cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2005)" : 9 Documents clear
Performan Ayam Pedaging yang Diberi Probiotik dan Prebiotik dalam Ransum (Performances of Broilers That Given Probiotics and Prebiotics in the Ration) m M. Daud
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon performan ayam pedaging dari penambahan probiotik, prebiotik dan kombinasi keduanya sebagai pengganti antibiotik dalam ransum. Sebanyak 480 ekor ayam pedaging umur sehari strain Arbor Acres, dibagi dalam 4 perlakuan ransum dan 3 ulangan (40 ekor/ulangan). Ransum perlakuan yang digunakan terdiri atas: R1 = Ransum basal + 0.01% antibiotik, R2 = Ransum basal + 0.2% probiotik, R3 = Ransum basal + 0.2%  probiotik + 0.5% prebiotik dan R4 = Ransum basal + 0.5% prebiotik. Parameter yang diamati adalah : pertambahan bobot badan, bobot badan akhir, konsumsi ransum, konversi ransum, mortalitas, indeks produksi, Hasil penelitian menunjukkan performan ayam pedaging yang memperoleh probiotik dan prebiotik baik secara terpisah maupun kombinasi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada semua perlakuan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan probiotik dan prebiotik dalam ransum tidak mempengaruhi performan ayam pedaging.Kata kunci : Performan, probiotik, prebiotik, ayam pedaging
Pengujian in Vitro Gelatin Sagu, Sumber NPN, Mineral Kobalt dan Seng pada Cairan Rumen Domba (Evaluation in Vitro Gelatinized Sago, Sources NPN, Minerals Cobalt and Zinc on the System of Sheep Rumen) Harry Triely Uhi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2289

Abstract

Penelitian in vitro bertujuan mengamati pengaruh perlakuan gelatin sagu, amonium sulfat, mineral seng dan kobalt. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah R1  (gelatin sagu + urea  + Co 0.2 ppm); R2  (gelatin sagu + urea  + Zn 35 ppm); R3  (gelatin sagu + urea + Co 0.2 ppm dan Zn 35 ppm); R4  (gelatin sagu + amonium sulfat + Co 0.2 ppm); R5  (gelatin sagu + amonium sulfat + Zn 35 ppm); R6  (gelatin sagu + amonium sulfat + Co 0.2 ppm dan Zn 35 ppm); R7  (gelatin sagu + amonium fosfat + Co 0.2 ppm); R8  (gelatin sagu + amonium fosfat + Zn 35 ppm); R9  (gelatin sagu + amonium fosfat + Co 0.2 ppm dan Zn 35 ppm). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan bahan organik, konsentrasi  VFA total, Konsentrasi NH3, populasi bakteri dan populasi protozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perlakuan mempengaruhi secara nyata (P<0.05) konsentrasi NH3, VFA total, KcBK dan KcBO and perkembangan populasi mikroba rumen. Kesimpulan perlakuan suplemen katalitik R6 memberikan respons yang nyata lebih baik terhadap produksi NH3, VFA total, kecernaaan ransum dan populasi mikroba  dibanding perlakuan lainnya.Kata Kunci : gelatin sagu, NPN, kobalt, zink, cairan rumen
Pendugaan Nilai Pemuliaan Produksi Susu Sapi Fries Holland Berdasarkan Catatan Bulanan Tunggal dan Kumulatif di Taurus Dairy Farm (Estimated Breeding Value of Milk Yield Based on Monthly and Cummulative Monthly Record Fries Holland at Taurus Dairy Farm) Nena Hilmia
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai heritabilitas produksi susu berdasarkan catatan bulanan tunggal dan kumulatif serta mengestimasi catatan bulanan tunggal dan kumulatif keberapa yang terbaik digunakan untuk menduga nilai pemuliaan. Data produksi  susu yang digunakan adalah periode laktasi satu, dua dan tiga sapi Fries Holland  yang beranak di Taurus Dairy Farm pada  tahun 1989- 2002.   Catatan produksi bulanan total yang digunakan sebanyak 10.123;    Parameter genetik diestimasi dengan analisis REML dan nilai pemuliaan dengan PEST program BLUP.  Hasil penelitian ini menunjukkan heritabilitas produksi susu berdasarkan produksi bulanan tunggal pada pertengahan periode laktasi lebih tinggi dibandingkan awal dan akhir periode laktasi.   Nilai heritabilitas produksi susu berdasarkan produksi bulanan kumulatif meningkat seiring dengan semakin lamanya periode laktasi.  Pendugaan nilai pemuliaan berdasarkan catatan bulanan tunggal yang terbaik pada laktasi satu adalah bulan ke-4 dan ke-5, untuk laktasi dua dan tiga pada bulan ke-5.  Ketepatan pendugaan nilai pemuliaan berdasarkan produksi bulanan kumulatif semakin meningkat seiring dengan semakin lamanya periode laktasi.Kata kunci : Nilai pemuliaan, Pencatatan bulanan dan kumulatif, Parameter genetik
Pengaruh Suplementasi Fitase, Seng Oksida (ZnO) dan Tembaga Sulfat (CuSo4) Terhadap Performans Ayam Broiler (The Effect of Suplementation Phytase, Zinc Oxide and Cupric Sulfate on Broiler Performance) Hendi Setiyatwan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi suplemen pakan berupa fitase, seng oksida dan tembaga sulfat yang menghasilkan performans broiler paling baik. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap sembilan perlakuan dan empat ulangan. Setiap unit percobaan terdiri atas delapan ekor broiler berumur satu hari (doc). Ransum perlakuan adalah R1(ransum kontrol positif); R2 (ransum kontrol negatif); R3 (R2 + 132,7 ppm ZnO); R4 (R2 + 286,16 ppm CuSO4); R5 (R2 + 132,7 ppm ZnO + 286,16 ppm CuSO4 ); R6 (R2 +  Fitase 1000 FTU/kg); R7 (R2 +  Fitase 1000 FTU/kg + 132,7 ppm ZnO); R8 (R2 + Fitase 1000 FTU/kg + 286,16 ppm CuSO4);  R9 (R2 + Fitase 1000 FTU/kg +  132,7 ppm ZnO  + 286,16 ppm CuSO4 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi fitase, seng oksida dan tembaga sulfat pada ransum tidak mempengaruhi konsumsi. Kombinasi fitase 1000 FTU/kg, ZnO (132,7 ppm) dan CuSO4 (286,16 ppm) efektif dalam meningkatkan bobot badan akhir, pertambahan bobot badan dan konversi ransum ayam broiler.Kata Kunci : fitase, ZnO, CuSO4, performans, broiler
Pengaruh Lama Makan terhadap Kecernaan Bahan Kering, Protein Kasar dan Serat Kasar Pakan Kambing Kacang Jantan (Effect of Long Time Feeding on Dry Matter, Crude Protein, and Crude Fiber Digestibility of Male Kacang Goat Ration) Padang -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2295

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Penelitian Kelurahan Pengawu Kecamatan Palu Selatan Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah selama 10 minggu dari tanggal 19 Mei 2005 sampai dengan tanggal 11 Agustus 2005.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya cerna bahan kering, protein kasar dan serat kasar pakan pada kambing Kacang jantan dengan lama makan yang berbeda. Ternak yang dipergunakan sebanyak 15 ekor kambing Kacang jantan umur  10 - 12 bulan dengan kisaran bobot badan awal 10,10 – 16,10 kg asal peternak rakyat di sekitar kota Palu.. Ternak tersebut ditempatkan dalam kandang individu berukuran 75 x 75 x 75 cm sebanyak 15 petak, masing-masing dilengkapi tempat makan dan tempat minum. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas lima perlakuan dan tiga kelompok sebagai ulangan. Perlakuan terdiri atas lima waktu pemberian pakan berbeda yaitu : M1 = Pemberian pakan selama 10.00 jam; M2 = Pemberian pakan selama 8.30 jam; M3 = Pemberian pakan selama 7.00 jam; M4 = Pemberian pakan selama 5.30 jam; M5 = Pemberian pakan selama 4.00 jam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa lama waktu makan berpengaruh (P<0,01) terhadap daya cerna bahan kering dan protein kasar pakan, namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap daya cerna serat kasar pakan kambing Kacang jantan.Kata Kunci : lama makan, daya cerna, bahan kering, protein kasar, cerna serat kasar.
Fermentabilitas Dan Kecernaan Ransum Lengkap Sapi Perah Berbasis Jerami Padi Dan Pucuk Tebu Teramoniasi (In Vitro) Fermentability and Digestibility of Rice Straw and Cane Top Ammoniated Based Complete Rations (in Vitro) u U. Tanuwiria
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2291

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari fermentabilitas dan kecernaan ransum lengkap sapi perah berbasis jerami padi dan pucuk tebu teramoniasi in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) enam perlakuan yang diulang lima kali. Perlakuan terdiri atas R1 (60% RG + 40% konsentrat), R2 (30% RG + 30% JPA + 40% konsentrat), R3 (30% RG + 30% PTA + 40% konsentrat), R4 (30% JPA + 30% PTA + 40% konsentrat), R5 (60% JPA + 40% konsentrat) dan R6 (60% PTA + 40% konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fermentabilitas pucuk tebu diamoniasi lebih tinggi daripada jerami padi diamoniasi, hal ini tercermin dari produksi NH3 (8,3 mM vs 6,3 mM) dan VFA total (122,6 mM vs 119,5 mM).  Kecernaan pucuk tebu diamoniasi lebih rendah daripada jerami padi diamoniasi, hal ini tercermin dari nilai KcBK (24,1% vs 28,5%) dan KcBO (25,4% vs 28,6%). Fermentabilitas dan kecernaan rumput Gajah meningkat jika disubtitusi oleh jerami padi diamoniasi atau pucuk tebu diamoniasi, hal ini tercermin dari produksi NH3 (4,6 mM vs 5,7 mM dan 6,1 mM), produksi VFA total (128,6 mM vs 138,4 mM dan 126,6 mM), KcBK (23,4% vs 29,1% dan 30,9%) dan KcBO (30,1% vs 33,0% dan 33,5%).Kata kunci : Fermentabilitas, kecernaan, jerami padi, pucuk tebu, amoniasi
Pengaruh Penggunaan Molases dalam Pembuatan Silase Campuran Ampas Tahu dan Pucuk Tebu Kering terhadap Nilai pH dan Komposisi Zat-Zat Makanannya (Effect of Using Molasses in Mix Silage Processing of Tofu Waste and Dry Top Cane on pH Value and Nutrient Iman Hernaman
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2296

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan molases dalam pembuatan silase campuran ampas tahu dan  pucuk tebu kering terhadap nilai pH dan komposisi zat-zat makanannya. Rancangan acak lengkap dengan empat tingkatan penggunaan molases yaitu 0, 2, 4, dan 6%, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diukur adalah nilai pH, abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil menunjukkan bahwa penambahan molases  menurunkan (P<0,05) nilai pH.  Penggunaan molases lebih dari 4% meningkatkan (P<0,05) kadar abu dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan menurunkan (P<0,05)  kadar protein, sedangkan  kadar lemak kasar dan serat kasar berbeda tidak nyata.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembuatan silase campuran ampas tahu dan pucuk tebu kering dapat dilakukan dengan dan tanpa menggunakan molases, serta zat-zat makanan yang dikandungnya sebagian besar masih dapat dipertahankan.Kata kunci : molases, silase campuran, ampas tahu, pucuk tebu kering, pH dan zat-zat makanan
Pengaruh Penggunaan Berbagai Tingkat Asam Sulfat (H2SO4) pada Proses Pikel terhadap Kualitas Kulit Wet Blue Domba Priangan Jantan (The Effects of Sulfuric Acid (H2SO4) Variuos Level Use on Wet Blue Quality of Priangan Sheep Leather) Jajang Gumilar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai tingkat asam sulfat (H2SO4) pada proses pikel terhadap kualitas kulit wet blue domba priangan jantan. Kualitas kulit wet blue didasarkan pada kadar air, nilai keasaman (pH), dan kadar krom (Cr2O3). Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 20 lembar kulit domba priangan jantan yang termasuk dalam klasifikasi kulit kecil. Penelitian terdiri atas lima perlakuan tingkat asam sulfat yaitu R1 = 0,5%, R2 = 1%, R3 = 1,2%, R4 = 1,5%, dan R5 = 2% asam sulfat  dihitung dari berat bloten, masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai tingkat asam sulfat (H2SO4) pada proses pikel berpengaruh (P<0,05) terhadap nilai keasaman (pH), dan kadar krom (Cr2O3) kulit wet blue domba priangan jantan. Penggunaan asam sulfat terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan ketiga (R3 = 1,2%).Kata kunci : asam sulfat, proses pikel, kualitas, wet blue, domba priangan jantan
Identifikasi Sifat-sifat Kualitatif Domba Garut Jantan Tipe Tangkas (Qualitative Traits Identification of Bantam Type Garut Ram) Denie Heriyadi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2288

Abstract

Penelitian mengenai Identifikasi Sifat-sifat Kualitatif Domba Garut Jantan Tipe Tangkas, telah dilaksanakan selama tiga bulan di tujuh kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Bogor, dan Purwakarta.  Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh deskripsi sifat-sifat kualitatif  Domba Garut jantan yang meliputi warna bulu, motif bulu, dan bentuk tanduk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitik, data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan bantuan komputer menggunakan Program Microsoft Excell. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat kualitatif Domba Garut jantan di Jawa Barat adalah sebagai berikut : warna bulu pada Domba Garut jantan yang paling dominan adalah kombinasi warna hitam-putih 86 %, motif bulu dominan pada Domba Garut jantan adalah hitam 19,83 % dan belang sapi 14,88 %, sedangkan bentuk tanduk domba jantan yang terbanyak adalah Gayor (51,65 %), Ngabendo (17,36 %), dan Leang (16,53 %).Kata Kunci : Domba Garut Jantan, Warna Bulu, Motif Bulu, dan Bentuk Tanduk

Page 1 of 1 | Total Record : 9