cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2008)" : 9 Documents clear
PENGARUH PENGGUNAAN JENIS GULA DAN KONSENTRASI SARIBUAH TERHADAP KESUKAAN KARAKTERISTIK SIRUP JERUK KEPROK GARUT (CITRUS NOBILIS LOUR) Herlina Marta; Asri Widyasanti; Tati Sukarti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk menentukan jenis gula dan konsentrasi saribuah yang tepat sehingga dihasilkan sirup Jeruk Keprok Garut yang mempunyai karakteristik baik dan disukai panelis telah dilakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan FTIP, UNPADBandungdari April sampai Oktober 2007. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan terdiri dari 8 perlakuan, yang diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dicobakan adalah kombinasi penggunaan jenis gula (sukrosa, fruktosa) dan konsentrasi saribuah (30% v/v, 35% v/v, 40% v/v dan 45% v/v) terhadap karakteristik sirup Jeruk Keprok Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis gula sukrosa dengan konsentrasi saribuah 40% menghasilkan sirup Jeruk Keprok Garut yang lebih disukai dibandingkan dengan perlakuan lain dengan nilai kesukaan (skor  1 =  tidak suka; 2 = agak tidak suka; 3 = biasa; 4 = agak suka; dan 5 = suka); warna (4,42 = agak suka); aroma (3,42 = biasa); kekentalan (4,59 = suka); warna hasil pengenceran (4,33 = agak suka); aroma hasil pengenceran (3,33 = biasa); dan rasa hasil pengenceran (4,17 = agak suka); dengan kadar gula total 69,7%; kadar vitamin C 1,76 mg/100 g; dan nilai pH 3,15. Kata kunci: Jeruk keprok garut, Sirup, Karakteristik
PENGGUNAAN TRANSFORMASI NDVI (NORMALIZED DEFFERENCE VEGETATION INDEX) UNTUK IDENTIFIKASI SUHU PERMUKAAN LAHAN PADA CITRA SATELIT LANDSAT TM ”STUDI KASUS DI SUB DAS CISANGKUY KABUPATEN BANDUNG” Ade Retno Sujani; Dwi Rustam Kendarto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi suhu sangat penting bagi para perencana wilayah dalam menganalisis potensi ketersediaan air, perencanaan kalender tanam, kekeringan dan sebagainya. Informasi suhu permukaan sering kali masih berupa data titik, artinya informasi tersebut diperoleh pada suatu stasiun (satu lokasi) yang mewakili suatu wilayah. Informasi suhu secara spasial sering kali juga diturunkan dari informasi titik (data stasiun) dengan model interpolasi menjadi kontur suhu. Padahal informasi suhu adalah informasi spasial yang secara dinamik setiap lokasi mempunyai nilai yang mencerminkan nilai temparetur lokasi tersebut. Namun jika pemetaan secara langsung itu dilakukan akan membutuhkan waktu dan biaya yang sangat besar. Oleh sebab itu perlu kiranya dicari suatu metode yang memungkinkan dapat menggambarkan distribusi suhu yang handal dengan efisien. Penginderaan jauh sebagai suatu ilmu yang dapat menggambarkan informasi kebumian secara baik memungkinkan digunakan sebagai suatu metode pemetaan distribusi suhu permukaan.Perkembangan penginderaan jauh dan teknologi satelit memungkinkan memperoleh informasi yang handal dalam memetakan suatu informasi. Informasi suhu permukaan merupakan salah satu hasil interaksi antara intensitas sinar matahari dengan karakteristik lahan. Interaksi intensitas sinar matahari dan karakteristik lahan digunakan sebagai metode untuk identifikasi suhu permukaan. Identifikasi informasi karakteristik lahan yang handal dalam remote sensing adalah penggunaan transformasi NDVI (Normalized Vegetation Index). Oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan NDVI untuk indentifikasi suhu permukaan. Hasil NDVI dikonversi menjadi suhu permukaan. Analisis kesalahan digunakan untuk menguji kehandalan metode ini melalui data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NDVI mampu digunakan sebagai cara untuk identifikasi suhu permukaan. Kesalahan yang terjadi antara suhu permukaan hasil NDVI dengan data lapangan adalah 1,76. Kata kunci : Suhu permukaan, Penginderaan jauh, Citra Satelit Landsat TM, NDVI (Normalized Defference Vigetation Index)
FACTORS INFLUENCING BACTERIOCIN PRODUCTION OF LACTOCOCCUS SPECIES ISOLATED FROM PROCESSED MEAT Yurliasni -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteriosin yang dihasilkan oleh  spesies Lactococcus hasil isolasi dari daging olahan, secara biokimia hampir sama dengan  spesies Lactococcus lactis subsp. lactis dan menyerupai nisin. Bakteriosin ini juga mempunyai kemampuan antimikroba  yang sama dengan nisin dengan rentang yang luas melawan bakteri patogen dan bakteri perusak Gram-positif. Ketiga bakteri ini dapat tumbuh pada suhu 4 - 40ºC, membelah diri dan dapat menghasilkan sejumlah besar  bakteriosin apabila ditumbuhkan pada suhu 30ºC selama 16 jam. Bakteriosin yang dihasilkan dapat digunakan pada makanan yang disimpan pada suhu rendah  dengan harapan mempunyai masa simpan  4 – 8 minggu. Selama penyimpanan bakteri UW1, UW2 dan UW3 akan menghasilkan bakteriosin dan mengontrol pertumbuhan bakteri patogen dan bakteri perusak yang dapat tumbuh pada suhu rendah. Kata kunci : Bakteriosin, Isolat, Biopreservatif
KAJIAN MODEL POTENSI PEMBERDAYAAN MASTERPLAN BERBASIS AGRO TECHNOPARK (ATP) DI KOLEBERES KECAMATAN CIKADU KABUPATEN CIANJUR Boy Macklin Pareira Prawiranegara; Asep Yusuf; Mohamad Sapari Dwi Hadian; Cipta Endyana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai Kajian Model Potensi Pemberdayaan Masterplan Berbasis Agro Technopark (ATP) di Koleberes Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur ini dilakukan di wilayah Koleberes Cianjur Selatan mulai bulan Juni hingga Desember 2007. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah model awal bio-cylo farming di wilayah translok Koleberes sesuai keadaan sebenarnya dengan menggunakan metodologi pemodelan Agro Technopark dengan kajian pertanian terpadu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan modeling. Penelitian ini didahului dengan penggambaran secara umum model ATP center Koleberes tentang sistem pertanian terpadu di wilayah tersebut termasuk keterlibatan masyarakat yang akan ditingkatkan pendapatannya. Kemudian, model tersebut dikembangkan menjadi model Improvisasi model ATP yang merupakan modifikasi dari model ATP Center Koleberes dengan menghubungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam sebuah siklus bio-cylo farming. Model pada ATP center Koleberes dan Improvisasi model ATP selanjutnya di simulasikan dengan menggunakan software Vensim PLE 32 Versi 4.2a 2000. Variabel yang di ukur adalah pendapatan masyarakat dan selanjutnya dilakukan komparasi antara pendapatan masyarakat model ATP center Koleberes dan pendapatan masyarakat di model Improvisasi model ATP untuk melihat pola pendapatan masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan antara model ATP center Koleberes dan Improvisasi model ATP memperlihatkan perbedaan yang signifikan terhadap pendapatan masyarakat pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dengan melakukan perubahan pola tanam yang pad akhirnya menghasilkan beberapa kali panen diantaranya panen harian, musiman, bulanan, tahunan, winduan, dan sektor usaha kecil menengah. Kata kunci: Agro technopark, Bio-cyclo farming
KARAKTERISTIK CREAM CRACKERS BERSERAT TINGGI YANG DIBUAT DENGAN PERBANDINGAN JUMLAH TERIGU DAN BEKATUL Marleen Herudiyanto; Efri Mardawati; Herlina Marta
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cream crackers adalah sejenis biskuit yang dibuat dari adonan keras (stiff dough), melalui proses fermentasi oleh khamir Saccharomyces cerevisiae, berbentuk pipih dengan rasa asin, renyah dan tekstur dalam berlapis. Bekatul adalah hasil ikutan penggilingan gabah yang produksinya melimpah dan mengandung serat makanan cukup tinggi (13%) serta zat gizi lainnya. Kandungan protein konsentrat bekatul cocok sebagai campuran untuk jenis makanan padat.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perbandingan jumlah terigu dan bekatul yang tepat sehingga dihasilkan cream crackers berserat tinggi  dengan karakteristik yang baik dan akan disukai panelis.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan perbandingan terigu dan bekatul telah digunakan yaitu: 100:0, 95:5, 90:10, 85:15 dan  80:20 (b/b).Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbandingan jumlah terigu dan bekatul sebesar 95:5 menghasilkan cream crackers berserta tinggi dengan karakteristik yang baik menurut SNI no 01-2973 ( kadar protein 12,16%, Kadar abu 1,45%, kadar lemak 19,38%, nilai kerenyahan 0,52mm/10 detik/100g) kecuali kadar air 5,13% (diatas standar), secara organoleptik dapat diterima, serta memiliki kadar serat 2.18%, lebih tinggi dibandingkan cream crackers tanpa penambahan bekatul. Kata kunci: Bekatul, Crem crackers, Serat makanan.
MIKROBIOLOGI BIOAKTIVATOR MINOSE UNTUK PROSES DEKOMPOSISI SAMPAH ORGANIK Reginawati Hindersah; Roni Kastaman
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya mengatasi penumpukan sampah organik dari sampah rumah tangga telah dilakukan upaya pembuatan kompos dengan menggunakan bioaktivator MinoseÒ. Tujuan analisis mikrobiologi bioaktivator MinoseÒ adalah mengetahui komposisi mikroba yaitu bakteri, jamur, dan aktinomiset  yang dapat dijadikan dasar perbaikan kualitas bioaktivator. Isolasi dan kuantifikasi mikroba dilakukan dengan metode pengenceran plat pada medai nutrisi untuk bakteri, media Ashby untuk Azotobacter pemfiksasi N2, dan media PDA untuk jamur. Bioaktivator mengandung bakteri dan mikroba menyerupai aktinomiset. Konsentrasi total bakteri mencapai sekitar 1010 cfu mL-1 yang jauh lebih besar daripada populasi bakteri di sebagian besar tanah. Namun variabilitas bakteri termasuk rendah karena hanya mengandung Azorhizobium sp. M01, Bacillus M02, dan  Azotobacter sp. M03. Bakteri pelarut fosfat yang berhasil diisolasi tidak menunjukkan efektivitas tinggi dalam pelarutan fosfat anorganik di dalam media Pikovskaya. Bioaktivator juga tidak mengandung jamur berfilamen tetapi terdapat sejumlah mikroba seperti aktinomiset di media PDA  yang tidak dapat dikulturkan secara tunggal. Kata kunci : Bioaktiovator, analisis mikrobiologis, Azorhizobium, Bacillus, Azotobacter 
PENGARUH IMBANGAN MANGGA KWENI (Mangifera odorata Griff.) DENGAN WORTEL (Daucus carota L.) SERTA PENAMBAHAN GLISEROL TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK FRUIT LEATHER Sekar S. s; Cucu S. Achyar; Marleen Herudiyanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga kweni dan wortel dapat dibuat menjadi fruit leather. Keplastisan dari fruit leather dapat ditingkatkan dengan menambahkan gliserol. Tujuan penelitian ini untuk menetapkan imbangan mangga kweni dan wortel serta konsentrasi gliserol yang tepat, sehingga dihasilkan fruit leather dengan beberapa karakterisrik yang baik dan disukai panelis.Perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu imbangan bubur mangga kweni dengan bubur wortel (A) yang terdiri atas 3 taraf yaitu mangga 65 : wortel 35(a1), mangga 55 : wortel 45 (a2) dan  mangga 45 : wortel 55 (a3) dan faktor konsentrasi gliserol (B) yang terdiri dari tiga taraf yaitu 1,5% (b1), 3% (b2) dan 4,5% (b3). Penelitian telah dilakukan pada bulan Agustus 2007 di Laboratorium Kimia Pangan Universitas Padjadjaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara imbangan dan konsentrasi gliserol pada kadar air, rendemen, kesukaan terhadap warna, rasa, tekstur dan aroma, kecuali pada antara imbangan dan konsentrasi gliserol pada uji plastisitas. Taraf imbangan mangga kweni dan wortel 65 : 35 menghasilkan fruit leather dengan karakteristik paling baik dengan kadar air 9,16%, rendemen 27,64%, nilai kesukaan warna 3,39, aroma 3,81, rasa 3,81 dan tekstur 3,54. Taraf konsentrasi gliserol 3% menghasilkan fruit leather dengan karakteristik paling baik dengan kadar air 9,26%, rendemen 27,69%, nilai kesukaan warna 3,72, aroma 3,72, rasa 3,69 dan tekstur 3,59 Kata kunci: Fruit leather, Konsentrasi gliserol
KINETIKA FRENCH FRIES UMBI GARUT SELAMA PENGGORENGAN Asri Widyasanti; Herlina Marta; Efri Mardawati
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

French fries adalah produk olahan makanan siap saji berbentuk batang yang diolah melalui tahapan pemanasan dan pembekuan serta siap diproses lebih lanjut. Tujuan penelitian adalah mempelajari perubahan kekerasan, dan kematangan serta membuat pemodelan kinetika perubahan karakteristik french fries umbi garut selama penggorengan.Sampel digoreng dengan perlakuan suhu pengorengan (155±2oC, 170±2oC, 180±2oC).Hasil penelitian menunjukkan penggorengan dengan suhu minyak 180±2oC selama 2 menit menghasilkan karakteristik french fries umbi garut yang terbaik, yaitu tingkat kekerasan 52,875 mm/gram/detik, warna coklat keemasan, crust renyah, core lunak, tidak terjadi pemisahan core dan crust. Konstanta laju perubahan sifat mekanis mengikuti hubungan eksponensial kp = A e. Kenaikan Kp pelunakan sejalan dengan kenaikan suhu minyak penggorengan dan  kp pengerasan berbanding terbalik dengan kenaikan suhu minyak. Besar energi aktivasi fase pelunakan 40605,576 J dan faktor frekuensi 2,60 x 10-8, sedangkan fase pengerasan  23753,098 J dan faktor frekuensi  4,19 x 10-6. Pemodelan nilai kekerasan menunjukkan kesesuaian antara data kekerasan observasi dengan prediksi. Pemodelan nilai kekerasan dapat digunakan untuk perancangan dan pengendalian proses. Kata kunci: Umbi garut, French fries, Penggorengan, Kinetika
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DEDAK JAGUNG Tensiska -; Tati Sukarti; Muzapar Amin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pelarut dan metode ekstraksi yang tepat sehingga dihasilkan ekstrak dedak jagung dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah metode ekstraksi yang terdiri dari dua taraf yaitu metode soxhlet dan metode maserasi dan faktor yang kedua adalah jenis pelarut yaitu heksana, etil asetat dan etanol. Perlakuan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut heksana ( rendemen ekstrak kasar 10,14 % b/b ) menghasilkan senyawa aktif yang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dibandingkan dengan semua perlakuan lainnya.   Kata kunci : Aktivitas antioksidan, Ekstrak dedak jagung, Maserasi, Heksan 

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2008 2008