cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2019): Desember" : 6 Documents clear
KAJIAN PELAYANAN ANTENATAL K4 DAN PERTOLONGAN PERSALINAN DI PUSKESMAS KABUPATEN PATI Nafiah, Ulin; Setiawati, Indayana
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.058 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.142

Abstract

ENGLISHThe services of K4 pregnant women are a complete range of antenatal services that meet minimum service standards. This study aim was to analyze the implementation of antenatal K4 in the Community Health Center of Pati District. This research used a qualitative approach with phenomenological evidents, to provide an overview of the experiences of midwives in antenatal K4 and delivery assistance in community health centers in order to reduce MMR. The main informants were 5 midwives and triangulation including 2 head of the community health center, 2 doctors at the community health center, and 1 head of the family health section. The research used purposive sampling. The results showed that the K4 service at the community health center was carried out by midwives and doctors, with its operational application known as a minimum service standard (10T). Most childbirth assistance has been conducted at the community health center by midwives and doctors (on call). If complications are found in childbirth, the midwife will coordinate with the clinic doctor to make a referral letter. K4 coverage has not been fulfilled so it is necessary to promote K4 antenatal services to the community. INDONESIAPelayanan ibu hamil K4 merupakan  cakupan pelayanan antenatal secara lengkap yang memenuhi standar pelayanan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelayanan antenatal K4 di Puskesmas Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, untuk memberikan gambaran tentang pengalaman bidan dalam program K4 dan pertolongan persalinan di Puskesmas dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Informan utama 5 bidan dan triangulasi pada 2 Kepala Puskesmas, 2 dokter Puskesmas, dan 1 Kepala Seksi Kesehatan Keluarga. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan K4 di Puskesmas dilaksanakan oleh bidan dan dokter dengan penerapan operasionalnya dikenal standar pelayanan minimal (10T). Pertolongan persalinan sebagian besar sudah di Puskesmas oleh bidan dan dokter (on call). Jika ditemukan penyulit dalam persalinan, bidan akan berkoordinasi  dengan dokter puskesmas untuk membuat surat rujukan. Cakupan K4 belum terpenuhi sehinggga perlu promosi pelayanan antenatal K4 kepada masyarakat.  
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PERENCANAAN STUDI LANJUT PADA SISWA Nur Khixmah Yulihastuti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.304 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.144

Abstract

ENGLISHThis Classroom Action Research is triggered by the existence of students from Public High School 2 in Pati who did not continue their education to higher education due to social problems that became obstacles for them in planning further studies. The purpose of this study was to improve further study planning in class XII IPA, Public High School 2 in Pati in  the Academic Year conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. In each cycle includes several stages:  the formation stage, the transitional stage, the activity stage and the termination stage. The results of the study showed that there was an increase for students in their advanced study planning. This can be found that  in the initial conditions  of students experiencing social problems are 10 children, it became 5 children in cycle 1 and in cycle 2 as many as 0 children. The percentage increase in advanced study planning from 74.36% to 100%. The conclusion that the effectiveness of group guidance services with successful educational alumni modeling approach is able to improve advanced study planning. INDONESIABeberapa siswa SMA Negeri 2 Pati mengalami problem sosial sehingga menghalangi mereka dalam perencanaan studi lanjut ke perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan perencanaan studi lanjut pada kelas XII IPA 3 SMA Negeri 2 Pati tahun ajaran 2019/2020. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Tiap siklus meliputi beberapa tahap, antara lain: tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan tahap pengakhiran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan siswa dalam perencanaan studi lanjut. Hal ini dapat dilihat  pada kondisi awal siswa yang mengalami problem sosial sebanyak 10 siswa, pada siklus 1 sebanyak 5 siswa dan pada siklus 2 sebanyak 0 siswa. Persentase peningkatan perencanaan studi lanjut dari 74,36% hingga 100%. Kesimpulannya bahwa efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan modeling alumni sukses pendidikan mampu meningkatkan perencanaan studi lanjut.
CAPAIAN PROGRAM PENGEMBANGAN SAPI POTONG DI KABUPATEN WONOGIRI DAN KABUPATEN PATI Lilyk Eka Suranny; Arieyanti Dwi Astuti; Herna Octivia Damayanti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1538.509 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.148

Abstract

ENGLISHCattle becomes the greatest meat producer among ruminants. Both Wonogiri Regency and Pati Regency are the centers of cattle farming in Central Java. This study aims to (1) investigate the development of cattle farming, (2) analyze the performance of the local government in developing cattle farming, (3) describe the differences between Wonogiri Regency and Pati Regency in managing the cattle farming business. This research uses a descriptive method. This research is located in Wonogiri Regency and Pati regency. The data used are secondary data obtained from Statistics Bereau (BPS) of Central Java Province, Wonogiri and Pati regencies, Agriculture Agency of Pati Regency, Fisheries, Marine and Livestockagency of Wonogiri regency. Data are analysed through a descriptive analysis. The results of the study are (1) Cattle farming in Wonogiri Regency and Pati Regency is still traditionally and simply by utilizing agricultural waste as feed, (2) there are 4 animal husbandry carried out by the government of Wonogiri Regency and Pati Regency, in general the performance of each program is achieved even though there is a small portion of indicators that have not yet been achieved, (3) Wonogiri Regency starts to apply communal management, while in Pati Regency, cattle farming is still managed individually. INDONESIAKabupaten Wonogiri dan Pati adalah sentra penghasil ternak sapi potong sebagai salah satu kontributor terbesar penghasil daging. Tujuan penelitian: (1) mengetahui kondisi pengembangan usaha budi daya sapi potong, (2) menganalisis kinerja program pemerintah daerah di bidang peternakan untuk pengembangan sapi potong, (3) menggambarkan perbedaan pengelolaan usaha beternak sapi potong. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pati. Data sekunder diperoleh dari BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pati, Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Dinas Perikanan dan Kelautan dan Peternakan Kabupaten Wonogiri. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu (1) budi daya sapi potong oleh peternak di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pati masih dilakukan secara tradisional dan sederhana dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak sapi potong; (2) terdapat 4 program kerja di bidang peternakan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pati, secara umum kinerja setiap program tercapai walaupun ada beberapa indikator yang belum tercapai; (3) terdapat perbedaan pola budi daya sapi potong di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Pati, yaitu Kabupaten Wonogiri mulai menerapkan pengelololaan secara komunal, sedangkan di Kabupaten Pati pengelolaan masih bersifat individual. 
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENJADI PEKERJA MIGRAN INDONESIA PEREMPUAN Nurul Aeni
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1699.95 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.151

Abstract

ENGLISHDecision of being woman migrant workers brings both positive and negative consequeces for the woman workers as well as their families live behind. This study aimed: (1) to describe the decision making of being migrant workers among the applicants of woman migrant workers from Pati District; (2) to explain the factors correlate to the migrate decision making, and (3) to explain factors correlate to destination country choosing. It used quantitave approach. The primary data were obtained by spreading questionnaires among women migrant worker applicants at four labour supply companies. Meanwhile the secondary data get through desk review. Then, the data were analysed descriptively using chi square and correspondence analysis. The study resulted: (1) economic was the main factor of decision making for being woman migrant workers; (2) the factors correlated to the decision making for being woman migrant workers were the position in household, previous income, and decision making process; (3) high salary was the main factor on choosing the destination country. The factors correlated to destination country preferences were: the reasons for choosing the destination countries, age, previous job, previous salary, and husband’s age. INDONESIAKeputusan menjadi pekerja migran perempuan dapat berkonsekuensi positif maupun negatif bagi pekerja migran maupun keluarga yang ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan: (1) menggambarkan pengambilan keputusan menjadi pekerja migran perempuan pada calon pekerja migran di Kabupaten Pati; (2) mendeskripsikan faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan; dan (3) mendeskripsikan faktor yang berhubungan dengan pemilihan negara tujuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data primer didapatkan melalui pengisian kuesioner oleh para calon pekerja migran perempuan di empat PPTKIS. Sementara data sekunder didapatkan melalui review penelitian terdahulu dan dokumen yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif menggunakan chi square dan analisis korespondensi. Hasil penelitian adalah: (1) ekonomi adalah faktor utama pengambilan keputusan menjadi pekerja migran perempuan; (2) faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan menjadi pekerja migran adalah posisi dalam rumah tangga, pendapatan sebelumnya, dan proses pengambilan keputusan; (3) gaji yang tinggi merupakan alasan utama pemilihan negara tujuan migrasi. Adapun faktor yang berhubungan dengan pemilihan negara tujuan migrasi adalah alasan pemilihan negara, usia, pekerjaan sebelumnya, pendapatan sebelumnya, dan usia suami.
PERILAKU JAJAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.872 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.153

Abstract

ENGLISHSnacking behavior is very inherent in elementary school pupils. This study aims to describe the behavior of student’s snacking in elementary schools in the study location. The type of this research is descriptive one. The samples of this research were students of 5th grade. The research used purposive sampling. The number of samples included 68 students. The data in the research consisted of the habits of children's snacking at school and other habits related to snacking behavior. The data were obtained from survey by using questionnaire. The results showed that the majority of students ate snacks at school. Students had breakfast and they did not bring food to school. The student spends averagely IDR 4,000-IDR 5,000.00 to buy snacks per day. Some students buy snacks in the cafeteria or vendors around the school. The students buy snacks averagely 2 times a day during school breaks. Most students usually washed their hands before eating, however some students ever get sick after consuming snacks. Almost all elementary school students in the study area buy snacks even though they are accustomed to have breakfast. Food snacks are also widely bought by students who did not bring food to school. INDONESIAPerilaku jajan sangat melekat pada anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku jajan siswa di Sekolah Dasar dilokasi studi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 5. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 68 siswa. Data yang dikumpulkan meliputi kebiasaan jajan anak di sekolah dan kebiasaan lain yang berhubungan dengan kebiasaan jajan. Data diperoleh dari hasil pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengonsumsi jajanan di sekolah. Siswa terbiasa mengonsumsi sarapan dan tidak membawa bekal makanan ke sekolah. Rata-rata siswa menghabiskan uang sebesar Rp4.000,00-Rp5.000,00 per hari untuk membeli makanan jajanan. Sebagian siswa membeli jajanan di kantin atau penjaja di sekitar sekolah. Rata-rata siswa jajan 2 kali dalam sehari pada waktu istirahat sekolah. Sebagian besar siswa terbiasa mencuci tangan sebelum makan, meskipun demikian sebagian siswa pernah sakit setelah mengonsumsi jajanan. Hampir semua Siswa SD di lokasi studi membeli makanan jajanan meskipun  terbiasa makan pagi. Makanan jajanan juga banyak dibeli oleh siswa yang tidak membawa bekal makanan ke sekolah.
EKSISTENSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DAN DESA DI KAWASAN PERKOTAAN KABUPATEN PATI Suroso Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.521 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.140

Abstract

ENGLISHRealizing developed villages is a challenge for village development. This study aimed (1) to identify the existence of village development based on Village development Index (IDM) in the sub-districts having urban areas and (2) to analyze the needs of development based on the village typology. This study applied descriptive-quantitative approaches. This study was conducted in three sub-districts, namely Pati, Juwana, and Tayu. The primary data were obtained through interviews with competent key informants. Meanwhile, the secondary data were collected through related document observations. The study used descriptive analysis. The results of the study showed that the existence of village development in these three sub-districts had IDM growth, but only some villages were able to reach the higher-level during 2017-2019. The villages in Pati sub-district needed economic development (IKE), but the villages in Juwana and Tayu sub-district needed environmental development (IKL). Following the national policy, village development should consider the real condition of village typology, potencies and local characteristics. INDONESIAUpaya mewujudkan desa maju merupakan tantangan pembangunan desa. Tujuan penelitian adalah: (1) mengidentifikasi eksistensi pencapaian pembangunan masyarakat dan desa berbasis IDM di Kecamatan yang memiliki kawasan perkotaan; dan (2) menganalisis kebutuhan pembangunan berdasarkan tipologi desa di area studi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pati, Juwana, dan Tayu yang merupakan kecamatan yang memiliki kawasan perkotaan di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dengan narasumber yang kompeten. Sementara itu, pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mereview dokumen yang relevan. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi pembanguunan desa di kecamatan yang memiliki kawasan perkotaan mengalami peningkatan IDM tetapi hanya sedikit desa yang mampu mengalami tranformasi tipologi setingkat lebih baik antara kurun waktu tahun 2017-2019. Secara umum pembangunan desa di Kecamatan Pati lebih membutuhkan pembangunan ekonomi (IKE), tetapi pembangunan desa di Kecamatan Juwana dan Tayu lebih membutuhkan pembangunan lingkungan (IKL). Relevan dengan kebijakan nasional, pembangunan desa agar bertitik tolak dari kondisi riil tipologi desa, potensi dan karakteristik lokal desa. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6