cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2012)" : 10 Documents clear
DAMPAK PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) TERHADAP LAJU PENINGKATAN EROSI (STUDI KASUS DI DAS SAYANG) Bambang Rahadi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) memberikan dampak pada peningkatan pendapatan petani sekitar hutan produksi, tetapi apabila tidak diawasi dalam pelaksanaanya justru terjadi peningkatan erosi yang disebabkan alih fungsi lahan hutan produktif menjadi pertanian intensif.  Tujuan  penelitian  menentukan erosi yang terjadi saat ini dan memprediksi besarnya erosi di DAS Sayang akibat adanya alih fungsi lahan hutan Pinus menjadi lahan pertanian intensif.  Analisis yang dipergunakan adalah analisis spasial dan penentuan erosi mempergunakan model n model AGNPS (Agricultural Non-Point Source). Hasil penelitian: Model AGNPS dipergunakan untuk untuk pendugaan erosi dan sedimentasi dengan tingkat kesalahan  lebih kecil 10 %. Tingkat erosi di DAS Sayang saat ini telah melebihi batas yang diijinkan yaitu sebesar 43.35 ton/ha/tahun dan laju sedimentasi pada outlet sebesar 4.58 ton/ha/tahun, serta nilai SDR sebesar 10 %. Alih fungsi hutan pinus 10% akan meningkatkan erosi 2,205 ton/ha/tahun dan sedimentasi 0,4 ton/ha/tahun. Alih fungsi hutan pinus 20%  menjadi pertanian intensif meningkatkan erosi 5,58 ton/ha/tahun dan sedimentasi 1,05 ton/ha/tahun. Alih fungsi hutan pinus 30 % menjadi pertanian intensif  meningkatkan erosi sebesar 8,1 ton/ha/tahun dan sedimentasi 1,57 ton/ha/tahun. Alih fungsi hutan pinus 40 % meningkatkan  erosi 11,95  ton/ha/tahun dan sedimentasi 1,02 ton/ha/tahun. Kata kunci: alih fungsi lahan, erosi, model spasial, simulasi 
PENGGUNAAN BUDGET MODEL UNTUK MERANCANG IRIGASI KALENDER TANAMAN JAGUNG PADA TANAH TEKSTUR LEMPUNG BERPASIR UNTUK DAERAH IKLIM PALEMBANG Bakri dan Momon Sodik Imanudin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan air tanaman lahan kering serta penjadwalan irigasi. Sebagai indikator tanaman, digunakan tanaman jagung ntuk simulasi komputer.  Data iklim harian diambil dari Stasiun Kenten Palembang.  Neraca air di bawah  zona akan dianalisis menggunakan bantuan model komputer BUDGET. Jenis tanah adalah ultisol adalah dengan tekstur tanah lempung liat berpasir di bagian atas dan di lapisan bawah adalah liat. Beberapa skenario diuji pada musim peralihan, musim basah dan kering. Hasil analisis model komputer menunjukkan bahwa tanaman jagung pada musim hujan tidak memerlukan irigasi. Untuk periode peralihan (Maret sampai Mei) diperlukan irigasi di fase pembungaan, dengan total kebutuhan air 76, 5 mm. Analisis di musim kemarau (Mei-Juli) diperlukan 198 mm air irigasi. Penjadwalan aplikasi irigasi adalah  sebanyak 9 kali dengan interval setiap 7 - hari pada masa 10 hari pertumbuhan awal, tengah dan akhir. Kata kunci: hemat air, tanaman jagung, irigasi kalender, model BUDGET
MAPPING KAWASAN SALAK PONDOH KABUPATEN SLEMAN MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA QUICK BIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Herman toro; Arif Ika Uktoro
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salak Pondoh sebagai komoditas unggulan Kabupaten Sleman Jogyakarta yang secara nyata telah mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah perlu terus dijaga dan dikembangkan kuantitas dan kualitas produksinya, terutama dalam perdagangan internasional. Salah satu upaya untuk tetap dapat menjamin kualitas dan kuantitas produksi perlu dilakukan pemetaan mengenai tata-letak dan luas kawasan salak pondoh. Pemetaan kawasan ini dilakukan dengan metode pengolahan citra ’quick bird’ dan sistem informasi geografis. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kawasan salak pondok di Kabupaten Sleman total 2.419.829 Ha, yang terdiri atas Kecamatan Tempel 672.574 Ha, Kecamatan Turi 1.560.891 Ha, dan Kecamatan Pakem 186.364 ha. Hasil ini dapat digunakan sebagai informasi dan panduan pengembangan salak selanjutnya. Kata kunci : mapping, citra quick bird, salak pondoh.
KAJIAN FINANSIAL ISOLASI CITRONELLAL DAN RHODINOL PADA INDUSTRI BERBASIS SENYAWA TURUNAN MINYAK SEREH WANGI Retno Sri Endah Lestari; Djumali Mangunwidjaja; Ani Suryani; Anas Miftah Fauzi; Meika Syahbana Rusli
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi komponen Citronellal dan Rhodinol pada minyak sereh wangi dapat diterapkan pada industri untuk meningkatkan nilai tambah dan mengembangkan industri intermediate minyak sereh wangi. Untuk mengetahui kelayakan penerapannya, diperlukan analisis finansial terhadap proses isolasi tersebut. Kelayakan investasi pada pendirian industri baru maupun pengembangan industri minyak sereh dilihat NPV, BEP, PBP, Net B/C dan IRR yang dapat menggambarkan apakah proyek masih atraktif untuk direalisasikan. Pada pendirian industri baru, nilai NPV sebesar Rp11,844,269,430.12, IRR sebesar  47 %. Masa pengembalian modal (PBP) tercapai selama periode 2.79 tahun. Nilai Net B/C adalah 2.75 dan titik impas produksi (BEP) diperoleh pada nilai penjualan Rp. 5,217,742,676.09. Sedangkan pada pengembangan industri minyak sereh wangi, NPV dari pengembangan industri tersebut sebesar Rp 12.348.032.363,16. Nilai IRR untuk pengembangan industri dengan  Input 600 kg / proses  adalah 89 %. Masa pengembalian  modal (PBP) pengembangan industri tercapai selama periode 4,41 tahun. Nilai Net B/C yang diperoleh dari pendirian Pabrik Citronellal dan Rhodinol  ini adalah 6,30. Titik impas produksi (BEP) diperoleh pada nilai penjualan Citronellal sebesar Rp 20.912.029.225,35. Hal ini menunjukkan bahwa pendirian industri baru maupun pengembangan industri minyak sereh wangi yang sudah ada, layak untuk direalisasikan. Kata kunci: minyak sereh wangi, Citronellal, Rhodinol, kelayakan finansial, industri
APLIKASI GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) PADA PENYUSUNAN DATA SPATIAL LAHAN KRITIS (STUDI KASUS SUB DAS CIKERUH KABUPATEN SUMEDANG) Kharistya Amaru; Sophia Dwiratna; Nurpilihan Bafdal
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data lahan kritis yang disusun dalam bentuk data spasial lahan kritis merupakan data yang tersimpan dalam format yang baik dan mudah diakses sehingga dapat diperoleh rekomendasi yang berdaya guna sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan rehabilitasi hutan dan lahan. Keterbatasan waktu dan dana menjadikan SIG metode yang coock untuk melakukan analisis spasial dalam luasan yang besar. Penelitian ini dilakukan di Sub DAS Cikeruh dengan luas area kurang lebih 16.529 Ha, terletak diantara 107,684- 107,808°BT dan 6,811- 6,987 °LS. Metode penelitian adalah metode analisis deskriptif yang meliputi survey lapangan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cikeruh memiliki luasan lahan Agak Kritis sebesar 3.080 Ha, lahan Kritis 516 Ha, Potensial Kritis 6.852 Ha. Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Sub DAS Cikeruh didominasi oleh Kelas Sangat Ringan seluas 7.186 Ha, Kelas Berat seluas 3.172 Ha. Kelas Sangat Ringan dan Ringan terjadi pada daerah dengan solum tanah > 90 cm, sedangkan Kelas Ringan – Sedang – Berat terjadi pada daerah dengan solum tanah pada 60-90 cm, dan Kelas Berat dan Sangat Berat terjadi pada daerah dengan solum tanah pada < 30 cm. Kata kunci : Sistem Informasi Geografis, lahan kritis, data spasial, analisis spasial
KAJIAN LAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH (5°C) PADA NASI TANAK BERULANG DARI BERAS VARIETAS CIHERANG TERHADAP NILAI KALORI DAN BEBERAPA KARAKTERISTIK LAIN Marsetio tio; Tati Sukarti; Fetri yuna; Agnes Citra Utami Kustantyasih
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menentukan lama penyimpanan suhu rendah (5 °C) nasi tanak berulang terbaik dari beras varietas Ciherang yang memiliki nilai kalori rendah dan karakteristik yang masih layak untuk dikonsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan variabel bebas lama penyimpanan pada suhu rendah (5 °C) mulai dari 0 hari hingga 20 hari. Variabel yang diamati adalah kadar amilosa, intensitas warna, kadar air, tekstur, kadar glukosa, nilai kalori, dan uji organoleptik. Nasi kering terretrogradasi yang masih layak untuk dikonsumsi yaitu nasi hasil tanak berulang 3 kali yang disimpan pada suhu 5 °C paling lama 8,05 hari, dengan karakteristik warna nasi kering agak putih cerah kekuningan, warna nasi putih sedikit cerah kekuningan, aroma nasi tidak menyimpang, rasa nasi hambar sedikit aftertaste manis, tekstur nasi sedikit keras, kadar amilosa 23,06 %, kadar air 10,43 %, kadar glukosa 1,893 %, nilai kalori 300,3 kkal/100 gram, kadar abu 0,29 %, kadar protein 6,82 %, kadar lemak 0,37 %, dan kadar serat kasar 0,43 %. Kata kunci :  retrogradasi pati, penyimpanan suhu rendah, nilai kalori
PEMETAAN KERAGAMAN WARNA DAUN PADI DENGAN CITRA YANG DIAMBIL DARI PESAWAT TERBANG MINI I Wayan Astika; Radite P. A. Setiawan; M. Ardiyansah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang sistem akuisisi data keragaman tingkat warna daun pada suatu hamparan lahan sawah dan memetakan keragaman tersebut secara spasial yang nantinya dipakai sebagai pedoman melakukan pemupukan dengan laju variabel (variable rate application). Tingkat warna daun diukur melalui citra yang ditangkap oleh sebuah kamera digital yang kemudian diolah untuk mendapatkan tingkat warna daun sesuai dengan standar bagan warna daun (BWD) IRRI. Kamera digital dioperasikan dari suatu ketinggian dengan 2 cara yaitu dengan galah vertikal berketinggian sekitar 5 meter dan dengan pesawat terbang mini dari ketinggian sekitar 30-100 meter. Beberapa program komputer dibuat untuk melakukan beberapa proses yaitu mendapatkan koordinat-kordinat patokan, warna patokan, warna setiap piksel, melakukan konversi koordinat citra ke dalam kordinat lahan, pemetaan spasial, dan melakukan grading tingkat warna daun pada peta spasial.Hasil akhirnya adalah peta spasial dimana setiap grid memiliki informasi tingkat kehijauan daun tertentu. Percobaan pendahuluan mendapatkan bahwa perbedaan tingkat warna daun dapat dinyatakan dengan perbedaan komponen warna RGB secara konsisten pada berbagai intensitas cahaya. Artificial neural network dipakai untuk melakukan konversi koordinat di dalam citra ke koordinat lahan. Pengukuran menghasilkan akurasi 18 – 78 % pada pengukuran warna daun dengan galah dan akurasi 64 – 78 % untuk pemakaian pesawat terbang mini. Permasalahan yang dihadapi adalah efek pandangan perspektif pada citra lahan, adanya efek mata ikan pada penerbangan tinggi, dan ketelitian dalam memilih piksel patokan. Kata kunci: pertanian presisi, sensor kamera, warna daun, dosis pemupukan, pesawat terbang mini, artificial neural network
RANCANGAN JADWAL DAN POLA TANAM PERTANIAN LAHAN KERING BERBASIS PERUBAHAN KONDISI IKLIM (STUDI KASUS KECAMATAN NAGREG) Sophia Dwiratna NP
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan jadwal dan pola tanam pertanian lahan kering di Kecamatan Nagreg untuk mengantisipasi dampak perubahan kondisi iklim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dimana jadwal dan pola tanam pertanian lahan kering di Kecamatan Nagreg disusun berdasarkan ketersediaan air pada tiga kondisi iklim (tahun kering, tahun normal dan tahun basah). Penentuan pola tanam mengacu pada kondisi setempat, yaitu sesuai dengan jenis tanaman yang biasa di budidayakan petani. Berdasarkan analisis neraca air ketiga kondisi iklim tersebut diketahui bahwa pola tanam lahan kering di Kecamatan Nagreg hanya dapat dilakukan 2 kali dalam setahun pada semua kejadian iklim. Jadwal tanam tahun basah dimulai pada September 2 (MT1) dan Januari 2 (MT2), jadwal tanam tahun normal pada Oktober 2 (MT1) dan Februari 2 (MT1), sedangkan jadwal tanam tahun kering pada November 1 (MT1) dan Maret 1 (MT2). Pola tanam yang direkomendasikan pada tahun basah adalah Jagung/Padi Ladang + Mentimun/Cabe rawit/kacang panjang/kacang merah (MT1) – Jagung + kacangmerah/kacang tanah/mentimun + singkong(MT2). Pola tanam yang direkomendasikan pada tahun normal dan tahun kering adalah Jagung/cabe + cabe rawit/mentimun/kacang panjang + singkong (MT1) - kacang merah (MT2). Kata kunci: jadwal tanam, pola tanam, perubahan iklim, tahun basah, tahun normal, tahun                        kering
KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PADA PROSES KRISTALISASI GULA SEMUT DENGAN SUMBER PANAS UAP Sri Rahayoe; Andri Wiyanto; Nursigit Bintoro; Budi Rahardjo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula semut merupakan produk pengembangan gula dari nira kelapa yang berbentuk kristal dan mudah larut dalam air panas maupun dingin. Bahan baku pembuatan gula semut dapat berupa nira segar maupun gula kelapa yang diencerkan. Penelitian ini bertujuan menentukan koefisien perpindahan panas konveksi pada proses kristalisasi gula semut menggunakan kristalisator dengan sumber panas dari uap panas. Bahan baku pembuatan gula semut dalam penelitian ini adalah gula kelapa (gula jawa) yang diencerkan dengan perbandingan gula kelapa dan air berturut-turut 10 kg : 5 liter ; 10 kg : 10 liter dan 10 kg : 15 liter. Kristalisasi dilakukan menggunakan kristalisator bersumber panas uap dari boiler dengan tekanan maksimum 1,8 atm. Uap panas dialirkan selama proses penguapan hingga diperoleh larutan kental yang siap dikristalisasi, kemudian uap panas dihentikan hingga terbentuk kristal yang siap dikeringkan. Selama proses pengolahan diamati perubahan suhu tiap 30 detik selama 10 menit pertama, kemudian pengamatan selanjutnya dilakukan tiap 2 menit sampai proses berakhir. Data perubahan suhu dianalisis untuk mendapatkan nilai koefisien perpindahan panas konveksi (h). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu proses bervariasi tergantung kualitas gula kelapa dan konsentrasi larutan dengan kisaran 100 – 170 menit. Nilai koefisien perpindahan panas konveksi (h) diperoleh hevaporasi1 berkisar antara 23-102 W/m2oC; hevaporasi2 berkisar antara 192-1276  W/m2oC; dan hkristalisasi  berkisar antara 3-15 W/m2oC. Kata kunci: gula semut, koefisien pindah panas konveksi
STUDI VIABILITAS BAKTERI ASAM LAKTATSELAMA PENYIMPANAN ES KRIM KEFIR Elok Zubaidah; Sanita Friska Sitepu
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Es krim kefir merupakan es krim yang dibuat dari  susu fermentasi dengan memanfaat kan bakteri asam laktat (BAL)  diantaranya Streptococcus, Lactobacilli, dan beberapa mikroba lainnya yang bersifat non pathogen.Pada pembuatan es krim kefir terdapat permasalahan yaitu pada bahan penyusun dan  proses pembuatannya dapat menurunkan viabilitas BAL, diantaranya  proses pembekuan. Upaya  untuk mem-pertahankan viabilitas BAL adalah dengan penggunaan cryoprotectant agent seperti sukrosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa dan lama fermentasi terhadap viabilitas BAL dan sifat kimia produk es krim kefir. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan dua faktor. Faktor 1 konsentrasi sukrosa yang terdiri dari 3 level (10%, 15 % dan 20 %) dan faktor 2 adalah lama fermentasi terdiri dari 2 level (24 dan 48 jam). Penelitian dilanjutkan dengan penyimpanan selama 4 minggu. Data yang diperoleh dianalisa dengan Analisa sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi sukrosa 20 % dan lama fermentasi 48 jam mampu mempertahankan viabilitas BAL selama penyimpanan 4 minggu, dimana  viabilitas total BAL  tertinggi terdapat pada es krim kefir dengan konsentrasi sukrosa 20 % dan lama fermentasi 48 jam, dengan  total BAL 7,15x108 cfu/ml, total asam 0,847 %,  total gula 16,89 %, pH 4,20. Kata kunci : es krim kefir, sukrosa, fermentasi, viabilitas BAL

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2012 2012