cover
Contact Name
Moh. Bakir
Contact Email
mbakir490@yahoo.com
Phone
+6281990925680
Journal Mail Official
jurnal.stiu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Pegantenan KM. 09 Plakpak Pegantenan
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 2460383     EISSN : 24778249     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal EL-FURQANIA Vol.04 No.02 Agustus 2018 yang saat ini ada di tangan pembaca menampilkan sejumlah artikel yang merupakan bukti atau hasil “pencarian” para penulis untuk memahami hubungan Ushuluddin dan Ilmu-ilmu Keislaman dengan pranata sosial berdasarkan concern keilmuan masing-masing penulis di berbagai bidang. Jurnal ini menampilkan enam karya tulis ilmiah yang merupakan karya orisinal, tentang kajian al-Qur’an dan kajian keislaman
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 121 Documents
Pendidikan Keluarga Perspektif Al-Qur’an Mohammad ruslan
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 01 (2020): Februari
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.159 KB) | DOI: 10.54625/elfurqania.v6i01.3778

Abstract

Education is an important requirement for every country in general and schools in particular. What's more is religious education, where parents play an important role in education Early. Thus the first form of education is present in family life. Education is nothing but emphasizing the concept of Islamic education which makes the problem of servitude to God and obedience to Him the axis of all life. It should also be noted that children's physical education is an inseparable part of mental, mental, and personal education. The task of parents in educating children from childhood will introduce children to the existence of their god, who makes and manages the universe, understands who the prophet is, and understands their religion, so that they understand and understand the duty to live in this world is to worship God alone with following the sunnah of His Messenger. It is clear, that Islam teaches them to carry out their children's education, which is based on the view that children as creatures who are growing and developing towards maturity, have basic skills that are dynamic and responsive to external influences and themselves. Keywords: education, family, Al-Qur'an.
Metode Tafsir al-Qur’an Komprehensif Perspektif Abdul Hay al-Farmawi Abdul Syukkur
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 01 (2020): Februari
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.612 KB) | DOI: 10.54625/elfurqania.v6i01.3779

Abstract

Dalam menafsirkan al-Qur’an, para mufassir menggunakan cara khusus yang dipandang relevan dengan kapasitasnya sebagai mufassir sekaligus sesuai dengan kapasitas khalayak sebagai pembaca. Cara khusus ini kemudian disebut dengan metode. Menurut Abdul Hay al-Farma>wi> cara atau metode yang dipakai oleh ahli tafsir setidaknya ada empat, yaitu: metode tafsir tah}li>li> (analitik), metode tafsir ijma>li> (global), metode tafsir muqa>ran (perbandingan), dan metode tafsir maudu>’i> (tematik). Dalam tulisan ini, penulis mengkaji metode tafsir al-Qur’an yang dianggap paling konprehensif perspektif Abdul Hay al-Farma>wi>. Alhasil, metode tafsir tematik dianggap sebagai metode tafsir yang paling komprehensif dalam mengkaji suatu tema tertentu, karena metode tafsir tematik mengulas suatu tema sedetail mungkin sebagaimana metode tahli>li> dan membiarkan tema tersebut diulas secara tuntas berdasar keterangan ayat-ayat al-Qur’an itu sendiri. Kata kunci: Metodologi tafsir, Metode Tafsir Komprehensif, Komparasi Metode Tafsir.
Paradigma Terminologi Islam (Muslim) Dan Iman (Mukmin) Atas Larangan Pernikahanantar-Agama Dalam Hukum Islam Sadari Sadari
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 02 (2020): Agustus
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v6i02.4000

Abstract

Debates in theological terms have been occurred among the historical Civilization of Islami. As well as in terms of Islamic law, which have continually developed. This article examines how terms with theological nuances are integrated or at least interconnected. This article examines how the terms Islam (muslim) and Iman (mukmin) are linked to the law on the prohibition of interfaith marriage. This is very interesting, because there has been an resistance to an exciting laws had been replaced by a new that recently created, then those that already exist are replaced by recently created. By using Muhammad Syahrur's paradigm, the article examines more and deeper in the location key of the different meanings of the terms and develooing idioms that devel which are background to the prohibition of interfaith marriage, such as musyrik, kafir, Ahl al-Kitab, Islam, and iman, so that the formula that will be researched is How to find Muhammad Syahrur's paradigm to the term or term for the prohibition of interfaith marriage, then to find out the effects of that and formulate how the law applies to the prohibition of interfaith marriage in Islamic law. The direction of this study uses normative-historical, which tries to find out what kinds of structures that can build an interfaith marriage discourse. By examining and addressing these methods and components to create power relations in the interfaith marriage discourse. It is hoped will be useful for the creation of a more precise understanding and in the end it may contribute the ideas in a broad horizon of knowledge, especially in Islamic family law. Keywords: Paradigm; Interfaith Marriage; Islamic law
Pemetaan Tafsir Aspek Kecenderungan (Aliran) Dalam Khazanah Islam Klasik Abdul Syukkur
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 02 (2020): Agustus
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v6i02.4001

Abstract

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang salih li kulli zamanin wa makanin, hal ini tidak lepas dari nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya. Sehingga pantas jika kitab suci ini kemudian menjadi inspirator bagi gerakan dan dinamika umat Islam sepanjang sejarah perkembangannya. Para intelektual Muslim berusaha untuk berinteraksi dan menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bahkan ada yang menjadikannya sebagai legitimasi terhadap faham, keyakinan, dan tindak-tanduk kehidupanya sehari-hari. Karena mereka membekali pemahamannya tentang al-Qur’an dengan ilmu yang paling dikuasainya tanpa memperhatikan ilmu-ilmu yang lain. Artikel ini mengkaji pengertian tafsir dan kecenderungan (aliran), membahas mengenai aliran-aliran yang ada dalam kajian tafsir. Dalam hal ini penulis hanya membatasi pembahasan mengenai aliran yang memiliki pengaruh sangat besar dalam kajian tafsir, yaitu, aliran Sunni, Shi’ah dan Muktazilah, dengan tanpa menafikan keberadaan aliran-aliran lain yang sedikit banyak memiliki sumbangsih pula dalam kajian tafsir, latar-belakang munculnya aliran-aliran tersebut, tokoh-tokohnya, karya-karyanya, metode tafsirnya, kelebihan dan kekurangannya, contoh penafsiran menurut masing-masing aliran, dan tentu saja disertai dengan analisis penulis sendiri terhadap masing-masing penafsiran tersebut. Kata kunci: Tafsir, Aspek Kecenderungan, khazanah Islam.
Tradisi Membaca Ya>Si>N Dan Tahlil Untuk Orang Meninggal: Studi Analisis Qs. Al-Hasr:10 Dan Qs. Muhammad: 19 Perspektif M. Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Misbah Abd Kahar
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 02 (2020): Agustus
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v6i02.4002

Abstract

Tulisan ini hendak mengungkap nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan tahlilan dan Ya>si>nan dalam takziah bagi umat Islam yang tertimpa musibah kematian. Secara lebih khusus, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui hukum pelaksanaan kegiatan tahlilan dan Ya>si>nan, dan juga untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan tahlilan dan Ya>si>nan. Dari pembahasan ini diketahui bahwa kegiatan tahlilan dan Ya>si>nan ini merupakan tradisi yang terdapat dalam masyarakat Islam yang telah berkulturasi dengan budaya lokal sehingga terbentuklah kegiatan ini secara turun temurun. Tahlilan dan Ya>si>nan sebagaimana dipahami secara umum oleh masyarakat pada hakikatnya adalah suatu aktivitas ibadah yang pahalanya dikhususkan atau diperuntukkan kepada orang yang telah meninggal, baik dilakukan oleh individu atau kelompok. Interpretasi M. Qurais Shihab terhadap surah al-Hashr: 10 dan surah Muhammad: 19, mengatakan, bahwa di dalam palaksanaan tahlilan dan Ya>si>nan yang berisikan kalimat-kalimat thayyibah dan do’a merupakan suatu penghormatan kepada orang yang telah terlebih dahulu beriman dari mereka, dan hal tersebut dapat diartikan bahwa menghadiahkan pahala ibadah kepada orang lain boleh dan tidak menyalahi agama. Selain itu kegiatan tersebut akan dapat mengingat dan menyebut ke-Esaan Allah SWT. Dan akan memunculkan Akhlaqul karimah dalam diri pelaku. Kata Kunci: Tradisi, akaulturasi budaya, Ya>si>n Dan Tahlil
Konsep Rezeki Perspektif Wahbah al-Zuhaili Dalam Tafsir al-Munir jatim mistar
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 02 (2020): Agustus
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v6i02.4003

Abstract

One of the enhancers of life for human being is fulfillment of sustenance. So that the sustenances became the main goal of human to survive their life. Reality that occurs when this, humans assume that the size of the provision is only found in the treasures of wealth alone. However, sustenance is actually divided into two. First, the provision that the requirement of physical like, food, drinks, clothing, house and others. Second, the provision which became needs spiritual as, science knowledge, intelligence, guidance in life. This research used qualitative approach with the type of library research, that is focused on the literary research which the materials relates to the theme of the study, then the data are analyzed by descriptive analysis. The results of research on the interpretation of Wahbah al-Zuhaili surah Hud verse 6, it can be concluded that every human being is guaranteed the welfare of his sustenance, even all creatures on earth even though they have their own sustenance. Further, Wahbah Zuhaili emphasized that sustenance will be guaranteed if humans are willing to try and work in accordance with the human rights in living this life. Keywords: Concept, blessing, interpretation, Wahbah al-Zuhaili
Nafkah Suami Kepada Keluarga Dalam Hadits Da’if Nomer 115 Bab 96 Teori Simultan Dan Parsial Adabulmufrad Mohammad ruslan
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 02 (2020): Agustus
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v6i02.4004

Abstract

This paper aims to discuss about hadis classifiedas da’if by al-Bani in his book Da’if Adabul Mufrad al- Imam Bukhari based on hadis analysis about basic necessities of husband to his family, as stated in hadis 96 no 115. This hadis is classified as hadis mauquf because al-Rajul referred to Sahabi, when the writer traced the hadis based on simultaneous analysis, this hadis classified as hadis dha’if by al-Bani is absolutely correct. The hadis text is not considered shad or contradicted to the history ofthe Quran. So It is s ahihul matan. But the writer found any other aspect of rawi like Ismail bin Rofi' and clasified as Majhul like al-Walid. Keywords: Simultaneous analysis, d}a>if Adabul Mufrad, basic necessities of husband
Peningkatan Kemampuan Menulis Anak Usia Dini Dengan Menggunakan Metode Meniru Tulisan Chairunnisa Chairunnisa
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 02 (2020): Agustus
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v6i02.4005

Abstract

Knowing the development of fine motoric skills through imitation activities in early childhood is the goal of the results of this classroom action research (PTK), through direct research with a sample of group B at PAUD ArRohman East Jakarta for the 2018/2019 academic year. The method used is the method of imitating writing, data collection techniques by observation and documentation. This research was conducted in 3 cycles in 3 days. The research consisted of 4 stages, namely: planning, acting, observing and reflecting. The first cycle is meeting. The comparative analysis technique is to compare the child's ability for each cycle, namely the percentage of success. The results of this study showed that there was an increase of 5% per cycle, namely the end of the results there were 37 students who experienced a significant increase in writing, compared to the initial observation, and only 17 students out of 40 were able to write. This shows that the fine motoric skills of children have increased through imitating writing activities. This can be seen from the percentage of the results of the observation of children's fine motoric skills. Keywords: Children's Fine Motoric, Writing Imitation Method, PTK.
The Development of Hadith Studies in Indonesia in the 20-21 AD Century D. Indah Syifana
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 7 No. 01 (2021): Februari
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v7i01.4177

Abstract

Hadith as the second source of Islamic teachings is very important to study. However, in Indonesia the study of hadith in its development is inversely proportional to the progress of other Islamic sciences. This delay took place over a long period of time, starting from the beginning of the entry of Islam to Indonesia until the end of the 20th century AD. Meanwhile, in modern times the study of hadith has progressed rapidly, both in terms of quantity and quality. However, the progress of this era also raises several problems regarding the authenticity and understanding of the hadith itself. This article will discuss the development history and characteristics of hadith studies in Indonesia. The development of hadith will never be separated from the role of the scholars at that time, therefore in this article the author also describes the figures and works produced in the scientific field of hadith.
Kajian Hadis dalam Ormas Islam Persatuan Islam (PERSIS): Kajian Hadis dalam Ormas Islam Persatuan Islam (PERSIS) Ananda Alam Mar'atus Sholikha
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 7 No. 01 (2021): Februari
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v7i01.4230

Abstract

Abstrak: Bermula pada awal abad ke 20 ketika rasa nasionalisme bangsa Indonesia baru tumbuh, menjamur sebuah gerakan pembaharuan yang biasa disebut dengan modernisme. Tema sentral ide pembaharuan pemikiran dalam Islam di atas terletak pada kata kunci I’adatu al-Islam, Salah satu wujud dari I’adatu al-lslam itu adalah memperbaharui kembali cara pandang dalam menjawab problematika yang berkembang dengan kembali kepada al-Quran dan al-Hadis. yakni sebuah keinginan untuk kembali kepada ajaran Islam yang murni dengan merujuk kepada al-Quran dan Hadis, serta membuang jauh-jauh sikap taklid. Dan salah satu ormas yang melakukan pembaharuan adalah Persatuan Islam (PERSIS). Persatuan islam berdiri pada permulaan tahun 1920-an. Tepatnya tanggal 12 september 1923 di Bandung. Idenya bermula dari seorang H. Zamzam Ia bersama teman dekatnya, H. Muhammad Yunus dari sebuah kegiatan diskusi keagamaan. Persatuan Islam (PERSIS) memiliki orientasi pemikiran yang khas dengan menempatkan dirinya sebagai paham keagamaan islam bersifat puritan, adapun karakteristik kajian hadis dalam ormas Persis atau bisa dibilang cara dakwah dalam penyebaran islam yakni dengan mengadakan pertemuan-pertemuan umum, tabligh, khutbah, kelompok studi, tadarus, pendirian sekolah-sekolah (pesantren), penerbitan majalah-majalah dan kitab-kitab. Adapun perkembangan ormas ini dalam menyebarkan dakwah islam pun tak terlepas dari peran tokoh-tokoh PERSIS yang juga banyak menghasilkan karya-karya terkait dalam bidang kajian Hadis. Kata Kunci : Kajian Hadis; PERSIS; Puritan; karya tokoh.

Page 7 of 13 | Total Record : 121