cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rofiimuhamad@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 26215047     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan (e-ISSN 2621-5047) published by the Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan publishes two issues in a year. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan has been indexed in an international database. This journal publishes articles in the area of leadership in nursing, management of nursing services, and management of nursing care.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2021)" : 10 Documents clear
Efektifitas Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Spiritual Islam Terhadap Beban Kerja Perawat Dewi Mustikaningsih
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1008

Abstract

Beban kerja perawat menjadi bertambah dengan adanya pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual Islam sehingga perlu analisis beban kerja subyektif perawat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektifitas pelaksanaan asuhan keperawatan Islam terhadap beban kerja perawat dengan menggunakan metode quasy eksperiment design pre-post test with control group dengan purposive sampling didapatkan masing masing 18 kelompok intervensi dan kontrol, kuesioner NASA-TLX. Uji normalitas menggunakan uji shapiro wilk, dengan analisis univariat distribusi frekuensi, mean dan median, analisis bivariate uji t – test independent , uji wilcoxon test dan Mann-Whitney test. Hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan beban kerja perawat dimensi tuntutan fisik, tingkat usaha dan tingkat frustasi sebelum dan sesudah perlakuan kelompok intervensi, pada tidak terdapat perbedaan beban kerja perawat sebelum dan sesudah perlakuan kelompok kontrol, terdapat perbedaan beban kerja perawat dimensi tingkat usaha sebelum perlakuan kelompok intervensi dan kontrol, terdapat perbedaan beban kerja perawat dimensi tuntutan waktu sesudah perlakuan kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan bahwa tuntutan waktu yang menjadi perbedaan beban kerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan spiritual Islam, perlu kepatuhan perawat dalam penjadwalan dinas, tidak ada pemesanan jadwal shift serta kedisiplinan jam dinas serta pergantian shift bisa dilakukan tepat waktu.
Persepsi Perawat Tentang Integrasi Perangkat Berbasis Teknologi Internet of Things (IoT) Dalam Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit Devi Nurmalia; Nabella Khoirinnissa
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1074

Abstract

Perangkat berbasis teknologi Internet of Things (IoT) saat ini telah banyak dimanfaatkan sebagai salah satu upaya meningkatkan pelayanan Kesehatan. IoT dan integrasinya di bidang kesehatan diprediksi akan mendominasi tatanan dalam sistem kesehatan di masa depan. Persepsi dari perawat mengenai implikasi dari adopsi teknologi IoT pada sistem pelayanan kesehatan dapat digunakan untuk menggambarkan dampak dari perubahan yang diakibatkan oleh integrasi teknologi ke dalam pelayanan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi perawat tentang integrasi perangkat berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dalam pelayanan Kesehatan. Kajian literatur dilakukan dengan mengumpulkan artikel yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir dari beberapa database penyedia artikel yang kredibel yaitu ScienceDirect, PubMed, dan EBSCOhost. 10 artikel dipilih untuk penelitian. Artikel dianalisis menggunakan matriks sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki sikap positif terhadap pengembangan teknologi dan melihatnya sebagai bagian penting dari profesi keperawatan di masa depan. Secara keseluruhan, perawat menilai bahwa integrasi teknologi IoT memiliki pengaruh yang signifikan dalam membantu pekerjaan perawat dan meningkatkan efisiensi kerja. Perawat juga menilai bahwa adopsi teknologi IoT dalam pelayanan Kesehatan dapat meningkatkan keselamatan pasien (patient safety). Namun terdapat juga beberapa aspek negatif dari penggunaan teknologi dalam pelayanan Kesehatan.
Determinan Persepsi Perawat Tentang Peran Case Manager Ni Luh Putu Lusiana Devi; I Ketut Swarjana; Ni Putu Ayu J Sastamidhyani; I Gusti Agung Tresna Wicaksana
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1136

Abstract

Case manager belum melakukan peran dengan optimal. Case manager seperti pelengkap standar akreditasi. Banyak faktor terlibat dalam timbulnya berbagai persepsi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan persepsi perawat tentang peran case manager. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 296.876 perawat sebagai populasi. Metode sampling menggunakan multistage random sampling, didapatkan sampel sebanyak 399 perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner persepsi tentang case manager, kuesioner pengetahuan tentang case manager dan kuesioner kepuasan kerja yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.  Kuesioner kelelahan kerja yang telah baku juga digunakan pada penelitian ini dengan nilai cronbach alpha (0,921). Setiap responden telah mengisi kuesioner terstruktur melalui google form dan telah dianalisis menggunakan deskriptif statistik, chi square-test dan binary logistic regression. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar atau sebanyak 205 (51%) perawat memiliki persepsi positif tentang peran case manager. Faktor pengetahuan dan kepuasan kerja dikaitkan dengan persepsi perawat tentang peran case manager (p=0,002 dan p=0,006). Faktor determinan persepsi tentang peran case manager pada perawat adalah pengetahuan (Adj. OR=2,36, 95% CI 1,30-4,26, p 0,005). Temuan ini mendukung teori yang mana pengetahuan dan kepuasan kerja terkait dengan persepsi tentang peran case manager.
Dilema Etik pada Profesionalisme Perawat terhadap Kualitas Pelayanan Keperawatan Christo Deksan Banunaek; Yustina Erti Pravitasmara Dewi; Roos Kities Andadari
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1143

Abstract

Dilema etik merupakan situasi yang melibatkan konflik nilai-nilai atau kepercayaan tentang tindakan apa yang benar atau yang terbaik namun terkendala oleh aturan-aturan atau hukum yang ada dan cenderung mempengaruhi sikap profesional perawat dalam bekerja sehingga mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini, untuk menguji bagaimana pengaruh profesionalisme perawat terhadap kualitas pelayanan keperawatan dan bagaimana pengaruh profesionalisme perawat terhadap kualitas pelayanan keperawatan dimoderasi dilema etik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan sampel 100 responden dari tenaga keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Salatiga yang merupakan perawat pelaksana di ruang bangsal. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dan regresi moderasi dengan SPSS versi 22.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme perawat berpengaruh positif terhadap kualitas pelayanan keperawatan, sedangkan dilema etik mengubah pengaruh profesionalisme perawat menurunkan kualitas pelayanan keperawatan
Analisis Kelelahan kerja sebagai penyebab resiko penurunan kinerja perawat di rumah sakit Tri Ismu Pujiyanto; Shindi Hapsari
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1185

Abstract

Upaya peningkatan prestasi kerja, suatu organisasi dapat mengatasi stres akibat pekerjaan yang dapat berkontribusi terhadap kelelahan pada perawat. Isu penting adalah meningkatkan kinerja pelayanan perawat dengan memperbaiki keadaan Burnout Nurse syndrome. Peningkatan kinerja perawat sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan rumah sakit . Mempertimbangkan pertimbangan di atas, penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut untuk memperdalam kegiatan individu yang terjadi pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman perawat terkait tentang burnout syndrome. Penelitian ini menggunakan Design Diskriptif Fenomenologi dengan metode kualitatatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang berperan aktif dalam memberikan pelayanan keperawatan di RSUD Dr. Adhyatma MPH Tugurejo Semarang yang terdiri dari perawat pelaksana, kepala ruangan dan pimpinan. Menggunakan tehnik Purposive Sampling diperoleh 15 responden. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan tehnik FGD ( Focus Group Discussion ) kemudian diformulasikan dan dianalisa dengan tehnik Colaiizzi. Hasil penelitian diperoleh tiga tema diantaranya keluhan tidak puas. Lingkungan kerja yang tidak menyenangkan dan tanggung jawab yang berlebihan. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa keluhan perasaan perawat akan ketidak puasan, lingkungan kerja yang kurang menyenangkan hingga tanggung jawab yang berlebihan merupakan penyebab terjadinya burnout syndrome. Akibat yang dapat ditimbulkan sangat besar dan berdampak besar terhadap kualitas pelayanan asuhan keperawatan untuk pasien di Rumah  Sakit.
E -Log Book Untuk Penilaian Kinerja Kompetensi Perawat klinis Marwiati Marwiati; M Fahrurrozi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1191

Abstract

Penilaian kinerja dilakukan seefektif dan efisien untuk dapat mengarahkan perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan guna mendukung pelayanan Kesehatan yang optimal. Tujuan khusus penelitian ini adalah melihat sejauhmana e log book kompetensi berpengaruh penilaian kinerja perawat klinis di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. Desain pada penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pendekatan one group pre test post test desain. Hasil analisis uji t didapatkan p value <0,05 maka dikatakan ada pengaruh menggunakan e log book lebih efektif daripada menggunakan hard log book dalam kinerja kompetensi sesuai clinical appointment yang dipunyai. Hasil pada e log book efektif untuk penilaian kienrja kompetensi perawat karena menggambarkan keseluruhan proses pemberian asuhan keperawatan dalam pelayanan keperawatan.
Hubungan Karakteristik Perawat dan Safety Attitude di Rumah Sakit Jakarta Tomy Suganda; RR Tutik Sri Hariyati; Hanny Handiyani; La Ode Abdul Rahman; Tuti Afriani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1215

Abstract

Sikap keselamatan perawat mempengaruhi tindakan dalam menerapkan implementasi asuhan keperawatan yang berbasis keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik perawat dan sikap keselamatan, melalui penelitian cross sectional yang melibatkan 330 perawat di 3 rumah sakit veritkal Jakarta. Instrumen yang digunakan adalah Safety Attitudes Questionnaire dengan tambahan data demografi.  Terdapat hubungan signifikan antara karaktersitik perawat dan sikap  keselamatan perawat. Jenis kelamin, posisi, jenjang karir, pendidikan, usia serta pengalaman kerja secara signifikan berpengaruh pada sikap keselamatan (P<0,05). Perbaikan dan peningkatan sikap keselamatan perawat dapat dievaluasi dan diperbaiki dengan mempertimbangkan karaktersitik perawat agar upaya upaya tersebut dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.
Gaya Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Keterikatan dan Kinerja Perawat Hanum Maftukha Ahda; Nur Hidayah
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1221

Abstract

Keterikatan dan kinerja perawat merupakan komponen penting dalam mencapai tujuan Rumah Sakit. Pelayanan keperawatan berperan penting dalam mencapai tujuan Rumah Sakit sehingga kepemimpinan seorang perawat menjadi kunci dalam keberhasilan pelayanan tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis penelitian tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadap keterikatan kerja dan kinerja perawat di Rumah Sakit.  Penelitian ini merupakan Literature review dengan penelusuran artikel melalui database elektronik Pubmed, Emerald dan Sciencedirect yang diterbitkan dari tahun 2011-2021 dan memenuhi kriteria inklusi. Proses review menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-​Analyses (PRISMA).  Sepuluh artikel menunjukkan kepemimpinan memiliki pengaruh positif terhadap keterikatan kerja. Lima artikel menunjukkan kepemimpinan memiliki pengaruh posisitif terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit. Kepemimpinan menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap keterikatan kerja dan kinerja perawat. Selain itu, dipengaruhi juga oleh faktor lain dari sumberdaya pekerjaan dan individu. Kepemimpinan memiliki peran penting dalam meningkatkan keterikatan kerja dan kinerja perawat di Rumah Sakit sehingga dapat mencapai tujuan dan kinerja organisasi yang baik.
Hubungan Fungsi Manajemen Kepala Ruangan dengan Pelibatan Pasien (Patient Engagement) dalam Asuhan Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19 Nuridha Fauziyah; RR Tutik Sri Hariyati; Shanti Farida Rachmi; Hanny Handiyani; Rosdelima Simarmata
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1230

Abstract

Rumah sakit harus menetapkan regulasi dan proses untuk mendukung pelibatan pasien dalam proses asuhan sebagai upaya memfasilitasi keterlibatan pasien secara aktif. Adanya keterbatasan interaksi antara perawat dan pasien secara aktif menjadi sebuah tantangan tersendiri di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan fungsi manajemen kepala ruangan dengan pelibatan pasien dalam asuhan keperawatan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional terhadap 238 perawat dengan menggunakan kuesioner online. Hasil analisis bivariat menggunakan korelasi Pearson menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi manajemen kepala ruangan dengan pelibatan pasien (p < 0,001). Kepala ruangan memiliki peranan penting dalam meningkatkan pelibatan pasien dalam asuhan keperawatan di masa pandemi Covid-19 dengan melakukan perencanaan, pengorganisasian, ketenagaan, pengarahan, dan pengawasan secara optimal.
Hubungan Iklim Organisasi Dan Handover Perawat Terhadap Insiden Keselamatan Pasien Ayu Nuraini Soleha; Serri Hutahaean
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1243

Abstract

Perawat sebagai satu diantara Sumber Daya Manusia terbesar di institusi pelayanan kesehatan rumah sakit mempunyai kontribusi penting dalam memberikan asuhan keperawatan. Pelayanan kesehatan dapat beresiko menimbulkan insiden keselamatan pasien. Kondisi tersebut dapat disebabkan dari kualitas iklim organisasi dan pelaksanaan handover yang tidak efektif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan iklim organisasi dan handover perawat terhadap insiden keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap RSU UKI. Desain penelitian deksriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 45 perawat menggunakan purposive sampling. Hasil uji Chi Square menunjukkan gambaran iklim organisasi tertutup sebanyak 23 perawat (51,1%). Handover pada perawat sebanyak 23 perawat (51,1%) menjawab efektif. Insiden keselamatan pasien menunjukkan 44,4% terjadi insiden dan 55,6% tidak terjadi insiden. Didapatkan p-value = 0,868 Tidak ada hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan insiden keselamatan pasien dan nilai p-value = 0,005 Ada hubungan yang signifikan antara handover dengan insiden keselamatan pasien. Rumah sakit perlu memperhatikan hak-hak perawat seperti permasalahan mengenai imbalan yang belum sepadan dan mengadakan evaluasi secara berkelanjutan tentang iklim organisasi dan pelaksanaan handover secara efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 10