cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2016): Suplemen" : 30 Documents clear
APLIKASI KITOSAN DALAM BIDANG FARMASETIK CITRA AYU AKMARINA; . Sriwidodo
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.259 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10882

Abstract

Kitosan merupakan hasil derivat dari kitin, yang banyak ditemukan dalam invertebrata seperti Crustacea sp dan kutikula serangga. Kitosan merupakan biopolimer yang unik dan memiliki sifat yang luar biasa, yaitu tidak toksik, mudah ditemukan, biodegradasi dan biokompabilitasnya baik, serta dapat meningkatkan bioavaibilitas dari sediaan obat. Oleh karena itu, kitosan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif atau eksipien dalam bidang farmasi. Saat ini penelitian, mengenai kitosan di bidang farmasetik terus berkembang dengan pesat. Beberapa penelitian yang sudah dilakukan, telah mengaplikasikan kitosan sebagai bahan tambahan (ekspien) dalam sediaan farmasi dalam bentuk tablet, hidrogel, nanopartikel dan mikropartikel. Umumnya penambahan kitosan ini digunakan sebagai penghantar dan pelindung obat, sehingga obat tidak mudah terdegradasi karena kondisi lingkungan pada tubuh pasien serta dapat bekerja secara spesifik pada target kerja obat.Kata kunci : kitosan, farmasetik, sediaan , obat
ARTIKEL REVIEW: SUMBER DATA DALAM FARMAKOEPIDEMIOLOGI Oryza Sativa Sinuhaji; Sofa D. Alfian
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.727 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10839

Abstract

Sumber data dalam farmakoepidemiologi adalah informasi optimal dari subjek mengenai penggunaan obat dan efek obat dalam populasi yang dapat diintegrasikan pada pemahaman tentang data dan metode analisis. Artikel review ini berisi informasi sumber data dalam studi farmakoepidemiologi dengan tujuan mendapatkan perbandingan kerugian dan keuntungan penggunaan setiap sumber data. Jenis sumber data yang dimaksud yaitu, pelaporan langsung (spontaneous reporting), database pelayanan kesehatan (automated healthcare database), catatan medis (surveillance), rekam medis (electronic medical records), survei nasional (national survey), dan pemantauan resep (prescription-event monitoring). Referensi yang digunakan berupa jurnal ilmiah dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan sumber data dalam farmakoepidemiologi melalui situs NCBI (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/). Hasil artikel review ini adalah perbandingan keuntungan dan kerugian dari setiap sumber data dalam farmakoepidemiologi. Setiap sumber data memudahkan peneliti dalam memperoleh data dan hasil yang sesuai dengan kondisi dari populasi, waktu dan lokasi penelitianKata kunci: sumber data, farmakoepidemiologi. 
Aktivitas Antiinflamasi Berbagai Tanaman Diduga Berasal Dari Flavonoid NUR RAMADHANI MAUNG MANURUNG; Sri Adi Sumiwi
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.748 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10816

Abstract

AbstrakInflamasi adalah suatu respon protektif setempat yang ditimbulkan oleh kerusakan pada jaringan. Obat antiinflamasi steroid dan nonsteroid memiliki banyak efek samping sehingga banyak dilakukan pengembangan antiinflamasi yang berasal dari bahan alam, terutama pada tanaman. Tanaman yang terbukti secara ilmiah memiliki khasiat sebagai antiinflamasi diantaranya daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Shecff.) Boerl.), rimpang kencur (Kaempferiae galanga L.), daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.) Lamk.), kelopak bunga rosela merah (Hisbiscus sabdariffa), serta bunga dan daun asam jawa (Tamarindus indica). Metode yang digunakan dalam artikel review ini adalah tinjauan pustaka dari berbagai jurnal yang diterbitkan secara online. Terdapat 5 jurnal sebagai pustaka primer, yaitu jurnal yang menampilkan hasil dari penapisan fitokimia dan persentase inhibisi radang dari tanaman tersebut dengan metode pengujian yang sama. Metode dalam proses pengujiannya, yaitu pengambilan dan pengujian metabolit sekunder dari tanaman, pengujian aktivitas antiinflamasi, dan analisis data secara statistik. Hasil menunjukkan bahwa tanaman-tanaman yang diuji memiliki aktivitas antiinflamasi. Kekuatan efek antiinflamasi yang ditunjukkan oleh persentase inhibisi udema pada tanaman tersebut berbeda-beda, tergantung pada dosisnya. Senyawa yang diduga memberikan aktivitas antiinflamasi tersebut adalah senyawa golongan flavonoid.Kata kunci : antiinflamasi, tanaman, persentase inhibisi, flavonoid
Aktivitas Kalkon terhadap Reseptor Esterogen β (ER- β) Sebagai Antikanker Payudara secara in vitro dan in silico: Review AVANI CHAIRUNNISA; Dudi Runadi
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.519 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10782

Abstract

Ditemukan aktivitas antikanker pada Eugenia aquea atau jambu air yang telah dibuktikan pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa kalkon yang sebagai antikanker payudara sebelum dilakukan uji secara in vivo. Didapatkan senyawa kalkon dari daun Eugenia aquea, uji aktifitas antikanker senyawa tersebut diidentifikasi dengan dengan penghambatan terhadap cell line MCF-7 menggunakan MTT assay, dan senyawa kalkon untuk menginduksi apoptosis melalui aktivasi poli (adenosine difosfat-ribose) polymerase (PARP) protein juga diselidiki. Senyawa kalkon juga diuji aktivitasnya dengan docking senyawa uji terhadap residu pada reseptor esterogen β (ER- β). Data hasil simulasi berupa nilai energi bebas Gibbs (ΔG) menunjukkan kestabilan interaksi ligand senyawa uji terhadap residu pada reseptor esterogen β (ER- β). Hasil docking menunjukkan senyawa kalkon dan analognya memiliki potensi sebagai antikanker payudara.
ARTIKEL REVIEW: KANDUNGAN DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI MINYAK BIJI SEMANGKA (Citrullus lanatus) Yudisia Ausi; Melisa Intan Barliana
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.674 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10858

Abstract

Asam lemak merupakan suatu rantai karbon alifatik dengan 4-22 atom karbon dan gugus hidoksil. Salah satu jenis asam lemak adalah asam linoleat. Asam linoleat merupakan asam lemak tak jenuh yang memiliki fungsi penting dalam tubuh. Namun asam linoleat tidak diproduksi sendiri di dalam tubuh sehingga bersifat esensial. Salah satu tanaman yang menyimpan asam linoleat yaitu semangka (Citrullus lanatus), khususnya pada bijinya. Selain mengandung asam linoleat, semangka juga mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan serat. Artikel review ini ditulis untuk mengetahui kandungan dalam minyak biji semangka serta aktivitas yang dimilikinya. Aktivitas farmakologi yang telah diketahui diantaranya menurunkan kadar kolesterol, antikanker (antioksidan dan sitotoksik), serta antihepatotoksik namun. Namun, dalam jumlah berlebih, asam linoleat dapat menyebabkan efek inflamasi. Maka dapat disimpulkan asam linoleate dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu.
REVIEW ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI HIPERTENSI DARI BERBAGAI NEGARA MEIVANA ESTHER ROSINTA TAMBUNAN; iyan Sopyan; Marline Abdassah
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.101 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10802

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama untuk Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke. Dengan prevalensi pengidap hipertensi di dunia yang meningkat dengan pesat, maka perlunya peningkatan efektivitas terapi hipertensi. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkannya adalah dengan menganalisis pedoman terapi hipertensi dan golongan-golongan obatnya dalam aspek farmakoekonomi, yaitu Analisis Efektivitas Biaya. Dari enam data studi literatur di berbagai negara, yaitu Amerika Serikat, Jerman, Afrika Selatan, Serbia, Indonesia dan Brazil, maka dapat diketahui bahwa tiap pedoman terapi hipertensi serta obat-obatan menghasilkan efektivitas dan biaya yang berbeda-beda. Tetapi secara umum setiap pedoman terapi hipertensi merupakan highly cost effective karena ICER kurang dari GDP tiap negara, dan golongan obat antihipertensi dengan efektivitas biaya terbaik adalah golongan Diuretik. Hypertension is a major risk factor for Coronary Heart Disease (CHD) and stroke. With the prevalence of people with hypertension in the world that increase rapidly, therefore, we need to improve the effectiveness of treatment for hypertension. One thing that we can do to improve it is by analyzing the hypertension treatment guidelines and drug factions in Pharmacoeconomics aspects, which is Cost-Effectiveness Analysis. By six data from the study of literature in various countries, the United States, Germany, South Africa, Serbia, Indonesia and Brazil, it is known that each of hypertension treatment guidelines and medicines create a different effectiveness and costs. But generally every guidelines for treatment of hypertension is highly cost effective because ICER less than the GDP of each country, and antihypertensive drug classes with the best cost-effectiveness is a class of diuretics.
Perbaikan Sanitasi, Higienitas, dan Ketersediaan Air Bersih dalam Pencegahan Diare AMALIA OCTA PERMATASARI; Rano Kurnia Sinuraya
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.209 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10808

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di negara berkembang dan sebagian besar kematian balita disebabkan karena penyakit tersebut. Faktor yang dapat memengaruhi terjadinya diare antara lain sanitasi yang buruk dan sarana air bersih yang tidak memadai. Air bersih dan sanitasi merupakan sasaran tujuan Pembangunan Milenium (MDG) yang ketujuh dan pada tahun 2015 adalah menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang yang merupakan goal ke 6 dari SDG yang merupakan lanjutan sasaran dari MDG. Tujuan dari article review ini adalah untuk memberikan gambaran perkembangan perbaikan sanitasi dan air sebagai langkah dalam pelaksanaan MDG. Metode yang digunakan dalam article review ini adalah dengan mencari semua daftar referensi artikel primer atau review berdasarkan kata kunci tertentu. Hasil dari article review ini adalah dapat mengetahui salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan perbaikan sanitasi dan penyediaan air bersih dengan meningkatkan jumlah anggaran biaya sehingga prevalensi kematian balita akibat diare menurun.Kata kunci : air, diare, MDG, sanitasi 
Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Jambu Air (Syzygium aqueum Burn. f. Alston) PRATIWI SRI ANGGRAWATI; Zelika Mega Ramadhania
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.267 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10884

Abstract

Tanaman Jambu Air (Syzygium aqueum) digunakan sebagai obat alami yang berperan dalam menyembuhkan atau memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat. Data yang diperoleh dengan pencarian istilah dan strategi pencarian data berupa data yang berisi tentang penjelasan senyawa kimia dan aktivitas farmakologi S. aqueum baik secara ilmiah (in vitro dan in vivo) maupun secara empiris. Senyawa kimia yang paling banyak ditemukan pada daun Syzygium aqueum yaitu flavonoid, fenolik, dan tannin sebagai antimikroba dan senyawa hexahydroxyflavone, Myricetin ,vitamin C, senyawa 2',4'-dihidroksi-6-metoksi-3, 5-dimetilkalkon, senyawa 4-Hidroksibenzaldehid, myricetin-3-O-ramnosid, europetin-3-O-ramnosid, floretin, myrigalon-G dan myrigalon-B yang mempunyai aktivitas farmakologi sebagai anti oksidan, antikanker, antidiabetes dan antihiperglikemik. Diharapkan dilakukannya penelitian lebih lanjut untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka.  Kata kunci: Syzygium aqueum, jambu air, senyawa kimia, bioaktivitas.
Review Analisis Penentuan Glibenklamid dalam Pharmaceutical Dosage Forms WULAN TRESNAWATI; Febrina Amelia Saputri
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.752 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10840

Abstract

Glibenklamid merupakan obat antidiabetes oral yang paling sering digunakan untuk pengobatan Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2[5]. Penggunaan glibenklamid ini sering dikombinasikan dengan antidiabetik lain. Dalam review artikel kali ini akan dibahas beberapa metode yang digunakan untuk analisis glibenklamid beserta kondisi dan metode validasi yang digunakan serta diskusi dari manfaat yang didapatkan. Metode yang digunakan adalah RP-HPLC, HPTLC, Spektrofotometri UV dan Spektroflourometri. 
Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas Melaleuca leucadendron Linn. AGI MEISARANI; Zelika Mega Ramadhania
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.041 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10818

Abstract

Melaleuca leucadendron Linn. merupakan spesies tanaman tropis dari suku Myrtaceae yang berasal dari Australia dan terdistribusi secara luas ke beberapa negara lain seperti Brazil, India, Cuba, serta Asia bagian Selatan termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak khasiat yang dapat dijadikan sebagai herbal medik, dimana minyak essensialnya telah dibuktikan secara empiris dan ilmiah memiliki efektivitas farmakologi melalui pengujian in vitro dan in vivo dari beberapa studi penelitian. Adanya aktivitas farmakologi tersebut disebabkan karena kandungan senyawa kimia utamanya, seperti 1,8-Sineol, ⍺-Terpineol, β-Kariofilen dan D-Limonen. Adapun efek farmakologi yang dihasilkan dari tanaman ini karena adanya senyawa kimia yang terkandung didalam tanaman tersebut diantaranya adalah aktivitas antioksidan, antifungal, efek sedatif, serta inhibitor enzim hyaluronidase. Review terhadap studi tentang kandungan kimia dan bioaktivitas M. Leucadendron Linn. dilakukan dengan cara penelusuran pustaka terkait tinjauan botani, tinjauan kimia dan tinjauan farmakologi yang dapat diakses pada beberapa situs penyedia jurnal terpercaya (NCBI, Elsevier, Researchgate maupun google scholar) kemudian dilanjutkan dengan skrinning pada jurnal-jurnal tersebut sehingga didapatkan sumber studi yang masuk dalam kriteria inklusi. Diharapkan dilakukannya penelitian lebih lanjut untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka.

Page 3 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue