cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2006)" : 16 Documents clear
Perlakuan Superovulasi Sebelum Pemotongan Ternak (Treatment Superovulation Before Animal Sloughter) Nurcholidah Solihati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2284

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan superovulasi selama 48 jam sebelum pemotongan ternak terhadap jumlah folikel,  kualitas oosit, dan residu hormon gonadotropin eksogen. Penelitian ini menggunakan domba betina dewasa sebanyak delapan ekor yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing terdiri dari empat ekor domba.  Siklus estrus diamati dengan cara melakukan pengamatan/deteksi estrus baik secara visual maupun dengan menggunakan pejantan pengusik (teaser). Perlakuan superovulasi dilakukan dengan memberikan injeksi intramuskular 500 i.u. PMSG (Folligon, Intervet) pada hari ke-10 dari siklus estrus.  Pemotongan dilakukan 48 jam kemudian, kemudian diambil ovariumnya dan segera dievaluasi. Pengujian residu hormon dilakukan menggunakan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography), sampel diambil dari serum darah. Parameter yang diamati meliputi (1) Jumlah folikel berdasarkan ukuran dan, (2)  Jumlah oosit berdasarkan kualitas, (3) Residu hormon gonadotropin eksogen (PMSG) pada ternak yang diberi perlakuan.. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental.  Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji t dengan ulangan sama.  Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara domba kontrol dengan domba yang mendapat perlakuan injeksi PMSG dalam hal jumlah folikel, jumlah oosit maupun kualitas oosit, namun jumlah folikel ukuran sedang (2-6 mm) dan oosit grade A pada domba yang diberi PMSG lebih banyak dibandingkan pada domba kontrol.  Hasil pengujian dengan HPLC ditemukan kadar hormon PMSG sebanyak 240,62 i.u/ml.Kata Kunci :  superovulasi, pmsg, domba 
Evaluasi Performa Domba Persilangan Barbados dengan Domba Priangan sebagai Sumber bibit Unggul (Evaluation of Performance of Crossbreed Barbados and Priangan Sheep as Excellent Breed) Dedi Rahmat
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa domba persilangan barbados dengan domba priangan sebagai sumber bibit unggul. Objek  penelitian adalah ternak domba persilangan dan domba priangan yang dipelihara di LSPI dan peternak di Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.. Metode yang digunakan adalah study kasus pengambilan sampel peternak dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domba hasil persilangan antara domba barbados dengan domba priangan memeiliki keunggulan relatif bobot lahir sebesar 42.56-46.60% dan keunggulan relatif bobot sapih sebesar 31.90-56.27% dibandingkan dengan domba priangan. Proporsi kelahiran kembar tinggi yaitu diatas 71% dan mampu beradaptasi dan renponsif terhadap kondisi lingkungan setempat.Kata kunci:  Persilangan, Domba Barbados, Domba Priangan
Persentase dan Kualitas Karkas Ayam Pedaging yang Diberi Probiotik dan Prebiotik dalam Ransum (The Carcass Percentage and Carcass Quality of Broilers Given Probiotics and Prebiotics in The Ration) Muhammad Daud
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2280

Abstract

Probiotik adalah pakan tambahan dalam bentuk mikroba hidup yang menguntungkan, melalui perbaikan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan. Sedangkan Prebiotik merupakan substansi dari makanan yang tidak dicerna, dan secara selektif meningkatkan pembiakan dan aktivitas bakteri yang menguntungkan pada usus besar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persentase dan kualitas karkas ayam pedaging dari penambahan probiotik, prebiotik dan kombinasi keduanya sebagai pengganti antibiotik dalam ransum. Sebanyak 480 ekor ayam pedaging umur sehari strain Arbor Acres, dibagi dalam 4 perlakuan ransum dan 3 ulangan (40 ekor / ulangan). Ransum perlakuan yang digunakan terdiri atas : R1 = Ransum basal + 0.01% antibiotik (Zinc bacitracin), R2 = Ransum basal + 0.2% probiotik (Bacillus spp), R3 = Ransum basal + 0.2%  probiotik + 0.5% prebiotik dan R4 = Ransum basal + 0.5% prebiotik (daun katuk). Parameter yang diamati adalah : persentase karkas, lemak abdominal, hati dan daging, kolesterol hati, serum darah dan daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam pedaging yang memperoleh probiotik dan prebiotik baik secara terpisah maupun kombinasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas karkas. Kadar lemak hati, lemak paha dan kolesterol dada, secara nyata (P<0,05) lebih rendah pada perlakuan R3 dibanding dengan perlakuan kontrol (R1). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan kombinasi probiotik dengan prebiotik mampu menurunkan kadar lemak dan kolesterol karkas ayam pedaging.Kata kunci : Probiotik, prebiotik, karkas, ayam pedaging
Hubungan Fungsi-Fungsi Koperasi dengan Keberdayaan Peternak Sapi Perah (Relationship Cooperative Function with Empowerment of Dairy Farmers) Unang Yunasaf
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari: fungsi-fungsi koperasi,  keberdayaan peternak sapi perah dan keeratan hubungan dari kedua hal tersebut. Populasi sampling adalah koperasi peternak sapi perah yang ada di Kabupaten  Bandung, dan  populasi sasaran adalah seluruh peternak sapi perah anggota dari koperasi tersebut. Pengambilan sampel penelitian dilakukan melalui teknik pengambilan sampel gugus bertahap (multistage sampling), sehingga terpilih 4 koperasi dengan peternak sapi perah responden sebanyak 120 orang. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi koperasi rata-rata tergolong rendah, khususnya di dalam fungsi pengembangan keanggotaan, pengembangan kelompok, dan pengembangan partisipasi. Keberdayaan peternak sapi perah rata-rata tergolong rendah, khususnya di dalam peran peternak sebagai manajer dan peran peternak sebagai individu otonom. Terdapat hubungan positif yang sangat nyata antara fungsi-fungsi koperasi dengan keberdayaan peternak sapi perah.Kata kunci: Fungsi-fungsi koperasi, keberdayaan peternak
Penggunaan Starter Bakteri Asam Laktat pada Produk Susu Fermentasi “Lifihomi” (Utilization of Lactic Acid Bacteria in Fermented Milk Product “Lifihome”) Hartati Chairunnisa
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2276

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan berbagai dosis kombinasi starter Bakteri Asam Laktat (BAL) pada pembuatan produk fermentasi “lifihomi” dari bahan baku susu sapi yang meliputi jumlah total bakteri asam laktat, kadar asam laktat dan pH. Penelitian dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan penggunaan dosis kombinasi starter bakteri asam laktat 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% dalam volume per volume (v/v) bahan baku, yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dosis starter culture 5% atau 6% menghasilkan produk fermentasi “lifihomi” dengan jumlah total bakteri asam laktat dengan kisaran 25,30 -31,42 x 109cfu/g, kadar asam laktat kisaran 0,69-0,70 dan pH 4,37-4,36.Kata kunci : Bakteri Asam Laktat , “Lifihomi”.
Uji Kecernaan Serat Kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) dalan Ransum Lengkap Berbasis Hijauan Daun Pucuk Tebu (Saccharum officinarum) (Evaluation of Crude Fibre and Non Nitrogen Free Extract (NNFE) Digestibility on Sugar Cane (Saccharum officin Atun Budiman
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2281

Abstract

Pucuk tebu sebagai basis  komponen hijauan dalam ransum lengkap dengan  beberapa tingkat protein  telah diuji kecernaannya pada  pemberian pakan domba  persilangan (barbados-priangan) lepas sapih. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi tingkat kebutuhan protein yang paling minimal harus dipenuhi dalam ransum tetapi nilai kecernaan serat kasar dan BETNnya paling maksimal. Percobaan telah dilakukan pada 4 ekor domba persilangan barbados-priangan lepas sapih. Desain penelitian menggunakan Rancangan Bujur sangkar latin 4x4, yaitu diberikan 4 perlakuan yang dikenakan pada domba selama 4 periode pemeliharaan, setiap periode dilakukan selama 14 hari dengan rincian 7 hasi masa adaptasi dan 7 hari masa koleksi data. Perlakuan  yang dilakukan adalah pemberian ransum lengkap berbasis pucuk tebu pada tingkat protein 12%, 13%, 14%, dan 15%. Peubah yang diamati adalah nilai kecernaan serat kasar dan BETN. Hasil penelitian menunjukan tingkatan protein dalam ransum percobaan tidak berpengaruh nyata (P<0.01) terhadap nilai kecernaan serat kasar dan BETN. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pemberian ransum berbasis pucuk tebu dengan tingkat protein dari 12 % sampai 15 %  tidak menyebabkan peningkatan kecernaan serat kasar dan BETN.    Kata Kunci : serat kasar, BETN, pucuk tebu
Perubahan Komponen Serat Rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense) Hasil Biokonversi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Akibat Kadar Air Substrat dan Dosis Inokulum yang Berbeda. (The Change of Fiber Components of Pleurotus ostreatus-Bioconver Stefanus Ghunu
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2272

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Politani Kupang dan Laboratorium Analisa Proksimat BPT - Ciawi, Bogor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4x4 dengan ulangan 3 kali. Faktor pertama adalah kadar air substrat (A) terdiri atas 4 level yaitu A1 = 62,50; A2 = 70,00;  A3 = 77,50; dan A4 = 85,00 % dari total berat substrat. Faktor kedua adalah dosis inokulum jamur tiram putih (D), yang terdiri atas 4 level yaitu D1 = 10 g, D2 = 15 g, D3 = 20 g, dan D4 = 25 g kg-1 substrat. Peubah yang diukur meliputi perubahan komponen serat (NDF, ADF, selulosa, lignin) produk biokonversi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biokonversi dapat menurunkan komponen serat rumput Kume kering, ditandai dengan menurunnya kandungan NDF, ADF, selulosa, lignin. Penurunan terbaik dan efisien adalah kadar air substrat 77,5% dan dosis inokulum 20g kg-1 substrat.Kata kunci : Sorghum plumosum var. Timorense, Jamur Tiram Putih,                  Komponen Serat,.
Pengaruh Pemberian Bahan Organik, Mikoriza, dan Batuan Fosfat terhadap Produksi, Serapan Fosfor pada Tanaman Kudzu Tropika (Pueraria Phaseoloides Benth ) (The Efect of Organic Matter, Mycorrhizae, and Rock Phosphate on Production and Phosphor Absorbtion Nyimas Popi Indriani
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2286

Abstract

Pengaruh pemberian bahan organik, mikoriza dan batuan fosfat terhadap produksi, serapan fosfor pada tanaman kudzu tropika (Pueraria phaseoloides Benth) akan diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran apakah mikoriza dan bahan organik dapat dikembangkan sebagai agen pembantu penambangan P tanah atau meningkatkan efisiensi pemupukan P. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian 4 taraf pupuk batuan fosfat yaitu 0, 100, 200, 300 kg / ha P2O5 dan pemberian mikoriza, tanpa mikoriza serta pemberian bahan organik, tanpa bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikoriza dapat meningkatkan kandungan bahan kering dan serapan fosfor tanaman kudzu tropika dengan dosis batuan fosfat 200 kg / ha P2O5 (terjadi efisiensi penggunaan pupuk batuan fosfat).Kata Kunci : Bahan Organik, Mikoriza, Batuan Fosfat, Kudzu Tropik 
Pemanfaatan Gelatin Tepung Sagu (Metroxylon sago) sebagai Bahan Pakan Ternak Ruminansia (Utilization of Sago (Metroxylon sago) Gelatin as Feed Ruminant) Harry T. Uhi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2277

Abstract

Telah dilakukan penelitian pemanfaatan gelatin sagu sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui suhu, waktu dan ratio volume air yang tepat selama pemanasan sampai terbentuknya gelatinisasi. Justifikasi terjadinya proses gelatinisasi didasarkan atas rusaknya bentuk granula yang dilihat dengan  mikroskop elektron dan mikroskop polarisasi. Perlakuan yang digunakan R1 (Tepung sagu 100 gram + suhu   80 0C); R2 (Tepung sagu 100 gram + suhu   85 0C); R3 (Tepung sagu 100 gram + suhu   90 0C); R4 (Tepung sagu 100 gram + suhu   95 0C); dan R5 (Tepung sagu 100 gram + suhu 100 0C). Parameter yang diamati  adalah bentuk granula sagu yang diamati menggunakan mikroskop elektron dengan pembesaran 10.000 X dan mikroskop polarisasi dengan pembesaran 400 X. Hasil penelian menunjukkan bahwa proses gelatinisasi sempurna tepung sagu (Metroxylon sago) adalah pada suhu 90 OC dengan lama proses pembentukan gelatin selama 2.05 menit dan warna eksternal coklat gelap.Kata kunci : Sagu, gelatin, warna, suhu
Perubahan Kualitas Telur Ayam Ras dengan Posisi Peletakan Berbeda Selama Penyimpanan Suhu Refrigerasi (The Changing of Hen's Egg Quality with Diffferent Laying Position During Refrigerator Temperature Storage) Kusmajadi Suradi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi peletakan terhadap perubahan kualitas telur ayam ras selama penyimpanan suhu refrigerasi. Penelitian dilakukan secara eksperimen di laboratorium menggunakan rancangan petak terpisah dengan rancangan dasarnya acak lengkap (RAL). Sebagai petak utama adalah lama penyimpanan suhu refrigerasi (5-10°C), yaltu 2, 4, 6, 8 dan 10 minggu, sedangkan sebagai anak petak adalah posisi peletakan, yaitu tumpul di atas, dan tumpul di bawah. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama penyimpanan pada suhu refrigerasi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap penyusutan berat, pH albumen, dan nilai Haugh unit (HU) telur avam ras, sedangkan posisi peletakan tidak memberikan pengaruh yang nyata dan tidak terdapat interaksi yang nyata antara kedua faktor tersebut, sehingga dapat dikemukakan kesimpulan, bahwa penyimpanan telur ayam ras dengan berbagai posisi peletakan pada suhu refrigerasi dapat mempertahankan kualitas sampai grade A selama penyimpanan 10 minggu.Kata kunci : Posisi, Telur, Refrigerasi

Page 1 of 2 | Total Record : 16