cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Applied Sciences
ISSN : 20899203     EISSN : 25811991     DOI : -
Core Subject : Social,
Indonesian Journal of Applied Sciences (IJAS) is a scientific journal published three times a year (April, August, December). Indonesian Journal of Applied Sciences publish original research results related to research in the field of natural science, covering a wide range of topics written in the field of knowledge: medicine, agriculture, animal husbandry, fisheries, pharmaceuticals, and other exact sciences
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2011)" : 8 Documents clear
Keputusan Petambak Menerapkan Teknologi Budidaya Udang dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petambak Di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Yasin
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v1i2.1863

Abstract

The objective this research was to understand : (1) level of adopted shrimp culture technology in Regency of Parigi Montang, (2) the internal factor influences on decision of pond’s owner in adopting of the shrimp cultivation technology, (3) the external factor  influences on decision of pond’s owners in adopting of shrimp cultivation technology, (4) internal and external factor influences on decision of pond’s owner in adopting of the shrimp cultivation technology, (5) the pond’s owner decision influences in adopting of the shrimp cultivation technology on household income level earned by pond’s owners, (6) feasibility level of the shrimp cultivation business in Regency of Parigi Moutong.  The method used in this research is a descriptive and verificative method, data collecting method made use a survey. Meanwhile its sampling is a stratified random sampling. The collected data consist of primary and secondary data. The primary data collection was carried out by observation, interview, and questionnaires, and its secondary data was obtained through a literature study. And data analysis applies a Principal Component Analysis (PCA), Path Analysis, and Business Feasibility Analysis. The research findings showed that adopting of the shrimp culture technology in Regency of Parigi Montang is still low one. Meanwhile, hypothetical testing output demonstrated that internal and external factors have simultaneously and partially influences on decision of pond’s owners in adopting of the shrimp cultivation technology in this regency. Decision of pond’s owners in adopting of the shrimp cultivation technology also affect on household incomes of the pond owners. The shrimp cultivation business in this Regency of Parigi Moutong  has still a good potential to be managed. ****Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat penerapan teknologi budidaya udang di Kabupaten Parigi Moutong, (2) pengaruh faktor internal terhadap keputusan petambak dalam menerapkan teknologi budidaya udang, (3) pengaruh faktor eksternal terhadap keputusan petambak dalam menerapkan teknologi budidaya udang, (4) pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap keputusan petambak menerapkan teknologi budidaya udang, (5) pengaruh keputusan petambak dalam menerapkan teknologi budidaya udang terhadap pendapatan rumah tangga petambak, (6) tingkat kelayakan usaha budidaya udamg di Kabupaten Parigi Moutong. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif, metode pengumpulan data adalah survey. Teknik sampling yang digunakan adalah Srtatifed ramdom sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi, wawancara dan kuesioner, sedang data sekunder dikumpulkan melalui penelusuran pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan principal component analysis, path analysis, dan analisis kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi budidaya udang di Kabupaten Parigi Moutong masih rendah. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap keputusan petambak dalam menerapkan teknologi budidaya udang di Kabupaten Parigi Moutong. Keputusan petambak dalam menerapkan teknologi budidaya udang berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga petambak. Usaha budidaya udang di Kabupaten Parigi Moutong masih layak untuk dikelola.
Makna Kebahagiaan Integratif Rostiana Rostiana
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v1i2.1873

Abstract

There are two dominant approaches of happiness based on etic perspective, hedonic approach as represented by Subjective Well Being-Diener’s theory and eudaimonic approach  as represented by Psychological Well Being – Ryff’s theory. However the implementation in one culture has to considered the emic perspective. The researcher found in preliminary research that happiness in emic perspective from Jakarta citizens (170 subjects) is perceived not just in hedonic and eudaimonic perspective, but also contained spiritual meaning such as closeness to God. Based on the preliminary research, this study is aimed to prove the model of integrative happiness that formulated by hedonic, eudaimonic and spiritual dimensions. Data were collected by using questionnaires from 750 urban people living in Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi, and to be analyzed by SEM with Lisrel programme. The result showed that integrative model of happiness fit with empirical data (chi square= 42,19; df =34; p value = 0,16; RMSEA= 0,02; GFI = 0,99).. Eudaimonia is found to be the dominant factor for happiness. Based on this integrative model of happiness, it can be stated that happiness people are those people that have purpose in life, show more positive emotion than negatif emotion and act patient in life.****Ada dua pendekatan yang dominan dalam membahas kebahagiaan berdasarkan perspektif etic (universal) yaitu hedonia yang direpresentasikan dalam teori Diener dan eudaimonia dalam teori Ryff. Namun penerapannya dalam konteks budaya tertentu perlu mempertimbangkan perspektif emic (lokal).  Melalui kajian awal pada masyarakat Jakarta (170 subyek) peneliti menemukan bahwa kebahagiaan tidak hanya dipahami  secara hedonik atau eudaimonik saja tapi juga mencakup makna spiritual. Berdasarkan kajian awal tersebut, penelitian ini ditujukan untuk membuktikan model kebahagiaan integratif yang mencakup hedonia, eudaimonia dan spiritual. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada 750 responden yang berdomisili di jakarta, Bogor-Tangerang-Bekasi dan dianalisis melalui SEM dengan bantuan program lisrel. Hasilnya menunjukkan model kebahagiaan integratif terbukti sesuai dengan kondisi empirik (chi square= 42,19; df =34; p value = 0,16; RMSEA= 0,02; GFI = 0,99). Dalam penelitian ini terbukti eudaimonia merupakan faktor dominan dalam kebahagiaan integratif. Melalui model tersebut dapat dikatakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang memiliki tujuan hidup, memperlihatkan lebih banyak emosi positif daripada emosi negatif dan bertindak sabar dalam hidupnya.
Studi Korosi Baja Karbon dalam Larutan Klorida yang Mengandung Hidrogen Sulfida dengan Menggunakan Metode Weight Loss Agus Solehudin
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v1i2.1865

Abstract

In this study, the influence of temperature and H2S concentration on corrosion rate of API 5LX65 carbon steel in 3.5% NaCl solution, pH 4 and rotation speed of 50 rpm during 24 hours have been studied by using weight loss method. The experimental results of carbon steel corrosion in 3.5% NaCl solution containing 500 mg/l H2S at 25, 50, 80, and 97oC showed that steel corrosion rate increases with temperature rise from 25oC to 80oC and decreases at temperature of 97oC. While the experimental results of carbon steel corrosion in 3.5% NaCl solution at 80oC with H2S concentration varied from 10 to 750 mg / l, showed that steel corrosion rate raises with increasing concentration of H2S from 10 to 500 mg / l, and declines at H2S concentration of 750 mg / l. Combined observation using SEM, EDS and XRD showed that the layer of corrosion product is formed. Results of XRD analysis on corroded specimens at 80oC during 24 hours, showed that the corrosion product film consists of iron sulfide (FeS). The surface morphology of these specimens shows the occurrence of pitting attack.****Pada penelitian ini, telah dipelajari pengaruh temperatur dan konsentrasi H2S terhadap laju korosi baja karbon API 5LX65 yang direndam selama 24 jam dalam larutan NaCl 3,5% menggunakan metoda kehilangan berat dengan temperatur dan konsentrasi H2S bervariasi pada pH 4 dan laju putar 50 rpm. Hasil percobaan korosi baja karbon dalam larutan NaCl 3,5% yang mengandung H2S 500 mg/l pada temperatur 25, 50, 80, dan 97oC, menunjukkan  bahwa laju korosi meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur dari 25 oC  sampai  80oC dan menurun kembali pada temperatur 97oC. Sedangkan hasil percobaan korosi baja karbon dalam larutan NaCl 3,5% dan pH 4 selama 24 jam, laju putar 50 rpm, dan temperatur 80oC, pada berbagai konsentrasi H2S dari 10 sampai 750 mg/l menunjukkan  bahwa laju korosi meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi H2S dari 10 s/d 500 mg/l, dan menurun kembali pada konsentrasi 750 mg/l. Gabungan pengamatan SEM, EDS dan XRD menunjukkan terbentuknya lapisan produk korosi. Hasil analisa XRD spesimen uji yang dikorosikan pada temperatur 80oC selama 24 jam menunjukkan bahwa lapisan produk korosi mengandung besi sulfida (FeS). Morfologi permukaan spesimen ini memperlihatkan adanya korosi sumuran.
Kendali Tektonika terhadap Morfometri Bentang Alam Gunungapi Sunda, Jawa Barat Nana Sulaksana
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v1i2.1867

Abstract

Sundanese Volcano were built by two geological systems, as reflected by its geomorphologic appearances. First, the system of tertiary sedimentary rocks stratigraphically composed by Subang Formation and successively overlayed by Kaliwangu and Citalang Formations, and Second, the quaternary volcanic rock system. This research aims to find out tectonic control on both systems by analyzing the morphometry features, and the indication of watershed morphology, by the application of the statistical verification. Data were collected through field observation including the measurement of fractures and other geomorphologic features. The Landsat image analysis and digital topographic interpretation have been undertaken to obtain the data on river segment, the direction of lineament, drainage density, bifurcation ratio of river segment, geomorphological index of Vt (high-low ratio of the valley), Vratio (cross-valley ratio), SL (index gradient of the river), Smf (Mountain-front sinuosity), and Facet percentage (Facet face of the mountains).The geomorphologic features were controlled by the tectonic development. General pattern of the azimuth direction of the fracture, the direction of alignment and the river segments in the Tertiary rocks system exhibited the same direction as the general pattern of fracture azimuth, the direction of alignment and direction of river segments in Quaternary volcanic rocks system. The tectonic control on the Tertiary rocks continued to the Quaternary volcanic rocks. Neo-tectonic evolved the Tertiary sedimentary rocks and the Quaternary volcanic rocks systems. The difference value watershed morphometry, as well as the geomorphological index values on Tertiary sedimentary rocks and Quaternary volcanic rocks demonstrated that the intensity of tectonics differ significantly in both groups. It is presumed that the tectonics in the Quaternary system was more active than the Tertiary system. In conclusion, the Tertiary and Quaternary rocks were influenced by neo-tectonics manifested in a variety of geomorphological features such as typical geomorphic depression (wedging), identifying landslides in both Tertiary and Quaternary rocks systems. The evidence might be important in analyzing the occurances of the landslide in Purbaleunyi highway connecting Jakarta and Bandung which are strongly presumed to be closely related to the neo-tectonic activities. Similarly, the attention should be drawn to anticipate the acute landsliding in the planned Cileunyi-Cirebon highway connecting Bandung and Cirebon.****Gunungapi Sunda tersusun atas dua sistem geologi yang dicerminkan oleh kenampakan geomorfologinya yaitu sistem batuan sedimen tersier yang secara stratigrafi tersusun oleh Formasi Subang dan di atasnya secara tidak selaras ditutupi Formasi Kaliwangu dan Formasi Citalang serta sistem batuan vulkanik kuarter. Metode penelitian dengan analisis variabel morfometri berupa Daerah Aliran Sungai dan Indeks Geomorfologi, serta verifikasi uji statistik. Pengambilan data dilakukan dengan melalui penelitian lapangan meliputi pengukuran azimut kekar, serta penelitian geologi lapangan lainnya. Sementara analisis melalui citra Landsat dan dijital topografi dilakukan untuk mendapatkan data arah segmen sungai, arah kelurusan, kerapatan aliran, nisbah percabangan sungai, indeks geomorfologi Vf (Perbandingan tinggi rendah lembah), Vratio (Rasio penampang lembah), SL (Indeks gradien sungai), Smf (Sinusitas muka pegunungan/ Mountain-front sinusosity), dan Facet % (Facet muka pegunungan). Pola umum azimut kekar, arah kelurusan dan arah segmen sungai pada sistem batuan sedimen Tersier memiliki arah yang sama dengan pola umum azimut kekar, arah kelurusan dan arah segmen sungai pada sistem batuan vulkanik Kuarter. Kendali tektonika yang signifikan pada batuan Tersier berlanjut hingga ke Kuarter. Dengan demikian neotektonik berkembang pada sistem batuan sedimen Tersier dan sistem batuan vulkanik Kuarter. Perbedaan nilai morfometri DAS, serta nilai indeks geomorfologi pada sistem batuan sedimen Tersier dan sistem batuan vulkanik Kuarter menunjukan bahwa intensitas tektonik pada kedua kelompok batuan berbeda. Dapat ditenggarai bahwa tektonika pada sistem Kuarter lebih aktif dari pada sistem Tersier. Secara keseluruhan batuan yang berumur Tersier dan Kuarter dipengaruhi oleh neotektonik yang dicirikan oleh berbagai fenomena geomorfologi berupa morfologi khas/ unik dan adanya zona depresi (wedging) yang dapat diidentifikasi serta longsor yang kerap terjadi pada penyebaran kedua sistem terebut. Nampaknya kejadian longsor pada bahu jalan tol Purbaleunyi tidak terlepas dari gejala neotektonik ini, selanjutnya untuk menjadi perhatian dalam perencanaan jalan tol Cileunyi - Cirebon yang akan datang.
Dekolorisasi Zat Warna Remazol Biru Menggunakan Isolat Jamur Indigenous Asal Limbah Batik Ina Darliana; Nia Rossiana; Mia Miranti
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v1i2.1859

Abstract

Research on decolorization of remazol blue dye by using indigenous fungi isolate from batik waste water has been conducted from February to June 2011. This research was objected to analyze the efficiency of decolorization process of remazol blue dye that used in batik industry by using Aspergillus sp., an indigenous fungi, that isolated from batik waste water. Descriptive and experimental methods were used in this research.. The waste used was simulated from a mixture of remazol blue dye with concentrations of 50 mg/L, 100 mg/L and 200 mg/L. Decolorization process was done under submerged fermentation (SmF) on a rotary shaker at 100rpm for 7 days incubation. The result showed that the efficiency decreased level of color, BOD (biochemical oxygen demand) and COD (chemical oxygen demand) were 80-90%.****Penelitian tentang dekolorisasi  zat  warna  remazol biru menggunakan isolat jamur indigenous asal limbah batik telah dilakukan pada bulan Februari - Juni 2011. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efisiensi dekolorisasi zat warna remazol biru yang digunakan pada industri batik menggunakan Aspergillus sp., yaitu jamur indigenous hasil isolasi dari limbah batik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dan eksperimental. Limbah yang digunakan adalah limbah buatan dari campuran zat warna remazol biru dengan konsentrasi 50 mg/L,100 mg/L dan 200 mg/L. Proses dekolorisasi dilakukan dengan teknik fermentasi terendam (submerged fermentation) pada rotary shaker dengan kecepatan 100 rpm selama 7 hari inkubasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penurunan kadar warna, BOD (biochemical oxygen demand) dan COD (chemical oxygen demand) mencapai 80–90%.
Imunogenisitas dan Keamanan Vaksin Tetanus Difteria (Td) pada Remaja sebagai Upaya Mencegah Reemerging Disease di Indonesia Eddy Fadlyana; Kusnandi Rusmil; Herry Garna; Iwin Suwarman; Soenarjati Soedigo Adi; Novila Sjafri Bachtiar
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v1i2.1869

Abstract

Di Indonesia berpotensi terjadi reemerging disease difteria akibat belum adanya program imunisasi ulang yang berkesinambungan pada remaja. Untuk menilai imunogenisitas dan keamanan vaksin tetanus, difteria (Td) yang diberikan sebagai imunisasi ulang pada remaja, dilakukan uji klinis prospective, randomized double-blind controlled terhadap 296 pelajar remaja sehat di kota Bandung, usia 10–18 tahun, pada September 2007–September 2008. Sebanyak 296 remaja sebagi subjek penelitian, dibagi 2 kelompok secara acak sederhana. Kelompok I mendapat dosis suntikan 0,5 mL yang diberikan intramuskular. Kelompok II mendapat vaksin TT sebagai kontrol. Pemeriksaan darah dilakukan sebelum dan 1 bulan setelah imunisasi menggunakan teknik enzyme-linked immunosorbent assays (ELISAs). Data tentang keamanan dikumpulkan sampai 1 bulan sejak imunisasi menggunakan buku harian. Konsentrasi antibodi seroproteksi (0,1 IU/mL) terhadap difteria dan tetanus mencapai  93,2% and 100,0%. The geometric mean titer (GMT) terhadap difteria meningkat bermakna dari 0,0618 IU/mL ke 0,7583 IU/mL (p<0,001), dan terhadap tetanus meningkat bermakna dari 0,4413 IU/mL ke 14,4054 IU/mL (p<0,001). Nyeri pada tempat suntikan terjadi pada 20,3% kelompok Td dan 18,2% pada TT (p=0,028). Demam >37,5°C sedikit terjadi pada kedua kelompok (Rentang Td: 0,7-4,7%; Rentang TT: 3,4–6,7%). Tidak terdapat reaksi serius dan semua penerima vaksin dapat menerimanya dengan baik. Imunisasi ulang Td meningkatkan kadar immunoglobulin spesifik protektif terhadap difteria dan tetanus, serta aman diberikan pada remaja.
Senyawa Steroid dari Kulit Batang Tumbuhan Suren (Toona Sureni) Ira Lestari
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v1i2.1861

Abstract

Toona sureni is a higher plant which belongs to Meliaceae family and widely distributed in the tropical countries such as Nepal, India, Bhutan, Myanmar, Indo-China, South China, Thailand, Malaysia, Papua New Guinea and Indonesia. Toona sureni is traditionally widely used to treatment of  malaria, diarrhea, and as an insecticide. T. sureni is potential as a source of secondary metabolites especially triterpenoid, steroid and flavonoids. The purpose of this study is to isolate and determinate chemically the compounds from the ethyl acetate extract of the stem bark of T. sureni. The stem bark of T. sureni gradually macerated with n-hexane and ethyl acetate at room temperature. The ethyl acetate extract was separated their compounds by using a combination of column chromatography on silica gel to yield two compounds. The chemical structure of compounds was determined based on spectroscopy method as well as by comparison to related compounds previously reported, and was determined as a compound with steroid skeleton stigmastan namely 3β-D-galactose-sitosterol (1) and 3β-D-galactose sitosterol non-3-enoic (2). Based on literature searches both compounds were first discovered in the species T. sureni, while compound 2 was for the first time found in the Toona marga.****Toona sureni adalah tumbuhan tinggi yang tergolong famili Meliaceae dan terdistribusi luas di daerah tropis seperti Nepal, India, Bhutan, Myanmar, Indo-China, Cina Selatan, Thailand, Malaysia, Papua Nugini dan Indonesia. Tumbuhan Toona sureni merupakan spesies dari keluarga Meliaceae yang secara tradisional banyak digunakan untuk mengobati malaria, diare, dan insektisidal. Tumbuhan T. sureni berpotensi sebagai sumber senyawa metabolit sekunder seperti triterpenoid, steroid dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan struktur kimia senyawa dari ekstrak etil asetat kulit batang tumbuhan T. sureni. Ekstrak kulit batang T. sureni dimaserasi secara bertahap dengan n-heksana dan etil asetat. pada suhu kamar. Ekstrak etil asetat dipisahkan senyawa-senyawanya dengan menggunakan kombinasi kromatografi kolom pada silika gel sehingga dihasilkan dua senyawa. Struktur kimia senyawa-senyawa tersebut ditetapkan berdasarkan metoda  spektroskopi serta dengan perbandingan spektrum senyawa analog yang diperoleh sebelumnya, sehingga diidentifikasi sebagai senyawa dengan kerangka steroid stigmastan yaitu 3β-D-galaktosa-sitosterol (1) dan 3β-D-galaktosa-sitosterol non-3-enat (2). Berdasarkan penelusuran literatur kedua senyawa tersebut ditemukan pertama kali pada spesies T. sureni, sedangkan senyawa 2 untuk pertama kali ditemukan dari marga Toona.
Pengaruh Pemberian Air Minum Mengandung Probiotik dan Temulawak pada Performansi Ayam Broiler Kartiawati Alipin
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v1i2.1871

Abstract

The research was held to find out the effect of probiotic and temulawak in drinking water  on the performance of broiler. This research used 144 day old chick (DOC) final stock “Arbor Acres CP 707”. Factorial Completely Randomized Design (CRD) was used in this research. There were six treatments and four replications. The treatments were P0T0= control, P1T1= probiotic 109 cell/ml + 0,25 g/l temulawak, P1T2 = probiotic 109 cell/ml + 0,50 g/l temulawak, P1T0 = probiotic 109 cel/ml, P0T1= 0,25 g/l temulawak, P0T2 = 0,50 g/l temulawak. Probiotic was gave every day and extract temulawak was feed once time a week in drinking water during five weeks. The observed variables were feed consumption, body weight gain, feed conversion, Salmonella sp population and blood cholesterol. The result of research indicates that probiotic 109 cell/ml and temulawak 0,50 g/l in drinking water have not significant effect of broiler performance, but have decreasing effect of Salmonella population and blood cholesterol.****Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan probiotik dan ekstrak temulawak dalam air minum terhadap performansi ayam broiler. Dalam penelitian ini digunakan  DOC final stock “Arbor acres CP 707” sebanyak 144 ekor dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari enam macam perlakuan dan empat kali ulangan. Ke-enam perlakuan tersebut yaitu: P0T0= kontrol, P1T0 = probiotik109sel/ml,P0T1=0,25g/ltemulawak,P1T1=0,25g/ltemulawak+probiotik109sel/ml,P0T2=0,50g/ltemulawak,P1T2=0,50g/ltemulawak+probiotik109sel/ml. Penambahan probiotik diberikan dengan frekuensi setiap hari sedangkan ekstrak temulawak satu kali perminggu melalui air minum selama lima minggu. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, populasi mikroba patogen Salmonella sp dan kadar kolesterol darah. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pemberian probiotik 109 sel/ml dan temulawak dosis 0,50 g/l air minum belum dapat meningkatkan performan ayam broiler. Namun demikian dari hasil penelitian dapat diketahui pemberian probiotik dan temulawak secara kombinasi pada dosis 0,50 g/l sebagai perlakuan yang memberikan pengaruh penurunan populasi Salmonella dan kadar kolesterol darah.

Page 1 of 1 | Total Record : 8