cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Pengaruh Fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) Terhadap Peningkatan Ozon Troposferik di Indonesia Qonitan, Fatimah Dinan
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1269.35 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i3.2508

Abstract

ABSTRAKOzon troposferik merupakan polutan sekunder yang bersifat racun bagi manusia. Beberapa penelitian menemukan terjadinya peningkatan konsentrasi ozon di troposfer selama periode El Nino pada tahun 1997/1998 dan 2006 di Indonesia. Studi ini berisi kajian dan sintesis berbagai literatur ilmiah untuk mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi peningkatan konsentrasi ozon troposferik di periode tersebut. Peningkatan ozon rata-rata diketahui dengan membandingkan konsentrasi latar belakang total ozon pada tahun-tahun normal dengan periode El Nino 1997/1998 dan 2006. Peningkatan ozon terutama terjadi di musim kering pada periode El Nino, ketika terjadi penurunan tingkat presipitasi yang signifikan dan kebakaran hutan besar di Indonesia. Pada El-Nino 1997/1998 terjadi anomali positif konsentrasi ozon troposferik sebesar 10-20 DU, sedangkan pada El-Nino 2006 sebesar 10-15 DU. Peristiwa kebakaran hutan ini mengemisikan prekursor pembentuk ozon (O3) dalam jumlah besar, diantaranya adalah karbon monoksida (CO) dan Nitrogen Oksida (NOx).Kata kunci: El Nino, ENSO, Indonesia, Kebakaran, Tropospheric OzoneABSTRACTTropospheric ozone is a secondary pollutant that is toxic to humans. Several studies have found an increase in ozone concentration in the troposphere during periods of 1997/1998 and 2006 El Nino in Indonesia. This study intends to review and synthesize earlier research to determine important aspects affecting increase of tropospheric ozone concentration during those period. Average tropospheric ozone increase was estimated by subtracting the background concentration of total ozone during the normal years on 1997/1998 and 2006 El Nino periods. Significant increase tropospheric ozone mostly occurred in the dry season during the El Nino periods when the precipitation decreased significantly and extensive forest fire occurred frequently in Indonesia. During the 1997/1998 El-Nino, there is positive anomaly of tropospheric ozone by 10-20 DU, and 10-15 DU in 2006 El Nino. Forest fires event emit large numbers of ozone (O3)-forming precursors, such as carbon monoxide (CO) and nitrogen oxides (NOx).Keywords: El Nino, ENSO, Forest Fire, Indonesia, Tropospheric Ozone
Optimasi Siklus Kalina KCS34 Pada Pemanfaatan Sumber Air Panas (Natural Hot Spring) Sebagai Pembangkit Listrik Pramuda N.S, Muhammad; Ridwan, Muhammad; Iqbal Maulana, Iqbal
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.559 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1336

Abstract

ABSTRAK Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar. Daerah potensi panas bumi seperti di daerah Cimanggu, Provinsi Jawa Barat umumnya memiliki sumber air panas. Sumber air panas selain dimanfaatkan untuk pariwisata, dapat pula dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Temperatur sumber air panas yang relatif rendah antara 60° - 90°C membutuhkan teknologi khusus agar dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Siklus Kalina KCS34 merupakan siklus yang memanfaatkan campuran ammonia-air sebagai fluida kerja untuk menyerap energi kalor dari sumber panas bertemperatur rendah karena sifat dari campuran ammonia-air yang memiliki titik didih yang rendah. Fraksi campuran ammonia-air dan tekanan kondensor dapat mempengaruhi daya turbin dan efisiensi dari siklus Kalina KCS34. Simulasi optimasi fraksi campuran ammonia-air dan tekanan kondensor dilakukan untuk mengetahui besarnya fraksi campuran ammonia-air dan tekanan kondensor yang sesuai untuk digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik di daerah Cimanngu, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil simulasi, untuk mendapatkan kondisi pembangkit yang optimum di lokasi tersebut diperlukan fraksi campuran ammonia-air sebesar 87% dengan tekanan kondensor 7.6 bar sehingga akan dihasilkan daya turbin sebesar 73.57 kW dengan efisiensi sistem 14.85%. Kata kunci: Siklus Kalina, optimasi, campuran ammonia-air.  ABSTRACT Indonesia have a large potential of geothermal resources. Geothermal resource area such as Cimanggu area, West Java Province has natural hot spring resources. These natural hot spring resource can be utilized for eco tourism and electric power plant. Natural hot spring have relatively low water temperature between 60° - 90°C and it need special technology to be utilized as electric power plant. Kalina cycle KCS34 is a cycle that utilize ammonia-water mixture to absorb energy from low temperature natural hot spring source because of the properties of ammonia-water mixture that can boiled at low temperature. The fraction of ammonia-water mixture and the condensor pressure of the Kalina cycle KCS34 can affect the turbine output power and system efficiency. Optimization simulation was held to discover the required fraction of ammonia-water mixture and condenser pressure that suitable for generating electricity on Cimanggu area, West Java Province. According to the simulation results, the optimum fraction of ammonia-water mixture is 87% and the condensor pressure at 7.6 bar which will generate 73.57 kW of turbine power with 14.85% system efficiency. Keywords: Kalina cycle, optimization, ammonia-water mixture.
Analisis Faktor-Faktor (7P) Yang Mempengaruhi Minat Lulusan SMU/ Sederajat Melanjutkan Studinya di Universitas Widyatama Bahar, Achirsyah
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.204 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2048

Abstract

ABSTRAKMarketing menjadi salah satu andalan Univesiitas Wiidyatama dalam menarik minat lulusan SMU/Sederajat untuk mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswanya. Salah satu cara yang dilakukan dalam menarik minat siswa lulusan SMU/Sederajat ialah dengan melakukan penelitian yang melibatkan berbagai aspek yang menjadi pilihan siswa lulusan SMU/Sederajat. Penelitian yang dilakukan ialah dengan menggunakan metode bauran pemasaran (7P) yang terdiri dari Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), Place (tempat), People (orang), Process (proses) dan Phisical Evidence (sarana phisik). Penelitian ini dilakukan terhadap 160 responden yang terdiri atas calon mahasiswa baru (pendaftar) dan mahasiswa widyatama dari berbagai angkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat lulusan SMU/Sederajat dalam melanjutkan studinya di Universitas Widyatama adalah :1. Variabel Product, Price, Promotion, Place, Person, Process dan Phisical Evidence menunjukan nilai yang signifikan terhadap pilihan responden, yaitu sebagai berikut :a. Untuk variabel product (produk) 61% menyatakan sangat setuju, 28,4% menyatakan setuju dan10,5% Netral.b. Untuk variabel price (harga) 51,25% menyatakan sangat setuju,30,83% setuju, 14,17% menyatakan netral dan 3,75% tidak setujuc. Untuk variabel promotion (promosi) 35,42% menyatakan sangat setuju, 38,75% menyatakan setuju, sisanya netral dan tidak setujud. Untuk variabel place (tempat) 39,69% menyatakan sangat setuju, 29,06% menyatakan setuju dan sisanya netral dan tidak setuju.e. Untuk Variabel person (orang) 52,92% menyatakan sangat setuju, 33,33% menyatakan setuju, sisanya netral dan tidak setuju.f. Untuk Variabel process (proses) 48,25% menyatakan sangat setuju, 39% menyatakan setuju dan sisanya netral dan tidak setuju.g. Untuk Variabel phisical evidence (fasilitas fisik) 41,67% menyatakan sangat setuju, 43,33% menyatakan setuju dan sisanya netral dan tidak setuju.2. Pengaruh faktor-faktor bauran pemasaran model 7P terhadap minat lulusan SMU / Sederajat dalam melanjutkan studinya di Universitas Widyatama menunjukkan bahwa berdasarkan uji secara overall hasil pengujiannya signifikan. Tapi berdasarkan uji individual dengan resiko kekeliruan 5%, hasil pengujiaannya menunjukkan bahwa Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi) dan Place (tempat) memberikan pengaruh yang signifikan, sedangkan faktor Person (orang), Process (proses) dan Phisycal Evidence (fasilitas fisik) tidak memberikan pengaruh yang signifikan.Kata Kunci: Minat, Mahasiswa, Metode (7P), Pemasaran
Kajian Dampak Pembuangan Air Limbah Industri PT. X Terhadap Sungai Cikijing di Provinsi Jawa Barat Sulistiowati, Lina Apriyanti; Wardhani, Eka
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.678 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2039

Abstract

ABSTRAKSungai Cikijing termasuk ke dalam Sub DAS Citarik melintasi dua wilayah administrasi yaitu Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung. Sungai Cikijing menjadi sarana pembuangan air limbah dari aktivitas industri sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran air sungai. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah menganalisis dampak pembuangan air limbah PT. X terhadap 3 aspek yaitu budidaya, kualitas air tanah dan tanah serta kesehatan masyarakat berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001. Kualitas air Sungai Cikijing pada Bulan Januari dan Agustus 2017 mengandung parameter yang tidak memenuhi bakumutu yaitu TSS, TDS, BOD, COD, Detergen MBAS, Belerang (H2S), Minyak dan Lemak, Nitrit, Nitrat dan Fenol. Pencemaran yang terjadi di Sungai Cikijing tidak berpengaruh terhadap penurunan kesuburan tanah, karena air Sungai Cikijing tidak dijadikan sumber air irigasi untuk lahan pertanian di lokasi sampling. Analisis kualitas air bersih di lokasi studi diambil dari 2 lokasi dengan membandingkan bakumutu sesuai Permenkes RI No. 492 Tahun 2010. Parameter air sumur di Desa Linggar yang tidak memenuhi bakumutu yaitu kekeruhan, Fe, Mn, dan Zat Organik (KmnO4). Sedangkan di Desa Jelegong parameter kekeruhan, pH, Fe, Mn, dan Zat Organik (KmnO4) tidak memenuhi baku mutu. Kualitas air sumur di kedua lokasi titik pemantauan tidak layak untuk di konsumsi harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sungai Cikijing yang sudah tercemar dikhawatirkan dapat menurunkan kesehatan masyarakat. Data kesehatan masyarakat diperoleh dari Puskesmas Cisempur, Puskesmas Sawah Dadap, dan Puskesmas Rancaekek tahun 2015-2016 menunjukkan bahwa penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat bukan sebagai akibat dari pencemaran air sungai Cikijing.Kata Kunci: Sungai Cikijing, Industri, PencemaranABSTRACTCikijing River is part of Citarik Sub watershed over two administrative areas of Sumedang and Bandung regencies. Cikijing river become a discharge media by industrial activity and thus potentially cause pollution of river water. The purpose of this research is to analyze the impact of waste disposal of PT. X against 3 aspects ie cultivation, groundwater and soil quality and public health based on Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 82 Year 2001. Cikijing River water quality in January and August 2017 contains parameters that do not meet stream standard these are TSS, TDS, BOD, COD, detergents MBAs, sulfur (H2S), oil and fat, nitrite, nitrate, and phenol. Pollution that occurred in the Cikijing River has no effect on the decline in soil fertility because the Cikijing River water is not used as a source of irrigation water for agricultural land in the sampling location. The analysis of clean water quality in the study sites was taken from 2 locations by comparing standard according to Permenkes RI. 492 of 2010. Water well parameters in Linggar village that do not meet the standard these are turbidity, Fe, Mn, and organic substances (KmnO4). While in Jelegong Village, turbidity, pH, Fe, Mn, and organic (KmnO4) parameters did not meet the quality standard. The quality of the well water at both sites of the monitoring point is not feasible for consumption should be processed first before being used for daily needs. The polluted Cikijing River is feared to reduce public health. Public health data obtained from government public health facilities in Cisempur, Sawah Dadap, and Rancaekek in the year 2015-2016 show that the disease suffered by many people, not as a result of water pollution Cikijing river.Keywords: Cikijing River, Industry, Pollution
Akumulasi Regangan di Sumatera Berdasarkan Data Pengamatan GPS Tahun 2002-2008 dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pelepasan Regangan Maiyudi, Riko; Meilano, Irwan; Sarsito, Dina
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1499.693 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1630

Abstract

ABSTRAKPulau Sumatera terletak di antara dua lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Intensitas gempa bumi sangat besar di pulau ini, terutama di sepanjang daerah pesisir barat. Pada 2002-2008 periode, banyak gempa bumi besar yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan. Fenomena ini menunjukkan bahwa studi tentang pola deformasi pulau Sumatera sangat diperlukan. Studi yang diperlukan adalah untuk rencana mitigasi bencana di masa depan. Pola deformasi gempa dapat diamati dengan GPS pengamatan (Global Positioning System). Data yang digunakan untuk gempa Sumatera adalah GPS Sumatera Array (SuGAr). Perangkat lunak yang digunakan untuk data Array GPS Sumatera dari pulau Sumatera adalah Gamit 10.4. Dari hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa data perpindahan koordinat stasiun dapat digunakan jika data outlier telah terhapus. Dari koordinat perpindahan stasiun bisa diperoleh vektor perpindahan semua stasiun sebelum, selama atau setelah gempa bumi. Dari perpindahan nilai-nilai vektor, nilai regangan yang terjadi di sepanjang pulau Sumatera dapat diperkirakan. Dari data regangan, nilai akumulasi regangan 2002-2008 dapat diperoleh. Sehingga dapat dianalisis wilayah yang berpotensi terjadinya gempa selanjutnya.Kata Kunci: Akumulasi Regangan , Deformasi, Kerusakan Lingkungan, ABSTRACTThe Sumatra Island is located between two tectonic plates; the Indo-Australia Plate and the Eurasian plate. The intensity of the earthquakes is very large on the island because of this, especially along the western coastal area. On the 2002 to 2008 period, many large earthquakes that caused casualties and damage to the environment. These phenomena shows that the studies of the deformation patterns of the Sumatra island is required. The studies are required for disaster mitigation plans in the future. The deformation patterns of the earthquake can be observed with GPS (Global Positioning System) observation. The data that is being used for Sumatra earthquake is the Sumatran GPS Array. The software that is used for the Sumatran GPS Array data of the Sumatra Island is the Gamit 10.4. From the data processing, it can be concluded that there are displacements of the nations can be used if the outlier data has been erased. From the station displacement coordinates, we can obtain the displacement vector of all of the station before, during or after the earthquakes. From the displacement vector values, the values of the strain that occurs along the Sumatra Island can be estimated. From the strain data, the accumulated value of strain from 2002 to 2008 can be obtained. Finally it can be predicted potential area for next earthquake.Keywords: Keywords: Deformation, Environmental Damage, Accumulated Strain. 
Peningkatan Kekakuan Sudu Turbin Angin Vertikal Berbahan Komposit Serat Karbon Melalui Rekayasa Penampang Inersia Marsono, Marsono; Ali, Ali; P. Sembiring, Alek
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.941 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i3.2514

Abstract

ABSTRAKPerubahan bentuk dan dimensi sudu akan menurunkan kinerja turbin angin. Perubahan bentuk dan dimensi sudu sangat dipengaruhi oleh kekakuan dan kekuatan sudu turbin tersebut. Pada kasus di lapangan, ditemui bahwa sudu turbin angin sumbu vertikal yang dibuat dengan bahan komposit serat karbon ternyata tidak memiliki kekakuan yang baik jika hanya dibuat dengan satu lapis (layer) serat karbon. Untuk mengatasi masalah kekakuan ini, maka dilakukan penambahan tulang penguat (stiffener rib) dari bahan yang sama pada sudu turbin angin. Pengujian yang telah dilakukan menunjukan bahwa penambahan tulang penguat pada sudu turbin angin sumbu vertikal telah menambah kekakuan sudu secara signifikan yang cenderung mengikuti grafik eksponensial. Kekakuan (K) sudu dengan tinggi tulang 6 mm adalah 0,0258 kg/mm. Kekakuan sudu dengan tinggi tulang 9 mm adalah 0,0740 kg/mm. Kekakuan sudu dengan tinggi tulang 12 mm adalah 0,2250 kg/mm. Di sisi lain, kekuatan lentur sudu turbin juga meningkat. Dengan penambahan tulang 6mm, kekuatan lentur maksimum (????max) mencapai 4,008 kg/mm2, dengan penambahan tulang 9 mm kekuatan lentur mencapai 4,145 kg/mm2, dengan penambahan tulang 12 mm kekuatan lentur mencapai 4,544 kg/mm2.Kata kunci: sudu turbin angin sumbu vertikal, inersia penampang, kekakuan, kekuatan lentur.ABSTRACTChanges in shape and dimension of the blade will decrease the wind turbine performance. These change are strongly influenced by the stiffness and strength of turbine blade. It was found that vertical axis wind turbine blades which is made with carbon fiber composite did not have good stiffness if it was made with only one layer of carbon fiber. To overcome this stiffness problem, stiffener rib with the same material was applied on wind turbine blade. The test that has been done shows that the addition of the stifferner rib to the vertical axis wind turbine blade has significantly increased the stiffness that tends to follow the exponential graphic. The stiffness (K) of the blade with 6 mm rib height is 0.0258 kg/mm. The blade stiffness with 9 mm rib height is 0.0740 kg/mm. The blade stiffness with 12 mm rib height is 0.2250 kg/mm. On the other hand, the bending strength of the turbine blade is also increased. With the addition of 6mm rib, the maximum flexurall strength (smax) reaches 4,008 kg/mm2. With the addition of 9 mm rib, the strength reaches 4,145 kg/mm2. With the addition of 12 mm rib, the strength reaches 4,544 kg/mm2.Keywords: vertical axis wind turbine, inertia, stiffness, flexurall strength.
Kajian Pola Arus Laut dan Distribusi Sedimen Di Perairan Pantai Muara Kamal Jakarta Utara Soerjawo, Permana Ari; Maryanto, Thonas Indra
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.839 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1335

Abstract

ABSTRAKPola arus laut dan distribusi sedimen merupakan proses dinamika di suatu perairan yang mempunyai karakteristik berbeda-beda, sehingga berpengaruh terhadap pembentukan geomorfologi pantai di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus dan sedimen di perairan Pantai Muara Kamal Jakarta Utara di tahun 2012. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder, data primer meliputi data arus yang didapat dari pemasangan ADCP(Acoustic Doppler Current Profiler), data pasang surut dan sedimen perairan yang diambil dengan sedimen grab. Data sekunder berupa peta LPI (Lingkungan Pantai Indonesia) tahun 2000 skala 1:50.000 dari BIG (Badan Informasi Geospasial) dan citra satelit Google Earth tahun 2009. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan arus yang paling besar terdapat pada lapisan permukaan dengan kecepatan 0,242 m/s kearah barat daya (207,8o), kecepatan arus terkecil terdapat pada lapisan dasar yaitu 0,141 m/s kearah barat daya (207o). Hasil simulasi model hidrodinamika 2D, menunjukkan bahwa pada saat pasang arus laut mengarah ke daratan (selatan) dan pada saat surut arus laut mengarah ke laut lepas (barat laut). Berdasarkan kandungan ukuran butir sedimen di perairan Pantai Muara Kamal Jakarta Utara adalah pasir (64.98 - 72.15%) fraksi pasir tertinggi distasiun B(belakang geotekstil), lanau (24.56 - 29.36%) fraksi lanau tertinggi di stasiun C (depan geotekstil) dan Lempung (1.64 – 5.64%) fraksi lempung tertinggi di stasiun C (depan geotekstil). Kata kunci: Arus, Pantai Muara Kamal, Sedimen, model hidrodinamika 2D   ABSTRACTOcean current and sediment distribution are the dynamic process that have different charactheristic and therefore influenced beach geomorfophology around the world. This research aims to understand both ocean current and sediment pattern in Muara Kamal North Jakarta in 2012. This research used primary and secondary data, primary data were consisted of current data from ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler), tidal data and bottom sediment samples. Secondary data involved of Indonesia Coastline Environmental map of year 2000 with scale 1:50.000 from Geospatial information Agency and a satellite data from Google earth of year 2009. The results showed that greatest ocean current velocity contained in the surface layer at a speed of 0,242 m/s with to southwest direction (207.8o), the smallest current velocity was in bottom layer is 0.141 m/s with southwest directiont (207o). Based on 2D hydrodynamic model simulation indicated that when high tide ocean current was flowed to the mainland (south) when low tide the current was flowed to the open sea direction. Based on the content grain size of the sediment, the studi area consisted of sand (64.98 - 72.15%) the highest sand fraction at station B(rare of geotextile) , silt (24.56 - 29.36%) the highest silt fraction at station C (front of geotextile) andclay (1.64 – 5.64%) the highest clay fraction at station C(front of geotextile) Key Words: Current, Muara Kamal Shoreline, Sediment, 2D hydrodynamics model
Kajian Perhitungan Beban Pencemaran Sungai Cisangkuy di Cekung Bandung dari Sektor Pertanian Sampe, Hisky Robinson; Juwana, Iwan; Marganingrum, Dyah
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.34 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i2.2395

Abstract

ABSTRAKSungai Cisangkuy merupakan bagian dari anak sungai Citarum Hulu yang terdapat di kawasan Cekungan Bandung, yang melewati wilayah administrasi Kabupaten Bandung. Aktivitas manusia seperti kegiatan pertanian mempengaruhi kualitas air yaitu berpotensi memberikan beban pencemaran BOD, TSS, Total N dan Total P di Sungai Cisangkuy. Penelitian tentang beban pencemaran dilakukan karena tidak tersedianya informasi mengenai daya tampung beban pencemaran dari sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah beban pencemaran yang masuk ke Sungai Cisangkuy, sehingga melalui penelitian ini akan diketahui besaran beban pencemaran yang masuk ke Sungai Cisangkuy khususnya dari sektor pertanian. Analisis kualitas air dilakukan dengan menggunakan metode indeks pencemaran. Perhitungan potensi beban pencemaran dilakukan dengan menggunakan pendekatan faktor emisi. Beban pencemaran eksisting kemudian dibandingkan dengan beban pencemaran maksimum yang digunakan sebagai baku mutu daya tampung beban pencemaran sungai. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa trend pencemaran sungai Cisangkuy cenderung meningkat dari tahun 2012-2015. Indeks Pencemaran Sungai Cisangkuy masuk dalam kategori Cemar Sedang dengan nilai 7,07, dan beban pencemaran total dari sektor pertanian bernilai 1,55 ton/hari.Kata kunci: Cisangkuy, Indeks Pencemaran, Pertanian, Beban PencemaranABSTRACTCisangkuy River is part of the upstream Citarum tributary in the area of Bandung Basin, which passes the administrative area of Bandung regency. Human activities such as agricultural activities affect the quality of water that potentially provide pollution load BOD, TSS, Total N and Total P in the Cisangkuy River. Research on pollution load is needed because the inavailability of information about pollution load capacity from agriculture sector. This study aims to determine the amount of pollution load being discharged into the Cisangkuy River from agricultural sector. Water quality analysis is done by using pollution index method. Calculation of potential pollution load is done by using the emission factor approach. Existing pollution loads are then compared with the maximum pollution loads used as the quality standard of river pollution load capacity. The results show that pollution of the river Cisangkuy tends to increase from the year 2012-2015. The Cisangkuy River Pollution Index is categorized as 7.07, and the total pollution load from the agricultural sector is 1.55 tons / day.Keywords: Cisangkuy, Pollution Index, Agricultural, Pollutant Load
Simulasi Sistem Proteksi Petir Eksternal Dengan Metode Pembalik Muatan Menggunakan Matlab Arfianto, Teguh; Anwari, Sabat; Pratama, Rangga Okzadika Fitra
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.512 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2044

Abstract

ABSTRAKSistem proteksi petir merupakan suatu sistem yang sangat diperlukan pada saat ini, mengingat peralatan listrik semakin berkembang dengan pesat. Sistem ini melindungi kita serta peralatan listrik kita dari sambaran langsung. Di Indonesia sendiri sebagai kawasan dengan intensitas petir yang tinggi. Secara umum, sistem proteksi petir eksternal terdiri dari dua yaitu sistem proteksi Aktif dan sistem proteksi Pasif. Pada penelitian ini akan membahas tentang simulasi sistem proteksi petir dengan metode pembalik muatan dengan menggunakan prinsip kerja Op-Amp dalam MATLAB dimana dalam pengujiannya akan membandingkan dua buah finial dengan mengukur kuat medan listrik antara keduanya, dimana salah satu finial akan dipasang alat pembalik muatan, dan diberinya spark gap untuk proteksi peralatannya tersebut. Besar pengujian alat proteksi ini menggunakan tegangan impuls sampai 150 KV. Dalam pengujiannya hanya menggunakan parameter tegangan. Setelah diuji akan ada perbandingan dengan hasil perhitungan dan model sebelumnya.Kata kunci: Sistem proteksi petir eksternal, muatan, op amp, spark gap, SIMULINKMATLAB.ABSTRACTLightning protection system is a system that is very necessary at this time, given the growing electrical appliances rapidly. This system protects us and our electrical appliances from direct strikes. In Indonesia itself as a region with high lightning intensity. In general, external lightning protection system consists of two namely Active protection system and Passive protection system. In this research will discuss about simulation of lightning protection system with reversing method by applying the working principle of Op-Amp in MATLAB where in the test will compare two finials by measuring the electric field strength between the two, where one of the finials will be installed the reversing device, and he gave a spark gap for the protection of the equipment. Large testing of this protection tool using impulse voltage up to 150 KV. In the test just use the voltage parameters. Once tested there will be a comparison with the results of calculations and previous models.Keywords: External lightning protection system, charge, op amp, spark gap, SIMULINK MATLAB.
Turbin Screw Untuk Pembangkit Listrik Skala Mikrohidro Ramah Lingkungan Saefudin, Encu; Kristyadi, Tarsisius; Rifki, Muhammad; Arifin, Syaiful
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.924 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v1i3.1775

Abstract

ABSTRACTType screw water turbine is a type of water turbine which has the potential for small scale power plants, where water turbine screw type is suitable for rivers in parts of Indonesia because the operation of the turbine require only a low head turbine. With the potential of irrigation water streams at the rate of 0.3302 m3/s in Banjaran village allows the installation of the turbines type screw. In the process of designing a water turbine type screw to be optimized turbine screw to determine the value of the ratio d/D, and then calculating mechanically to determine the dimensions of the turbine blades, the turbine shaft, the transmission system (gears, pulleys and belt) as well as the power that can be produced by the turbines, by using a head of 1.05 meters. The results of this research are the technical specifications of the turbine screw with the design power of 2678.35 Watt. Performance test of the turbine was carried out in Nagrak village of Ciherang irrigation canals on Cangkuang Banjaran sub district. With variable discharge, measuring the speed of rotation of the shaft generator, the voltage and current that is produced as well as the efficiency of the turbine. From the results of testing gained 17.82 % efficiency, power turbine 531.84 Watts at discharge 0,277 m3/s.Keywords: Turbine, Head, Microhydro, OptimazedABSTRAKTurbin air tipe ulir adalah salah satu tipe turbin air yang berpotensi untuk pembangkit listrik skala kecil yang ramah lingkungan, dimana turbin air tipe ulir sangat cocok untuk sungai-sungai di wilayah Indonesia karena pengoperasian turbin ini hanya memerlukan head turbin yang rendah. Melihat potensi air aliran sungai irigasi dengan debit 0,3302 m3/s yang berada di Desa Banjaran memungkinkan pemasangan turbin tipe ulir. Pada proses perancangan turbin air tipe ulir dilakukan optimasi turbin screw dengan menentukan nilai perbandingan d/D, lalu melakukan perhitungan mekanikal untuk menentukan dimensi dari sudu turbin, poros turbin, sistem transmisi (roda gigi, puli dan belt) juga daya yang mampu dihasilkan turbin, dengan head 1,05 meter. Hasil dari penelitian ini berupa spesifikasi teknis turbin ulir dengan daya hasil rancangan sebesar 2678,35 Watt dan gambar 2 dimensi serta 3 dimensi turbin ulir hasil rancangan. Hasil perancangan kemudian direalisasikan. Untuk mengetahui kinerja turbin dilakukan pengujian yang dilaksanakan di saluran Irigasi Ciherang Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang Banjaran. Dengan variabel ukur yaitu debit, kecepatan putaran poros generator, voltase dan arus yang dihasilkan serta efisiensi turbin. Dari hasil pengujian didapat efisiensi 17.82 %, Daya turbin 531.84 Watt pada debit 0,277 m3/s.Kata kunci: Turbin, Head, Mikrohidro, Optimasi

Page 3 of 29 | Total Record : 281