cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12" : 24 Documents clear
Profil Ulkus Diabetikum Pasien Rawat Inap Di RSUD Meuraxa Banda Aceh Amira, Irhamna; Mustaqim, M.Hendro; Rizal, Fakhrul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20810

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit kronis dalam metabolisme yang terjadi karena adanya gangguan dalam produksi atau fungsi insulin, yang mengakibatkan peningkatan kadar gula darah. Di Indonesia, jumlah penderita diabetes terus meningkat, dan hal ini turut meningkatkan kasus ulkus diabetik, sebuah komplikasi serius yang dapat mengurangi kualitas hidup penderita diabetes. Ulkus diabetik disebabkan oleh kerusakan saraf dan pembuluh darah yang memburuk sampai bisa menimbulkan kerusakan pada tulang dan memerlukan amputasi. Studi ini mengkaji angka kejadian ulkus diabetik berdasarkan beberapa faktor seperti jenis kelamin, usia, lokasi luka, faktor risiko, dan pekerjaan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif dan menggunakan teknik total sampling pada 100 pasien yang dirawat inap di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Data dianalisis menggunakan program SPSS secara univariat. Temuan menunjukkan kebanyakan pasien ulkus diabetik adalah wanita (83%), berusia antara 45-59 tahun (61%), dengan luka terbanyak pada kaki (78%), dan mayoritas bekerja sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) sebesar 46%.
Mieloma Multipel: Laporan Kasus Muliasih, Mulat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.23953

Abstract

Mieloma multipel (MM) adalah keganasan yang ditandai dengan proliferasi klon tunggal sel plasma yang berasal dari sel B di sumsum tulang. MM menempati keganasan hematologi nomor dua pada usia dewasa dan merupakan kanker hematologi dengan keterlibatan sistem skeletal terbanyak. Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan diagnosis MM pada pasien dengan keterlibatan sistem skeletal. Seorang pria berusia 50 tahun datang dengan keluhan utama nyeri punggung bawah, disertai penurunan berat badan dan batuk lama. Gejala yang tidak khas menyebabkan penegakan diagnosis MM baru ditegakkan dalam waktu hampir dua bulan. Hasil laboratorium didapatkan anemia, peningkatan ureum dan kreatinin, peningkatan sel plasma, dan gamma globulin yang tinggi pada elektroforesis protein serum. Hasil survei tulang didapatkan osteolitik pada parietal dan skapula serta fraktur kompresi di vertebra lumbal. Nyeri radikular pada MM merupakan komplikasi yang paling sering dikeluhkan dalam praktik klinis. Keluhan nyeri radikular pada pasien dewasa harus diwaspadai adanya keterlibatan MM. Diagnosis dan intervensi dini dapat mencegah progresifitas penyakit lebih lanjut.
Laporan Kasus: Efektivitas Teknik Akupunktur Plum Blossom Dan Elektroakupunktur Pada Telogen Effluvium Kronis Marpaung, Miranda Hartini; Ratnasari, Dewi; Widarto, Atalya Vetta; Budianto, Stefanus Agung
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20206

Abstract

Telogen effluvium adalah gangguan kulit kepala yang ditandai dengan kerontokan rambut berlebihan. Ini merupakan salah satu bentuk alopecia non-sikatriks yang paling umum ditemukan dalam praktik klinis. Kondisi ini sangat mengganggu dan dapat menyebabkan penurunan kepercayaan diri yang signifikan, terutama pada wanita. Penanganan biasanya mencakup terapi farmakologis, baik secara oral maupun topikal. Namun, penggunaan jangka panjang dari terapi tersebut seringkali menimbulkan efek samping. Seorang wanita berusia 29 tahun datang dengan keluhan kerontokan rambut menyeluruh selama tiga tahun terakhir, yang memburuk dalam enam bulan terakhir. Pasien menjalani 12 sesi terapi akupunktur plum blossom yang dikombinasikan dengan elektroakupunktur pada tubuh. Terjadi perbaikan kerontokan rambut, yang dibuktikan dengan tumbuhnya rambut-rambut halus serta perbaikan pada hair-pull test. Perbaikan juga terlihat pada hasil trikoskopi dan trikogram, dengan persentase rambut fase telogen menurun menjadi 15,6%. Skor DLQI dan PSS-10 juga menunjukkan penurunan pada akhir terapi.
Korelasi Panjang Tulang Humerus Terhadap Tinggi Badan Pada Mahasiswa Suku Lampung Di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Utami, Rizka; Kurniati, Mala; Rafie, Rakhmi; Djamil, Adrian Rival
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20608

Abstract

Tinggi badan merupakan parameter yang penting dalam bidang klinis dan forensik, terutama dalam proses identifikasi individu dengan kondisi tubuh tidak utuh, seperti pada kasus kecelakaan, mutilasi, dan bencana alam. Estimasi tinggi badan dapat dilakukan melalui pengukuran tulang panjang, salah satunya tulang humerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara panjang tulang humerus terhadap tinggi badan pada mahasiswa suku Lampung di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Metode ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Populasi penelitian berjumlah 50 mahasiswa suku Lampung yang dipilih menggunakan metode total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Panjang tulang humerus diukur menggunakan kaliper geser, sedangkan tinggi badan diukur menggunakan microtoise. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara panjang tulang humerus kiri dan tinggi badan (p0,01; r=0,793) serta antara panjang tulang humerus kanan dan tinggi badan (p0,01; r=0,803). Kesimpulan menunjukkan adanya korelasi yang kuat pada humerus kiri dan korelasi yang sangat kuat pada humerus kanan terhadap tinggi badan.

Page 3 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue