cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 291 Documents
Strategi Desain Bukaan terhadap Pencahayaan Alami untuk Menunjang Konsep Bangunan Hemat Energi pada Rusunawa Jatinegara Barat Avesta, Riantiza; Putri, Atikah Dwi; Hanifah, Rana Alya; Hidayat, Nurul Annisa; Dunggio, M. Deivito
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.534 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1633

Abstract

ABSTRAKIndonesia terletak pada garis ekuator yang kaya akan sumber daya sinar matahari sepanjang tahun, sehingga pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam bangunan. Perencana bangunan (arsitek) harus mempertimbangkan pemanfaatan pencahayaan alami yang optimal melalui bukaan pada bangunan dan disamping itu harus sesuai dengan standar kenyamanan visual. Bangunan yang baik tentunya harus memenuhi kaidah keberlanjutan (sustainability) melalui konsep bangunan hijau (green building). Hasil pengamatan objek studi kasus bangunan Rusunawa Jatinegara Barat, Jakarta, menunjukkan bahwa tingkat iluminasi setiap tingkat (level) lantai berbeda. Semakin tinggi level lantai, maka semakin besar peluang sinar matahari masuk ke ruangan melalui bukaan dan semakin tinggi tingkat iluminasinya. Tingkat iluminasi yang melebihi standar kualitas pencahayaan alami berkontribusi pada ketidaknyamanan visual berupa silau (glare). Kondisi silau yang terjadi pada beberapa unit hunian rusun mengakibatkan penghuni menutup bukaan secara konvensional dan lebih memilih menggunakan pencahayaan buatan sepanjang hari, menyebabkan bangunan tidak hemat energi, yang artinya tidak mendukung konsep keberlanjutan (bangunan hijau). Oleh karena itu, diperlukan strategi desain bukaan yang tepat agar pada tahap perencanaan selanjutnya dapat dijadikan sebagai rekomendasi desain yang memenuhi kriteria standar kenyamanan visual. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pencahayaan alami pada unit hunian Rumah Susun Jatinegara Barat. Metode penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan software IES-VE v5.3.1, dimana salah satu alat analisa simulasinya yaitu radiance, dapat menghitung tingkat iluminasi pencahayaan alami dalam ruang. Sampel penelitian dipilih berdasarkan metode purposive sampling dengan pertimbangan perletakan unit dan ketinggian lantai.Kata kunci: bangunan hijau, kenyamanan visual, desain bukaan, rumah susun ABSTRACTIndonesia lies on the equatorial line that is rich in sunlight throughout the year, sothat natural lighting is an important aspect of buildings. The building planners (architects) should consider the optimal use of natural lighting through openings in the building and in addition must conform to visual comfort standards. A good building must meet the principles of sustainability through the concept of green building. The observation of the case study, teh building of Rusunawa Jatinegara Barat Jakarta, shows that the level of illumination of each floor level is different. The higher the floor level, the greater the chances of sunlight entering the room through openings and the higher the illumination rate. Illumination levels that exceed natural lighting quality standards contribute to the visual discomfort of glare. Glares that occur in some tower units result in residents closing the openings conventionally and prefer to use artificial lighting throughout the day, causing the building not energy efficient, which means it does not support the concept of sustainability (green building). Therefore, it is necessary to design a proper opening in the next planning stage, which can be used as a design recommendation that meets the criteria of visual comfort standards. This study aims to evaluate natural lighting in residential units of Rumah Susun Jatinegara Barat. Quantitative research method is done by using IES-VE v5.3.1 software, where one of the simulation tool, that is radiance, can calculate the level of illumination of natural lighting in unit’s area. The sample was chosen based on purposive sampling method with consideration of unit placement and floor height.Keywords: green building, visual comfort, design openings, apartment 
Analisis Profil Konsentrasi Pb di Air Waduk Saguling Arinda, Ade; Wardhani, Eka
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.574 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i3.2509

Abstract

 ABSTRAKAir Waduk Saguling saat ini menunjukkan penurunan, baik secara kualitas maupun kuantitas akibat aktivitas manusia yang menghasilkan limbah rumah tangga, industri, pertanian, peternakan, perikanan dan pertambangan. Salah satu pencemar di Waduk Saguling adalah logam berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi Pb di perairan Waduk Saguling pada musim yang berbeda. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari PT Indonesia Power tahun 2008-2017. Data berasal dari tiga kedalaman yaitu kedalaman permukaan, tengah, dan dekat dasar perairan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Pb di musim kemarau lebih tinggi daripada musim hujan dan sebagian sudah melebihi baku mutu yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk logam Pb sebesar 0,03 mg/L. Parameter pendukung yang di analisis yaitu parameter DO, pH, TDS, suhu, kekeruhan, dan kesadahan. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan PCA, parameter yang paling mempengaruhi konsentrasi Pb di musim kemarau adalah kekeruhan dan suhu sedangkan musim hujan adalah TDS.Kata kunci: Musim, Pb, PCA, Waduk SagulingABSTRACTSaguling Water Reservoir currently shows a decline, both in quality and quantity due to human activities that produce domestic waste, industry, agriculture, livestock, fishery and mining. One of the pollutants in Saguling Reservoir is heavy metal. The research aims to analyze the concentration of Pb in the waters of Saguling Reservoir in different seasons. This research uses secondary data which is obtained from PT Indonesia Power in 2008-2017. The data comes from three depths: surface depth, center, and near bottom of water. Based on the results of the research shows that the concentration of Pb in the dry season is higher than the rainy season and some have exceeded the quality standard which refers to Government Regulation no. 82 of 2001 on the Management of Water Quality and Control of Water Pollution for Pb metal by 0.03 mg/L. The supporting parameters in the analysis are DO, pH, TDS, temperature, turbidity, and hardness parameters. Based on the results of statistical analysis using PCA, the parameters that most influence the concentration of Pb heavy metals in the dry season are turbidity and temperature and rainy season is TDS.Keywords: Season, pb, pca, saguling reservoi
Perbandingan Koefisien Kekuatan Relatif dan Umur Rencana Perkerasan Jalan Lapis Aus (AC-WC) menggunakan BNA Blend 75/25 dan Aspal Pen 60/70 Widianto, Barkah Wahyu
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.763 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1330

Abstract

ABSTRAKBNA Blend 75/25 merupakan jenis aspal modifikasi baru di Indonesia. Sampai saat ini, penggunaan BNA tersebut belum banyak dilaksanakan pada pekerjaan jalan di Indonesia. Jalan Alternatif Nagreg Jawa Barat merupakan proyek pertama jalan nasional yang menggunakan BNA Blend pada lapisan perkerasannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja perkerasan jalan menggunakan BNA Blend 75/25 dengan Aspal Konvensional (Pen 60/70) dari aspek koefisien kekuatan relatif (????) campuran beraspal dan Umur Rencana berdasarkan analisis struktur perkerasan Metode Bina Marga. Uji laboratorium dilakukan untuk mengetahui karakteristik aspal, agregat dan campuran beraspal dengan keluaran berupa nilai Modulus Resillient yang selanjutnya digunakan untuk mendapatkan nilai a dan Umur Rencana. Perkerasan jalan yang menggunakan BNA Blend 75/25 menghasilkan nilai ???? 3,7 % lebih besar dan Umur Rencana 1 tahun lebih lama dibandingkan dengan aspal Pen 60/70.Kata kunci: koefisien kekuatan relatif, Umur Rencana, BNA Blend 75/25.  ABSTRACTBNA Blend 75/25 is a new type of asphalt modification in Indonesia. Until recently, the use of BNA Blend 75/25 has not been widely implemented on road construction in Indonesia. Alternatif Road, Nagreg - West Java was the first national road project which applied the BNA Blend to the pavement layer. This research aimed to compare the performance of pavement using the BNA Blend 75/25 to the conventional asphalt (Pen 60/70). Coefficient of relative strength (????), and design life were generated as a result of pavement structural analysis based on Bina Marga method. For this purpose, laboratory tests were conducted to determine the characteristics of aggregates, both types of asphalts and asphalt mixtures with the output of resillient modulus value. Furthermore, the modulus value was used to calculate the a-value and design life of each type of asphalt. Pavement with BNA blend produced a-value and design life 3.7% higher, and one-year longer than pavement with asphalt Pen 60/70, respectively.Keywords: coefficient of relative strength, design life, BNA Blend 75/25
Kajian Kinerja Struktur Gedung Simetris Menggunakan Peredam Tipe Fluid Viscous Damper Hajati, Nur Laeli; Hanif, Ardita Narabuana
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.197 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i2.2391

Abstract

ABSTRAKDesain struktur gedung harus memenuhi 3 (tiga) aspek utama; yaitu: kekuatan, kekakuan, dan daktilitas. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja struktur gedung dalam kondisi pembebanan dinamis (beban gempa, beban angin, beban getaran mesin) adalah meredam getaran dengan memasang sistem kontrol pasif berupa fluid viscous damper (FVD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pola penempatan FVD pada struktur gedung bertingkat beton bertulang tipe SPRMK menggunakan jenis FVD yang sama dengan mencermati kinerja struktur meliputi aspek waktu getar struktur, gaya geser dasar, simpangan antar tingkat, serta tingkat kinerja struktur. Analisis struktur dilakukan sampai tahap analisis beban dorong dengan bantuan perangkat lunak ETABS v.2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola-4 dengan formasi FVD berada pada seluruh area bentang tengah portal interior pada potongan melintang dan pada seluruh area bentang tengah 2 portal interior pada potongan memanjang memberikan kinerja struktur yang semakin baik berdasarkan aspek waktu getar struktur, gaya geser dasar, simpangan antar tingkat, daktilitas, tingkat kinerja struktur, dan daktilitas,Kata kunci: fluid viscous damper, waktu getar struktur, simpangan antar tingkat, tingkat kinerja struktur, daktilitas.ABSTRACTThe structure design must fulfil 3 main aspects, there are: strength, stiffness, and ductility. One of effort to increase performance of structure in dynamic’s load (earthquake force, wind force, vibration machine) is to damp vibration by installing passive control system in form fluid viscous damper (FVD). The purpose of this study to determine effectiveness of FVD placement pattern on SPRMK concrete building stucture using the same type of FVD by observing the performance of structures covering aspects of period of structure, base shear, drift, and level performance of the structure. Structural analysis is carried out to stage push-over analysis with software ETABS v.2016. The result of this reserch is Pola-4 with FVD formation is located in the entire middle span of the interior portal on the cross section and the entire middle span of the interior portal on the longitudinal section give structural performance better assessed by aspects of the period of structure, base shear, drift, level performance of the structure, and ductility.Keywords: fluid viscous damper, period, drift, level of performance structure, ductility.
Pengembangan Aplikasi Partisipatif Ruang Terbuka Hijau Wilayah Provinsi Jawa Barat Sumarno, -; Indrianawati, -
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.359 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2040

Abstract

ABSTRAKProporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada suatu wilayah ditargetkan minimal 30% dari luas wilayah kota. Kenyataannya pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat belum ada yang dapat memenuhi target tersebut. Dalam rangka memfasilitasi pemerintah kabupaten/kota untuk memenuhi target RTH, Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat telah membangun sistem informasi RTH. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi RTH yang telah dibangun dengan menyusun database RTH kabupaten/kota di Jawa Barat dalam aplikasi berbasis webGIS dan tersedia informasi mengenai Rencana Detail Tata Ruang kabupaten/kota di Jawa Barat yang dapat menjadi instrumen inventarisasi dan pengelolaan data mengenai RTH di Jawa Barat. Metode yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi yang telah terbangun adalah fusebox. Hasil yang diperoleh adalah berupa aplikasi partisipatif berbasis webGIS yang dapat diakses oleh publik secara online.Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, aplikasi partisipatif, webSIGABSTRACTProportion of Green Open Space in a region is targeted at least 30% of city area. The regency/city government in West Java Province has not been able to meet that target. In order to facilitate regency/city governments to meet the target of green open space, Department of Housing and Settlement in Province West Java has built an information system on green open space. This research aims to develop information system of green open space that has been built by arranging green open space database of regency/city in West Java in webGIS based application and provide information about Spatial Plan Details of regency/city in West Java which can be instrument to inventory and management of data about green open space in West Java. The method used to develop applications that have been built is fusebox. The results obtained are a web-based participatory application that can be accessed by the public online.Keywords: Green Open Space, participatory application, webGIS
Kajian Perilaku Struktur Portal Beton Bertulang Tipe SRPMK dan Tipe SRPMM Hajati, Nur Laeli; Noviansyah, Rizki
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.839 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i3.1771

Abstract

ABSTRACTMoment Resisting Frame System (SRPM) is one of the earthquake resistant structural systems that is often used in Indonesia. SRPM is classified into three types are Ordinary Moment Resisting Frame System (SRPMB), Intermediate Moment Resisting Frame System (SRPMM), and Special Moment Resisting Frame System (SRPMK). In this final project, the structure of the building is modeled with SRPMM and SRPMK in areas with high seismicity (Seismic Design Category D) in the city of Yogyakarta, then compared the behavior of the structure between the two models. The result of this research is SRPMM which its purpose for medium earthquake area, can still give good performance which is indicated by fulfillment of design requirement, performance when performance point is in Immadiate Occupancy condition up to Life Safe, and give good ductility value when Collapse occurred.Keywords: intermediate moment resisting frame system, special moment resisting frame system, performance point, ductilityABSTRAKSistem Rangka Pemikul Momen (SRPM) adalah salah satu sistem struktur penahan gempa yang sering digunakan di Indonesia. SRPM dibagi menjadi tiga jenis yaitu Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB), Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Dalam tugas akhir ini struktur gedung dimodelkan dengan SRPMM dan SRPMK pada wilayah dengan tingkat kegempaan tinggi (Kategori Desain Seismik D) dikota Yogyakarta, kemudian dibandingkan perilaku struktur antara kedua model tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah SRPMM yang peruntukannya untuk wilayah gempa sedang, tetap dapat memberikan kinerja cukup baik yang ditunjukkan dengan terpenuhinya persyaratan-persyaratan desain, kinerja pada saat performance point berada pada kondisi Immadiate Occupancy sampai dengan Life Safe, serta memberikan nilai daktilitas yang baik ketika terjadi keruntuhan.Kata kunci: SRPMM, SRPMK, performance point, daktilitas.
Pengaruh Kecepatan Alir Udara dan Temperatur Terhadap Perpindahan Massa Padat dan Gas (Disk Naftalen-Udara) Dalam Sistem Kolom Akrilik Radifan, Hadyan Hilman; Lindawati, Lindawati
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.162 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i3.2515

Abstract

ABSTRAKPerpindahan massa merupakan salah satu fundamental penting yang harus dikuasai oleh seorang sarjana teknik kimia. Sublimasi, adsorbsi, serta pengeringan merupakan salah satu contoh penerapan dari perpindahan massa padat-dan gas di bidang Industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur dan kecepatan udara terhadap koefisien perpindahan massa padat - gas (sistem disk naftalen – udara) dalam sebuah kolom akrilik silinder. Penelitian dilakukan dengan metode observasi. Variasi yang digunakan untuk temperatur adalah 318K; 330K dan 348K dan untuk kecepatan alir udara adalah 1,840 m/s; 3,620 m/s; dan 4,980 m/s. Hasil observasi menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan udara dan suhu yang masuk ke dalam sistem kolom akan menyebabkan peningkatan nilai terhadap koefisien perpindahan massa padat-gas (KG).Kata kunci: Perpindahan Massa, Padat-Gas, Temperatur, Kecepatan UdaraABSTRACTMass transfer is one of the fundamental knowledge that must be mastered by a bachelor in chemical engineering. Sublimation, adsorption, and drying are examples of the application of solid-gas mass transfer in the industrial fields. The purpose of this study was to determine the effect of temperature and air velocity on the coefficient of solid - gas mass transfer (disc naphthalene-air system) in a cylindrical acrylic column. The air flow temperature used are 318K; 330K and 348K with the air velocity of 1,840 m/s; 3,620 m/ s; and 4,980 m/s. The research was done by observation method. The observation results show that the increase of air velocity and temperature entering the column system will cause the increase of value to the solid-gas mass transfer coefficient (KG)Keywords: Mass Transfer, Solid- Gas, Temperature, Air Velocity
Perancangan Siklus Rankine Organik Untuk Pemanfaatan Gas Buang Pada PLTU di Indonesia Azis M, Mohammad
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.527 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1638

Abstract

ABSTRAKEnergi merupakan kebutuhan pada kehidupan manusia. Sumber energi fossil yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi semakin lama semakin menipis. Sehingga diperlukan sumber energi alternatif atau peningkatan efisiensi dalam pemanfaatan energi. Panas buang merupakan salah satu sumber energi alternatif. Pemanfaatan panas buang salah satunya adalah dengan menggunakan siklus rankine organik. PLTU memiliki panas buang yang berpotensi untuk dimanfaatkan. Temperatur gas buang pada PLTU yang rata-rata sebesar 150 oC. Proses perancangan dilakukan untuk memanfaatkan panas buang hasil pembakaran. Hasil perancangan sistem siklus rankine organik mampu menghasilkan daya sebesar 6053 kW (R142b), 5705 kW (R123), dan 5502 (Isopentane) serta efisiensi sebesar 18.54%, 18.51%, dan 17.85% untuk fluida kerja R142b, R123, dan Isopentane.Kata kunci: siklus rankine organik, gas buang, panas sisa ABSTRACTEnergy is needeed for human life. Fossil energy which used to fulfill our needs is diminished. So, alternative energy source is used. Waste heat are one of a kind energy alternative source. Organic rankine cycle can be used to utilitze waste heat. Coal power plant which have flue gas to utilized. Average flue gas temperature in coal power plant are 150 oC. Design process to utilize waste heat has been conducted. The power produced in the system are 6053 kW, 5705 kW, and 5502 kWalso the efficiency are 18.54%, 18,51%, and 17,85% for working fluid R142b, R123, and Isopentane respectively.Keyword: organic rankine cycle, waste heat, flue gas 
Rancangan dan Respons Aktifitas pada Taman Musik Kota Bandung Virdianti, Eka; Duhita, Dian
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.536 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i2.2396

Abstract

ABSTRAKTematik merupakan salah satu pendekatan responsif yang mempermudah perancang untuk menemukan identitas karya. Taman adalah ruang publik terbuka yang berfungsi sebagai tempat berkumpul komunitas dan penyeimbang iklim mikro lingkungan. Periode 2014, Kota Bandung mencoba menghidupkan taman sebagai ruang publik kota dengan memberikan identitas tematik dan menyediakan elemen/fitur taman yang menarik. Obyek penelitian merupakan Taman yang dipilih karena tema taman mewakili segmentasi umur komunitas muda-mudi kota. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan disain responsif dan respon aktifitas komunitas di Taman Musik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan partisipasi-observasi dan metoda analisis deskriptif. Hasil kesimpulan memberikan gambaran bahwa Taman Musik memiliki rancangan yang cukup sesuai dengan tema dan menghasilkan jenis respons yang berbeda. Taman tersebut telah memberikan rancangan yang cukup menarik sehingga mengundang komunitas kota untuk datang ke taman namun pengunjung merespon dengan aktifitas yang tidak sesuai tema.Kata Kunci: Rancangan, Tematik, Respon AktifitasABSTRACTThe Thematic is one of responsive approach to help an architect to find identity of their design. A Park is open public spaces which has a function as community gathering place and balance the micro climate. At period 2014, Bandung tried to activated the park as public space by giving the new thematic identity and provide attractive element/features. The Object of study was selected by segmentation thematic community which represented adult of city community. The aim of study is analyzing implementation of responsive design and activities community responses in Taman Music. This study use a qualitative approach with participatory observation and descriptive analitic method. The conclucion describe are Taman Music designed pretty appropriate to the theme and generate the differences respons. These park presented attractive design which invite the adult community to activating in that area. Although the community activity responses is distinct with the theme.Keywords: Design, Thematic, Activity Responses
Pengaruh Variasi Radius-Dalam Rim Terhadap Pengurangan Massa dan Momen Inersia Massa Dengan Studi Kasus Benda Putar Berdiameter 10 cm Firmansjah, Eka Taufiq
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.712 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1339

Abstract

ABSTRAK Mesin terdiri dari sekumpulan elemen mesin yang diam dan bergerak. Elemen mesin yang bergerak dengan gerakan berputar disebut benda putar. Pada beberapa kasus seringkali diinginkan pengurangan massa dari benda putar tersebut untuk alasan ekonomis, biasanya untuk elemen mesin yag diproduksi massal. Namun pengurangan massa berakibat pada pengurangan momen inersia massa benda putar bersangkutan. Jika tuntutan perancangan tidak mempermasalahkan perubahan tersebut, maka pengurangan massa tidak menjadi masalah. Namun jika momen inersia massa tidak boleh terlalu rendah, maka harus dicari kompromi dimana pengurangan massa sebesar-besarnya namun penurunan momen inersia massa sekecil-kecilnya. Pada penelitian ini dilakukan studi kasus terhadap benda putar berjari- jari 10 cm jari-jari dalam hub 2 cm dan jari-jari luar hub 4 cm. Jumlah jari-jari ada 4 dengan lebar 1 cm dan tebal benda putar 0,5 cm. Variasi pengurangan massa dilakukan dengan memvariasikan jari-jari- dalam rim. Untuk tiap variasi, dilakukan perhitungan untuk mendapatkan jumlah massa yang dapat dikurangi dan momen inersia massa dari benda putar. Ternyata pada nilai jari-jari dalam tertentu, dapat diperoleh nilai kompromi dari permasalahan diatas. Kata kunci: benda putar, penghematan bahan, momen inersia massa.  ABSTRACT Machine consists of a set of machine elements that still and moving. Machine elements that move in a circular motion called rotary object. In some cases it is often desirable reduction in the mass of the rotating object for economic reasons, usually for a mass production of machine elements. But the mass reduction results in a reduction in moment of inertia of the mass. If the demands of the design allow this decrease of moment of inertia, mass reduction is not a problem. But if the moment of inertia of the masses should not be too low, it must find a compromise in which a mass reduction profusely but the decrease in the mass moment of inertia of the smallest. In this research conducted a case study of rotating element radius of 10 cm, radius of the hub 2 cm and outer radius hub 4 cm. The number of spoke are 4 with a width of 1 cm and uniform thickness 0.5 cm all over rotating element. Variations mass reduction is done by varying the inner radius of the rim. For each variation, calculation is performed to obtain the amount of mass that can be reduced and the mass moment of inertia of the rotating object. It turned out that in the certain value of inner radius of the rim in particular, can compromise the values obtained from the above problem. Keywords: rotating element, reducing material, mass moment of inertia.

Page 4 of 30 | Total Record : 291