cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022)" : 8 Documents clear
Pengaruh Rasio Penambahan Air Terhadap Produksi Biogas dari Sampah Kampus Bina Widya Universitas Riau dengan Metode Wet Anaerobic Digestion Aryo Sasmita; Shinta Elystia; Robi Mulyadi
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.117-126

Abstract

ABSTRAKSampah yang dihasilkan dari kegiatan kampus setiap harinya di Universitas Riau memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif berupa biogas. Beberapa penelitian sebelumnya belum menganalisis variasi rasio penambahan air untuk melihat pengaruhnya terhadap produksi biogas. Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana potensi produksi biogas dari sampah Kampus Bina Widya Universitas Riau dan pengaruh variasi rasio penambahan air terhadap produksi biogas yang dihasilkan menggunakan metode wet biodigester anaerob. Pada penelitian ini dilakukan variasi rasio penambahan air 50%, 100%, dan 150% terhadap sampah masukan (w/w). Penelitian ini menggunakan Reaktor berukuran 60 L, volume sampah organik sebesar 5 Kg, Penambahan mikroba EM4 sebesar 9% dengan waktu tinggal reaktir selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan produksi volume biogas terbesar terdapat dalam perlakuan A2 yaitu campuran sampah organik kampus dan air (100% : 100%) sebesar 14 ml dan produksi biogas per hari tertinggi terdapat pada perlakuan A2 campuran sampah: air (150% : 100%) dan A3 campuran sampah dan air (100%:150%) yaitu sebesar 1,5 ml/hari. Produksi biogas sangat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat yaitu campuran sampah organik dan air. Di mana konsentrasi rasio yang seimbang akan menghasilkan biogas yang lebih banyak.ABSTRACTWaste generated from campus activities every day at Riau University has the potential to be used as alternative energy in the form of biogas. Several previous studies have not analyzed variations in the ratio of addition of water to see its effect on biogas production. The purpose of this study was to analysed the potential for biogas production from the Binawidya Campus waste, Riau University and the effect of the ratio of addicted of water to the production of biogas produced using the anaerobic wet biodigester method. In this study, variations in the ratio of the addition of water to 50%, 100%, and 150% of the input waste (w/w). This study used a reactor measuring 60 liter, the volume of organic waste was 5 Kg, the addition of EM4 microbes was 9% with a reactor residence time of 28 days. This research showed that the largest biogas production volume was found in treatment A2, namely a mixture of campus organic waste and water (100%: 100%) of 14 ml and the highest biogas production per day was found in treatment A2, a mixture of waste: water (150%: 100%) and A3. a mixture of waste and water (100%:150%) which is 1.5 ml/day. Biogas production is strongly influenced by the substrate concentration, namely a mixture of organic waste and water. Where a balanced concentration ratio will produce more biogas.
KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN LINGKUNGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN SUNGAI RAYA Robby Irsan; S B Soeryamssoeka
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.176-185

Abstract

ABSTRAKPeran ruang terbuka hijau saat ini kurang optimal karena dianggap hanya sebagai pelengkap ruang kosong. Proporsi ruang terbuka hijau patut diperhitungkan karena perannya sebagai pembentuk dan keseimbangan struktur daerah. Menurut UUD No. 26 Tahun 2007 secara khusus mengamanatkan perlunya penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau dengan proporsi luasnya ditetapkan paling sedikit 30 % dari luas wilayah suatu daerah. Adapun permasalahan yang terjadi menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2019 luasan ruang terbuka hijau di Kubu Raya belum mencapai 10% dari total luas wilayah. Berdasarkan proyeksi dari tahun 2015 – 2020 Kecamatan Sungai Raya tidak bisa menunjang kebutuhan daya dukung lingkungan (oksigen) karena ketersediaan RTH Publik tidak dapat diimbangi dengan kebutuhan laju pertumbuhan penduduk, kendaraan bermotor, kebun sawit, dan permukiman. Kecenderungan menurunnya kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) mengharuskan tata ulang dan penghitungan ulang terhadap luasan RTH.ABSTRACTThe role of green open space is currently less than optimal, the proportion of green open space should be taken into account because of it’s role in shaping and balancing the regional structure. According to the UUD No. 26 Tahun 2007 specifically mandates the need for the utilization of green open space, the proportion of which is set at least 30% of the total area. problems in 2019 the area of Green Open Space in Kubu Raya has not reached 10% of the total area, based on projections from 2015 – 2020 Kecamatan Sungai Raya cannot support the needs of environmental carrying capacity (oxygen) because the availability of public green open space cannot be matched with the need for population growth, motorized vehicles, oil palm plantations, and settlements. The tendency to decrease the quality and quantity of Green Open Space (RTH) requires a reorganization and recalculation of the area of green open space.
Alat Bantu Koordinasi Jarak Dan Posisi Disabilitas Netra Berbasis Radio Frekuensi Menggunakan Haversine-Bearing Tata Supriyadi; Budi Setiadi; Sarjono Wahyu Jadmiko; Sudrajat Sudrajat; T B Utomo; Luthfi Nur Fadhillah; Moch Firdan Fescara
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.141-153

Abstract

ABSTRAKAplikasi talkback pada gawai android mengharuskan tersedia pulsa atau data internet serta penggunaan tongkat konvensional tidak dapat berkomunkasi antar sesama pengguna disabilitas netra. Penelitian ini membuat alat bantu komunikasi antar disabilitas dengan luaran informasi jarak dan posisi sudut. Setiap alat bantu menghasilkan koordinat titik latitude longitude dari Global Positioning System (GPS). Data koordinat titik antar alat bantu saling dikirim menggunakan radio frekuensi Long Range (LoRa). Kedua koordinat titik diolah menggunakan algoritma Haversine untuk menghasilkan jarak. Sedangkan algoritma Bearing digunakan untuk menghasilkan posisi sudut dengan referensi utara dari sensor kompas. Rata-rata kesalahan jarak tanpa halangan 2,41 m, dengan halangan 4,78 m, pada Received Signal Strength Indicator (RSSI) -107,55 dBm. Kesalahan sudut tanpa halangan 14,52⁰ , dengan halangan 24,51⁰ pada RSSI -102,1 dBm. ABSTRACTThe talkback application on android devices requires that credit or internet data be available and the use of conventional sticks cannot communicate between users with visual impairments. This study makes communication aids between disabilities with the output of distance and angle position information. Each tool generates latitude longitude coordinates from the Global Positioning System (GPS). The coordinates of the points between the tools are sent to each other using Long Range (LoRa) radio frequencies. Both point coordinates are processed using the Haversine algorithm to produce distances. While the Bearing algorithm is used to generate an angular position with a north reference from the compass sensor. The average distance error without an obstacle 2.41 m, with obstacle is 4.78 m on the Received Signal Strength Indicator (RSSI) -107.55 dBm. Angle error without an obstacle 14.52⁰ , with obstacle is 24.51⁰, on RSSI -102.1 dBm.
Analisis ELCB Sebagai Proteksi Tegangan Sentuh pada Pembumian Sistem TT Sunarto Sunarto; Yudi Prana Hikmat; Sudrajat Sudrajat
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.154-164

Abstract

ABSTRAKBahaya tegangan sentuh bisa terjadi apabila manusia menyentuh bagian yang bertegangan secara langsung maupun tidak langsung. Sentuhan langsung terjadi apabila manusia menyentuh secara langsung bagian aktif, sedangkan sentuhan tidak langsung bisa terjadi bila manusia menyentuh bagian konduktif terbuka (BKT) dari peralatan yang bertegangan karena adanya arus bocor. Manusia tentunya tidak tahu bahwa bagian aktif maupun BKT dari peralatan tersebut bertegangan dan manusia menyentuh bagian tersebut secara sengaja maupun tidak sengaja. Oleh karena itu perlu adanya proteksi terhadap tegangan sentuh langsung dan tidak langsung. Proteksi yang biasa digunakan pada instalasi listrik adalah ELCB dengan rating arus 30 mA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proteksi tegangan sentuh langsung dan tidak langsung menggunakan ELCB pada pembumian sistem TT (Terre-Terre) dimana pembumian titik netral trafo dan pembumian peralatan dipasang secara terpisah. Penelitian ini bisa membuktikan bahwa ELCB bisa digunakan sebagai tegangan sentuh langsung dan tidak langsung denga waktu kerja instanataneous.ABSTRACTDangers of touch voltage can occur if humans touch the live parts directly or indirectly. Direct touch occur when humans touch the active part directly, while indirect touch can occur when humans touch the bare conductive part (BKT) of the equipment with voltage due to leakage current. Humans certainly don't know that the active or BKT of the equipment are live and than humans touch these parts intentionally or unintentionally. Therefore, there is a need for protection against direct and indirect touch voltages. The armature commonly used in electrical installations is an ELCB with a current rating of 30 mA. This study aims to analyze direct and indirect touch voltage protection using ELCB on TT (Terre-Terre) sistem earthing where the transformer neutral point grounding and equipment grounding are Installed separately. This research can prove that ELCB can utilized as direct and indirect touch voltage with instantaneous working time.
Identifikasi Kemajuan Penerapan Konsep Kota Cerdas di Kota Yogyakarta Valendya Rilansari; Canggah Abiyyu Ali'in Saputri; Ali'in Saputri
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.127-140

Abstract

ABSTRAKKonsep kota cerdas yang populer di dunia dalam beberapa tahun terakhir telah menjadikan banyak kota lebih efektif dan efisien dalam tata kelolanya. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) melekat dalam proses pengembangannya dengan berbagai macam otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) yang membantu keberjalanannya. Hal tersebut tentu baik bagi kota jika penerapannya dapat berhasil mencapai tujuan. Berdasarkan pernyataan tersebut maka penelitian ini melakukan identifikasi kemajuan penerapan kota cerdas pada salah satu kota di Indonesia yaitu Kota Yogyakarta yang juga sudah menerapkan konsep kota cerdas sejak tahun 2018 dan masih kental dengan budayanya sehingga tidak melupakan kearifan lokal yang juga penting dipertahankan. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi kemajuan penerapan kota cerdas di Kota Yogyakarta yang selanjutnya dibandingkan pada salah satu kota cerdas terbaik pada aspek manajemen dan kebencanaan di dunia yaitu Kota Matsuyama menggunakan analisis gap. Kemudian pada akhir penelitian, diberikan rekomendasi berdasarkan hasil analisis gap berupa rencana pengembangan untuk mengoptimalkan penerapan konsep kota cerdas di Kota Yogyakarta. ABSTRACTThe smart city concept that is popular in the world in recent years has made many cities more effective and efficient in their management. The use of information and communication technology (ICT) is inherent in the development process with various kinds of automation and artificial intelligence (AI) that help it run. It is certainly good for the city if its implementation can successfully achieve the goal. Based on this statement, this study identifies the progress of implementing smart cities in one of the cities in Indonesia, namely the City of Yogyakarta, which has also implemented the smart city concept since 2018 and is still thick with culture so that it does not forget local wisdom which is also important to maintain. This research was conducted by identifying the progress of implementing a smart city in Yogyakarta City which was then compared to one of the best smart cities in terms of management and disaster aspects in the world, namely Matsuyama City using gap analysis. Then at the end of the stud, recommendations are given based on the results of the gap analysis in the form of a development plan to optimize the application of the smart city concept in the city of Yogyakarta.
Penentuan Rute Evakuasi Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Sleman Menuju UGD Terdekat Indrianawati Indrianawati; Isnaini Dewi Romadani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.165-175

Abstract

ABSTRAKAngka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Sleman pada tahun 2018 berjumlah 1.646 kejadian kecelakaan dan di tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 1.493 kejadian, namun angka kecelakaan lalu lintas tersebut masih cukup tinggi. Diperlukan upaya untuk menyelamatkan nyawa dan pencegahan kecacatan dari korban kecelakaan lalu lintas ini, yaitu dengan penentuan rute evakuasi korban kecelakaan lalu lintas menuju UGD terdekat menggunakan Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan rekomendasi rute evakuasi korban kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman menuju UGD terdekat. Network Analyst–Closest Facility adalah metode yang digunakan untuk penentuan rute evakuasi korban kecelakaan dengan impedance berupa waktu, event berupa titik kejadian kecelakaan, dan stop berupa fasilitas kesehatan (UGD 24 jam). Hasil analisis menunjukkan terdapat 9 rute evakuasi korban kecelakaan lalu lintas dari 10 lokasi kecelakaan menuju UGD terdekat di Kabupaten Sleman dan 1 rute evakuasi menuju UGD terdekat di sekitar Kabupaten Sleman. Lokasi 1 direkomendasikan menuju ke RSUD Sleman, lokasi 2 dan lokasi 3 menuju RSKB Sinduadi, lokasi 4 menuju RS JIH, lokasi 5 menuju RS Queen Latifa, lokasi 6 menuju RS Panti Rini, lokasi 7 menuju RSPAU dr. Suradji Hardjolukito (Kabupaten Bantul), lokasi 8 menuju RSIY PDHI, lokasi 9 menuju RS Bhayangkara Polda DIY, dan lokasi 10 menuju RS PKU Muhammadiyah Gamping.ABSTRACTThe number of traffic accidents in the Sleman Regency area in 2018 amounted to 1,646 incidents, and in 2019 it decreased to 1,493 incidents, but the number of traffic accidents is still relatively high. Efforts are needed to save lives and prevent disability for traffic accident victims by determining the evacuation route for traffic accident victims to the nearest emergency room (ER) using a Geographic Information System. This study aims to identify and recommend evacuation routes for traffic accident victims in Sleman Regency to the nearest ER. Network Analyst–Closest Facility is a method used to determine evacuation routes for accident victims with impedance (time), event (accident point), and stop (24-hour ER). The analysis results show 9 evacuation routes for traffic accident victims from 10 accident sites to the nearest ER in Sleman Regency and 1 evacuation route to the nearest ER in Sleman Regency. Location 1 is recommended to go to Sleman Hospital, locations 2 and 3 to RSKB Sinduadi, location 4 to RS JIH, location 5 to Queen Latifa Hospital, location 6 to Panti Rini Hospital, location 7 to RSPAU dr. Suradji Hardjolukito (Bantul Regency), location 8 to RSIY PDHI, location 9 to Bhayangkara Police Hospital DIY, and location 10 to PKU Muhammadiyah Gamping Hospital.
Analisis dan Karakterisasi Potensi Pozzolan Sebagai Sumber Silika (SiO2) Untuk Meningkatkan Nilai Sumber Daya Lokal Erda Rahmilaila Desfitri; Reni Desmiarti; Munas Martynis; Suci Rahma Dhani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.96-105

Abstract

ABSTRAKKabupaten Padang Pariaman memiliki sumber daya pozzolan yang belum termanfaatkan secara optimal. Pozzolan adalah bahan yang mengandung senyawa silika dan alumina. Untuk pemanfaatan yang optimal dilakukan analisis dan karakterisasi potensi pozzolan sebagai sumber silika. Silika bisa dimanfaatkan untuk bahan baku utama diberbagai industri, seperti industri gelas, keramik, katalis, pertanian dan untuk pengolahan limbah. Untuk mengetahui potensi pozzolan sebagai sumber silika dilakukan analisis kualitatif dan kuantitaif menggunakan XRD dan XRF. Berdasarkan hasil analisis pola difraksi sinar-X dengan measurement program PANalitycal ditemukan senyawa SiO2 yang tertinggi teramati pada posisi 2θ sebesar 20o dan 26o. Sedangkan analisis XRF dilakukan untuk mendapatkan informasi jumlah elemen dan oksida logam yang terkandung pada pozzolan. Hasil analisi XRF menunjukkan bahwa kadar SiO2 yang terdapat pada pozzolan adalah sejumalh 62,56%. Senyawa lain yang ditemukan pada pozzolan diantaranya Al2O3, SiO2, P2O5, K2O, CaO dan Fe2O3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pozzolan sangat berpotensi untuk dijadikan sumber silika.ABSTRACTPadang Pariaman regency has pozzolanic resources that have not been utilized optimally. Pozzolan is a material containing silica and alumina. For optimal utilization, analysis and characterization of the potential of pozzolan as a source of silica have been done. Silica can be used as a raw material in several industries, for example, glass, ceramic, catalyst industry, farm, and waste treatment. Qualitative and quantitative analyses by XRD and XRF were carried out to investigate pozzolan as a source of silica. Based on x-ray diffraction pattern with measurement of PANalitycal program was found SiO2 compound on 2θ position, 20o dan 26odegree. XRF analysis is used to get information chemical composition of pozzolan. XRF analysis found silica composition is 62,56%. Other compounds also found in pozzolans such as Al2O3, SiO2, P2O5, K2O, CaO, and Fe2O3. The result shows that pozzolan in Padang Pariaman Regency has the potential as a source of silica.
Kendali Kestabilan Kecepatan Vane Motor Pneumatik Berbasis PID Budi Setiadi; Nanang Mulyono; Hari Purnama; Hilmi Dhiya Ulhaq
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.106-116

Abstract

ABSTRAKKestabilan putaran berpengaruh terhadap kwalitas hasil pembuatan cat. Penelitian ini, fokus mengidentifikasi pengendalian kestabilan kecepatan putaran pada plan vane motor pneumatik saat bergangguan. Gangguan pengereman mekanik dan penurunan tekanan inlet sumber energi angin. Plan disetting berputar 250 rpm. Sistem pengendalian digunakan digital-PID (Proportional- Integral- Derivative ) dengan nilai parameter Kp, Ki, Kd dari hasil analisa zeigler nichols. PID mengatur bukaan katup yang mengalirkan angin melalui plan. Umpan balik sistem kecepatan digunakan sebagai koreksi error. Sistem stabil dengan error steady state (ESS ) 0,46%. Saat bergangguan mekanik 5% overdamped 1,5 detik , overshoot 3,65% dan gangguan 10% overdamped 3,3 detik, overshoot 7,71%. Saat gangguan inlet 0,45 bar overdamped 3 detik, overshoot 2,54% dan gangguan inlet 1,2 bar overdamped 4,3 detik, overshoot tetap.ABSTRACTThe rotational stability affects the quality of the paint productions. This research focuses on identifying the control of rotational speed stability on a pneumatic motor plan vane when it is disturbed. Disturbance of mechanical braking and a decrease in the inlet pressure of the wind energy source. The plan is set to rotate at 250 rpm. The control system used digital-PID (Proportional-Integral-Derivative) with parameter values Kp, Ki, Kd from the results of Zeigler Nichols analysis. PID regulates valve openings that allow air to flow through the plan. Speed system feedback is used as error correction. The system is stable with a steady state error (ESS ) 0.46%. When the mechanical disturbance is 5% overdamped for 1.5 seconds, overshoot is 3.65% and 10% is overdamped for 3.3 seconds, overshoot is 7.71%. When the inlet disturbance is 0.45 bar overdamped for 3 seconds, the overshoot is 2.54% and the inlet fault is 1.2 bar overdamped for 4.3 seconds, the overshoot remains the same.

Page 1 of 1 | Total Record : 8