cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 18 Documents clear
Kajian Teori Integral dalam Efektivitas Transformasi Kesadaran Lingkungan pada Bangunan Berkelanjutan Subkiman, Anwar
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.342 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1632

Abstract

ABSTRAKPenerapan Prinsip Bangunan Hijau dimaksudkan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, terutama di kemudian hari. Lingkungan binaan yang diciptakannya mendorong kesejahteraan masyarakat yang dilingkupinya. Namun, perilaku desainnya baru semata penyelesaian teknis terhadap permasalahan krisis lingkungan yang tengah kita hadapi. Di sini, diperlukan juga peran perilaku manusianya yang juga berkesadaran lingkungan[1]. Perilaku desain, karena sifat teknisnya, cenderung akan mengalami kegagalan dalam masa penggunaannya. Untuk itu diperlukan kemantapan kesadaran lingkungan masyarakat untuk menjaga Perilaku Desain Hijau tetap berlangsung. Peran desainer tidak hanya selesai pada solusi teknis tetapi juga hendaknya mempertimbangkan faktor manusianya untuk mencapai kesadaran terhadap lingkungan. Untuk mewujudkan tujuan ini, desainer dapat melakukan pendekatan dari empat perspektif Kuadran AQAL Teori Integral dengan Dinamika Spiral manusia sebagai aspek psikologisnya. Kuadran AQAL memetakan permasalah penerapan Desain Hijau dan menguraikan proses interaksi antara perilaku desain dengan perilaku kesadaran manusianya sebagai model stimulus – respon. Diharapkan proses argumentatif perilaku desain dalam mengintervensi kesadaran lingkungan masyarakat dapat tercapai secara efektif.Kata kunci: Bangunan Hijau, Teori Integral, Dinamika Spiral, kesadaran lingkungan. ABSTRACTGreen Building Principles was applied to make we have a better life, especially in the future. Built enviroment that it created encourages well-being of its people. Design Behavior just solved the problem of enviroment crisis with the technical aspect. Also, we need role of human behavior with environmental consciousness. As technical aspect, Design Behavior has tend to failure operation. Therefore, the environmental consciousness people can be able to preserve Green Design Behavior. The designer should be not only solve the problems with technical aspects but also consider human factors to achieve they environmental consciousness. To get this goal, designer can make approach with four perspectives of AQAL and Spiral Dynamics integral. AQAL maps the problems of Green Design applied then analyze the proses of interaction between Design Behavior and people consciousness behavior as stimulus – response model. We hope that Design Behavior can take a role to make argumentative proses to intervent people reach they environmental consciousness effectively.Keywords: green building, Integral Theory, Spiral Dinamic, environmental consciousness. 
Peningkatan Effisiensi Elektrik Modul Surya Menggunakan Bahan Berubah Fasa dan Maximum Power Point Tracking (MPPT) Hidayat, Fery; Indartono, Yuli Setyo; Suwono, Aryadi
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.108 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1636

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan Modul Surya (Photovoltaic-PV) untuk membangkitkan daya elektrik terkendala oleh efisiensi yang masih rendah. Efisiensi elektrik tersebut juga akan turun seiring dengan peningkatan temperatur sel PV selama PV beroperasi. Penggunaan Crude Palm Oil (CPO) sebagai bahan berubah fasa (Phase Change Material-PCM) bertujuan untuk menghambat kenaikan temperatur sel-PV, sedangkan untuk mendapatkan daya maksimum dengan menggunakan Maximum Power Point Tracking (MPPT). Jurnal ini memuat hasil pengujian penggunaan PCM dan MPPT untuk meningkatkan efisiensi elektrik PV, dan dari hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi antara PCM dan MPPT pada PV mampu meningkatkan efisiensi PV secara sigifikan dari 9,64% menjadi  16,27%.Kata kunci: Modul surya (PV), Bahan Berubah Fasa (PCM), Maximum Power Point Tracking (MPPT). ABSTRACT Utilization of Photovoltaic-PV to generates electric power is constrained by low efficiencies of the PV system. The electrical efficiensies will decrease by increasing PV cells temperature during operations. Crude Palm Oil as Phase Change Material (PCM) are used to prevent temperature rising of PV cells, wherease to get the maximum power of PV by using Maximum Power Point Tracking (MPPT). This journal coutains the result of testing the use of PCM and MPPT can improve electrical efficienciy of PV, and from the test result showed used both PCM and MPPT on PV is able to improve electrical efficiency around 9.64% to 16.27 %.Keywords: Photovoltaic-P), Phase Change Material (PCM), Maximum Power Point Tracking (MPPT). 
Tinjauan Aksesibilitas pada Fasilitas Umum bagi Pengunjung dengan Alat Bantu Berjalan Studi Kasus Mall Bandung Indah Plaza Zein, Anastasha Oktavia Sati
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.04 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1635

Abstract

ABSTRAKSemua manusia membutuhkan kemudahan dalam mencapai suatu tempat, terutama bagi orang yang memakai alat bantu berjalan. Fasilitas ini sebaiknya terdapat tidak hanya dilingkungan dimana mereka hidup sehari – hari tetapi juga harus di sediakan pada bangunan umum seperti aktifitas bekerja dan aktifitas rekreasi. Kemudahan aksesibilitas pada fasilitas umum ini memungkinkan pengunjung dengan alat bantu berjalan untuk bersosialisasi dengan orang lain diluar dari lingkungan keluarganya.Katakunci: Aksesibilitas, Pengguna Alat Bantu Berjalan, Pusat Pertokoan ABSTRACTEverybody needs facility to reach every place with ease, especially to those who require walking aids. This facility not only be found in their surroundings but also provided in the public facility such as work place and recreation activity. The easiness accessibility in the public facility allows visitors with walking aids to socialize with others outside their surroundings.Keywords: Accessibillity, Walking Aids User, Mall 
Kajian Pengembangan Agroindustri Berbasis Teh Rakyat Trimo, Lucyana; Fatimah, Sri; Djuwendah, Endah
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.451 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1634

Abstract

ABSTRAKPeluang kelompok tani teh menjadi kelompok bisnis agroindustriteh cukup besar, ini karena tingginya dukungan pemerintah melalui program GPATN serta semakin tingginyapermintaan pasar luar negeri dan dalam negeri dalam bentuk“instant tea” (makanan, minuman, farmasi, kosmetik).Namun, kondisi tersebut belum dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani teh. Hal ini terlihat dari, sebagian besar petani the masih menjual produknya dalam bentuk pucuk basah. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kendala yang dihadapi oleh petani teh rakyat dalam pengembangan agro-industri teh. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi deskriptif survey. Tempat penelitian yang dipilih adalah Kabupaten: Garut (KecamataCisurupan), Cianjur (Kecamatan Sukanagara) dan Bandung (Kecamatan Pasirjambu), yang merupakan sentra teh di Provinsi Jawa Barat.Data dikumpulkan dengan cara: studi kepustakaan, dan wawancara dengan pihak terkait, yaitu pejabat pada instansi pemerintah, koperasi, pabrikan, asosiasi petani teh, kelompok tani, serta petani teh yang diambil secara acak sederhana dari setiap Kecamatan yang dijadikan sampel. Secara proposional sampel diambil berdasarkan luas wilayah sentra teh, dan setiap kecamatandiambil 30 orang petani teh. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, dengan pendekatan system thinking. Salah satu alat pendekatan system thinking yang digunakan yaitu dengan causal loop modelling, agar mudah mendeskripsikannya maka digunakan Causal Loop Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi dalam mengembangkan agroindustri teh rakyat, yaitu: 1) kurangnya ketersediaan pucuk the sebagai bahan baku agroindustri, 2) kurangnya pengetahuan untuk meningkatkan nilai tambah pucuk teh, 3) kurangnya kemampuan dalam penyediaan modal dan peralatan dalam mengolah pucuk teh, dan 4) masih kurangnya dukungan pemerintah dalam mempromosikan teh olahan rakyat (misal: dalam rapat-rapat atau kegiatan-kegiatan yang berlangsung di pemerintahan sebaiknya memanfaatkan produk olahan the dari petani).Katakunci: agroindustri, kendala, nilai tambah, peluang, teh rakyat, ABSTRACTThe increasing market demand, abroad and domestically in the form of "instant tea" (food, beverage, pharmaceutical, cosmetics), and also support from the higher government through GPATN program makes the oopportunitiesof tea small holder groups into tea agro-industry business is quite huge.But infact, this opportunity cannot be utilized properly bytea small holder. Most of the tea small holders still sell their products in the form of freshflush. This research was conducted toinvestigate the constrain of tea small holder in agroindustry development.The study was conducted using a survey descriptive study approach. Selected location research is located at the center of tea small holder in West Java province, i.e.District of Garut (Subsdistrict of Cisurupan), Cianjur (Subdistrict of Sukanagara) and Bandung (District of Pasirjambu). In this research, the data were collected by study of literature and interviews with relevant parties, i.e. officials at government agencies, cooperatives, manufacturers, associations of tea farmers, tea small holder groups, and tea farmers. Tea farmers are taken randomly from each subdistrict sampled. Proportionally, samples are taken based on the size area of tea central region, and from those each district about 30 tea farmers were taken. Data were analyzed descriptively, with a system thinking approach. One of the tool system thinking approaches used in this research is causal loop modeling, in particularly Causal Loop Diagram. Result of the research showed that the obstacles of tea small holder in developing agro-industrial were : 1) the lack of availability of tea flush as raw material for agro-industry, 2) the lack of knowledge to increase value added of tea flush, 3) the lack of capability in the providing capital and equipment in processing the tea flush, and 4) the lack of government support in promoting the tea small holder’s products (e.g., Doing product promotion fromthe tea small holder in the goverment meetings or activities; such as by using those products in the activities).Keywords: agro-industry, constrain, opportunity, tea small holder, value added 
Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan Maiyudi, Riko; Meilano, Irwan; Sarsito, Dina
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1499.693 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1630

Abstract

ABSTRAKPulau Sumatera terletak di antara dua lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Intensitas gempa bumi sangat besar di pulau ini, terutama di sepanjang daerah pesisir barat. Pada 2002-2008 periode, banyak gempa bumi besar yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan. Fenomena ini menunjukkan bahwa studi tentang pola deformasi pulau Sumatera sangat diperlukan. Studi yang diperlukan adalah untuk rencana mitigasi bencana di masa depan. Pola deformasi gempa dapat diamati dengan GPS pengamatan (Global Positioning System). Data yang digunakan untuk gempa Sumatera adalah GPS Sumatera Array (SuGAr). Perangkat lunak yang digunakan untuk data Array GPS Sumatera dari pulau Sumatera adalah Gamit 10.4. Dari hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa data perpindahan koordinat stasiun dapat digunakan jika data outlier telah terhapus. Dari koordinat perpindahan stasiun bisa diperoleh vektor perpindahan semua stasiun sebelum, selama atau setelah gempa bumi. Dari perpindahan nilai-nilai vektor, nilai regangan yang terjadi di sepanjang pulau Sumatera dapat diperkirakan. Dari data regangan, nilai akumulasi regangan 2002-2008 dapat diperoleh. Sehingga dapat dianalisis wilayah yang berpotensi terjadinya gempa selanjutnya.Kata Kunci: Akumulasi Regangan , Deformasi, Kerusakan Lingkungan, ABSTRACTThe Sumatra Island is located between two tectonic plates; the Indo-Australia Plate and the Eurasian plate. The intensity of the earthquakes is very large on the island because of this, especially along the western coastal area. On the 2002 to 2008 period, many large earthquakes that caused casualties and damage to the environment. These phenomena shows that the studies of the deformation patterns of the Sumatra island is required. The studies are required for disaster mitigation plans in the future. The deformation patterns of the earthquake can be observed with GPS (Global Positioning System) observation. The data that is being used for Sumatra earthquake is the Sumatran GPS Array. The software that is used for the Sumatran GPS Array data of the Sumatra Island is the Gamit 10.4. From the data processing, it can be concluded that there are displacements of the nations can be used if the outlier data has been erased. From the station displacement coordinates, we can obtain the displacement vector of all of the station before, during or after the earthquakes. From the displacement vector values, the values of the strain that occurs along the Sumatra Island can be estimated. From the strain data, the accumulated value of strain from 2002 to 2008 can be obtained. Finally it can be predicted potential area for next earthquake.Keywords: Keywords: Deformation, Environmental Damage, Accumulated Strain. 
Strategi Desain Bukaan terhadap Pencahayaan Alami untuk Menunjang Konsep Bangunan Hemat Energi pada Rusunawa Jatinegara Barat Avesta, Riantiza; Putri, Atikah Dwi; Hanifah, Rana Alya; Hidayat, Nurul Annisa; Dunggio, M. Deivito
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.534 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1633

Abstract

ABSTRAKIndonesia terletak pada garis ekuator yang kaya akan sumber daya sinar matahari sepanjang tahun, sehingga pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam bangunan. Perencana bangunan (arsitek) harus mempertimbangkan pemanfaatan pencahayaan alami yang optimal melalui bukaan pada bangunan dan disamping itu harus sesuai dengan standar kenyamanan visual. Bangunan yang baik tentunya harus memenuhi kaidah keberlanjutan (sustainability) melalui konsep bangunan hijau (green building). Hasil pengamatan objek studi kasus bangunan Rusunawa Jatinegara Barat, Jakarta, menunjukkan bahwa tingkat iluminasi setiap tingkat (level) lantai berbeda. Semakin tinggi level lantai, maka semakin besar peluang sinar matahari masuk ke ruangan melalui bukaan dan semakin tinggi tingkat iluminasinya. Tingkat iluminasi yang melebihi standar kualitas pencahayaan alami berkontribusi pada ketidaknyamanan visual berupa silau (glare). Kondisi silau yang terjadi pada beberapa unit hunian rusun mengakibatkan penghuni menutup bukaan secara konvensional dan lebih memilih menggunakan pencahayaan buatan sepanjang hari, menyebabkan bangunan tidak hemat energi, yang artinya tidak mendukung konsep keberlanjutan (bangunan hijau). Oleh karena itu, diperlukan strategi desain bukaan yang tepat agar pada tahap perencanaan selanjutnya dapat dijadikan sebagai rekomendasi desain yang memenuhi kriteria standar kenyamanan visual. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pencahayaan alami pada unit hunian Rumah Susun Jatinegara Barat. Metode penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan software IES-VE v5.3.1, dimana salah satu alat analisa simulasinya yaitu radiance, dapat menghitung tingkat iluminasi pencahayaan alami dalam ruang. Sampel penelitian dipilih berdasarkan metode purposive sampling dengan pertimbangan perletakan unit dan ketinggian lantai.Kata kunci: bangunan hijau, kenyamanan visual, desain bukaan, rumah susun ABSTRACTIndonesia lies on the equatorial line that is rich in sunlight throughout the year, sothat natural lighting is an important aspect of buildings. The building planners (architects) should consider the optimal use of natural lighting through openings in the building and in addition must conform to visual comfort standards. A good building must meet the principles of sustainability through the concept of green building. The observation of the case study, teh building of Rusunawa Jatinegara Barat Jakarta, shows that the level of illumination of each floor level is different. The higher the floor level, the greater the chances of sunlight entering the room through openings and the higher the illumination rate. Illumination levels that exceed natural lighting quality standards contribute to the visual discomfort of glare. Glares that occur in some tower units result in residents closing the openings conventionally and prefer to use artificial lighting throughout the day, causing the building not energy efficient, which means it does not support the concept of sustainability (green building). Therefore, it is necessary to design a proper opening in the next planning stage, which can be used as a design recommendation that meets the criteria of visual comfort standards. This study aims to evaluate natural lighting in residential units of Rumah Susun Jatinegara Barat. Quantitative research method is done by using IES-VE v5.3.1 software, where one of the simulation tool, that is radiance, can calculate the level of illumination of natural lighting in unit’s area. The sample was chosen based on purposive sampling method with consideration of unit placement and floor height.Keywords: green building, visual comfort, design openings, apartment 
Perancangan Siklus Rankine Organik Untuk Pemanfaatan Gas Buang Pada PLTU di Indonesia Azis M, Mohammad
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.527 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1638

Abstract

ABSTRAKEnergi merupakan kebutuhan pada kehidupan manusia. Sumber energi fossil yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi semakin lama semakin menipis. Sehingga diperlukan sumber energi alternatif atau peningkatan efisiensi dalam pemanfaatan energi. Panas buang merupakan salah satu sumber energi alternatif. Pemanfaatan panas buang salah satunya adalah dengan menggunakan siklus rankine organik. PLTU memiliki panas buang yang berpotensi untuk dimanfaatkan. Temperatur gas buang pada PLTU yang rata-rata sebesar 150 oC. Proses perancangan dilakukan untuk memanfaatkan panas buang hasil pembakaran. Hasil perancangan sistem siklus rankine organik mampu menghasilkan daya sebesar 6053 kW (R142b), 5705 kW (R123), dan 5502 (Isopentane) serta efisiensi sebesar 18.54%, 18.51%, dan 17.85% untuk fluida kerja R142b, R123, dan Isopentane.Kata kunci: siklus rankine organik, gas buang, panas sisa ABSTRACTEnergy is needeed for human life. Fossil energy which used to fulfill our needs is diminished. So, alternative energy source is used. Waste heat are one of a kind energy alternative source. Organic rankine cycle can be used to utilitze waste heat. Coal power plant which have flue gas to utilized. Average flue gas temperature in coal power plant are 150 oC. Design process to utilize waste heat has been conducted. The power produced in the system are 6053 kW, 5705 kW, and 5502 kWalso the efficiency are 18.54%, 18,51%, and 17,85% for working fluid R142b, R123, and Isopentane respectively.Keyword: organic rankine cycle, waste heat, flue gas 
Analisis Stabilitas Lereng dalam Penanganan Longsoran di Jalan Tol Cipularang Km. 91+200 dan Km. 92+600 Menggunakan Metode Elemen Hingga (FEM) Hamdhan, Indra Noer; Pratiwi, Desti Santi
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.695 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1631

Abstract

ABSTRAKLongsoran terjadi di Jalan Tol Cipularang Km. 91+200 dan Km. 92+600. Longsoran terjadi karena adanya pergerakan pada lapisan batu lempung (clay shale), sehingga perlu adanya penanganan longsoran secara tepat dan efektif. Penanganan yang dipilih, yaitu dengan pemasangan perkuatan lereng berupa boredpile dan dinding penahan tanah. Dimensi boredpile yang digunakan yaitu berdiameter 80 cm. Analisis dilakukan dengan menggunakan Program Plaxis 2D yang berbasis metode elemen hingga, dengan memodelkan 2 (dua) kondisi yaitu kondisi eksisting dan kondisi dengan perkuatan. Analisis pada kondisi eksisting dilakukan dengan cara back analysis, sehingga hasil analisis kondisi eksisting sesuai dengan kejadian di lapangan. Analisis dilakukan di 6 (enam) titik untuk Km. 91+200 dan 2 (dua) titik untuk Km. 92+600. Dari hasil analisis didapat bahwa dengan adanya perkuatan pada lereng yang terjadi kelongsoran, nilai faktor keamanan naik hingga 242.2% dari kondisi eksisting.Kata Kunci: Longsor, Tol Cipularang, Km. 91+200 dan 92+600, Boredpile,  etode Elemen Hingga, faktor keamanan ABSTRACTThe landslide are occurred at Cipularang toll road Km. 91+200 and Km. 92+600. The landslide occur because of the movement of clay shale soil layer, it means should be handled witih appropriate and effective way. For this case, reinforcement slope using boredpile and gravity wall are choosen. Dimension of the boredpile is 80 cm. The analysis was calculated using Plaxis 2D with finite element method with two different type of calculating model : existing condition (without reinforcement) and with reinforcement condition. Analysis for existing model are done by back analysis method that will gave the real condition from the field. The analysis are done by calculated in 6 (six) point area of slope for Km. 91+200 and 2 (two) point area of slope for Km. 92+600. The safety factor (SF) of the slope will increase up to 214% after reinforcement.Keywords: Landslide, Cipularang Toll Road, Km. 91+200 and 92+600, Boredpile, Finite Element Method, Safety Factor 
Kajian Emisi Partikulat Dan Gas Dari Suatu Pertambangan Nikel Di Halmahera Tengah Kramawijaya, Agung Ghani
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.765 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1637

Abstract

ABSTRAKNikel merupakan jenis logam yang sangat penting untuk infrastruktur modern, sehingga pencarian deposit nikel terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nikel di dunia. Indonesia merupakan negara dengan deposit nikel yang sangat besar, yaitu 16.200 kt nikel. Salah satu lokasi di Indonesia yang memiliki kandungan nikel adalah Halmahera Tengah. Bijih lateric yang mengandung nikel diangkat dari dalam bumi untuk diolah dan dihasilkan bijih nikel. Keberadaan pertambangan nikel memiliki berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, salah satunya adalah penurunan kualitas udara akibat peningkatan konsentrasi pencemar udara. Berbagai jenis pencemar diemisikan dari kegiatan pertambangan, diantaranya adalah partikulat, NOx, SO2, SO3+H2SO4, debu nikel, dan H2S. Tingkat konstribusi pertambangan nikel terhadap pencemaran udara dapat dilihat dengan menghitung laju emisi dari kegiatan operasional pertambangan. Laju emisi dari pertambangan nikel dapat diperoleh melalui invetarisasi emisi. Kegiatan dan proses di pertambangan nikel yang berpotensi menjadi sumber emisi diidentifikasi terlebih dahulu dalam tahap pertama inventarisasi emisi. Selanjutnya, perhitungan emisi dilakukan berdasarkan ketersediaan data yang diperoleh. Faktor emisi yang dipilih dalam perhitungan emisi mempertimbangkan ketersediaan data. Emisi dihitung dengan mengalikan faktor emisi dengan data aktifitas. Berdasarkan hasil inventarisasi emisi, diketahui bahwa pencemar yang paling banyak dihasilkan oleh pertambangan nikel adalah partikulat dengan jumlah 35.173,96 ton. Sumber utama partikulat adalah pertambangan bijih dengan kontribusi sebesar 83%. Sementara itu, gas pencemar yang paling banyak diemisikan dari pertambangan nikel adalah SO2 dengan jumlah 8.392,61 ton. Sumber utama gas SO2 adalah pabrik asam dengan kontribusi sebesar 72%.Kata Kunci: inventarisasi emisi, pertambangan nikel, emisi gas, emisi partikulat ABSTRACTNickel is one kind of a very important metal used for modern infrastructure, so the exploration of nickel deposits conducted continuesly to meet the needs of nickel around the world. Indonesia is a country with very large nickel deposits, ie 16,200 kt of nickel. One of the locations in Indonesia which has a nickel content is Central Halmahera. Lateric bijih containing nickel was mined from the earth to be processed and produced nickel bijih. Nickel mining has many negative environment impacts, one of them is air quality decrease due to increased concentration of air pollutants. Various types of pollutants are emitted from mining activities, such as particulates, NOx, SO2, SO3+H2SO4, nickel dust, and H2S. The contribution of air pollution from nickel mining can be found by estimate the emissions rate from mining operations. Emission rate of the nickel mining can be obtained through emission inventory. The emission source of the activities and processes in nickel mining has to be identified first in the first stages of emission inventory. Furthermore, the estimation of emissions is conducted based on the availability of obtained data. The chosen emission factor in the estimation of emissions considers the availability of data. Emissions are calculated by multiplying the emission factor with activity data. Based on the result of emission inventory, the most pollutants emitted from nickel mining is particulate. Total amount of particulate emission is 35,173.96 tonnes. Main source of particulate is ore mining with contribution of 83%. Meanwhile, the most emitted gas from nickel mining is SO2 with the amount of 8,392.61 tons.Main source of SO2 is acid plant with contribution of 72%.Keywords: emission inventory, nickel mining, gas emission, particulate emission 
Perancangan Siklus Rankine Organik Untuk Pemanfaatan Gas Buang Pada PLTU di Indonesia Mohammad Azis M
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1638

Abstract

ABSTRAKEnergi merupakan kebutuhan pada kehidupan manusia. Sumber energi fossil yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi semakin lama semakin menipis. Sehingga diperlukan sumber energi alternatif atau peningkatan efisiensi dalam pemanfaatan energi. Panas buang merupakan salah satu sumber energi alternatif. Pemanfaatan panas buang salah satunya adalah dengan menggunakan siklus rankine organik. PLTU memiliki panas buang yang berpotensi untuk dimanfaatkan. Temperatur gas buang pada PLTU yang rata-rata sebesar 150 oC. Proses perancangan dilakukan untuk memanfaatkan panas buang hasil pembakaran. Hasil perancangan sistem siklus rankine organik mampu menghasilkan daya sebesar 6053 kW (R142b), 5705 kW (R123), dan 5502 (Isopentane) serta efisiensi sebesar 18.54%, 18.51%, dan 17.85% untuk fluida kerja R142b, R123, dan Isopentane.Kata kunci: siklus rankine organik, gas buang, panas sisa ABSTRACTEnergy is needeed for human life. Fossil energy which used to fulfill our needs is diminished. So, alternative energy source is used. Waste heat are one of a kind energy alternative source. Organic rankine cycle can be used to utilitze waste heat. Coal power plant which have flue gas to utilized. Average flue gas temperature in coal power plant are 150 oC. Design process to utilize waste heat has been conducted. The power produced in the system are 6053 kW, 5705 kW, and 5502 kWalso the efficiency are 18.54%, 18,51%, and 17,85% for working fluid R142b, R123, and Isopentane respectively.Keyword: organic rankine cycle, waste heat, flue gas 

Page 1 of 2 | Total Record : 18