cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
Evaluasi Efektivitas Program Kang Pisman di Kelurahan Sukaluyu dan Faktor yang Mempengaruhinya Poppy Yuanita; Yeremias Torontuan Keban
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v4i2.93-108

Abstract

ABSTRAKPengelolaan sampah telah menjadi salah satu permasalahan yang jamak terjadi di perkotaan. Produksi sampah meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan jumlah konsumsi serta gaya hidup masyarakat, namun tidak diimbangi dengan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Untuk itu, diperlukan upaya untuk mulai mengurangi, memisahkan, dan memanfaatkan sampah. Program Kang Pisman adalah konsep yang diperkenalkan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk mengatasi masalah tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas Program Kang Pisman dan mengetahui faktor yang memepengaruhinya. Evaluasi efektivitas perlu dilakukan untuk mengetahui apakah hasil dari program tersebut sudah sesuai dengan tujuan awal perencanaan. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terhadap 98 rumah yang menjadi sampel penelitian. Efektivitas Program Kang Pisman penting untuk diteliti begitu juga faktor yang berpengaruh terhadap program tersebut agar dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program dan menjadi masukan dalam membuat kebijakan lebih lanjut tentang pelaksanaan program. Hasil skoring variabel efektivitas menunjukkan bahwa Program Kang Pisman ada pada tingkatan cukup efektif. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi efektivitas program, dilakukan analisis regresi linear berganda dengan enam variabel bebas, yaitu komitmen pemerintah, kemudahan menjalankan program, kinerja petugas pelaksana, ketersediaan sarana dan prasarana, peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan persepsi masyarakat. Faktoryang berpengaruh signifikan terhadap efektivitas adalah persepsi masyarakat dan kemudahan dalam menjalankan program.Kata kunci: evaluasi efektivitas, kang pisman, pengelolaan sampah. ABSTRACTSolid waste management is one of the global problems faced by urban areas. Waste generation increased according to population growth and followed by consumption and lifestyle, however not balanced with the management of waste that is environmentally friendly and sustainable. We need to reduce, sort, and reuse the waste. The Kang Pisman Program is a concept introduced by the Bandung City Government to overcome this problem. The objectives of this research are to evaluate the effectiveness of the program and its influential driving factors. Evaluation of effectiveness needs to be held to find out wheater the results of the program are following the original purpose. This research uses a quantitative descriptive method with a questionnaire instrument to interview 98 houses as a sampling. The effectiveness of the Kang Pisman Program is essential to evaluate as well as the factors that influence the program so that it can be used as a program evaluation material and be input in making further policy regarding program implementation. The scoring result shows that Kang Pisman Program is at quite effective level. To find out the factors that influence the effectiveness of the program, multiple linear regression analysis was carried out with six independent variabels, namely goverment commitment, ease of running the program, the staff performance, infrastructure, the role of NGOs and community perceptions. Factors that have a significant influence on effectiveness are community perception and ease in running the program.Keywords: effectiveness evaluation, kang pisman, waste management.
Variasi Abu Ampas Tebu dan Serat Bambu sebagai Bahan Campuran Pembuatan Beton Ramah Lingkungan Warsito Warsito; Anita Rahmawati
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v4i2.109-117

Abstract

ABSTRAKBeton merupakan suatu material yang secara umum menjadi kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas infrastruktur konstruksi yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman, oleh sebab itu pemilihan beton sebagai bahan baku utama konstruksi bangunan sangatlah penting. Beberapa hal yang perlu ditinjau dalam pembuatan beton adalah harganya relatif murah, mudah diperoleh, memiliki kuat tekan tinggi serta mempunyai sifat tahan terhadap faktor kondisi lingkungan. Abu Ampas Tebu (AAT) adalah sisa hasil pembakaran dari ampas tebu. Ampas tebu sendiri merupakan hasil limbah buangan yang berlimpah dari proses pembuatan gula. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kuat tekan beton yang menggunakan serat bambu dan abu ampas tebu sebagai pengganti agregat halus dengan variasi tertentu yang mencapai 40%. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dan teknik analisa data menggunakan regresi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yang berupa variasi penggantian sebagian agregat halus menggunakan abu ampas tebu dan serat bambu. Hasil penelitian ini adalah beton dengan perbandingan komposisi campuran yang didapat sebelumnya dan hasil mix design beton normal maut sedang yaitu dengan besar kuat tekan fc’ 14,5 Mpa (K175) sampai dengan fc’17,15 Mpa (K210,6) yang kemudian ditambah dengan bahan AAT sebagai bahan penambah semen dan serat Bambu.Kata Kunci: Abu Ampas Tebu, Beton, Serat Bambu, Agregat ABSTRACTConcrete is a material that generally supports the community's need for construction of infrastructure facilities which is increasing along with the times. Selection of concrete as the main raw material for building construction is very important. There are benefits in making concrete such as low cost, ease to obtain, high compressive strength and resistancy to environmental conditions. Bagasse Ash (AAT) is the residue from the burning of sugarcane bagasse. Sugarcane bagasse itself is an abundant waste product from the sugar making processes. The purpose of this study was to determine the compressive strength of concrete using bamboo fibers and the AAT as a substitute for fine aggregate with certain variations reaching up to 40% with a concrete enhancer chemical aggregate. This research used the American Concrete Institute design method with a value of 0.40 and 0.45 on the concrete age of 28 days. Results found that the samples made were hard concrete with a comparison of the composition of the mixture obtained previously. Results of a normal deadly concrete mix design comprised with a large compressive strength fc '14.5 Mpa (K175) to fc '17, 15 Mpa (K210,6) which was then added to the AAT as aggregates in the cement and Bamboo fiber.Keywords: Bagasse Ash, Concrete, Bamboo, Aggregate
Evaluasi Perbaikan Tanah Menggunakan Rapid Impact Compaction pada Tanah Berpotensi Likuefaksi Desti Santi Pratiwi
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v4i2.82-92

Abstract

ABSTRAKRapid Impact Compaction (RIC) merupakan salah satu metode perbaikan tanah secara mekanik untuk tanah granular. Prinsip dasar dari Rapid Impact Compaction yaitu menjatuhkan beban hammer dengan tinggi jatuh yang relatif rendah dengan kecepatan yang tinggi. RIC dapat dijadikan alternatif dalam mitigasi likuefaksi. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa RIC dapat memperbaiki tanah hingga kedalaman 6 m. Pada penelitian ini, evaluasi efektifitas perbaikan tanah menggunakan RIC dilakukan di lokasi Pembangunan New Yogyakarta International Airport Kulon Progo. Pada lokasi tersebut terdapat tanah pasir lepas dan berpotensi likuefaksi hingga kedalaman 8m. Analisis yang dilakukan yaitu membandingkan nilai Standard Penetration Test (SPT) sebelum dan setelah perbaikan tanah dengan RIC. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kenaikan nilai SPT sebesar 10 – 12, sehingga dapat memehuni kriteria desain yang telah ditentukan untuk mitigasi likuefaksi.Kata kunci: perbaikan tanah, likuefaksi, Rapid Impact Compaction, SPT. ABSTRACTRapid Impact Compaction (RIC) is one of mechanical ground improvement technique that suitable for granular soil material. The principle of this method is repeatedly strike an impact plate on the ground surface using a hydraulic hammer. RIC can be implemented as an alternative for liquefaction mitigation. Some previous studies have stated that RIC can improve the soil to a depth of 6 m. The evaluation of effectiveness RIC to improving problematic soil was taken in New Yogyakarta International Airport project. At the project site, the soil condition is consist of loose sand and potential to be liquefied up to 8 m depth. The analysis has donne by comparing the SPT value before and after improving by RIC. The result of analysis gave an information that there is an increace SPT value of 10 – 12, so it can meet with the design criteria for mitigation of liquefaction.Keywords: ground improvement, liquifaction, Rapid Impact Compaction, SPT.
Evaluasi Keandalan Jembatan Gantung Pejalan Kaki Dengan Variasi Letak dan Jenis Beban Lalu Lintas Euneke Widyaningsih
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v4i2.72-81

Abstract

ABSTRAKUntuk mendukung pembangunan infrastruktur jembatan, pemerintah mengeluarkan panduan untuk perencanaan jembatan gantung dengan judul Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02/SE/M/2010 tentang Pemberlakukan Pedoman Perencanaan dan Pelaksanaan Konstruksi Jembatan Gantung Untuk Pejalan Kaki. Jembatan gantung yang dirancang sesuai dengan panduan tersebut harus mampu menahan beban pejalan kaki sebesar 5 kPa. Dengan mengacu pada pedoman tersebut, direncanakanlah sebuah jembatan gantung dengan panjang total 127.34 meter. Agar dapat mengetahui perilaku jembatan terhadap beban yang direncanakan, dibuatlah pemodelan jembatan menggunakan software MidasCIVIL dengan menggunakan 4 variasi letak pembebanan dan 80 variasi beban mewakili bobot pejalan kaki dan kendaraan bermotor roda dua. Tujuan dilakukannya analisis ini adalah untuk mengetahui nilai keandalan struktur yang direncanakan dengan beban sesuai Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02/SE/M/2010 terhadap variasi beban pejalan kaki dan kendaraan bermotor yang sesungguhnya mungkin terjadi pada jembatan. Evaluasi struktur menggunakan metode probability based menghasilkan keandalan struktur jembatan sebesar 100% yang dianalisis terhadap lendutan, tegangan kabel, tegangan batang penggantung serta tegangan pilar. Sehingga dapat dikatakan bahwa beban 5 kPa yang disyaratkan oleh pedoman memiliki nilai yang konservatif dan akan menghasilkan struktur jembatan yang sangat aman.Kata kunci: : Jembatan Gantung, Variasi Letak Beban, Pejalan Kaki, Probability Based Design ABSTRACTTo support the establishment of bridge infrastructure, the government issued a guide for planning a suspension bridge with the title Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02 / SE / M / 2010 concerning the Implementation of Guidelines for Planning and Construction of Suspension Bridges for Pedestrians. Suspension bridges designed according to these guidelines must be able to withstand pedestrian loads of 5 kPa. With reference to these guidelines, a suspension bridge is planned with a total length of 127.34 meters. In order to know the bridge's behavior towards the planned load, a bridge modeling was made using MidasCIVIL using 4 position of loading and 80 load variations representing pedestrian weight and two-wheeled motorized vehicles. The purpose of this analysis is to determine the value of the bridge reliability that planned with load according to the Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02 / SE / M / 2010 against variations in pedestrian and motor vehicle loads that might actually occur on bridges. Structural evaluation using probability-based methods produces 100% bridge structure reliability which is analyzed for deflection, cable stress, hanger stress and pillar stress. So, it can be said that the 5 kPa load required by the guidelines has a conservative value and will produce a very safe bridge structure.Keywords: Suspension Bridge, Load Position Variation, Pedestrian, Probability Based Design
Analisis Perbandingan Biaya pada Pekerjaan Pengerukan di Alur Pelabuhan Bandar Bakau Jaya Banten Aden Firdaus; Muhammad Rizkiansyah; Yessi Nirwana
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v4i2.62-71

Abstract

ABSTRAKPelabuhan Bandar Bakau Jaya yang terletak di Provinsi Banten saat ini dapat melayani kapal yang berjenis 5.000 DWT, dan rencananya akan melayani kapal 10.000 DWT. Pekerjaan pengerukan akan dilakukan pada Alur Pelabuhan dengan dimensi panjang 2.391 m dengan jenis tanah adalah tanah halus berpasir. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan biaya dan waktu pelaksanaan dari masing- masing jenis kapal keruk yang dapat melakukan pekerjaan pengerukan dengan kondisi tanah yang ada di alur pelabuhan. Metode yang digunakan adalah dengan memperhitungkan berapa lama waktu pekerjaan pengerukan sehingga didapatkan biaya dari masing-masing jenis kapal keruk. Hasil dari analisis didapatkan 3 jenis kapal keruk yaitu, TSHD dalam waktu 2,11 bulan dan biaya Rp27.316.912.819,63, SD dalam waktu 8,34 bulan dan biaya Rp27.887.202.652,35, dan CSD dalam waktu 6,08 bulan dan biaya Rp37.995.671.214,00. Jenis kapal keruk yang paling efisien untuk pekerjaan pengerukan di alur pelabuhan ini adalah TSHD dengan 7 tugboat dan barge.Kata kunci: pengerukan, alur pelayaran, kapal keruk ABSTRACTBandar Bakau Jaya Port, located in Banten Province, currently serves 5,000 DWT vessels, and it is planned to serve 10,000 DWT vessels. Dredging work will be carried out on the Port Channel with a dimension of 2,391 m in length with a fine sandy soil type. The purpose of this study is to compare the cost and implementation time of each type of dredger that can carry out dredging work with existing soil conditions in the port channel. The method used is to calculate how long the dredging work is so that the cost of each type of dredger is obtained. The results of the analysis found 3 types of dredges namely, TSHD in 2.11 months and costs Rp27,316,912,819.63, SD in 8.34 months and costs Rp27,887,202,652.35, and CSD in 6, 08 months and costs Rp37,995,671,214.00. The most efficient type of dredger for this work is TSHD with 7 tugboats and barges.Keywords: dredging, fairway, dredger
Pemetaan Wilayah Lahan Basah Berdasarkan Data Penginderaan Jauh Optik Dan Radar Rian Nurtyawan; Ervan Muktamar Hendarna
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v4i2.48-61

Abstract

ABSTRAKPada umumnya lahan basah dikelola menjadi area pertanian ataupun perkebunan. Fungsi lahan basah memiliki fungsi ekologis seperti pengendali banjir, pencegah intrusi air laut, erosi, pencemaran, dan pengendali iklim global. Data pengindraan jauh yang digunakan pengelolaan lahan basah yaitu pengindraan jauh optik dan radar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi korelasi potensial dari data optik dan radar untuk mengamati dinamika pada kawasan lahan basah tersebut dan melakukan pemetaan. Metode yang digunakan pada pengindraan jauh optik yaitu LST (Land Surface Temperature) berdasarkan Citra Satelit Landsat-8 dan metode yang digunakan pada pengindraan jauh radar yaitu estimasi kelembaban tanah berdasarkan Citra Satelit Sentinel-1A. Hasil pengamatan dinamika dan pemetaan pada wilayah Kabupaten Bandung Raya memiliki nilai kelembaban tanah tertinggi pada Bulan Mei dengan nilai kelembapan tanah tanah rata-rata sebesar 20,9 % pada polarisasi VH. Suhu permukaan tanah terendah terjadi pada bulan Mei dengan nilai suhu rata-rata sebesar 19.5 °C. Kolerasi antara nilai kelembapan tanah tanah dan suhu permukaan tanah pada wilayah Kabupaten Bandung Raya berdasarkan metode koefisien determinasi sebesar R2=0.705 didapatkan bahwa semakin tinggi nilai kelembapan tanah tanah maka nilai suhu permukaan tanah akan semakin rendah.Kata kunci: Kawasan lahan basah, Pengindraan Jauh Optik, Pengindraan Jauh Radar, Pengamatan Dinamika, Pemetaan. ABSTRACTIn general wetlands managed become an area of agriculture or plantations. The extent of wetland that has been used can be damaged if it is not managed properly and integrated.. The purpose of this research is to explore the potential correlations between several parameters of optical and radar data to observe the dynamics of wetlands area and mapping the wetlands area. The methodology that was used in optical remote sensing is LST (Land Surface Temperature) based on Landsat-8 Satellite Image and the method used in remote radar sensing is estimation of soil moisture based on Sentinel-1A Satellite Image. The result of the observation in the area and mapping the dynamics in Bandung Raya District had the highest soil moisture values in May with 27% of soil water level in VH polarization and 78.1% in VV polarization and the lowest value in each month is 11.8% and the highest soil surface temperature in August with a value 37.9 ° C and the minimum value 19 ° C..Keywords: Wetland Area, Optical Remote Sensing, Remote Radar Sensing, Dynamics Observation, Mapping.

Page 1 of 1 | Total Record : 6