cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
OPTIMASI FORMULA EDIBLE FILM BERBASIS AMILOPEKTIN PATI SINGKONG DAN KARAGENAN Heri Purwoto, G Jeni Christi A
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2091

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan formula optimum antara amilopektin pati singkong dan karagenan sebagai bahan baku edible film. Program Design Expert 7.0.0 (trial version) dengan Response Surface Methodology (RSM) Central Composite Design (CCD) digunakan untuk mengoptimasi formula edible film. Variabel bebas yang digunakan yaitu persentase amilopektin, karagenan dan gliserin. Variabel respon yang diukur dan dioptimasi yaitu laju transmisi uap air, kuat tarik dan modulus elastisitas. Hasil optimasi dari program Design Expert 7.0.0 merekomendasikan 15 solusi optimasi dengan nilai desirability tertinggi sebesar 0.821. Formula satu dipilih untuk divalidasi dengan faktor-faktor yaitu amilopektin 3.00 %, karagenan 2.00 %, dan gliserin 2.00 %. Nilai respon prediksi untuk laju transmisi uap air sebesar 16.331 g/m2/24 jam, kuat tarik sebesar 180.657 kgf/cm2 dan modulus elastisitas sebesar 139.262 kgf/cm2. Nilai hasil validasi untuk laju transmis uap air sebesar 16.1027 g/m2/24 jam, kuat tarik sebesar 208.42 kgf/cm2 dan modulus elastisitas sebesar 183.05 kgf/cm2, sehingga solusi yang direkomendasikan oleh program sudah cukup baik.
KAJIAN PEMBUATAN PAKAN LOKAL DIBANDING PAKAN PABRIK TERHADAP PERFORMAN AYAM KAMPUNG DI GORONTALO Sindu Akhadiarto
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2092

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Informasi Jagung (BKPPIJ), Provinsi Gorontalo, selama 10 minggu. Tujuan penelitian adalah mengetahui performans (penampilan) ayam lokal yang diberi pakan dari bahan baku lokal (buatan sendiri) dibandingkan dengan pakan buatan pabrik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam kampung (lokal), umur satu hari (DOC), sebanyak 200 ekor. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pakan lokal dengan protein 16,2% (A), 17,7 % (B), 21,5 % (C), dan sebagai pembanding pakan industry (pabrik) protein 20,2 % (D). Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, dilakukan dengan Analisa Sidik Ragam. Pengujian selanjutnya dilakukan dengan uji Jarak menurut prosedur Duncan. Berdasarkan analisis ekonomi menunjukkan bahwa pembuatan pakan dari bahan baku lokal dengan protein 17,7 % dan energi metabolisme 2.323 Kkal/kg (Perlakuan B), ternyata memberikan keuntungan paling baik (R/C = 1,49), dibandingkan dengan pakan industri (Perlakuan D) dengan R/C = 1,19. Oleh karena itu, pemberian pakan ayam yang dibuat dari bahan baku lokal cukup potensi dikembangkan di Gorontalo.
PROSES PINTAS PENGOLAHAN KAKAO SKALA UKM STUDI KASUS DI LUWU SUL-SEL Lamhot P. Manalu, M. Yusuf Djafar, Tri Yoga Wibawa, Himawan Adinegoro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2093

Abstract

UKM pengolahan kakao yang ada di Indonesia umumnya mempunyaipermasalahan yang sama antara lain peralatan yang kapasitasnya rendah,permodalan, bahan baku (biji kakao) yang sedikit serta akses informasi daninovasi. Kapasitas peralatan pengolahan produk antara kakao yang menghasilkanlemak dan bubuk kakao sangat kecil sehingga tidak efisien dan sulit untukmendapatkan keuntungan. Oleh karena itu kajian ini dilakukan untuk mempelajarikinerja peralatan pengolahan kakao agar proses pengolahan dapat dioptimalkandan lebih efisien. Kajian ini dilakukan di sebuah UKM di Kabupaten Luwu SulawesiSelatan dengan pertimbangan bahwa daerah ini merupakan sentra kakao danperalatan pengolahan yang digunakan sama atau sejenis dengan lokasi lain diIndonesia. Hasil studi ini menyimpulkan antara lain bahwa dengan kapasitaspengolahan saat ini produk maksimal yang dapat dicapai adalah sekitar 5 kg bubukdan 3 kg lemak kakao per hari atau sekitar 100 kg bubuk dan 60 kg lemak dalamsatu bulan, dimana 95% dari tenaga yang dibutuhkan dihabiskan untuk alatkoncing atau proses pembubukan. Untuk mengoptimalkan kapasitas produksi danmeminimalkan penggunaan energi maka disarankan bahwa pengolahan kakaodibatasi hanya sampai pada produk pasta dimana dapat dihasilkan 200 kg pastaper hari atau 4 ton per bulan.
SIMULASI DAN ESTIMASI KEBUTUHAN ENERGI SISTEM GASIFIER DENGAN BAHAN BAKU BATUBARA SUMSEL DAN KALSEL Abdul Ghofar, Rudy S. Sitorus, Erbert F. Endro Wahju T., Moch. Ismail, M.Tandirenung, Derina P.
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2094

Abstract

Batubara yang melimpah di Indonesia dapat dijadikan sebagai bahan bakualternatif untuk industri petrokimia. Namun demikian, diperlukan teknologipengolahan yang tepat supaya dapat digunakan secara optimal sesuai dengankarakteristik batubara yang ada di Indonesia. Salah satu teknologi pengolahanbatubara adalah gasifikasi untuk menghasilkan synthetic gas (syngas). Terdapatbeberapa jenis teknologi gasifikasi antara lain Fixed Bed, Fludized Bed, danEntrained Bed. Penelitian ini bertujuan mencari keunggulan dari masing-masingteknologi dari segi kebutuhan energi, produk syngas, biaya modal, dan biayaoperasional proses ysng disimulasikan dengan menggunakan aspen plus. Sampelbatubara yang digunakan dalam simulasi ini berasal dari empat daerah di wilayahpotensial penghasil batubara yakni dua daerah di wilayah Sumatera Selatan(Keluang dan Babat Tomang) dan dua daerah di wilayah Kalimantan Selatan(Pendopo dan Sebuku). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teknologiyang sesuai dengan karakteristik batubara Indonesia adalah teknologi fluidized beddan entrained bed. Di mana untuk teknologi fluidized bed membutuhkan energilebih rendah walaupun syngas yang dihasilkan lebih sedikit serta modal dan biayaoperasional yang lebih tinggi dibandingkan entrained bed dan fixed bed.Sedangkan untuk teknologi entrained bed menghasilkan syngas yang lebih banyakdan ramah lingkungan walaupun teknologi ini membutuhkan energi yang lebihtinggi.
ELIMINASI SENYAWA AZOBENZENE PADA LIMBAH BATIK MENGGUNAKAN NANOKATALIS Fe3O4/SiO2/TiO2 DAN SINAR MATAHARI Siti Wardiyati, Adel Fisli Sari Hasnah Dewi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2095

Abstract

Bahan nanokatalis magnetik Fe3O4/SiO2/TiO2 telah berhasil disintesis denganmetode gabungan yaitu presipitasi dan sol-gel menggunakan prekursor besioksida, tetraethyl ortho silicate dan tetrabuthyl orthotitanate. Untuk mengetahuikinerja katalitik bahan tersebut dilakukan eliminasi limbah batik warna orange dariPT. Roro djonggrang Yogyakarta. Limbah batik warna orange dari PT. Rorodjonggrang Yogyakarta mengandung senyawa azo yang banyak digunakan olehindustri tekstil. Senyawa azo merupakan pewarna sintetis yang berbahaya bagilingkungan, oleh karena perlu dilakukan eliminasi untuk menurunkan kandungansenyawa tersebut sebelum dibuang ke lingkungan. Parameter percobaan yangdilakukan pada penelitian ini adalah pH larutan, waktu iradiasi, jenis sinar dandosis katalis. Dari hasil percobaan diperoleh kondisi optimal proses eliminasilimbah batik warna orange menggunakan nanokatalis magnetik Fe3O4/SiO2/TiO2dicapai pada pH larutan limbah 2,0 – 4,0; waktu iradiasi sekitar 2 – 3 jam; dandosis katalis katalis 1,0g/L. Pada kondisi tersebut bahan nanokatalis magnetikFe3O4/SiO2/TiO2 mampu mengeliminasi warna orange hingga 90 %. Daripercobaan ini terbukti bahwa pengolahan limbah warna menggunakan nanokatalismagnetik Fe3O4/SiO2/TiO2 sangat efektif kerena sederhana, praktis, dan efisienserta ekonomis karena dapat dilakukan di bawah sinar matahari langsung dankatalis dapat dipakai ulang.
STUDI RANCANGAN KENDARAAN RESPON DNA UNTUK MENDUKUNG PELAYANAN PRIMA POLRI DI ACEH Fadli C. Megawanto; Kuwat Darmanto; Teguh Budi Prasojo
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v12i2.2202

Abstract

Abstrak Tantangan pelaksanaan tugas kepolisian terkait erat dengan situasi kondisi dan perkembangan lingkungan medan tugas serta kesiapan sumber daya. Keterbatasan personil, sarana serta jarak jangkau antar kantor wilayah kepolisian, akan mengurangi pelayanan prima tugas kepolisian. Oleh karenanya dibutuhkan sarana bantu peralatan material khusus kepolisian (Almatsus Polri) yang bersifat bergerak (mobile). Salah satu upaya untuk mendukung tugas kepolisian dalam penanganan , pencarian dan pengumpulan informasi identitas diri pada proses penyidikan, bantuan korban kejahatan kriminal, teroris, kecelakaan, bencana dan sebagainya, maka polri perlu dilengkapi peralatan pendukung dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Salah satunya adalah tersedianya kendaraan khusus lapangan yang dilengkapi peralatan respon DNA. Peralatan respon DNA yang dibawa kendaraan ini akan digunakan mengidentifikasi, menghimpun dan menginventarisir file - file khas karakter DNA tubuh. Korban. Selanjutnya melalui kegiatan litbangyasa Puslitbang POLRI dan BPPT dilakukan survei penelitian kebutuhan kendaraan respon DNA di wilayah POLDA Aceh dan dilakukan perancangan Kendaraan Respon DNA.  Kedepan diharapkan hasil rancang bangun Kendaraan Respon DNA akan dapat diwujudkan untuk digunakan sinergi bersama dikesatuan kewilayahan POLRI yang tidak / belum dilengkapi peralatan respon DNA . Kata kunci : kepolisian, kendaraan respon DNA, DNA.
FC Eka Febriyanti
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.2215

Abstract

POTENSI PEMBENTUKAN KERAK PADA INSTALASI DESALINASI NUKLIR MED DENGAN AIR UMPAN DARI TELUK MANGGRIS Siti Alimah Djati H. Salimy
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.2229

Abstract

Pada tahun 2025 diperkirakan terjadi defisit kebutuhan air bersih pendudukPulau Bangka, dan jika diasumsi sekitar 30 % air bersih untuk penduduk danfasilitas PLTN dipasok dari instalasi desalinasi MED (Multi-Effect Distillation)dengan energi panas nuklir, maka kapasitas produksi 90.000 m3/hari. Salah satupermasalahan dalam instalasi desalinasi thermal adalah pembentukan kerakdalam permukaan perpindahan panas. Pembentukan kerak dalam instalasidesalinasi MED disebabkan oleh deposisi garam inorganik seperti kalsiumkarbonat, kalsium sulfat dan magnesium hidroksida. Kerak pada permukaanperpindahan panas dapat menurunkan laju perpindahan panas, yang akanberimplikasi pada penurunan kinerja dan efisiensi proses. Tujuan studi adalahmenganalisis potensi pembentukan kerak dalam instalasi desalinasi MED,dengan air umpan dari Teluk Manggris. Metode yang digunakan adalah kajianliteratur dan analisis berdasar perhitungan. Hasil studi menunjukkan bahwaterdapat potensi timbulnya kerak yang disebabkan oleh CaSO4 yangdiindikasikan dengan positifnya harga indeks pengerakan (SI) sebesar 23,408.Potensi timbulnya kerak CaCO3 tidak ada, karena diperoleh harga LSI negatifdengan nilai -0,63. Namun air potensial bersifat korosif sehingga pertimbangandalam pemilihan bahan alat perlu dilakukan. Selain itu juga terdapat potensiterbentuknya kerak Mg(OH)2.
EFECT OF Cu ADDED TO ELECTRICITY PROPERTIES MULTI WALLED CARBON NANOTUBES-CUPPER-POLYVINYL ALCOHOL COMPOSITE ( MWCNT-Cu-PVA ) P.Purwanto, Muflikah
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.2230

Abstract

Komposit MWCNT-Cu-PVA dibuat dengan mencampurkan serbuk MWCNT danserbuk Cu dengan variasi konsentrasi Cu 1% dan 4% berat. Selanjutnya keduabahan tersebut diadukdengan metode metalurgi serbuk selama 1 jam. Hasil poladifraksi sinar-X komposit MWCNT-Cu-PVA menunjukkan adanya puncak CNTdan Cu dengan pola sama. Spektroskopi Raman menunjukkan bahwa D bandmuncul pada 1310-1320 cm-1, puncak harmonik kedua G band muncul padaRaman shift 1605–1615 cm-1. Konduktivitas komposit MWCNT-Cu-PVAmeningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi, namun nilai kapasitasnyasemakin menurun. Titik puncak kurva cole-cole plot pada komposit MWCNT-Cu-PVA, yang merupakan perbedaan titik dimana suatu bahan bekerja secara efektifpada frekuensi tertentu.
PENENTUAN TEMPERATUR OPERASIONAL “ROD HANGER TUBE HEATER” AGAR MENCAPAI UMUR OPERASI DESAIN Hadi Sunandrio
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.2238

Abstract

Rod Hanger Tube Heater yang sudah beroperasi sekitar ± 7 bulan akan tetapibelum dilengkapi dengan best practice berapa lama MTBF (Mean Time BetweenFailure) atau Life Time nya. Oleh karena itu dibutuhkan pengujian untukmengetahui berapa sebenarnya Life Time dari Rod Hanger, yang nantinya akanmenjadi acuan MTBF dari Rod Hanger tersebut. Pada tulisan ini akan disajikansuatu hasil pengujian mulur (creep test) dari Rod Hanger, yang kemudiandiekstrapolasi sehingga akan menghasilkan grafik LMP vs tegangan, yangmerupakan kombinasi tiga parameter yaitu waktu (time to rupture), logaritmategangan dan suhu operasi menjadi satu kurva yang disebut Kurva MasterLarson-Miller Parameter (LMP Master Curve). Selanjutnya parameter ini dapatdigunakan untuk menghitung umur pakai Rod Hanger yang dioperasikan padasuhu tinggi, dengan menggunakan persamaan Larson-Miller Parameter (LMP)

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue