Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Evaluasi Kesesuaian Sistem Penyimpanan Obat, Suplemen, dan Kosmetik Eceran pada Salah Satu Gudang Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Jakarta Pusat Magdalena Wahyu Kristanti; Zelika Mega Ramadhania
Majalah Farmasetika Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v5i2.26258

Abstract

Aspek penyimpanan dalam gudang Pedagang Besar Farmasi (PBF) merupakan parameter yang sangat penting dalam suatu rantai distribusi sediaan farmasi. Sistem penyimpanan yang baik dan benar diatur dalam Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gudang yang menerapkan sistem penyimpanan sesuai CDOB terhindar dari menumpukknya produk kedaluwarsa dan kerugian finansial, sebaliknya gudang yang belum menerapkan CDOB mengalami kerugian fisik sediaan farmasi dan juga kerugian finansial. Hal ini berdampak kepada penurunan produktivitas dari PBF tersebut. Maka dari itu, diperlukan adanya evaluasi sistem penyimpanan pada salah satu gudang PBF di Jakarta Pusat. Penelitian dilaksanakan selama bulan September 2019 menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluatif serta metode wawancara. Hasil penelitian mengenai sistem penyimpanan obat, suplemen, dan kosmetik eceran pada salah satu gudang PBF di Jakarta Pusat menunjukkan bahwa sebagian sistem penyimpanan yang digunakan oleh PBF tersebut belum sesuai dengan CDOB.Kata Kunci : Evaluasi, Penyimpanan, Gudang, PBF, CDOB.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Bedah Caesar dan Hernia di Salah Satu Rumah Sakit di Jawa Barat Nisa Maulani Nuraliyah; Zelika Mega Ramadhania; Eni Syofiah
Majalah Farmasetika Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.383 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v4i5.23278

Abstract

Antimikroba mempunyai peranan besar dalam penanganan penyakit infeksi, namun adanya penggunaan yang tidak tepat dan berlebihan memicu terjadinya resistensi. Salah satu yang paling umum adalah resistensi terhadap antibiotik. Di rumah sakit, antibiotik banyak digunakan untuk penanganan penyakit infeksi maupun pada prosedur bedah sebagai profilaksis.  Merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 tahun 2015 tentang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba dan bahwa penggunaan antibiotik di rumah sakit harus dikendalikan, salah satu bentuk pengendalian adalah melalui evaluasi penggunaan antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran penggunaan antibiotik pada pasien bedah Caesar dan hernia di Rumah Sakit Al Islam periode September – November 2018. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan dengan metode penilaian Defined Daily Dose (DDD)/100 hari rawat. Hasil evaluasi menunjukan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah sceftriaxone dengan nilai 32.95 DDD/100 hari rawat pada bedah hernia dan 62.58 DDD/100 hari rawat untuk bedah caesar.Kata kunci: antibiotik, ATC/DDD, evaluasi
ARTIKEL REVIEW: BEBERAPA TANAMAN OBAT SEBAGAI ANTIMALARIA Kita Radisa; Zelika Mega Ramadhania
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3475.549 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22062

Abstract

ABSTRAKTanaman obat telah menjadi alternatif pengobatan pada masyarakat lokal untuk beberapa penyakit. Terlebih dengan meningkatnya kasus resistensi terhadap obat kimia dan munculnya efek samping yang tidak diinginkan memicu pencarian obat herbal sebagai alternatif, salah satunya adalah pengobatan penyakit malaria. Dalam mengidentifikasi tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan, diperlukan penelitian yang memastikan bahwa tanaman tersebut mengandung senyawa bioaktif yang berguna dalam menghambat parasit penyebab malaria, plasmodium. Berdasarkan kebutuhan yang ada, pengkajian terhadap tanaman-tanaman antimalaria perlu dilakukan agar dapat memberikan manfaat secara menyeluruh terhadap pengembangan obat herbal. Dari hasil ulasan diperoleh beberapa tanaman yang memiliki aktivitas antiplasmodium yaitu Andrographis paniculata (Sambiloto), Artemisia annua (Artemisia Cina), Artocarpus camansi (Keluwih), Artocarpus champeden (Cempedak), Cassia siamea (Johar), Cordyline fruticosa (Andong), Garcinia dulcis (Mundu), Garcinia mangostana (Manggis), Kalanchoe blossfeldiana (Cocor Bebek), Macaranga gigantea (Mengkubung), Morus alba (Murbei), Strychnos lucida (Bidara Laut), dan Wedelia biflora (Sernai) yang memiliki berbagai kandungan kimia seperti xanthon, flavonoid, alkaloid, tanin, dan artemisin.Kata kunci: aktivitas antiplasmodium, malaria, tanaman obatABSTRACTHerbal plants became an alternative treatment in local people for several diseases. Especially with the increased of drug resistance and the adverse side effects triggered the search for herbal plants as an alternative, such as malaria. In identifying plants that can be used as an alternative treatment, research is needed to ensure that these plants contain bioactive compounds that are useful to inhibit malaria-causing parasites, plasmodium. Based on existing needs, an assessment of antimalarial plants needs to be carried out in order to provide overall benefits for the development of herbal medicines. The results from the review obtained several plants that have anti-plasmodium activity, they are Andrographis paniculata (Sambiloto), Artemisia annua (Artemisia Cina), Artocarpus camansi (Keluwih), Artocarpus champeden (Cempedak), Cassia siamea (Johar), Cordyline fruticosa (Andong), Garcinia dulcis (Mundu), Garcinia mangostana (Manggis), Kalanchoe blossfeldiana (Cocor Bebek), Macaranga gigantea (Mengkubung), Morus alba (Murbei), Strychnos lucida (Bidara Laut), and Wedelia biflora (Sernai) which has various chemical constituents such as xanthones, flavonoids, alkaloids, tannins, and artemisinin.Keywords: anti-plasmodium activity, malaria, herbal plants
KANDUNGAN SENYAWA KIMIA MURBEI HITAM (Morus nigra L.) DAN EFEK FARMAKOLOGINYA NADIATUL KHAIRA. Y; ZELIKA MEGA RAMADHANIA
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2889.403 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17530

Abstract

Murbei hitam (Morus nigra L.) adalah salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman ini tersebar luas di berbagai negara yang beriklim subtropis. Variasi konsumsi dari buah ini pun juga beragam mulai dari buah segar, buah kering, jus buah, dan minuman beralkohol. Murbei hitam memiliki banyak manfaat sebagai pengobatan berbagai penyakit seperti diabetes mellitus, radang, iritasi tenggorokan, kerusakan pada gigi, dan anemia. Hal ini disebabkan karena kandungan senyawa bioaktif dalam tanaman ini yang cukup banyak, dimana didominasi oleh senyawa turunan fenolik. Senyawa bioaktif inilah yang memberikan kontribusi terhadap berbagai aktivitas yang dihasilkan oleh tanaman murbei hitam ini.
Aktivitas Repelen Kombinasi Minyak Atsiri Rimpang Bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) dan Daun Sereh Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) terhadap Nyamuk Aedes aegypti FERRY FERDIANSYAH SOFIAN; DUDI RUNADI; AMI TJITRARESMI; ARWA ARWA; GUSTYAN PRATAMA; ANTI PEBRIANTI MENTARI; SRIWIDODO SRIWIDODO; ZELIKA MEGA RAMADHANIA
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.518 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9294

Abstract

Tingginya tingkat penyebaran penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk, terutama pada daerah-daerah dengan endemik nyamuk yang tinggi, terdorong untuk melakukan pencegahan terbaik dalam penanggulangannya dengan cara pengendalian nyamuk dan menghindari gigitannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas repelen terhadap beberapa kombinasi komposisi minyak atsiri rimpang bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) dan minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) terhadap nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah. Penelitian dilakukan dengan mengamati nyamuk yang hinggap di tangan relawan yang sebelumnya telah diberi sediaan uji. Analisis statistik menunjukkan bahwa masing-masing kombinasi minyak atsiri dari bahan uji yaitu bengle 10%; bengle 7,5% + sereh wangi 2,5%; bengle 5% + sereh wangi 5%; bengle 2,5% + sereh wangi 7,5%; dan sereh wangi 10% memiliki daya repelen tetapi masih memiliki perbedaan daya repelensi yang signifikan terhedap DEET 15%. Masing-masing kombinasi bahan uji tersebut tidak memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan sebagai repelen dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Berdasarkan hal tersebut, hasilnya dapat disimpulkan bahwa kelima kombinasi bahan uji tersebut tidak memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan sebagai repelen. Hal ini berarti kelima kelompok kombinasi uji tersebut memiliki daya tolak yang sama terhadap nyamuk Aedes aegypti dan potensial untuk dikembangkan menjadi obat herbal penolak nyamuk untuk mencegah demam berdarah.
REVIEW ARTIKEL: RNS DAN PERANNYA DALAM KANKER PANKREAS HILMA AWALIA RAHMAH; ZELIKA MEGA RAMADHANIA; MUTAKIN MUTAKIN; JUTTI LEVITA
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2359.336 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.25907

Abstract

Spesies nitrogen reaktif (SNR) merupakan beberapa senyawa yang diturunkan dari oksida nitrat yang kehadirannya dalam tubuh dapat mengakibatkan stress nitro-oksidatif. Oksida nitrat (NO) dalam jumlah berlebih dapat dengan mudah memicu produksi SNR yang selanjutnya berkontribusi dalam mekanisme patofisiologis beberapa penyakit, salah satunya adalah kanker pankreas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa spesies nitrogen reaktif merupakan faktor non genetik yang penting pada tumorigenesis pankreas yang diinduksi defisiensi Breast Cancer 2 (BRCA2). SNR dapat dicegah atau dikurangi pembentukannya melalui perawatan menggunakan antioksidan secara signifikan. Selain mampu mencegah pembentukan SNR, perawatan antioksidan secara signifikan juga mampu mengurangi adduct oksidatif DNA dan mengurasi lesi DNA sehingga dapat menunda onset tumor. Kata Kunci      : BRCA2, Oksida Nitrat, Senyawa, Tumorigenesis.
REVIEW: EFEK SAMPING PENGGUNAAN KODEIN PADA PEDIATRIK Nadhira Mahda Dinar Lubis; Zelika Mega Ramadhania
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.281 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17850

Abstract

Kodein merupakan golongan opioid yang banyak digunakan baik untuk analgesik maupun antiusif. Namun penggunaan kodein pada pediatrik menimbulkan efek samping yang berakibat fatal, hal ini diakibatkan oleh polimorfisme pada gen pemetabolisme kodein. Pada orang dengan kemampuann ultrarapid metabolisme yang tinggi, penggunaan kodein pada dosis normal dapat meningkatkan kadar morfin dalam darah, sehingga akan menyebabkan depresi pernafasan pada pasien.Oleh karena itu FDA, EMA, AIFA dan MHRA membuat pedoman untuk melarang penggunaan kodein pada pediatrik dan menganjurkan untuk mengganti kodein dengan obat lain yang lebih aman untuk pediatrik.
AKTIVITAS BIOLOGIS TANAMAN KUCING KUCINGAN (Acalypha indica L) : Review HAMID SAEFUL KIROM; Zelika Mega Ramadhania
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2437.585 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13838

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai tingkat keanekaragaman yang tinggi dan memiliki banyak tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Salah satu tanaman yang berkhasiat tersebut adalah tanaman kucing-kucingan (Acalypha indica L). Kandungan metabolit sekunder dari tanaman Acalypha indica L yang berkhasiat diantaranya adalah alkaloid, flavonoid, catachol, senyawa fenol, steroid, dan saponin. Beberapa khasiat yang telah dibuktikan secara ilmiah yaitu efektivitas antioksidan, antikanker, antiviral, antidiabetes, dan antijamur.
Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Jambu Air (Syzygium aqueum Burn. f. Alston) PRATIWI SRI ANGGRAWATI; Zelika Mega Ramadhania
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.267 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10884

Abstract

Tanaman Jambu Air (Syzygium aqueum) digunakan sebagai obat alami yang berperan dalam menyembuhkan atau memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat. Data yang diperoleh dengan pencarian istilah dan strategi pencarian data berupa data yang berisi tentang penjelasan senyawa kimia dan aktivitas farmakologi S. aqueum baik secara ilmiah (in vitro dan in vivo) maupun secara empiris. Senyawa kimia yang paling banyak ditemukan pada daun Syzygium aqueum yaitu flavonoid, fenolik, dan tannin sebagai antimikroba dan senyawa hexahydroxyflavone, Myricetin ,vitamin C, senyawa 2',4'-dihidroksi-6-metoksi-3, 5-dimetilkalkon, senyawa 4-Hidroksibenzaldehid, myricetin-3-O-ramnosid, europetin-3-O-ramnosid, floretin, myrigalon-G dan myrigalon-B yang mempunyai aktivitas farmakologi sebagai anti oksidan, antikanker, antidiabetes dan antihiperglikemik. Diharapkan dilakukannya penelitian lebih lanjut untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka.  Kata kunci: Syzygium aqueum, jambu air, senyawa kimia, bioaktivitas.
Review: Kandungan dan Aktivitas Farmakologi Tanaman Cempaka Kuning (Michelia champaca Linn.) WAHYU ASHRI ADITYA; ZELIKA MEGA RAMADHANIA
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3008.418 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17295

Abstract

Michelia champaca L. atau dikenal dengan cempaka kuning merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga Magnoliaceae yang berasal dari India dan terdistribusi luas di seluruh Indo-Cina, Malaysia, Sumatra, Jawa, dan Cina barat daya. Michelia champaca L. merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai pengobatan untuk berbagai macam penyakit. Beberapa penelitian saat ini menunjukkan bahwa tanaman Michelia champaca Linn. memiliki aspek morfologi, etnofarmakologi dan senyawa aktif yang menunjukan tanaman tersebut penting dalam pengobatan. Diketahui bahwa tanaman cempaka kuning memiliki bermacam – macam aktivitas farmakologi seperti antihelmintik, antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, analgesik, antifertilitas, antimalaria, antifibriotik, antiulser dan antikanker. Aktivitas farmakologi yang terdapat pada tanaman cempaka kuning dihasilkan karena adanya senyawa aktif yang terkandung antara lain seperti alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, glikosida, karbohidrat, protein, sterol dan senyawa lain.