Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perbandingan kualitas dokumentasi keperawatan berbasis elektronik dan berbasis kertas: Study literature Tomy Suganda; Rr Tutik Sri Hariyati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.371 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.2085

Abstract

Paper‐based versus electronic‐based of health records in quality of nursing documentation: A literature review study.Background: Many technological developments in nursing services have emerged, one of them is electronic-based nursing documentation. The electronic nursing documentation has a good impact which increases the quality of service. But the readiness is still questionable.Purpose: Describing the quality comparison of electronic-based nursing documentation and paper-based nursing documentation.Method: This study uses a PRISMA literature review. Through the remote-lib.ui.ac.id database that is connected to various scientific publication pages such as, Scopus, Ebsco, PROQUEST Scholar-Articles with several key words such as electronic nursing documentation, nursing paper documentation, management information systems.Results: Electronic-based documentation has a higher level of quality documentation than paper-based documentation in terms of efficiency, effectiveness, patient focus and timeliness.Conclusion: Electronic-based documentation offers the optimization of nursing care, effective and efficient documentation, integrated nursing care and cost-effective through (paperless). Strong support from hospital institutions, organizations and government at the beginning of the nurse adaptation system and process is a challenge so that the application of electronic nursing documentation is realized properly.Keywords: Paper‐based; Electronic‐based; Health records; Quality; Nursing documentation.Pendahuluan: Pengembangan teknologi dalam pelayanan keperawatan banyak bermunculan, salah satunya dokumentasi keperawatan berbasis elektronik. Dokumentasi keperawatan elektronik memberikan dampak baik yang luarannya meningkatkan kualitas pelayanan. Namun kesiapan masih dipertanyakan.Tujuan: Menggambarkan perbandingan kualitas dokumentasi keperawatan berbasis elektronik dan dokumentasi keperawatan berbasis kertas.Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka PRISMA. Melalui Database remote-lib.ui.ac.id yang terhubung dengan berbagai macam laman publikasi ilmiah seperti, Scopus, Ebsco, PROQUEST, Scholar-Artikel dengan beberapa kata kunci seperti dokumentasi keperawatan elektronik, dokumentasi keperawatan kertas, sistem informasi manajemen.Hasil: Dokumentasi berbasis elektronik memiliki tingkat kualitas dokumentasi lebih dibandingkan dokumentasi berbasis kertas secara efesiensi, efektifitas, fokus pada pasien maupun ketepatan waktu.Simpulan: Dokumentasi berbasis elektronik menawarkan keoptimalan melakukan asuhan keperawatan, dokumentasi efektif dan efesien, asuhan keperawatan terintegrasi serta cost-effective melalui (paperless). Dukungan kuat dari institusi rumah sakit, organisasi maupun pemerintah dalam permulaan sistem dan proses adaptasi perawat menjadi tantangan, agar penerapan dokumentasi keperawatan elektronik terealisasi dengan baik.
Penerapan Training Need Analysis dalam Penyusunan Kurikulum Pelatihan Kompetensi Nursing Informatics Kepala Ruangan Tomy Suganda; Hanny Handiyani; Nurdiana Nurdiana
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i1.887

Abstract

Kompetensi Nursing Informatic sangat penting bagi kepala ruangan, dan akan menjadi lebih penting lagi di masa depan sehingga perlu dipertimbangkan adanya perencanaan strategis tentang peningkatan kompetensi manajemen kepala ruangan khususnya dalam kompetensi Nursing Informatics.  Studi ini bertujuan untuk menerapkan Training Needs Analysis (TNA) dalam menyusun kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics kepala ruangan. Studi dilakukan pada bulan September sampai November 2020. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan survei dengan perubahan berencana melalui metode pendekatan action research. Metode pendekatan action research terdiri dari lima tahapan yaitu identifikasi (diagnosis) masalah, analisis, umpan balik, tindakan dan evaluasi. TNA survey menggambarkan 78% kemampuan computer literacy kepala ruangan kurang, 77% kemampuan informatics literacy kepala ruangan kurang, 72% kemampuan informatics management skilss kepala ruangan kurang. Berdasarkan TNA survey tersebut, didapatkan hasil interprestasi level nursing informatics competencies dengan 17 kepala ruangan memiliki skor NIC yang baik dan 58 kepala ruangan  memiliki skor nursing informatics competencies yang kurang.  Kurikulum pelatihan kompetensi kepala ruang adalah acuan dalam perencanaan pelaksanaan pendidikan berkelanjutan kepala ruangan. Pada masa ilmu pengetahuan dan teknologi berubah setiap hari, penting bagi kepala ruangan untuk upgrade dan up-to-date dalam informasi, penyusunan kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics kepala ruang adalah salah satu upaya dalam mewujudkan hal tersebut. TNA dapat diterapkan dalam penyusunan kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics kepala ruangan. TNA memberikan gambaran tentang tingkat kompetensi nursing informatics kepala ruangan sehingga penyusunan kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics didasarkan pada data dan tujuan atas keterbutuhan kompetensi yang perlu ditingkatkan.
Hubungan Karakteristik Perawat dan Safety Attitude di Rumah Sakit Jakarta Tomy Suganda; RR Tutik Sri Hariyati; Hanny Handiyani; La Ode Abdul Rahman; Tuti Afriani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v4i2.1215

Abstract

Sikap keselamatan perawat mempengaruhi tindakan dalam menerapkan implementasi asuhan keperawatan yang berbasis keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik perawat dan sikap keselamatan, melalui penelitian cross sectional yang melibatkan 330 perawat di 3 rumah sakit veritkal Jakarta. Instrumen yang digunakan adalah Safety Attitudes Questionnaire dengan tambahan data demografi.  Terdapat hubungan signifikan antara karaktersitik perawat dan sikap  keselamatan perawat. Jenis kelamin, posisi, jenjang karir, pendidikan, usia serta pengalaman kerja secara signifikan berpengaruh pada sikap keselamatan (P<0,05). Perbaikan dan peningkatan sikap keselamatan perawat dapat dievaluasi dan diperbaiki dengan mempertimbangkan karaktersitik perawat agar upaya upaya tersebut dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.
Gaya Manajemen Konflik Perawat Manajer di Rumah Sakit: Implikasi Manajemen Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19 Tomy Suganda; Kholis Khoirul Huda; Romy Suwahyu; Nurul Septiani
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.433 KB) | DOI: 10.30787/asjn.v3i1.878

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah menyebabkan sebagian besar dunia mulai berpikir secara berbeda. Tantangan dan permasalahan akibat pandemi COVID-19, bila tidak dikelola dengan baik akan berdampak pada keselamatan pasien, keselamatan staf dan berpotensi dapat menyebabkan konflik-konflik terjadi.  Artikel ini, menggambarkan gaya manajemen konflik perawat manajer di rumah sakit sebagai implikasi manajemen keperawatan di masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka PRISMA, melalui database perpustakaan digital yang terhubung dengan berbagai laman publikasi ilmiah melalui kata kunci seperti "manajemen konflik" "gaya manajemen konflik","COVID-19",serta“konflik perawat”. Kriteria kelayakan  menggunakan berbagai jenis metode penelitian termasuk metode kuantitatif, kualitatif dan review yang menggambarkan gaya manajemen konflik manajer keperawatan dalam penyelesaian konflik. Hasil: gaya manajemen konflik yang paling dominan digunakan adalah gaya manajemen konflik kompromi, menghindar dan integrasi dengan masing-masing yaitu 23,8%, diikuti oleh kolaborasi 20,6% serta akomodasi dan kompetisi masing-masing 0,04%. Kesimpulan: Implikasi yang dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan dan permasalahan akibat pandemi COVID-19 adalah analisa situasi konflik melalui faktor yang mempengaruhi, komunikasi, kolaborasi, dan kordinasi dengan pihak-pihak yang berkaitan sebelum menentukan gaya manajemen konflik yang akan digunakan.
Knowledge and Perception Of Pain About Diabetes Mellitus With Self Care Bahavior In Diabetes Mellitus Patients Kholis Khoirul Huda; Tomy Suganda; Romy Suwahyu; Nurul Septiani
Journal of Applied Health Management and Technology Vol 5, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v5i2.9773

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic disease that requires long-term self-care so that patients can carry out self-care independently to prevent complications from Diabetes Mellitus. Self Care Behavior aims to examine and classify the extent to which people with Diabetes Mellitus carry out self-care in order to improve their well-being and quality of life. This study aims to determine the relationship between knowledge and pain perceptions about Diabetes Mellitus and Self Care Behavior of Diabetes Mellitus sufferers. This research is a literature study that summarizes some of the relevant literature collected using Google Scholar which was published in 2015-2022. The results of the search found 56 identified journals and 7 journals that met the inclusion criteria. The results showed that there was a significant relationship between knowledge about Diabetes Mellitus and Self Care for Diabetes Mellitus patients and there was a significant relationship between perceptions of pain about Diabetes Mellitus and self care behavior for Diabetes Mellitus sufferers.
Gaya Manajemen Konflik Perawat Manajer di Rumah Sakit: Implikasi Manajemen Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19 Tomy Suganda; Kholis Khoirul Huda; Romy Suwahyu; Nurul Septiani
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v3i1.878

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah menyebabkan sebagian besar dunia mulai berpikir secara berbeda. Tantangan dan permasalahan akibat pandemi COVID-19, bila tidak dikelola dengan baik akan berdampak pada keselamatan pasien, keselamatan staf dan berpotensi dapat menyebabkan konflik-konflik terjadi.  Artikel ini, menggambarkan gaya manajemen konflik perawat manajer di rumah sakit sebagai implikasi manajemen keperawatan di masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka PRISMA, melalui database perpustakaan digital yang terhubung dengan berbagai laman publikasi ilmiah melalui kata kunci seperti "manajemen konflik" "gaya manajemen konflik","COVID-19",serta“konflik perawat”. Kriteria kelayakan  menggunakan berbagai jenis metode penelitian termasuk metode kuantitatif, kualitatif dan review yang menggambarkan gaya manajemen konflik manajer keperawatan dalam penyelesaian konflik. Hasil: gaya manajemen konflik yang paling dominan digunakan adalah gaya manajemen konflik kompromi, menghindar dan integrasi dengan masing-masing yaitu 23,8%, diikuti oleh kolaborasi 20,6% serta akomodasi dan kompetisi masing-masing 0,04%. Kesimpulan: Implikasi yang dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan dan permasalahan akibat pandemi COVID-19 adalah analisa situasi konflik melalui faktor yang mempengaruhi, komunikasi, kolaborasi, dan kordinasi dengan pihak-pihak yang berkaitan sebelum menentukan gaya manajemen konflik yang akan digunakan.
Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) dalam Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Metode Inspeksi Visualasam Asetat (IVA) Romy Suwahyu; Nurul Septiani; Tomy Suganda; Kholis Khoirul Huda
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v4i1.50

Abstract

Cervical cancer is still a frightening thing for women and is the second deadliest cancer after breast cancer in Indonesia. The high incidence of cervical cancer in Indonesia is influenced by low screening coverage. Until 2021, only 6.83% of women aged 30–50 years had undergone screening examinations using the IVA method. This study aims to determine the level of knowledge of Women of Childbearing Age (WUS) in carrying out early detection of cervical cancer using the Acetic Acid Visual Inspection (IVA) method. This research applies an analytical survey design with a cross-sectional design, with a sample of 86 WUS selected using accidental sampling technique. Data were collected using a questionnaire, the data obtained was then analyzed using the Chi square test. The analysis results show that the p value = 0.00. It could be concluded that there is a relationship between the level of knowledge of Women of Childbearing Age (WUS) in carrying out early detection of cervical cancer using the Acetic Acid Visual Inspection (IVA) method.
Strategi Intervensi Penanganan Stunting di Indonesia: Studi Literatur Silvia Anggraini; Muthmainnah Muthmainnah; Nurul Septiani; Tomy Suganda
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v4i1.46

Abstract

Stunting not only has an impact on children's physical growth and development, but also has significant long-term implications for the quality of Indonesia's human resources (HR) in the future. Comprehensive and multi-sectoral stunting management efforts involving various parties need to be carried out. To analyze more deeply the intervention strategies that have been implemented in efforts to deal with stunting in Indonesia as a form of identifying approaches that have been proven successful and are relevant for the Indonesian context. This research uses the PRISMA literature review, through a digital library database that is connected to various scientific publication pages through keywords such as "Stunting", "Stunting Intervention", "Stunting Strategy", and "Stunting Program". Eligibility criteria use various types of methods The research includes quantitative, qualitative methods and reviews related to intervention strategies for handling stunting in Indonesia. Intervention strategies for handling stunting in Indonesia include three groups of programs, namely age-specific nutrition programs, nutrition and reproductive health education as well as strengthening posyandu and community health centers. Strategies Stunting prevention interventions in Indonesia must involve all stakeholders, prioritize preventive approaches, and encourage changes in community behavior. By strengthening government commitment and innovative cross-sector collaboration, it is hoped that Indonesia can overcome the challenge of stunting in a sustainable manner.
An Analysis of Head Nurses’ Nursing Informatics Competencies and Nurses’ Attitudes towards Patient Safety in Hospitals Suganda, Tomy; Handiyani, Hanny; Rachmi, Shanti Farida; Masyati, Eti; Rahman, La Ode Abdul
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2023): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v11i2.225

Abstract

Introduction: Improving patient safety attitudes will provide quality care and a safe environment and practice for patients. The attitude of nurses towards patient safety in hospitals still requires improvement and improvement efforts. The assessment of nurses’ attitudes toward patient safety can be used as a reference for preparing programs to maintain quality and patient safety in hospitals. Objectives: This study aimed to determine the relationship between head nurses’ nursing informatics competencies and nurses’ characteristics and attitudes towards patient safety. Methods: A cross-sectional study involving 251 nurses at a hospital in Jakarta was conducted. The Nursing Informatics Competency Assessment Tool and the Safety Attitudes Questionnaire with demographic information were used for data collection. Results: Overall, nurses’ attitudes towards patient safety showed a median value of 141 (80.18% of the maximum value), and the mean value of head nurses’ nursing informatics competency was 99.53 (66.35% of the maximum score). This study showed a significant relationship between head nurses’ nursing informatics competencies and nurses’ attitudes toward patient safety. Nursing informatics competencies, computer literacy, informatics literacy, and informatics management skill significantly influenced patient safety attitudes (p<0.05). Conclusion: Nursing informatics competence is the basis for nurses to respond to the development of health management information systems and technology in modern healthcare environments. Nursing informatics competence of the head nurses’ encourages the success of the head nurses’ following the rapid development of information, it will have
Cinta dalam jarak: Bagaimana komitmen pada pasangan long distance relationship (LDR)? Nurul Isnaini; Ade Tiara; Tomy Suganda
PSYCOMEDIA : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024): PSYCOMEDIA: Jurnal Psikologi (In Progress)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/psycomedia.2024.v4i1.1-10

Abstract

Long Distance Relationship (LDR) have become a common phenomenon in Indonesia, where couples are separated by significant physical distance. Communication technologies such as social media, phone calls, and video calls are used to maintain closeness. LDRs pose various challenges, including difficulties in maintaining intimacy and trust, as well as facing issues such as emotional loneliness and lack of physical presence. This study explores the phenomenon of commitment in the context of LDR, focusing on aspects of satisfaction level, quality of alternatives, and investment size. The research method used is qualitative with a phenomenological approach, using interviews and observations as data collection techniques and data analysis using the qualitative data processing application Nvivo 12 plus. The results show that commitment in LDR is influenced by satisfaction in the relationship, support from family and friends, and investment of time and effort in maintaining communication and closeness. The findings provide a deeper understanding of commitment in LDRs among couples in Indonesia. The aspect that most determines a couple’s ability to commit to an LDR couple is the satisfaction level.