cover
Contact Name
pramesti
Contact Email
fadesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fadesti@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa
ISSN : 20870795     EISSN : 26220652     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The main focus of this journal is to promote global discussion forums and interdisciplinary exchanges among academics, practitioners and researchers of visual arts and visual culture. Series will encourage practice and research innovation that focuses on visual arts and visual culture, contributing to a better understanding of the highly dynamic development of dynamic theories, practices and discourses of visual art and visual culture.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2020)" : 14 Documents clear
KAJIAN SENI LUKIS KARYA DJOKO PEKIK DENGAN TEMA PERISTIWA SEPTEMBER 1965 Fadlila, hapsari; Shokiyah, Nunuk Nur
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3357

Abstract

Kajian Karya Seni Lukis Djoko Pekik dengan Tema Peristiwa September 1965, skripsi Hapsari Fadlila. Program Studi Seni Rupa Murni, Jurusan Seni Rupa Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.            Skripsi ini meneliti tentang karya-karya Djoko Pekik dengan tema Peristiwa September 1965. Permasalahan yang akan di bahas adalah latar belakang penciptaan dan estetika karya seni lukis Djoko Pekik dengan tema Peristiwa September 1965.            Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis interaktif dan interpretasi. Teori untuk membedah interpretasi tanda yang terdapat dalam lukisan menggunakan teori semiotika Charles S. Pierce yaitu klasifikasi tanda menurut obyek.            Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pada latar belakang penciptaan karya bertema Peristiwa September 1965, Djoko Pekik berusaha mengungkapkan pengalaman yang dirasakan ketika terjadinya peristiwa-peristiwa di bulan September 1965. Penelitian ini mengupas tiga karya Djoko Pekik yaitu Awal Bencana Di Lintang Kemukus 1965, Kali Berantas Bengawan Solo Luweng dan Sirkus Adu Badak. Karya-karya tersebut terdapat ikon, indek dan simbol merupakan visualisasi tentang kejadian yang dialami Djoko Pekik di tahun 1965. Dimulai dari kemunculan lintang kemukus, ketika Djoko Pekik menjadi tahanan dan awal memasuki Orde Baru.Kata kunci: Djoko Pekik, Seni Lukis, Peristiwa September 1965Study of Djoko Pekik Painting Artwork themed the September 1965 Incidents, Hapsari Fadlila's thesis. Pure Arts Study Program, Department of Fine Arts, Faculty of Art and Design, Indonesian Institute of the Arts Surakarta.            This thesis examines the Djoko Pekik’s works themed the September 1965 Incidents. The issues that will be discussed are the background of the creating and aesthetics of painting by Djoko Pekik themed the September 1965 Incidents.            The research method used is qualitative research with interactive and interpretation analysize. The theory for dissecting the interpretation of the signs which iscontained in the painting uses Charles S. Pierce's semiotic theory namely classification of signs according to objects.            The results of this research are that in the background of creating this work themed the September 1965 incident, Djoko Pekik tried to express the experiences which he felt during the incidents in September 1965. This research explores three Djoko Pekik’s works, namely Awal Bencana Di Lintang Kemukus 1965, Kali Berantas Bengawan Solo Luweng and Sirkus Adu Badak.The works contained icons, indexes and symbols which are a visualization about the incidents experienced by Djoko Pekik in 1965. Begins from lintang kemukus, when Djoko Pekik became a prisoner and early Orde Baru. Keywords : Djoko Pekik, Painting Arts, September 1965 Incidents
RELASI TIMUR DAN BARAT DALAM KARYA TIGA SENIMAN YOGYAKARTA Kajian Poskolonial pada karya Nano Warsono, Utin Rini, dan Eddy Susanto Rosidi, M. Rain
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3421

Abstract

ABSTRACTThe traces of colonialism were not only exploitation, but also 'civilization'. The relationship between the master (colonizer) and the slave (the colonized), although not equal, did not mean without negotiation. For colonized nations, colonialism was both hated and longed for and admired, which in the Postcolonial concept is called 'ambivalence'. The postcolonial theory aims to carry out historical and psychological recovery, by decomposing the residues of colonization, dismantling past power relations, and initiating collaboration between the colonizers and the colonized. The postcolonial perspective is used to observe three pieces of art produced by Yogyakarta artists. Through these three works of art, discussion of the residues of colonialism, ambiguity, the power of knowledge, and collaboration can be discussed. Keyword: postcolonial, civilisation, ambivalence, residues, power-relation, collaboration ABSTRAKJejak kolonialisme bukan hanya eksploitasi, tapi juga ‘sivilisasi’ (pemeradaban).  Hubungan antara tuan (penjajah) dan budak (si terjajah) walau tidak setara tetapi bukan berarti tanpa negosiasi. Bagi bangsa terjajah kolonial itu dibenci sekaligus dirindukan dan dikagumi, yang dalam konsep Poskolonial disebut sebagai 'ambivalensi'. Teori Poskolonial bertujuan untuk melakukan pemulihan historis dan psikologis, dengan mengurai (decomposing) residu-residu kolonisasi, membongkar hubungan-hubungan kuasa di masa lalu, dan merintis terjadinya kolaborasi antara penjajah – terjajah. perspektif poskolonial digunakan untuk mengamati tiga buah karya seni yang diproduksi oleh seniman Yogyakarta. Melalui ketiga karya seni itu pembahasan mengenai residu kolonialisme, ambivelansi, kuasa pengetahuan, dan kolaborasi dapat dibicarakan. Kata kunci: poskolonial, sivilisasi, ambivalensi, residu, kuasa pengetahuan, kolaborasi.  
STUDI PENCIPTAAN KARYA SENI INSTALASI “MARI KITA…!” Isnanta, Satriana Didiek; Zarkasi, Much. Sofwan; Panindias, Asmro Nurhadi
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3422

Abstract

ABSTRACTThis article is the result of a study on the creation of installation art based on local wisdom with the source of the idea of creating the Loro Blonyo statue. Loro blonyo is a pair of wooden statues consisting of a statue of a woman accompanied by a man wearing a traditional Javanese wedding dress in a basahan style in a sitting position. Broadly speaking, the meaning of the Loro Blonyo statue for the Javanese community is the unity of a couple as a reflection of the harmony and unity of Javanese thoughts. The meaning of the loro blonyo statue is then analyzed, elaborated, and reinterpreted.The research method used is Dharsono's Artistik Creation (2016), namely: research with an ethical approach and research with an emic approach, exploration, experimentation, and formation. The results of the research were concluded and became the basis for the concept of installation art with the visual form of local culture as a strengthening of cultural identity. Keywords: installation art, art experimentation, loro blonyo, cultural identity.  ABSTRAKArtikel ini merupakan hasil studi penciptaan karya seni instalasi berbasis kearifan lokal dengan sumber ide penciptaan patung Loro Blonyo. Loro blonyo adalah sepasang patung dari bahan kayu yang terdiri atas patung perempuan dan didampingi seorang laki-laki dengan menggunakan busana perkawinan adat Jawa gaya basahan dalam posisi duduk. Secara luas, makna patung Loro Blonyo  bagi masyarakat Jawa adalah kesatuan pasangan sebagai refleksi pikiran Jawa yang harmoni dan manunggal. Makna patung loro blonyo tersebut kemudian dianalisis, dielaborasi dan ditafsir ulang.Metode penelitian menggunakan Kreasi Artisik  Dharsono (2016), yaitu : riset dengan pendekatan etik dan riset dengan pendekatan emik, eksplorasi, eksperimentasi dan pembentukan. Hasil riset tersebut disimpulkan dan menjadi dasar konsep karya seni instalasi dengan wujud visual budaya lokal sebagai penguatan identitas kultural. Kata kunci: Seni instalasi, eksperimentasi seni, loro blonyo, identitas kultural.
SHOWROOM SEBАGАI MEDIА KOMUNIKАSI VISUАL BRАND TENUN TROSO KАBUPАTEN JEPАRА Wijаnаrko, Kukuh Dwi; Alfian, Tristan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3549

Abstract

Brаnding Tenun Troso sаngаt penting, kаrenа kаin Troso sebаgаi tekstil yаng dаpаt mencerminkаn stаtus seseorаng dаlаm mаsyаrаkаt. Permаsаlаhаn utаmа kаin Troso аdаlаh selаin hаrgаnyа lebih mаhаl dаri kаin yаng lаin, promosi untuk membrаnding Troso jugа sаngаt kurаng. Secаrа umum tujuаn penelitiаn ini untuk mencаri jаwаbаn yаng sesuаi dengаn permаsаlаhаn utаmа yаitu konsep brаnding berbаsis industri kreаtif dаn strаtegi komunikаsi visuаl brаnd sehinggа memberi dаmpаk terhаdаp perkembаngаn Tenun Troso Jepаrа. Brаnding yаng telаh bаnyаk ditаmpilkаn melаlui showroom sebаgаi setrаtegi komunikаsi pаrа pengusаhа dihаrаpkаn dаpаt menаrik minаt wisаtаwаn untuk membeli tenun. Metode penelitiаn аdаlаh deskriptif yаitu untuk membuаt penjelаsаn secаrа аkurаt, sistemаtis dаn fаktuаl mengenаi fаktа-fаktа dаn sifаt populаsi аtаu lokаsi tertentu dаlаm аrti ini pаdа riset. Konsep brаnding tenun Troso pаdа аwаlnyа dijаlаnkаn pengusаhа melаlui Showroom аtаu tempаt untuk memаjаng аtаu melаkukаn displаy hаsil produksi.Sebаgiаn besаr pemаsаrаn dikirimkаn ke Bаli, Jаkаrtа, Yogyаkаrtа, Solo, dаn dаerаh-dаerаh di Luаr Jаwа seperti di Lаmpung, Sulаwesi, NTB, Flores, Pаpuа, dаn lаin-lаin. Prospek setelаh brаnding Tenun Troso terkenаl, dihаrаpkаn pengusаhа dаpаt memаsаrkаn lаngsung kepаdа pembeli tаnpа perаntаrа pihаk ke tigа.

Page 2 of 2 | Total Record : 14