cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
KAJIAN TEKNIS MODIFIKASI SENJATA LARAS PANJANG UNTUK PRAJURIT TNI Fadli Cahya Megawanto
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.2249

Abstract

Rekayasa alutsista melalui modifikasi teknis (re-engineering) dengan kemampuan mandiri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi industri pertahanan nasional. Memodifikasi senjata api M-16 sebagai senjata serbu ringan laras panjang, berkaliber 5.56 mm menjadi senjata laras pendek untuk pertempuran jarak pendek di kapal dapat menginisiasi rancang bangun senjata untuk prajurit TNI AL. Dalam kajian pertempuran di dalam ruang kapal, penggunaan senjata laras panjang standar TNI tipe M-16 dirasa kurang optimal. Ruang gerak prajurit yang sempit dengan jarak tembak relatif dekat, maka senjata serbu laras pendek akan lebih baik. Berkaitan dengan hal tersebut senjata serbu M-16 milik TNI AL  dicoba dimodifikasi dengan cara pemendekan laras maupun penggantian laras sesuai postur dan misi tempur prajurit TNI. Dalam kajian disini ditelaah hasil modifikasi senjata laras panjang M16 yang sesuai untuk digunakan prajurit TNI namun tetap mempunyai kinerja penembakan yang optimal..
ANALISIS KERUSAKAN RADIATOR SEPEDA MOTOR 150cc amin suhadi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.2257

Abstract

Sepeda motor yang mempunyai kapasitas mesin relativ besar memerlukan pendingin yang efisien agar ketika beroperasi tidak mengalami panas yang berlebihan sehingga dapat merusak mesin tersebut.  Jika sepedamotor dengan kapasitas mesin kecil cukup menggunakan pendingin udara, maka untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin besar digunakan pendingin dengan sistim cairan, dan dikenal dengan nama radiator.  Jika radiator rusak maka sistim pendinginan tidak berjalan dengan baik sehingga berpotensi terjadi kebakaran pada mesin.  Pada penelitian ini di lakukan analisa terhadap kebocoran yang terjadi pada sebuah radiator sepeda motor 150 cc, tujuan penelitian adalah untuk mencari akar penyebab kerusakan dari radiator tersebut agar kerusakan serupa tidak terjadi pada produk sepedamotor yang sejenis.  Analisa yang dilakukan meliputi pemeriksaan permukaan patahan dengan cara analisa makro fraktografi, pemeriksaan struktur mikro, pemeriksaan komposisi kimia, pemeriksaan kekerasan dan pemeriksaan SEM (Scanning Electron Microscopy) serta pemeriksaan menggunakan EDS (Energy Dispersive Spectrometer).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa retak dan patahnya penopang radiator disebabkan adanya beban dinamis atau getaran yang terjadi pada konstruksi tersebut dan dipikul oleh pelat penopang radiator.  Bukti dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa karet yang berfungsi sebagai peredam getaran radiator pada posisi atas telah aus dan kendur sehingga fungsi peredaman tidak optimum lagi, sehingga pelat penopang radiator retak dan retaknya merambat ke kisi kisi yang berisi cairan pendingin dan mengakibatkan kebocoran.
SIMULASI NUMERIK HIDRODINAMIKA PADA DESAIN KONFIGURASI WAVE DEFLECTOR UNTUK KENDARAAN AMFIBI BERODA BAN Abdul Aziz
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.2273

Abstract

Wave deflector merupakan komponen pendukung pada kendaraan amfibi yang berfungsi untuk menghempaskan aliran fluida dari arah depan ke samping kendaraan sehingga meningkatkan faktor keselamatan pengendaraan kendaraan amfibi saat melakukan penyeberangan atau pendaratan dari kapal ke pantai. Saat ini desain kendaraan tembur beroda ban produk industri Hankam Indonesia belum dilengkapi Wave deflector. Oleh karenanya perlu dikaji dan dikembangkan  desain konfigurasi Wave deflector yang memiliki nilai tahanan air yang optimal dan sesuai dengan mission requirements. Pada tulisan ini disampaikan hasil penelitian dan pengembangan (research & development) Wave delector yang tepat. Basis evaluasi hidrodinamika dilakukan dengan perhitungan kinerja tahanan (resistance) konfigurasi desain Wave deflector serta diuji melalui simulasi numerik efek Wave making yang terjadi dari 3 (tiga) tipe konfigurasi desain Wave deflector yang digunakan pada kendaraan tempur. Parameter evaluasi yang dijadikan referensi meliputi : faktor besaran  tahanan air, kecepatan kendaraan, tinggi gelombang dan luasan permukaan wave deflector. Dari hasil simulasi numerik tersebut dapat dipilih  kelayakan desain (feasibility design) wave deflector yang sesuai dengan karakteristik tempur beroda ban yang digunakan. Dengan penggunaan konfigurasi Wave deflector yang tepat, maka akan meningkatkan keselamatan pengendaraan kendaraan panser amfibi dilapangan. Kata kunci : Wave deflector, Resistance , Wave making, Ranpur amfibi
KEMAMPUAN STRATEGIS PESAWAT UDARA NIR AWAK BPPT UNTUK DIOPERASIKAN DARI KAPAL PERANG akhmad rifai
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.2274

Abstract

AbstrakSalah satu cara pemenuhan Minimum Essential Force TNI-AL adalah melalui peningkatan kemampuan Alutsista yang sudah dimiliki. Peningkatan kemampuan tersebut dapat dilakukan dengan melengkapi kapal perang (KRI) dengan PUNA BPPT. Penempatan PUNA BPPT pada kapal perang TNI-AL akan mendukung fungsi operasionalnya, antara lain patroli perbatasan, pengawasan wilayah bahkan hingga pengintaian.Dalam naskah ini akan disajikan kemampuan jangkauan jarak, ketahanan dan ketinggian terbang PUNA BPPT yang relevan dengan pengoperasiannya dari kapal perang. Perhitungan parameter prestasi terbang PUNA BPPT akan dilakukan dengan pengolahan data uji terbang, dokumen perancangan, dan aproksimasi yang terkait.Meskipun PUNA belum mampu menggantikan keseluruhan fungsi helikopter di kapal perang, tapi beberapa fungsi penting tersebut dapat dikerjakan oleh PUNA. PUNA beroperasi dengan konsumsi bahan bakar yang sangat sedikit dan dapat bertolak dan mendarat dengan lebih mudah. Dengan sifat Nir Awak-nya, penggunaan PUNA mengurangi resiko terhadap keselamatan personel yang mengoperasikannya. Hal-hal ini menjadi acuan BPPT dalam mengembangkan PUNA yang dapat beroperasi dari kapal perang.   Kata kunci : PUNA KRI, PUNA BPPT, Flying Wing, Flight Range, Flight Endurance 
KAJIAN TRANSPORTASI SUNGAI MENGGUNAKAN KAPAL SEMIKATAMARAN Luhut Tumpal Parulian Sinaga
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.2483

Abstract

Suatu usaha rekayasa engineering pemakaian kapal dengan efek gelombang yang tidak merusak lingkungan dan mampu berlayar pada kedalaman perairan terbatas perlu dibuat dan dikembangkan. Bentuk rekayasa lambung yang digunakan adalah  mengurangi tegangan permukaan air dengan cara membuat body ganda (semacam Tunnel ) di bawah permukaan air. Untuk selanjutnya body ganda di bawah permukaan air ini dinamakan dengan Kapal Hull Semi Catamaran (HSC). Rekayasa lambung kapal HSC dilaksanakan dengan pembuatan beberapa buah model kapal dengan variasi bentuk dan ukuran Tunnel. Gelombang timbul akibat pergerakan Kapal HSC diobservasi di kolam uji yang bisa dikontrol kedalaman perairannya. Dari observasi percobaan model kapal  yang dilakukan , Body kapal bentuk HSC lebih unggul bila dibandingkan dengan penggunaan bentuk body kapal konvensional , beberapa keunggulan yang diberikan bentuk kapal HSC diantaranya adalah pola dan tinggi gelombang timbul akibat pergerakan kapal lebih baik, effisiensi propeller akan meningkat (aliran yang masuk  propeller disc lebih baik dan efisien serta sudut kemiringan poros bisa diperkecil), pengaruh wake bisa dikurangi karena air mati  (dead water) di daerah buritan kapal tereduksi. Diharapkan  penggunaan kapal Hull Semi Catamaran sangatlah efektif digunakan sebagai sarana transportasi sungai maupun laut ( Sea River Ship ). Pengembangan, rekayasa dan inovasi bentuk Hull Semi Catamaran   dilaksanakan di Laboratorium Hidrodinamika  (UPT-BPPH, BPP Teknologi).
PEMANFAATAN PESAWAT UDARA NIR AWAK (PUNA) UNTUK PEMANTAUAN MITIGASI BENCANA GUNUNG BERAPI Yomi Guno
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.2486

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan bagian dari Lingkaran Api Pasifik. Ini ditandai dengan banyaknya gunung berapi aktif yang menghiasi kontur wilayah Indonesia dari timur ke barat. Berdasarkan sejarah, rangkaian gunung berapi ini terbukti memiliki peranan penting dalam mempengaruhi iklim dunia. Hal ini masih berlangsung sampai hari ini hingga waktu yang akan datang. Oleh karena itu, pengetahuan yang cukup mendalam mengenai keberadaan rangkaian gunung berapi ini sangatlah penting untuk keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar wilayah Indonesia maupun masayarakat dunia. Pemantauan rangkaian gunung berapi ini merupakan tugas yang membutuhkan banyak tenaga dan fasilitas yang memakan biaya besar. Penggunaan pesawat tak berawak (PUNA) menawarkan solusi alternatif untuk pemenuhan tugas ini. Efisiensi dalam melaksanakan pemantauan seperti pengumpulan gambar termal di area sekitar gunung berapi serta pengumpulan data dan gambar yang lebih spesifik dapat dilakukan dengan biaya yang relatif lebih kecil. Hal ini bisa dilakukan karena biaya operasi PUNA yang lebih murah dan mudahnya mengatur sendiri jadwal pemantauan PUNA sesuai dengan kebutuhan. Kata Kunci: PUNA, UAV, Gunung berapi, Gambar termal
Evaluasi Performa Gerak Ranpur Medium Tank Indonesia (MTI) Guna Pemenuhan Persyaratan Teknis Operational Militer Apid Rustandi; Agus Suprianto; Nurhadi Pramana
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.2487

Abstract

Tahun 2014 Indonesia mendatangkan kendaraan tempur angkut personil (Armor Personal Carrier) Marder-1A3 dari Austria berkelas Infantry Fighting Vehicle untuk Infantri TNI-AD. Disamping itu didatangkan juga kendaraan tempur pemukul dan penghancur yang sesuai dengan medan geografis Indonesia, jenis Tank Leopard dari Jerman untuk Kavaleri TNI-AD. Indonesia memerlukan kendaraan tempur tank kelas menengah yang sesuai dengan medan geografis, untuk mendukung mobilitas pasukan dan mempunyai daya gempur tinggi. Oleh karena itu Indonesia mengembangkan rancangan kendaraan tempur jenis tank medium. Untuk mendapatkan gambaran performa kendaraan tempur Medium Tank Indonesia sesuai dengan ketentuan teknis Kementerian Pertahanan, maka pada pengkajian di sini dilakukan tinjauan kemampuan mesin dan transmisi dari Medium Tank Indonesia dan tank Marder-1A3 sebagai pembanding. Metode yang dipakai pengkajian di sini adalah metode kuantitatif untuk menghitung performa kemampuan rancangan kendaraan tempur berdasarkan spesifikasi teknis sistem mesin dan transmisi. Selanjutnya adalah metode kualitatif yaitu evaluasi perhitungna 2D performa kemampuan kendaraan tempur terhadap persyaratan yang disyaratkan oleh regulator. Dari hasil pengkajian didapatkan bahwa performa rancangan MediumTank Indonesia dengan spesifikasi berat dan mesin yang lebih besar dibandingkan tank Marder-1A3, mampu menggerakan wahana dengan gaya translasi 223700 N serta mampu menanjak pada kemiringan  32° pada gear shift 2nd dan 40° pada gear shift 1th. Top speed yang dihasilkan dengan ratio gearbox percepatan 6 (gearshift 6th) mampu mencapai 47 mph/ 75 kmh. Secara keseluruhan rancangan kendaraan tempur Medium Tank Indonesia memenuhi ketentuan teknis yang disyaratkan Kementerian Pertahanan. 
ANALISIS KEGAGALAN SCREW PENYEBAB KERUSAKAN DECANTER SHAFT PADA UNIT PENGOLAHAN MINYAK Eka Febriyanti
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.2524

Abstract

Decanter merupakan mesin industri pada unit pengolahan minyak yang berfungsi untuk memisahkan sludge dari crude oil tank menjadi light phase, heavy phase dan solid  dalam crude oil sehingga proses pemisahan selanjutnya di dalam clarier settling tank akan lebih sempurna. Shaft merupakan salah satu bagian dari decanter yang berhenti beroperasi setelah pengoperasian satu tahun. Selanjutnya setelah dilakukan investigasi di tempat kejadian menunjukkan bahwa screw dari shaft mengalami patah sehingga menyebabkan decanter berhenti beroperasi. Hasil pemeriksaan visual menunjukkan bahwa screw mengalami perpatahan/rusak di daerah radius. Sedangkan pemeriksaan fraktografi menunjukkan bahwa foto makro permukaan patahan screw berupa patah ulet yang berawal dari satu sisi dan merambat hingga mencapai penjalaran retak sebesar 70%, namun patah sisa/patah akhir  yang terletak berseberangan dengan patah awal. Hasil pemeriksaan tersebut juga dikonfirmasi dengan pemeriksaan metalografi yang menunjukkan adanya inklusi pengotor di lokasi perpatahan screw. Oleh karena itu, cacat inklusi akibat proses manufaktur berperan sebagai inisiasi perambatan retak, lalu menjalar akibat pembebanan dinamis dari pergerakan shaft sampai akhirnya baut mengalami perpatahan. Analisis kimia dari material screw menunjukkan bahwa material screw yang diperiksa merupakan jenis low alloy steel yang sesuai dengan spesifikasi standard.
TINJAUAN UNJUK KERJA HIDRODINAMIKA PADA PENGEMBANGAN AWAL DESAIN RANPUR AMPHIBI BERODA BAN Samudro Samudro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.2536

Abstract

Kendaraan tempur (ranpur) ampibi jenis AAPC (Amphibious Armored Personal Carrier) adalah ranpur militer pengangkut personel untuk mendukung operasi tempur serta dapat dimanfaatkan untuk mobilisasi penyeberangan basah pada perairan dangkal. Secara teknis ranpur-AAPC harus mampu beroperasi di darat maupun air dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk operasi ampibi pendaratan personil dari kapal ke pantai. Ranpur berbobot total 10,5 ton ini mempunyai kapasitas mengangkut 10 personil, dilengkapi sistem persenjataan kaliber 12,7mm dan dapat melaju di darat dengan kecepatan 110 km/jan dan dirancang berkecepatan 9 km/jam di air. Pada tulisan ini secara perhitungan numerik dikaji khususnya aspek unjuk kerja hidrodinamika ranpur saat beroperasi di air (amphibious mode), terutama karakteristik hidrostatika yang menyangkut  aspek daya apung, aspek stabilitas serta aspek besar tenaga penggerak. Ketiga hal ini penting dikaji untuk menjamin kenyamanan maupun keselamatan saat ranpur-AAPC beroperasi di air. Dengan dirancang memiliki berat konstruksi dan muatan penuh, maka dari prediksi perhitungan hidrostatika, ranpur-AAPC mencapai sarat air /tinggi ketenggelaman maksimum 1,5 m, disini badan ranpur tercelup hingga bukaan pintu masuk personil, namun demikian ranpur masih mempunyai cadangan daya apung. Dari hasil prediksi kemampuan stabilitas menunjukkan bahwa, pada kondisi titik berat ranpur terletak disekitar 1,25 m dari garis dasar, meski kondisi ranpur oleng ± 60o, lengan stabilitas ranpur masih mencapi nilai optimum aman. Namun demikian dengan bobot penuh 10,5 ton, untuk ranpur dapat melaju di air pada kecepatan 9 km/jam, diprediksi ranpur memerlukan daya penggerak cukup besar ± 1600 HP. Dengan tenaga penggerak ranpur-AAPC terpasang hanya sebesar 215 HP, maka kecepatan operasi di air dinilai tidak akan dapat terpenuhi. Untuk itu bobot, bentuk dan kecepatan operasi ranpur perlu ditinjau kembali. Secara umum unjuk kerja hidrodinamika pengembangan awal desain ranpur-AAPC untuk misi ampibi cukup baik.
ANALISIS KEKUATAN LENTUR STATIS DAN DINAMIS BANTALAN SINTETIK UNTUK JALAN KERETA API Puguh Triwinanto
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.2543

Abstract

Tingginya biaya perawatan dan permasalahan lingkungan dari bantalan kayu, beton, dan baja, memacu peneliti untuk melakukan penelitian bantalan alternatip. Salah satunya adalah bantalan komposit. Pada saat ini pasar global bantalan komposit dan juga bantalan sintetik meningkat sebab mempunyai keunggulan mencakup : high strength-to- weight ratio, tahan korosi, tahan kelembaban dan serangga serta tidak menghantarkan panas dan listrik.Material tradisional yang digunakan untuk bantalan jalan kereta api adalah kayu, beton, dan baja. Bantalan beton tidak sesuai dipasang pada jembatan baja dan yang sesuai adalah bantalan kayu. Bantalan kayu mempunyai umur pakai pendek, mahal, dan langka. Di Indonesia wacana penggunaan bantalan sintetik sudah diusahakan dalam 10 tahun terakhir. Pada dua tahun terakhir dimulai riset dan pengembangan bantalan sintetik. Dari hasil pengujian dan analisis spesimen bantalan sintetik memenuhi syarat kekuatan lentur statis dan dinamis sesuai standar JIS E 1203:2007. Dengan demikian bantalan hasil hasil riset ini dapat dilanjutkan uji track, dimana bantalan sintetik diuji coba untuk dipasang pada jalan kereta api.

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue