cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2022): Desember" : 5 Documents clear
Analisis Efisiensi Ekonomis Penggunaan Input Produksi pada Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Dila Nurul Aziza; Edy Prasetyo; Agus Setiadi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i2.311

Abstract

ENGLISHThe success of red onion farming is basically determined by the amount of income, risk and also the level of economic efficiency achieved. Economic efficiency is a situation where resources are distributed in the most efficient way. This study aims to analyze the influence of production inputs to the production of red onion and analyze levels of production inputs in the technical and economic efficiency of red onion farming in Selo district. Research has been done in Selo district by survey method. The two stage cluster random sampling technique was employed for this study. The number of respondents were 186 farmers from total population 1857 farmers. An instrument analyze using in this research were multiple linier regression and efficiency analyze. The result of research showed that land, seed, pesticide and labour were partially significant to red onion production whereas manure, NPK fertilizer and Za fertilizer were not significant. Land, seed, manure, NPK fertilizer, Za fertilizer, pesticide and labour were not technically efficient. Land, NPK fertilizer and pesticide were still not economically efficient whereas seed, manure, Za fertilizer and labour were not economically efficient. The value of return to scale on decreasing return to scale.INDONESIAKeberhasilan usahatani bawang merah pada dasarnya ditentukan oleh besarnya pendapatan, risiko dan juga tingkat efisiensi ekonomis  yang dicapai. Efisiensi ekonomis adalah situasi dimana sumber daya didistribusikan dengan cara yang paling efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh input-input produksi terhadap produksi bawang merah serta menganalisis tingkat efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis penggunaan input produksi pada usahatani bawang merah di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode two stage cluster random sampling. Jumlah responden yang dibutuhkan sebanyak 186 petani dari total populasi 1857 petani. Lokasi penelitian di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan efisiensi input produksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa input produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah adalah luas lahan, benih, pestisida dan tenaga kerja sedangkan yang tidak berpengaruh nyata adalah pupuk kandang, pupuk NPK dan pupuk Za. Input produksi luas lahan, benih, pupuk kandang, pupuk NPK, pupuk Za, pestisida, dan tenaga kerja tidak efisien secara teknis. Input produksi luas lahan, pupuk NPK dan pestisida secara ekonomis belum efisien sedangkan input produksi benih, pupuk kandang, pupuk Za dan tenaga kerja tidak efisien. Nilai return to scale berada di decreasing return to scale.
Penilaian Sistem Irigasi Berdasarkan Konsep Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah Arieyanti Dwi Astuti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i2.325

Abstract

ENGLISHAppraisal of sustainable irrigation systems is based on the concept of sustainable development with 3 criteria namely social, economic, environmental. The balance of these 3 criteria will create sustainable conditions. According to the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number 12 of 2015, the performance of the irrigation system includes 6 aspects: physical infrastructure, planting productivity, supporting facilities, personnel organization, documentation and institutional conditions of Associations of Water User Farmers (P3A). This research combines the concept of sustainability and management of irrigation systems. This research is a quantitative descriptive study using Analytical Hierarchy Process (AHP), in 6 Irrigation Areas (DI), namely DI Gabus, Cabean, Sonorejo, Keden Bendo and Lenggi. The selection of these 6 DI’s was based on the distribution of DI locations in Pati Regency. The purpose of this study is to 1) determining indicators and weights of the irrigation system; and 2) determining the sustainability status of the irrigation system in Pati Regency. The results showed that 1) the highest sub-criteria is the condition of irrigation networks (23.50%), and the lowest sub-criteria is farming ability (2.60%); and 2) the result of the 6 DI, only DI Gabus was in a sustainable condition. INDONESIAPenilaian sistem irigasi berkelanjutan didasarkan pada konsep pembangunan berkelanjutan dengan 3 kriteria yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan. Keseimbangan 3 kriteria tersebut akan menciptakan kondisi berkelanjutan (sustainable). Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12 Tahun 2015, kinerja sistem irigasi meliputi 6 aspek yaitu prasarana fisik, produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi dan kondisi kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Penelitian ini menggabungkan konsep berkelanjutan dan pengelolaan sistem irigasi. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP), dengan jumlah responden 54 orang yang tersebar merata pada 6 Daerah Irigasi (DI) yaitu DI Gabus, Cabean, Sonorejo, Keden, Bendo dan Lenggi. Pemilihan 6 DI dari 13 DI kewenangan Kabupaten Pati, didasarkan pada pertimbangan pemerataan lokasi DI di Kabupaten Pati. Tujuan dari penelitian ini untuk 1) menentukan indikator dan  bobot sistem irigasi; dan 2) menentukan status keberlanjutan DI Kabupaten Pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) bobot sub-kriteria tertinggi adalah kondisi jaringan irigasi (23,50%), dan terendah sub-kriteria kemampuan usahatani (2,60%); dan 2) hasil penilaian keberlanjutan 6 DI menyatakan bahwa hanya DI Gabus yang berada pada kondisi sustainable.
Penerimaan Pemerintah Desa Terhadap Penerapan Aplikasi Penanganan Bencana Berbasis Android (SIDINA) di Kabupaten Pati Jatmiko Wahyudi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i2.318

Abstract

ENGLISHPati regency frequently experiences natural disasters resulting in economic losses and environmental destruction. The recent advancements in information and communication technology, in particular smartphones, can be utilized effectively reducing disaster risk. SIDINA is an android-based smartphone application to mitigate both natural and man-made disasters.  The aim of this study is to investigate public acceptance toward the use of an android-based application for disaster management through a technology acceptance model. It is essential to understand public acceptance to ensure that the app is truly useful and can be implemented successfully in disasters since using apps in disaster is still a novel idea. A cross-sectional survey is conducted by distributing questionnaires to village apparatus in 30 villages in Pati regency that are highly vulnerable to flooding. The result shows that the level of public acceptance is fair, as proven by the average score of the respondents’ response of 63.02%. The study finds that the respondents find it difficult to operate SIDINA app and it reduces their intention to use the app. It is important for app developers to improve immediately the app and make SIDINA as a user-friendly app. INDONESIABencana alam sering terjadi di Kabupaten Pati menyebabkan kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi khususnya telepon pintar (smartphone) dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mengurangi rrisiko bencana. SIDINA merupakan aplikasi kebencanaan yang dijalankan pada smartphone android yang dapat digunakan untuk keperluan mitigasi bencana baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui penerimaan masyarakat terhadap penggunaan aplikasi bencana SIDINA dengan menggunakan technology acceptance model (TAM). Sangat penting untuk mengetahui penerimaan publik untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut benar-benar berguna dan dapat diimplementasikan dengan sukses dalam bencana karena menggunakan aplikasi dalam bencana masih merupakan ide baru. Cross-sectional survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada perangkat desa di 30 desa rawan banjir di Kabupaten Pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat pada kategori cukup, terbukti dengan rata-rata skor tanggapan responden sebesar 63,02%. Hasil penelitian menemukan bahwa responden merasa kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi SIDINA dan hal tersebut mengurangi niat mereka untuk menggunakan aplikasi SIDINA. Penting bagi pengembang aplikasi untuk segera memperbaiki aplikasi dan menjadikan SIDINA sebagai aplikasi yang mudah digunakan.
Media Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Aeda Ernawati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i2.324

Abstract

ENGLISHStunting is still one of the main nutritional problems in Indonesia, including in Pati Regency. The impact of stunting is very broad, from individuals, families, communities, to the state level. The lack of knowledge regarding stunting among mothers is one of the causes since the role of media promotion has not been effective yet. The purpose of this review paper is to examine various health promotion media to increase maternal knowledge about stunting. This is a literature review paper that uses a systematic review method. The selected papers were obtained from Google Schoolar in the period 2021-2022 with the keywords, namely media, counseling, and stunting. Using PRISMA, there were  9 relevant articles would be reviewed. The results of the study showed that health promotion media that could be used to increase  mothers’ knowledge regarding stunting on toddlers, include leaflets, posters, flipcharts, flyers, videos, and Whatsapp social media. Those medias can be used solely or in combination with others. The absorption of the information depends on the senses that involved in message processing, in which visual sense is able to absorb greatest information. Therefore, visual media needs to be used optimally. Moreover, combining two or more medias is more effective to increase information absorption due to involving more senses. INDONESIAStunting masih menjadi salah satu masalah gizi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pati. Dampak stunting sangat luas, dari individu, keluarga, masyarakat, sampai level negara. Kurangnya pengetahuan ibu tentang stunting menjadi salah satu penyebab karena media promosi belum efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu. Tujuan penulisan artikel untuk mengkaji berbagai media promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur review dengan metode systematic review. Artikel yang dikaji didapatkan melalui pencarian di Google Schoolar dalam kurun waktu tahun 2021-2022 dengan kata kunci pencarian adalah media, penyuluhan, dan stunting. Menggunakan PRISMA, didapatkan 9 artikel jurnal yang akan direview. Hasil kajian menunjukkan media promosi kesehatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting pada ibu balita antara lain leaflet, poster, flipchart, flyer, video, dan media sosial Whatsapp. Media tersebut dapat digunakan secara tunggal atau kombinasi. Penyerapan informasi yang disampaikan tergantung pada jenis indra yang terlibat dalam proses penerimaan pesan. Penyerapan yang paling besar dengan indra visual. Oleh karena itu, media visual perlu digunakan secara optimal. Penggunaan media promosi kesehatan secara kombinasi dapat meningkatkan daya serap informasi yang disampaikan karena semakin banyak indra yang terlibat.
Analisis Efisiensi Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Tebu Andhika Ayu Anggrainingrum; Edy Prasetyo; Wiludjeng Roessali
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i2.290

Abstract

ENGLISHPati Regency is one of the sugarcane production centers in Central Java. The purpose of this study is to analyze the effect of the use of production factors on sugarcane production and analyze the level of technical efficiency, allocative efficiency and economic efficiency of the use of production factors in sugarcane farming. The research was conducted from May-July 2021 in Kayen District, Pati Regency. The research used methods of survey and interviews. Determination of respondents were conducted by the census. Respondents including 53 farmers are the total number of sugarcane farmers in Kayen District. The effect of production factors on sugarcane production was analyzed using multiple linear regression with the Cobb-Douglass production function. Technical efficiency used Maximum Likelihood estimation. Allocative efficiency was analysed through the comparison of the value of the marginal product with the price of the input. Economic efficiency is the result of the multiplication of technical efficiency with allocative efficiency. The results showed that technical efficiency had been achieved in the input of land area, seeds, organic fertilizers, ZA fertilizers and amegrass pesticides which showed a significant effect on sugarcane production in Kayen District, Pati Regency. Inputs that have not achieved allocative efficiency are land area, seeds, ZA fertilizer, and amegrass pesticides, while inputs that are not efficiently allocative are organic fertilizers. Multiplying the value of technical efficiency with price efficiency shows that the production factors of sugarcane farming in Kayen District are not yet efficiently economical. INDONESIAKabupaten Pati merupakan salah satu sentra produksi tebu di Jawa Tengah.Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi tebu dan tingkat efisiensi teknis, efisiensi alokatif dan efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi.Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive.Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan petani tebu dibakukan sebagai responden penelitian.Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara berdasarkan kuesioner yang telah dipersiapkan.Responden penelitian ini diambil melalui sensus dengan jumlah responden sebanyak 53 petani. Pengaruh faktor produksi terhadap produksi tebu dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas. Efisiensi teknis menggunakan pendugaan Maximum Likelihood. Efisiensi alokatif melalui perbandingan nilai produk marginal dengan harga input. Efisiensi ekonomi hasil perkalian efisiensi teknis dengan efisiensi alokatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi teknis tercapai pada faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk organik, pupuk ZA dan pestisida amegrass menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produksi tebu di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Faktor produksi yang belum mencapai efisiensi secara alokatif yaitu luas lahan, bibit, pupuk ZA, dan pestisida amegrass, sedangkan faktor produksi yang tidak efisiensi secara alokatif yaitu pupuk organik. Hasil perkalian nilai efisiensi teknis dengan efisiensi harga menunjukkan bahwa faktor produksi usahatani tebu di Kecamatan Kayen belum efisien secara ekonomi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5