus
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SUAMI DAN PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU PEMASANGAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI PUSKESMAS UNIT II TULANG BAWANGTAHUN 2013 Dewi Yuliasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i2.572

Abstract

Alat kontrasepsi dalam rahim(AKDR) merupakan alat  kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif dan reversibel untuk menjarangkan kehamilan.keluarga berencana adalah upaya peningkatan kepedulian masyarakat dalam mewujutkankeluarga kecil  yang bahagia sejahtera.peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul hubungan antara dukungan suami dan pendapatan keluargas terhadap penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim di puskesmas unit II tulang bawang.Jenis penelitian ini Kuantitatif, desain penelitian Analitik, dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan pada wanita usia subur, dari bulan januari-Juli 2013 terhadap 31 responden dimana pengumpulan data menggunakan lembar kuensioner.            Kesimpulan menunjukkan bahwa dari 31 wanita usia subur ,distribusi frekuensi dukungan suami yang mendukung terdapat sebanyak 21(67,7%),pendapatan keluarga  > 1.581.000 terdapat sebanyak 17 (54,8%) distribusi penggunaan KB AKDR yang memasang  18 (58,1%).dukungan suami terhadap penggunaan KB AKDR  16(12,8%), pendapatan keluarga  yang memasang 14(9,9%). Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square diperoleh ρ value =0,006 yang berarti ρ value < α (0,006<0,05), berarti ada hubungan Counterpressure dengan dukungan suami dan pendapatan keluarga terhadap perilaku pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim. Diperoleh juga nilai OR sebesar dukungan suami (0,012-0,495),OR pendapatan keluarga (0,016-0,470). Saran bagi tenaga kesehatan hasil penelitian ini agar dapat memberikan masukan untuk meningkatkan cakupan kontrasepsi AKDR demitercapainya target metode kontrasepsi yang efektif dan jangka panjang. Kata Kunci : Dukungan suami, Pendapatan Keluarga, Prilaku Pemasangan AKDR
PERBANDINGAN KADAR AMPISILIN DALAM SEDIAAN TABLET DENGAN NAMA GENERIK DAN NAMA DAGANG SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Nofita Nofita; Ade Maria Ulfa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i2.573

Abstract

Anggapan masyarakat yang cenderung menilai bahwa obat yang berkhasiat adalah obat yang mempunyai harga mahal, persepsi yang salah tersebut menyebabakan obat generik dinilai tidak bermutu maka, dalam penelitian ini, dilakukan penetapan kadar ampisilin dalam sediaan tablet generik dan nama dagang, dan membandingkan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara ampisilin generik dan nama dagang. Ampisilin adalah salah satu antibiotik yang digunakan untuk pengobatan infeksi pada saluran pernapasan, saluran cerna, dan saluran kemih. Agar dapat memberikan efek terapi yang diinginkan kadar ampisilin harus memenuhi persyaratan kadar yang telah ditetapkan Farmakope Indonesia Edisi IV yaitu tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 120,0% dari jumlah yang tertera pada etiket. Sampel yang digunakan tablet ampisilin generik (A1) dan tablet nama dagang (B1). Penetapan kadar tablet ampisilin dilakukan secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) menggunakan fase gerak campuran air : asetonitril : KH2PO4 : asam asetat dengan perbandingan 909:80:10:1 laju alir 1,0 ml/menit menggunakan kolom C18 dan detektor 254 nm. Berdasarkan hasil uji linearitas dari kurva kalibrasi diperoleh koefisien    korelasi   0,9954  dengan  persamaan  regresi  Y= 277,1707 X –   2238,44 Hasil kadar yang didapat dari tablet ampisilin generik dan nama dagang masing-masing adalah 107,7431% dan 107,6156%. Kadar ampisilin yang diperoleh melalui penetapan kadar kemudian diuji signifikannya dengan menggunakan statistik, yaitu uji t. Dari uji t diperoleh tpercobaan< ttabel yaitu 0,04090<2,920 maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, sehingga tidak terdapat perbedaan kadar secara signifikan antara tablet ampisilin generik dengan ampisilin nama dagang. Kata kunci : Ampisilin, Generik, Nama Dagang, KCKT
UJI CEMARAN COLIFORM PADA ICE COFFEE BLENDED YANG BEREDAR DI KECAMATAN SAMARINDA ULU DENGAN MENGGUNAKAN METODE MPN (Most Probable Number) Supomo Supomo; Eko Kusumawati; Muhammad Amin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i2.574

Abstract

Minuman  Ice Coffee Blended merupakan minuman siap saji yang populer karena memiliki varian rasa yang sangat diminati masyarakat. Namun dalam penyajiannya minuman Ice Coffee Blanded kebanyakan ditemukan di pinggir jalan yang memungkinkan tercemar oleh bakteri golongan coliform.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran bakteri coliform pada minuman ringan Ice Coffee Blended yang beredar di pinggir jalan kota Samarinda berdasarkan standar BPOM RI.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2014 di Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman Samarinda. Sampel yang digunakan adalah minuman  Ice Coffee Blended yang diambil di dua kelurahan Kecamatan Samarinda Ulu yaitu Kelurahan Gunung Kelua dan Kelurahan Dadimulya dengan menggunakan metode sampling yaitu Random Cluster Sampling sejumlah 14 sampel. Pengujian sampel terhadap coliform meliputi uji pendugaan dan uji penegasan dimana uji penduga mengunakan media LB (Lactose Broth) sebagai pendeteksi awal keberadaan bakteri coliform dan uji penegas menggunakan media BGLBB (Brillian Green Lactose Bile broth) sebagai pendeteksi spesifik keberadaan bakteri coliform. Data penelitian yang diperoleh dianalisis deskriptif dengan membandingkan nilai standar MPN coliform maksimum BPOM RI, Nomor HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009.Hasil penelitian menunjukkan dari ke-14 sampel yang telah diuji, sampel J memiliki tingkat cemaran tertinggi yaitu 240  MPN/100 ml dengan tingkat pengenceran mencapai , sedangkan sampel dengan tingkat cemaran terendah yaitu sampel D sebanyak 240  MPN/100 ml dengan tingkat pengenceran terendah yaitu . Nilai MPN coliform  minuman Ice Coffee Blended melebihi standar yang telah ditetapkan oleh BPOM RI yaitu < 3 MPN/100 ml.            Kesimpulan dari penelitian ini kualitas mikrobiologi minuman Ice Coffee Blended yang beredar di 2 kelurahan Kecamatan Samarinda Ulu kurang memenuhi syarat untuk  dikonsumsi. Kata Kunci : Minuman  Ice Coffee Blended, Nilai MPN, Standar BPOM RI
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN DAN PROTEIN IKAN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI DESA RANGAI TRI TUNGGAL KECAMATAN KATIBUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2014 Anggun Rusyantina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i2.570

Abstract

Untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, seorang anak balita membutuhkan asupan zat gizi yang mencukupi termasuk protein yang tinggi. Pangan sumber protein hewani meliputi daging, telur, susu, ikan, seafood dan hasil olahannya. Menurut WNPG (2012) sumbangan protein hewani dianjurkan sebesar 25 persen dari total angka kecukupan protein (AKP). Dari angka tersebut, porsi ikan diharapkan  lebih banyak dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani yaitu sekitar 60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi dan protein serta protein ikan dengan status gizi anak balitadi Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional studydengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 120 anak balita. Analisis data yang digunakan adaah univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2014.Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan asupan energi (p = 0,013) dan protein (p = 0,048) serta tidak terdapat hubungan antara asupan protein ikan (p = 0,057)  dengan status gizi anak balita di Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Disarankan bagi instansi terkait untuk mengadakan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para ibu mengenai pentingnya makanan yang bergizi seimbang serta pemantauan pertumbuhan bagi anak balita dan bagi peneliti lain agar meneliti faktor lainnya yang berhubungan dengan status gizi anak balita. Kata Kunci   : Status Gizi, Asupan Energi, Asupan Protein dan Asupan Protein Ikan

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026 Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue