cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2012)" : 42 Documents clear
Pengaruh Penambahan Tepung Hipofisa Sapi Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Ikan Tambakan (Helostoma temminckii) Pratiwi Dinda Mutianugrah; Iskandar -; Ujang Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung hipofisa sapi terhadap laju pertumbuhan benih ikan tambakan. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari yaitu pada bulan Mei sampai Juni 2012, lokasi penelitian dilaksanakan di hatchery Balai Pelestarian Perikanan Perairan Umum (BPPPU) Cianjur. Dinas Perikanan dan Kelautan, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap, yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Kelima perlakuan tersebut adalah penggunaan tepung hipofisa dengan dosis 0,05%, 0,10%, 0,15%, 0,20% dari total pakan yang diberikan dan tanpa penambahan tepung hipofisa sebagai kontrol. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung hipofisa sapi sebesar 0,15 % menghasilkan laju pertumbuhan ikan tambakan tertinggi yaitu sebesar 2,03 %, dan kelangsungan hidup 86,67%. 
ANALISIS PERUBAHAN GEOMORFOLOGI DASAR LAUT AKIBAT PENAMBANGAN PASIR LAUT DI PERAIRAN TIMUR PULAU KARIMUN BESAR PROVINSI KEPULAUAN RIAU Isnaini Sofiyani; Ankiq Taofiqurrohman; Noir Primadona Purba
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan geomorfologi dasar laut dan volume pasir laut yang ditambang di wilayah Perairan Timur Pulau Karimun Besar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut, kedalaman, peta batimetri, sebaran sedimen, wilayah kuasa penambangan, dan rekaman seismik. Metode yang digunakan adalah metode observasi, dengan cara pengumpulan data. Data dianalisis secara deskriptif, dengan membandingkan tiga tahun pengukuran batimetri, analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), analisis rekaman seismik, dan studi pustaka. Terjadi perubahan geomorfologi dasar laut akibat penambangan pasir laut, yang ditunjukkan dengan morfologi dasar laut yang tidak beraturan dan terjadi perubahan kedalaman sekitar 5-30 meter selama tahun 1955, 1998, dan 2005. Volume pasir laut yang ditambang pada tahun 1955 sampai dengan 1998 adalah 26.672.232,82 m3 dan pada tahun 1998 sampai dengan 2005 terjadi kenaikan yang signifikan, hingga mencapai jumlah sebanyak 62.580.425,44 m3.
Fortifikasi Tepung Tulang sebagai Sumber Kalsium Terhadap Tingkat Kesukaan Donat Dini Puspita Wardani; Evi Liviawaty; Junianto -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi tepung tulang tuna sebagai sumber kalsium terhadap tingkat kesukaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 6 perlakuan, yaitu   A tanpa fortifikasi tulang tuna, B) fortifikasi tulang tuna sebesar 2,5 %, C) fortifikasi tulang tuna sebesar 5 %, D) fortifikasi tulang tuna sebesar 7.5 %,    E) fortifikasi tulang tuna sebesar 10 %, F) fortifikasi tulang tuna sebesar 12.5 %. Parameter yang diamati terdiri dari uji kimia (kadar kalsium), uji fisik (rendemen tepung tulang tuna dan tingkat pengembangan donat), dan uji hedonik (kenampakan, aroma, tekstur, rasa). Hasil penelitian menunjukan bahwa fortifikasi tepung tulang tuna sebesar 2,5 % dan 5 % lebih disukai dari semua perlakuan, namun untuk mendapatkan kandungan kalsium yang lebih tinggi, maka perlakuan yang lebih baik adalah perlakuan 5 % dengan kadar kalsium 475 mg/50 g dan nilai rata-rata terhadap kenampakan, aroma, tekstur dan rasa adalah masing-masing sebesar 7.5, 7.1, 7.2 dan 6.9. Uji hedonik pada perlakuan fortifikasi tepung tulang tuna sebesar 0 %, 2.5 %, 5 %, 7.5 % masih dapat diterima atau disukai oleh panelis, namun pada perlakuan fortifikasi tepung tulang tuna sebesar 10 % dan 12.5 % netral/biasa sampai tidak dapat diterima atau tidak disukai oleh panelis.
PENINGKATAN KECERAHAN WARNA UDANG RED CHERRY (Neocaridina heteropoda) JANTAN MELALUI PEMBERIAN ASTAXANTHIN DAN CANTHAXANTHIN DALAM PAKAN Mohamad Ikhsan Amin; Rosidah -; Walim Lili; Sukarman -; Agus Priyadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis penambahan suplemen warna astaxanthin dan canthaxanthin pada pakan buatan yang dapat meningkatkan kecerahan warna udang red cherry (Neocaridina heteropoda) jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah pakan tanpa astaxanthin dan canthaxanthin, pakan dengan 100 mg/kg astaxanthin, pakan dengan 100 mg/kg canthaxanthin, dan pakan dengan 50 mg/kg astaxanthin dan 50 mg/kg canthaxanthin. Parameter yang diamati meliputi tingkat perubahan warna, kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kualitas air. Data kelangsungan hidup dan pertumbuhan dianalisis dengan ANOVA uji F dengan tingkat kepercayaan 95%. Data perubahan warna dianalisis dengan menggunakan analisis Kruskal-Wallis. Data kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan astaxanthin dan canthaxanthin dalam pakan buatan dapat meningkatkan kecerahan warna udang red cherry jantan. Penambahan 100 mg/kg canthaxanthin dalam pakan buatan menghasilkan peningkatan kecerahan warna dengan nilai yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil ANOVA uji F, tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan dalam kelangsungan hidup dan pertumbuhan.
KARAKTERISTIK KIMIA CAVIAR NILEM DALAM PERENDAMAN CAMPURAN LARUTAN ASAM ASETAT DENGAN LARUTAN GARAM SELAMA PENYIMPANAN SUHU DINGIN (5-10ºC) Yuliana Farahita; Junianto -; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caviar adalah produk perikanan yang terbuat dari telur ikan yang direbus dalam larutan garam 5%. Caviar tidak hanya terbuat dari telur ikan laut tetapi juga dapat berasal dari telur ikan air tawar misalnya telur ikan nilem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia caviar nilem dalam perendaman campuran larutan asam asetat dengan larutan garam selama penyimpanan suhu dingin (5°C-10°C). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang terdiri atas empat perlakuan. Pengamatan dilakukan terhadap kadar TVB (Total Volatile Base) dan derajat keasaman (pH) pada penyimpanan hari ke-0, ke-7, ke-14, ke-21 dan ke-28. Hasil penelitian menunjukan bahwa  semakin tinggi konsentrasi larutan garam yang dicampurkan dengan larutan asam asetat 0.3% maka peningkatan kadar TVB akan semakin lambat. Caviar nilem dalam perendaman campuran larutan asam asetat 0.3% dan larutan garam 15% pada akhir penelitian (penyimpanan hari ke-28) memiliki kadar TVB sebesar 29.23 mgN/100 g dan pH 4.4.
ANALISIS PERMINTAAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) KONSUMSI DI KECAMATAN LOSARANG KABUPATEN INDRAMAYU Fajar Ferdian; Ine Maulina; Rosidah -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Juli sampai September 2011.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh harga ikan terhadap permintaan ikan lele serta mengetahui elastisitas permintaan harga ikan terhadap kosumen di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Teknik pengambilan data ini dengan menggunakan purposive sampling dimana seorang peneliti harus benar-benar mengetahui bahwa responden yang dipilihnya dapat memberikan informasi yang diinginkan sesuai dengan permasalahan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lele bukan merupakan barang inferior. Yang berarti jika harga ikan lele meningkat maka tidak akan ada perubahan terhadap permintaan, karena ikan lele tersebut akan tetap dicari.Berartiharga ikan terhadap permintaan ikan lele di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu sangat berpengaruh. Jika ikan air tawar lain dan ikan laut mengalami kenaikan harga maka permintaan akan ikan lele semakin tinggi. Elastisitas permintaan terhadap harga ikan lele sebesar 0,000. Elastisitas silang terdiri atas elastisitas harga ikan air tawar jenis lain sebesar 0.002 dan harga ikan air laut sebesar 0,000. Sifat elastisitas semuanya bersifat inelastis (e<1).
EFEKTIVITAS JAMUR Marasmius sp UNTUK MENDEGRADASI LIMBAH PENGOLAHAN AGAR (Gracilaria sp) SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL Rudy Kurniadi; Zahidah Hasan; Yuniar Mulyani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas dosis inokulum dan lama waktu fermentasi jamur Marasmius sp untuk mendegradasi limbah industri pengolahan agar Gracillaria sp sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 faktor pertama adalah dosis inokulum yaitu D1=5%, D2=7,5%, D3=10%, sedangkan faktor yang kedua adalah lamanya fermentasi yaitu W1= 2 minggu, W2= 3 minggu, W3= 4 minggu. Data hasil penelitian berupa kadar lignoselulosa limbah agar, jumlah glukosa (mg/mL) yang dihasilkan dalam proses hidrolisis, dan jumlah bioetanol (%). Hasil pengujian memperlihatkan bahwa dosis 10 % dengan lama waktu fermentasi 3 minggu merupakan kombinasi yang terbaik untuk menghasilkan kadar glukosa tertinggi yaitu sebesar 0,072 mg/mL 
Pengaruh Penambahan Yoghurt sebagai Sumber Bakteri Asam Laktat Terhadap Karakteristik Mikrobiologi pada Bekasam Ikan Nila Kania Gita Rinjani; Eddy Afrianto; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan yoghurt sebagai sumber bakteri asam laktat terhadap karakteristik mikrobiologis bekasam ikan nila. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran pada Bulan Juni 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan metode eksperimental dengan 5 perlakuan berdasarkan bobot ikan nila (b/b), yaitu tanpa penambahan yoghurt (0%), penambahan yoghurt 7,5%, 15%, 22,5%, dan 30%. Variabel yang diamati terdiri dari karakteristik mikrobiologis (jumlah total mikroba dan jumlah koloni bakteri asam laktat) dan pengukuran derajat keasaman (pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekasam ikan nila dengan penambahan yoghurt sebesar 22,5% dari bobot ikan nila dapat menghasilkan koloni bakteri asam laktat yang optimum yaitu 1,6 x 107 dan total mikroba sebesar 1,9 x 108 serta dapat menurunkan pH sebesar 5,8 hingga akhir fermentasi hari ke-7. 
STUDI PEMANFAATAN LARUTAN BIJI PALA SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI TERHADAP TINGKAT KEMUNDURAN MUTU KIMIA IKAN BANDENG PADA PENYIMPANAN SUHU RENDAH (5-10C) Lukman Hakim; Nia Kurniawati; Junianto -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan biji pala terbaik sebagai pengawet alami terhadap kemunduran mutu  masa simpan ikan bandeng pada penyimpanan suhu rendah. Penelitian ini di lakukan pada bulan September 2012 di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran dan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif  dengan lima perlakuan, yaitu perendaman ikan bandeng dengan konsentrasi larutan biji pala 0% (kontrol), 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5%. Pengamatan dilakukan pada penyimpanan hari ke- 1, 3, 4, 6, 7, 8, 10, 11, dan 12. Variabel yang diamati terdiri dari Total Volatile Base (TVB) dan derajat keasaman (pH). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan larutan biji pala dengan perendaman konsentrasi 0,2% hingga 0,5% dapat memperpanjang masa simpan ikan bandeng. Masing–masing perlakuan memiliki nilai TVB masih dibawah standar penerimaan lebih rendah dari 30 mg N/100 g dengan konsentrasi 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5% hingga hari ke-12. Ikan bandeng memiliki karakteristik nilai pH yang rendah pada perendaman larutan biji pala konsentrasi 0,2% dan 0,3% sebesar yaitu 6,80.
EFEKTIVITAS TEPUNG HIPOTALAMUS SAPI DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN TAMBAKAN (Helostoma temminckii) Ryan Adhitia Muslim; Iskandar -; Ujang Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas tepung hipotalamus sapi terhadap laju pertumbuhan benih ikan tambakan. Metoda penelitian adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Kelima perlakuan tersebut adalah penggunaan tepung hipotalamus sapi 0% atau tanpa penambahan tepung hipotalamus sapi sebagai kontrol, penggunaan tepung hipotalamus sapi dengan dosis 0,05%, 0,10%, 0,15% dan 0,20% dari total pakan yang diberikan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung hipotalamus sapi dengan dosis yang berbeda meningkatkan laju pertumbuhan ikan tambakan. Pemberian tepung hipotalamus sebesar 0,10% memberikan laju pertumbuhan lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya dengan rata-rata 2,32% perhari.