cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2012)" : 10 Documents clear
PEMANFAATAN KULIT LIDAH BUAYA (Aloe vera Linn.) DAN BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa Linn.) DALAM PEMBUATAN MINUMAN HERBAL Ten siska; Debby M. Sumanti; Vika Heiditika Sari
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa pahit, bau langu dan warna pucatnya, minuman herbal dari kulit pelepah daun lidah buaya dapat dihilangkan dengan campuran imbangan tertentu dengan bunga Rosella.  Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan imbangan antara kulit daun lidah buaya kering dan bunga Rosella kering, yaitu:  80:20, 75:25, 70:30, 65:35 dan 60:40 persen. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan uji organoleptik, perlakuan dengan imbangan 65:35 persen telah menghasilkan minuman herbal yang paling disukai panelis, yaitu pada pH 4.51, asam sitrat 0.0817 persen, kisaran warna merah ungu (red purple) berdasarkan nilai 0Hue, kadar vitamin C 0.015 persen berdasarkan titrasi iodimetri, kadar tanin minuman 5.10 persen dan aktivitas antioksidan 407.58 ppm berdasarkan nilai IC50 (Inhibition concentration 50%). Kata kunci : Lidah buaya, Bunga rosela, Minuman herbal 
PERANCANGAN PROGRAM KLASIFIKASI TOMAT (Lycopersicum esculantum) BERDASARKAN BERAT DAN WARNA MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA Dedy Prijatna; Ranie Ananda Poetri; Mimin Muhaemin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konvensional metode dalam mengklasifikasikan tomat terbukti tidak objektif, tidak akurat, dan destruktif.  Upaya telah dilakukan untuk merancang suatu program klasifikasi non-destruktif dengan mengaplikasikan suatu sistem visual dengan pengolahan citra melalui warna dan berat. Matlab digunakan sebagai bahasa program yang mampu menentukan berat melalui hubungan luas citra dan berat, dan mengidentifikasi warna tomat dengan indeks RGB. Kapabilitas program kemudian dibandingkan hasilnya dengan metode konvensional. Hasil menunjukan bahwa system ini memiliki akurasi 94,54 persen yang meningkat menjadi 98.18 persen dengan mengganti luas citra dengan volumenya Kapasitas aktual dari sistem ini adalah 576 buah tomat/jam, sedang kapasitas teoritisnya 1690,54 buah tomat/jam, sehingga efisiensi dari sistem ini adalah 34,07%. Kata kunci : Tomat, Pengolahan citra, Klasifikasi, Program klasifikasi 
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) NATA DE COCO DI SUMEDANG, JAWA BARAT Parama Tirta Wulandari Wening Kusuma; Dadang D. Hidayat; Novita Indrianti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kelayakan finansial dilakukan untuk membantu UKM Aneka Sari menelaah kelayakan usaha pengembangan Nata De Coco yang akan dijalankan. Beberapa hal yang dikaji dalam analisis ini antara lain adalah biaya investasi dan produksi, harga pokok penjualan, dan kriteria kelayakan usaha yang meliputi Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Incremental Rate of Return (IRR) dan Benefit-Cost Ratio (BCR). Hasil perhitungan menunjukan bahwa kelayakan finansial UKM Aneka Sari. akan tercapai pada BEP dengan mpenjualan produk Nata De Coco sebanyak 15.560 kg atau senilai Rp. 21.783.556 setiap bulannya; NPV senilai Rp 119.278.467,41; Payback Periode selama 2 tahun 9 bulan; IRR senilai 71,2 % ; BCR 1.13 di pada tahun pertama dan 1,45 pada tahun kedua dan ketiga. Kata kunci: Pengembangan UKM, Analisis kelayakan finansial, Kriteria kelayakan      
DISAIN DAN UJI UNJUK KERJA MESIN PENGERING BERDASARKAN KONSEP EFEK RUMAH KACA (ERK) HIBRIDA S. Endah Agustina; Dyah Wulandani; Novalina Naibaho
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan merupakan proses yang sangat penting dalam penangan produk-produk pertanian. Saat ini mesin pengering yang lebih effisien dan lebih ramah lingkungan gencar dikembangkan, selain sebagai salah satu upaya untuk menekan laju pemanasan global dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan (surya dan biomassa), juga untuk menekan biaya proses karena semakin mahalnya energi fossil dan listrik. Mesin pengering yang dirancang adalah mesin pengering yang memanfaatkan efek rumah kaca (ERK) iradiasi surya di dalam ruang pengering.  Sumber energi hibrida (surya dan biomassa) digunakan agar mesin mampu beroperasi 24 jam dalam 1 hari. Mesin dirancang tipe bak, untuk pengeringan jagung pipilan dengan kapasitas 1 ton per proses. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kapasitas penuh (1 ton jagung), suhu ruang pengering mampu mencapai  55,7 oC pada iradiasi surya sebesar 294,36 W/m2  dan penambahan sumber panas dari pembakaran biomassa (kayu bakar)  sebesar 5.39 kg/jam. Dibutuhkan waktu  23 jam untuk mengeringkan jagung dari KA 31.59% menjadi 14%. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa dalam proses pengeringan tersebut  peran energi biomassa ternyata sangat dominan (67 – 90 %) dibanding energi surya (7-20%) dan energi listrik. Kata kunci: Pengeringan, Efek rumah kaca (ERK), Sumber energi hibrida.
PENGARUH IMBANGAN TEPUNG RASI (Manihot utilissima) DAN TERIGU TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK TEPUNG SIAP PAKAI (CAKE MIX) Marleen Sunyoto; Tjutju Supriatin Achyar; Fajar Maully Pratama
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tepung rasi dalam pembuatan tepung siap pakai belum dilakukan sehingga untuk meningkatkan kegunaan tepung rasi sebagai sumber pangan perlu diketahui batas maksimal penambahan tepung rasi dalam pembuatan tepung siap pakai untuk dapat menghasilkan produk olahan yang baik dan dapat diterima konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan imbangan yang tepat antara tepung rasi dan terigu yang digunakan dalam pembuatan tepung siap pakai sehingga dihasilkan tepung siap pakai dengan karakteristik yang baik dan bila diaplikasikan pada produk pemanggangan tertentu menghasilkan produk yang disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari imbangan tepung rasi dan terigu, yaitu 35:65, 45:55, 55:45 dan 65:35. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan tepung rasi dan terigu 55:45 memberikan hasil yang terbaik dengan kandungan kadar air 11,58%, daya serap air 34,40%, pengembangan 142,98%, kadar serat kasar 4,66%, kadar protein 5,76%, berwarna kuning cerah, ukuran partikel ≤ 60 mesh dan memiliki sifat organoleptik (rasa, warna, tekstur dan kenampakan keseluruhan) yang disukai oleh panelis. Kata kunci: Tepung rasi, Terigu, Tepung siap pakai
KAJIAN PENGARUH KADAR AIR DAN UKURAN BAHAN TERHADAP RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK AKAR WANGI (Vetiveria zizanoides L.) Sarifah Nurjanah; Sudaryanto Zain; Muhammad Saukat; Galih Adhi Respati
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan rendemen dan kualitas minyak akar wangi dapat dilakukan dengan penanganan awal akar wangi. Penanganan awal akar wangi dapat dilakukan dengan pengeringan dan pengecilan ukuran. Penelitian ini bertujuan mengetahui ukuran dan kadar air awal akar wangi yang paling baik agar menghasilkan rendemen penyulingan yang tinggi dengan kualitas yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) minyak akar wangi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu kadar air 18%, 21%, 24% dan ukuran bahan 5 cm, 10 cm, 15 cm. Kriteria yang diamati meliputi laju destilasi, rendemen minyak akar wangi, warna, bobot jenis, indeks bias, bilangan asam, bilangan ester, bilangan ester setelah asetilasi, dan kelarutan di dalam alkohol 95%. Hasil penelitan menunjukkan bahwa kadar air dan ukuran bahan berpengaruh pada rendemen penyulingan dan bobot jenis minyak akar wangi yang dihasilkan. Perlakuan terbaik ditunjukkan pada kondisi kadar air 18% dan ukuran bahan 5 cm. Kata kunci: Akar wangi (Vetiveria ziznoides L.), Rendemen, Mutu
PROSES PENGHALUSAN KOPI ROBUSTA MENGGUNAKAN MESIN PEMBUBUK TIPE HAMMER MILL Siswoyo Soekarno; Tantri Sepriska U; Siswi janto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penghalusan merupakan hal yang sangat mempengaruhi kualitas kopi bubuk. Semakin halus/kecil ukuran partikel kopi bubuk, rasa minuman kopi akan semakin nikmat, karena sebagian besar kandungan bubuk kopi telah tercampur secara merata. Penghancuran merupakan salah satu proses pembubukan biji kopi sangrai. Semakin kecil/halus ukuran partikel kopi bubuk yang telah dihancurkan, maka akan semakin berpengaruh terhadap aroma dan rasa kopi. Studi ini bertujuan mempelajari pengaruh kecepatan putar mesin pembubuk kopi dan suhu penyangraian, yang meliputi waktu, kapasitas pembubukan, yang merupakan hasil torsi motor penggerak, efisiensi mesin pembubuk kopi, hasil pembubukan, rata-rata ukuran diameter partikel, dan tingkat kehalusan kopi bubuk.  Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menentukan kecepatan putar enjin optimum serta penentuan preferensi suhu penyangraian, baru kemudian dilakukan penelitian utama yang meliputi proses penghalusan dan pengayakan yang menghasilkan kopi bubuk jenis robusta. Kecepatan putar enjin yang dihasilkan pada penelitian ini adalah 3.365; 2.696; dan 2.219 PPM. Berdasarkan hasil uji citarasa dengan memanfaatkan responden yang belum terlatih secara acak, rasa kopi bubuk yang terfavorit dicapai ketika proses pengolahan/penyangraiannya dilakukan pada suhu 160oC, selama 30 dan 35 menit. Semakin tinggi kecepatan putar enjin dan suhu penyangraian, maka kapasitas dan efisiensi mesin pembubuk tipe hammer mill meningkat signifikan. Oleh karena itu, kombinasi optimum antara kecepatan putar enjin dan suhu penyangraian akan berdampak pada tingkat kehalusan kopi hasil bubuk. Kata kunci: Hammer mill, Penghalusan, Kopi bubuk robusta, Pengayakan
ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK TANAH HASIL PENGOLAHAN TANAH DI KEBUN TEBU LAHAN KERING Gatot Pramuhadi; Trya Adheshi Holqi; Andri Asmoro Surbakti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan sifat fisik dan mekanik tanah hasil operasional mesin pengolahan tanah (traktor). Pengamatan deskriptif dilaksanakan di areal kebun tebu lahan kering yang diolah menggunakan traktor roda 4 dengan implemen pengolahan tanah: bajak, garu, dan kair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengolahan tanah dengan cara dibajak, digaru, dan dikair menghasilkan sifat fisik dan mekanik tanah yang bervariasi. Tekstur tanah di areal lahan penelitian adalah lempung liat berpasir (sandy clay loam) dengan kandungan fraksi pasir (sand): 61,53-63,55%, liat (clay): 24,33-28,37%, dan debu (silt): 10,10-12,12%.  Nilai kohesi tanah dan sudut gesek internal dalam pada kedalaman tanah 0-30 cm berturut-turut adalah sebesar 0,12-0,57 kgf/cm2 dan 14,27-33,66°. Perubahan densitas tanah dan tahanan penetrasi tanah sebelum dan sesudah pengolahan tanah pada kedalaman 0-10 cm, berturut-turut adalah dari 1,33-1,56 menjadi 0,98-1,35 g/cc dan dari 0,94 menjadi 0-0,02 kgf/cm2; pada kedalaman 10-20 cm adalah dari 1,27-1,63 menjadi 0,98-1,55 g/cc; dan dari1,23 menjadi 0-0,32 kgf/cm2; pada kedalaman 20-30 cm, dari 1,16-1,42 menjadi 1,07-1,62 g/cc dan dari 1,43 menjadi 0,71-1,05 kgf/cm2.  Sedang perubahan diameter bobot rata-rata (mean weight diameter) bongkah tanah hingga kedalaman 20 cm oleh Bajak I – Bajak II – Garu I – Garu II – Kair, adalah dari 1,50- 1,57 menjadi 0,65-0,98 cm.  Sementara hubungan penurunan densitas tanah (BD) akibat pengolahan tanah diikuti dengan berkurangnya diameter bobot rata-rata (MWD) dinyatakan dengan persamaan: MWD = 1,97 BD – 1,63. Besar kedalaman tekan (sinkage) dari Bajak I hingga ke Kair adalah dari 7,60-8,38 menjadi 5,99-7,16 cm akibat besar tekanan mesin ke tanah (ground pressure) sebesar 5,67-6,56 kgf/cm2. Kata kunci : Tekstur, Densitas, Tahanan penetrasi tanah, Diameter bobot rata-rata, Sinkage
PEMILIHAN LOKASI KOLAM PENGEMBANGAN EMBUNG POTENSIAL SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER AIR IRIGASI UNTUK USAHATANI LAHAN KERING BERDASARKAN PARAMETER FISIK LAHAN - STUDI KASUS DI LAHAN KERING SUB DAS CITARIK Dwi Rustam Kendarto; Edi Suryadi; Bambang Aris Sistanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan kolam embung untuk penampungan air hujan dapat dilakukan dengan tujuan sebagai cadangan air di musim kemarau, agar produktivitas lahan dapat dipertahankan. Penempatan kolam embung dapat melalui analisis Geography Information System (GIS).Penentuan kolam embung yang potensial dikembangkan dengan GIS ini dilakukan melalui tumpang susun dengan sistem skoring dan filtering. Skoring dilakukan untuk menentukan lokasi kolam potensial secara fisik, Sedang filtering digunakan untuk menentukan keterkaitan antara faktor lokasi dan faktor penggunaan lahan. Filtering menggunakan tabel  dua dimensi dilakukan untuk menggabungkan informasi potensi secara fisik dan lokasi dengan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik. Hasil yang diperoleh menunjukkan distribusi lokasi-lokasi yang potensial untuk pengembangan kolam embung. Cara pendekatan ini dapat memberi hasil lebih baik, bila didukung oleh metode, kelengkapan dan ketelitian data yang mencakup  metode, kelengkapan dan ketelitian data (sosial ekonomi, kependudukan, kelompok tani, iklim). Kata kunci: Embung, Pemilihan lokasi, Potensi pengembangan, Analisis spasial, Lahan kering,                    DAS Citarik
BUDIDAYA PADI DI DALAM POLIBEG DENGAN IRIGASI BERTEKANAN UNTUK ANTISIPASI PESATNYA PERUBAHAN FUNGSI LAHAN SAWAH Edward Saleh; Angela F. Nainggolan; Lismaria Butarbutar
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Untuk mengantisipasi pesatnya peningkatan alih-fungsi lahan sawah ke lahan industri non-pangan, telah dilakukan penelitian penanaman padi dalam polibag dengan irigasi dan dikombinasikan dengan metode SRI (system of rice intensification).  Percobaan dilakukan dengan perlakuan irigasi irigasi tetes, penyiraman dan tanpa penyiraman.  Besarnya pemberian air irigasi diberikan sesuai dengan kebutuhan air tanaman (ETp) yang diprediksi menggunakan model Blaney-Creadle. Pengamatan dilakukan di lahan padi sawah dan padi ladang. Hasilnya menunjukkan bahwa dari segi pertumbuhan tanaman, produktivitas per-rumpun tanaman dan berat biji padi tidak ada bperbedaan nyata, baik  antara tanaman yang tumbuh di ladang maupun di sawah,  sehingga disimpulkan budidaya padi dapat dilakukan di dalam polibag sebagai solusi alternatif ketika produksi padi di lahan sawah sudah tidak memungkinkan lagi. Kata kunci : Padi, Polibeg, Irigasi tetes, Produksi

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2012 2012