cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal
ISSN : 25280015     EISSN : 25280902     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
Analisis Bisnis Internal Dengan Metode Critical Success Factors (Csf) Dan Value Chain (Studi Kasus Pt. Farmasi X) Nur Hayati
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 1, No 1 (2016): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v1i1.36

Abstract

Sebuah keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dari suatu organisasi untuk mencapai tujuannya, sehingga perlu suatu metode yang tepat untuk menganalisis faktor-faktor objektif yang mempengaruhi keberhasilan ataupun kegagalan dalam pencapaian tujuan tersebut. Metode Critical Success Factors (CSF) dan analisis CSF digunakan oleh PT Farmasi X untuk mengintepretasikan objek-objek secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang harus dilakukan dan informasi apa saja yang dibutuhkan. CSF sendiri dapat ditentukan jika objektif atau arah dan tujuan organisasi tersebut telah diidentifikasi. Tujuan PT. Farmasi X adalah masuk ke dalam 60 besar perusahaan farmasi versi IMS-ITMA. Selain CSF, analisis Value Chain juga digunakan sejalan dengan analisis CSF sehingga berguna dalam mengidentifikasi proses yang paling kritis, serta memberikan fokus pada pencapaian tujuan melalui aksi-aksi atau proses yang paling tepat untuk dilaksanakan. Aktifitas utama merupakan faktor yang paling penting dalam mewujudkan tujuan dari PT. Farmasi X, diantaranya adalah pemesanan material, forecasting penjualan, terima order dari distributor, proses produksi, pengiriman barang ke distributor, create demand, monitoring sales, evaluasi sales dan monitoring stok.Kata kunci: Critical Success Factor (CSF), Value Chain
Implementasi Ontology Pada Web Crawler Jasman Pardede; Uung Ungkawa; Muhammad Akbar Bernovaldy
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 1, No 2 (2016): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v1i2.76-84

Abstract

Web crawler adalah suatu program atau script otomatis yang bekerja dengan memprioritaskan ketentuan khusus untuk melakukan penjelajahan dan melakukan pengambilan informasi dalam halaman web yang ada di internet. Proses pengindeksan merupakan proses crawler yang memudahkan setiap orang dalam pencarian informasi Pada proses indexing tersebut dibangun dengan menggunakan metode ontology. Metode ontology merupakan sebuah teori tentang makna dari suatu objek dengan hubungan objek tersebut. Pada penelitian ini, metode ontology diterapkan dalam proses pengambilan data dan pengelompokkan data. Metode ontology memiliki proses, yaitu melakukan splitting terhadap objek dengan ketentuan relasi untuk mendapatkan sebuah objek ontology. Selanjutnya dilakukan crawling terhadap objek ontology tersebut untuk mendapatkan hasil crawling dengan ontology. Pengelompokkan data diproses berdasarkan objek yang telah didapat berdasarkan relasi ontology. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan, yaitu presentase objek relasi sesuai dengan relasinya adalah 100% dan kecepatan web crawler dengan ontology lebih cepat 56,67% dibanding dengan web crawler biasa.
Implementasi Pembentukan Rectangle dan Similarity Triangle pada Pengukuran Dimensi Objek Asep Nana Hermana; Milda Gustiana; Randy Adityawarman Tohir
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 2, No 1 (2017): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v2i1.15-25

Abstract

Pembentukan rectangle berfungsi untuk mendapatkan nilai area piksel yang menjadi batas objek sebagai penentuan koordinat maksimum posisi x untuk lebar dan posisi y untuk tinggi. Area citra objek ditandai dengan rectangle. Kemudian masuk pada tahap similarity triangle yaitu mencari nilai fokus webcam dengan menghitung perkalian antara nilai area piksel dan nilai jarak webcam terhadap objek dan dibagi ukuran objek real sebagai acuan, selanjutnya nilai fokus dimasukkan kedalam similarity triangle sehingga didapatkan nilai tinggi dan lebar objek dalam centimeter.Pada preprocessing terdapat proses subtraksi citra yaitu mencari selisih dari frame background dan frame yang dideteksi. Selisih tersebut merupakan objek citra yang masih memiliki noise. Dikarenakan selalu ada noise, maka morfologi berfungsi menghilangkan nilai piksel yang bukan bagian dari objek. Penelitian pengukuran ini bermanfaat untuk mengetahui fungsi maksimal dan sejauh apa webcam dapat mendeteksi objek. Metode rectangle dan similarity triangle diperlukan sebagai proses mendapatkan tinggi dan lebar objek secara real time. Presentase keberhasilan pengukuran yaitu 98,55% .
Sistem Otentikasi Biometrik Berbasis Sinyal EKG Menggunakan Convolutional Neural Network 1 Dimensi FAUZI FRAHMA TALININGSIH; YUNENDAH NUR FU’ADAH; SYAMSUL RIZAL; ACHMAD RIZAL; MUHAMMAD ADNAN PRAMUDITO
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 7, No 1 (2022): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v7i1.1-10

Abstract

ABSTRAKBiometrik merupakan salah satu analisis karakteristik individu yang saat ini banyak digunakan, seperti sidik jari, pengenalan suara, dan pengenalan wajah. Metode biometrik tersebut masih memiliki kelemahan seperti mudah untuk dimanipulasi. Oleh karena itu, penelitian ini akan menggunakan sinyal Elektrokardiogram (EKG) sebagai salah satu metode biometrik. Sinyal EKG memiliki keunikan pada setiap individu sehingga sulit untuk dimanipulasi. Penelitian ini mengembangkan sistem otentikasi biometrik berbasis sinyal EKG. Data yang digunakan berasal dari ECG-ID database dengan jumlah 90 subjek. Sinyal EKG yang digunakan hanya menggunakan gelombang PQRST sebagai input model Convolutional Neural Network 1 Dimensi (CNN). Hasil akurasi yang diperoleh menunjukkan 92.2%. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan memungkinkan digunakan sebagai otentikasi biometrik.Kata kunci: Biometrik, Sinyal EKG, Convolutional Neural NetworkABSTRACTBiometrics is analyses individual characteristics that are currently widely used, such as fingerprints, voice recognition, and face recognition. The biometric method still has weaknesses, such as being easy to manipulate. Therefore, this study will use an Electrocardiogram (ECG) signal as a biometric method. The ECG signal is unique to each individual, so it is not easy to manipulate. This study develops a biometric authentication system based on ECG signals. The data used comes from the ECG-ID database with a total of 90 subjects. The ECG signal used only PQRST waves as input for the 1-Dimensional Convolutional Neural Network (CNN) model. The accuracy results obtained show 92.2%. Thus, the developed system allows it to be used as biometric authentication.Keywords: Biometric, ECG Signal, Convolutional Neural Network
Komparasi Metode Multi Layer Perceptron (MLP) dan Support Vector Machine (SVM) untuk Klasifikasi Kanker Payudara JAKA KUSUMA; B. HERAWAN HAYADI; WANAYUMINI WANAYUMINI; RIKA ROSNELLY
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 7, No 1 (2022): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v7i1.51-60

Abstract

ABSTRAKPenyebab kematian utama saat ini di dunia salah satunya dikarenakan oleh penyakit kanker. Menurut data Globocan 2018, dengan tingkat kematian rerata 17 per 100.000 jiwa dan insiden sebanyak 2,1 per 100.000 jiwa untuk kanker payudara yang menyerang wanita di Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia menempati peringkat ke-23 di Asia dan ke-8 di Asia Tenggara. Seiring perkembangan teknologi, sistem berbantuan komputer telah membantu orang di berbagai bidang misalnya di bidang medis. Penentuan jenis kanker payudara menggunakan mechine learning dapat membantu ahli patologi melakukan pemeriksaan secara lebih konsisten dan efisien. Pada penelitian ini, akan dilakukan komparasi metode Multi Layer Perceptron (MLP) dan Support Vector Machine (SVM) untuk klasifikasi kanker payudara. Adapun hasil yang didapatkan menunjukan bahwa, dalam klasifikasi metode Multi Layer Perceptron (MLP) dengan fungsi aktivasi Logistic dan fungsi optimisasi Adam memberikan nilai accuracy, precision dan recall terbaik dibandingkan Support Vector Machine yaitu sebesar 97.7%.Kata kunci: Multi Layer Perceptron (MLP), Aktivasi Logistic, Optimisasi Adam, Support Vector Machine (SVM), Kanker PayudaraABSTRACTThe leading cause of death today in the world is due to cancer. According to Globocan 2018 data, with an average mortality rate of 17 per 100,000 people and an incidence of 2.1 per 100,000 people for breast cancer that affects women in Indonesia. This makes Indonesia ranked 23rd in Asia and 8th in Southeast Asia. As technology has evolved, computer-aided systems have helped people in various fields such as in the medical field. Determination of the type of breast cancer using mechine learning can help pathologists perform examinations more consistently and efficiently. In this study, a comparison of the Multi Layer Perceptron (MLP) and Support Vector Machine (SVM) methods will be carried out for breast cancer classification. The results obtained showed that, in the classification of multi layer perceptron (MLP) methods with logistic activation function and Adam optimization function provides the best accuracy, precision and recall value compared to Support Vector Machine which is 97.7%.Keywords: Multi Layer Perceptron (MLP), Logistic Activation, Adam Optimization, Support Vector Machine (SVM), Breast Cancer
Identifikasi Sinyal Congestive Heart Failure dengan Metode Convolutional Neural Network 1D MUHAMMAD ADNAN PRAMUDITO; YUNENDAH NUR FU’ADAH; RITA MAGDALENA; ACHMAD RIZAL; FAUZI FRAHMA TALININGSIH
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 7, No 1 (2022): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v7i1.11-20

Abstract

ABSTRAKPenyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Salah satu penyakit jantung yang perlu diperhatikan adalah congestive heart failure (CHF). CHF adalah suatu kondisi di mana jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Penyakit ini dapat didiagnosis dengan EKG. Oleh karena itu, pada penelitian ini dibuat sebuah sistem yang dapat mengidentifikasi penyakit CHF secara otomatis menggunakan metode convolutional neural network (CNN) dengan 4 hidden layer dan 16 output channel, fully connected layer, dan aktivasi Softmax. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari MITBIH dan BIDMC. Penlitian ini memberikan akurasi 100%, sehingga deteksi penyakit CHF otomatis membantu staf medis mendiagnosis pasien untuk menerima perawatan yang tepat.Kata kunci: Elektrokardiogram (EKG), Convolutional Neural Network (CNN), Normal Sinus Rhythm (NSR), Congestive Heart Failure (CHF)ABSTRACTHeart disease is one of the leading causes of death in the world. One of the heart diseases that need to be considered is congestive heart failure (CHF). CHF is a condition in which the heart is unable to pump blood throughout the body. ECG can diagnose this disease. Therefore, this study created a system that can automatically identify CHF disease using the convolutional neural network (CNN) method with four hidden layers and 16 output channels, a fully connected layer, and Softmax activation. The data used in this study were taken from MIT-BIH and BIDMC. In this study provides 100% accuracy. Automated CHF disease detection helps medical staff diagnose patients to receive appropriate treatment.Keywords: Electrocardiogram (ECG), Convolutional Neural Network (CNN), Normal Sinus Rhythm (NSR), Congestive Heart Failure (CHF) 
Perbandingan Algoritma YOLOv4 dan Scaled YOLOv4 untuk Deteksi Objek pada Citra Termal AZIZAH AULIA RAHMAN; SISLY DESTRI AGUSTIN; NUR IBRAHIM; NOR CAECAR KUMALASARI
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 7, No 1 (2022): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v7i1.61-71

Abstract

ABSTRAKMinimnya visibilitas pejalan kaki dan pengendara pada malam hari karena kurangnya pencahayaan pada lampu jalan menyebabkan kecelakaan rentan terjadi pada rentang waktu tersebut. Sistem penglihatan komputer berbeda dengan manusia, semua objek dengan suhu di atas nol dapat memancarkan radiasi inframerah jika direkam menggunakan kamera termal. Dalam penelitian ini penulis mengidentifikasi citra termal dalam bentuk citra RGB dengan algoritma YOLOv4 dan Scaled YOLOv4 sebagai deteksi objek. Performa sistem diukur berdasarkan nilai presisi, recall, f1-score, dan mAP. Eksperimen dilakukan pada dataset citra termal dengan objek manusia. Skenario yang digunakan adalah mendeteksi objek dengan jarak 5m, 10m, 15m, dan 20m. Hasil deteksi didapatkan algoritma Scaled YOLOv4 CSP lebih unggul dengan nilai pengujian precision 94,3%, recall 83,8%, f1-Score 88,7%, dan mAP 86,9%. Hasil tersebut dipengaruhi oleh ukuran citra dan jumlah dataset dari citra training, citra validation, dan citra uji.Kata kunci: Citra Termal, YOLO, YOLOv4, Scaled-YOLOv4, Deteksi ObjekABSTRACTThe lack of visibility of pedestrians and drivers at night due to lack of lighting in street lights makes accidents prone to occur during this time. The computer vision system is different from the humans, any object with a temperature above zero can emit infrared radiation when using a thermal camera. In this study, the authors identify thermal images in RGB using YOLOv4 and Scaled YOLOv4 as object detection algorithms. System performance is measured based on the value of precision, recall, f1-score, and mAP. Experiments were carried out on a thermal image dataset with human objects. The scenario used was to detect objects at a distance of 5m, 10m, 15m, and 20m. The detection results show that Scaled YOLOv4 CSP algorithms is the best, based on the test value of 94.3% precision, 83.8% recall, 88.7% f1-Score, and 86.9% mAP. These results are influenced by the size of the image and the number of datasets from training images, validation images, and test images.Keywords: Thermal Image, YOLO, YOLOv4, Scaled-YOLOv4, Object Detection
Deteksi Objek Kereta Api menggunakan Metode Faster R-CNN dengan Arsitektur VGG 16 JASMAN PARDEDE; HENDRI HARDIANSAH
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 7, No 1 (2022): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v7i1.21-36

Abstract

ABSTRAKKereta merupakan sebuah alat transportasi umum yang sering digunakan oleh masyarakat untuk berpergian dari kota asal ke kota tujuan. Mereka membutuhkan akan sarana transportasi umum untuk mempermudah aktifitas mereka. Namun kecelakaan di persimpangan jalan raya yang terlintasi oleh kereta api memiliki angka yang cukup besar akibat kelalaian dari petugas untuk menutup palang pintu kereta api. Maka dari itu penelitian ini dibuat agar mengetahui keberadaan kereta api berdasarkan jarak dan tingkat cahayanya dari siang sampai malam hari. Sistem dibangun menggunakan metode Faster RCNN dengan model arsitektur VGG16 untuk mengetahui keberadaan objek kereta api antara lokomotif dan gerbong berdasarkan tingkat cahaya dan jarak terhadap objek. Setelah dilakukan pengujian dengan jarak paling dekat ±2 meter sampai ±250 meter, diperoleh rata-rata akurasi untuk lokomotif sebesar 79,09%, dan akurasi untuk gerbong sebesar 97,05%. Sistem memperoleh keakurasian deteksi terhadap objek rata-rata akurasi deteksi objek lokomotif sebesar 86,40%, dan rata-rata akurasi deteksi objek gerbong sebesar 97,23%.Kata kunci: Deteksi Objek, Faster RCNN, VGG, Kereta Api, Jarak, LuxABSTRACTRailway is a public transportation that is often used by the public to travel from the home town to the destination city. They need public transportation to facilitate their activities. But accidents at the intersection of the highway crossed by the train has a considerable number due to the negligence of the officer to close the railway stopbars. Therefore, this study was made to know the existence of trains based on their distance and light level from day to night. The system was built using the Faster RCNN method with the VGG16 architectural model to determine the existence of railway objects between locomotives and carriages based on the level of light and distance to the object. After testing with the closest distance of ±2 meters to ±250 meters, obtained an average accuracy for locomotives of 79.09%, and accuracy for carriages of 97.05%. The system obtained accuracy of detection of objects with an average detection accuracy of locomotive objects of 86.40%, and an average detection accuracy of car objects of 97.23%.Keywords: Object Detection, Faster RCNN, VGG, Railway, Distance, Lux
Implementasi Single-Hop Wireless Sensor Network pada Lintasan Mobil Remote Control LISA KRISTIANA; MUHAMMAD RAFLY
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 7, No 1 (2022): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v7i1.72-86

Abstract

ABSTRAKPenerapan teknologi dalam sistem pemantauan dapat mengatasi kelemahan pada pemantauan secara manual. Untuk meningkatkan kualitas pemantauan, diperlukan suatu sistem yang dapat memantau mobil remote control yang berada di lintasan. Wireless Sensor Network (WSN) merupakan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi pemantauan secara otomatis pada area tertentu. WSN pada lintasan menerapkan sistem komunikasi Single-Hop. Sistem Single-Hop menggunakan sensor node (obstacle infrared) untuk mendeteksi mobil di area lintasan, lalu dikirim langsung oleh sink node ke server dengan menggunakan ESP8266-01. Arsitektur WSN menggunakan Topologi Point to Point terhubung langsung antara sensor node dengan Access Point. Metode pengiriman Single-Hop menggunakan Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Hasil pengujian TCP/IP berdasarkan jarak baca sensor menggunakan parameter Quality of Service (QoS) meliputi parameter Delay, Jitter, Throughput, Packet loss, menghasilkan delay, jitter dan throughput yang sangat baik dan stabil, dan paket loss 0%. Kemudian TCP/IP menguji tingkat akurasi pengiriman data ke server sebanyak 400 kali menghasilkan tingkat akurasi 100%.Kata kunci: lintasan mobil remote control, single-hop wireless sensor network ABSTRACTApplication of technology in monitoring system can overcome weaknesses in manual monitoring. To improve quality of monitoring, need system that can monitor remote control cars on track. Wireless Sensor Network (WSN) is technology that can increase monitoring efficiency automatically in certain areas. WSN on track implements Single-Hop communication system. Single-Hop system uses sensor node (obstacle infrared) to detect cars in the track area, then sent directly by sink node to server using ESP8266-01. WSN architecture uses  Point to Point topology connected directly between  sensor nodes and Access Point. Single-Hop delivery method uses Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). TCP/IP test results based on sensor reading distance using Quality of Service (QoS) parameters including Delay, Jitter, Throughput, Packet loss parameters, resulting in excellent and stable delay, jitter and throughput, and 0% packet loss. Then TCP/IP tests the accuracy of sending data to server 400 times resulting in an accuracy rate of 100%.Keywords: remote control car track, single-hop wireless sensor network
Rancang Bangun Robo-Advisor untuk Pendanaan Rumah Syariah Berbasis Aplikasi Bergerak JAYA KUNCARA ROSA SUSILA; PUJO LAKSONO; MUHAMMAD AFIT
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 7, No 1 (2022): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v7i1.98-110

Abstract

ABSTRAKPembiayaan properti berbasis syariah saat ini meningkat seiring dengan kesadaran ummat muslim dalam menjalankan agamanya. Persetujuan pembelian properti syariah lebih diniatkan untuk membantu ummat mendapatkan rumah namun ini menjadi kendala karena ditemukan ada cicilan yang macet setelah beberapa waktu. Perlu dibangun sistem pendukung keputusan yang berfokus pada pendampingan dan rekomendasi skema pembiayaan properti syariah. Parameter masukan sebanyak 12 variabel profil calon pembeli yang diambil dari formulir surat persetujuan pembelian rumah (SPPR), sedangkan targetnya adalah persetujuan pembelian yang diperoleh dari sistem kecerdasan artifisial. Untuk mendapatkan model yang optimal, dilakukan perbandingan 3 model, yaitu logaritmic regression, decision tree, dan random forest. Random forest memiliki tingkat akurasi tertinggi, yaitu 90,831%. Framework Flask digunakan sebagai aplikasi web yang dikonversi menjadi aplikasi bergerak.Kata kunci: kecerdasan artifisial, robo-advisor, sistem pendukung keputusan, random forest, flaskABSTRACTSharia-based property financing is currently increasing along with the awareness of Muslims in practicing their religion. The approval for the purchase of sharia property is intended to help the community get a house, but this is an obstacle because it is found that there are installments that are stuck after some time. It is necessary to build a decision support system that focuses on mentoring and recommending sharia property financing schemes. The input parameters are 12 profile variables of prospective buyers taken from the house purchase approval letter form (SPPR), while the target is purchase approval obtained from an artificial intelligence system. To get the optimal model, a comparison of 3 models was made, namely logarithmic regression, decision tree, and random forest. Random forest has the highest accuracy rate, which is 90.831%. The Flask framework is used as a web application that is converted into a mobile application.Keywords: artificial intelligence, robo-advisor, decision support system, random forest, flask