cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
sutarno.haryono151@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Greget
ISSN : 1412551X     EISSN : 2716067X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Greget focuses on theoretical and empirical research in the Dance Arts. The journal welcomes the submission of manuscripts with the theoretical or empirical aspects from the following broadly categories.
Articles 298 Documents
BENTUK TARI MALOKA SARAGA KARYA IKA FEBRIANI LAKSANANINGTYAS Kornelisa Eka Timesa; Dwiyasmono Dwiyasmono
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/grt.v21i1.4437

Abstract

Tari Maloka Saraga merupakan tari kelompok, yang ditarikan oleh delapan penari perempuan. Penelitian ini menjelaskan dan mendeskripsikan bentuk pada tari Maloka Saraga karya Ika Febriani Laksananingtyas dan proses kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas. Untuk menganalisis bentuk Tari Maloka Saraga, peneliti menggunakan konsep dari Sumandyo Hadi yang didalamnya mengungkap aspek-aspek dasar koreografi kelompok (2003) meliputi (1) diskripsi tari; (2) judul tari; (3) tema tari; (4) gerak tari yang terdiri darimotif gerak, gerak repetisi atau pengulangan, dan gerak perpindahan; (5) musik tari; (6) mode atau cara penyajian; (7) penari; (8) tata cahaya; (9)  rias dan kostum tari; (10) properti dan perlengkapan. Untuk mengungkap proses kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas yaitu menggunakan teori dari Rhodes yang dikutip oleh Utami Munandar dalam bukunya Kreativitas dan Keberbakatan yang di dalamnnya terdapat empat unsur yaitu person, press, proscess, dan product. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tari Maloka Saraga merupakan hasil kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas. Bentuk koreografi tari Maloka Saraga tidak terlepas dari elemen-elemen pembentuk yang saling berkaitan seperti penari, gerak, rias dan busana, musik, dan tata visual. Proses kreativitas tari Maloka Saraga ini didukung oleh kemampuan kesenimanannya yang memiliki bakat seni, pengalaman dalam berkesenian, kepekaan estetik, kemantapan profesi, dan produktif.
PROSES PENCIPTAAN TARI RAJO MEDDAL DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA Febry Tamilia Nastiti; Syahrial Syahrial
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/grt.v21i1.4442

Abstract

Penelitian ini mengungkap beberapa permasalahan diantaranya mengenai bentuk tari Rajo Meddal dan proses kreatif penciptaan tari Rajo Meddal. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan tahap pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Teknik analisis data meliputi reduksi data, sajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori bentuk oleh Suzanne K. Langer dan untuk menguraikan aspek-aspek di dalam bentuk menggunakan teori Y. Sumandiyo Hadi, kemudian teori penciptaan oleh F.X. Widaryanto serta teori mengenai faktor yang mempengaruhi proses penciptaan oleh Alma Hawkins. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Rajo Meddal merupakan tari kreasi berjenis kelompok yang diciptakan tahun 2019, dan terinspirasi dari legenda rato nago. Bentuk tari Rajo Meddal terdiri dari struktur tari, dan elemen-elemen penyusun tarinya. Proses penciptaan tari Rajo Meddal meliputi tahap eksplorasi yaitu proses berfikir dan berimajinasi serta pencarian gerak berdasarkan gerak tari tradisi, tahap improvisasi yaitu proses pencarian gerak atau mencari gerak-gerak baru, dan tahap komposisi yaitu proses penggabungan gerak menjadi gerak tari yang utuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penciptaan meliputi faktor interanal dan faktor eksternal.
GARAP TARI SANG KARTINI KARYA RAJENDRO SUMARJONO DI KABUPATEN REMBANG Anita Anita; Soemaryatmi Soemaryatmi
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/grt.v21i1.4438

Abstract

Tari Kartini Kabupaten Rembang merupakan karya Rajendro Sumarjono untuk mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMP Kabupaten Rembang tahun 2011. Kemudian pada tahun 2014 Tari Sang Kartin diminta oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Rembang dan Dinas Pariwisata yang akan dilaksanakan secara rutin pada tanggal 20 April dalam rangka memperingati HUT RA Kartini di Pendopo Kabupaten Rembang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk tari Sang Kartini, (2) bagaimana cara kerja tari Sang Kartini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui tahapan observasi, studi pustaka dan wawancara. Mengungkap bentuk karya tari Sang Kartini, menggunakan teori Slamet MD yang membahas tentang unsur-unsur pembentuk tari yang meliputi gerak, ritme, ekspresi atau perasaan, kostum, panggung, dan penari. Sedangkan untuk mengungkap karya tari menggunakan teori Rahayu Supanggah meliputi unsur-unsur kerja seperti bahan kerja atau wilayah kerja, penggarap, sarana kerja, perlengkapan atau alat kerja, penentu kerja, dan pertimbangan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tari Kartini merupakan tarian berkelompok yang dibawakan oleh 5 orang penari wanita. Struktur karya terdiri dari 3 bagian yang menggambarkan suasana kesedihan dan semangat juang. Musik pengiringnya merupakan jenis musik pentatonik sebagai pembangun suasana dan sebagai penguat gerak. Karya gerak yang digunakan mengacu pada tari Putri Gaya Surakarta yang dikembangkan dari segi volume, ritme dan tekanan. Sedangkan harta berupa kain merah yang dieksplorasi melambangkan semangat RA yang membara. Kartini. Karya tari ini dibawakan oleh penari wanita dengan postur tubuh yang sama dan dominan dibawakan dengan teknik gerakan kompak yang bertujuan menghadirkan semangat perjuangan. Unsur-unsur dalam karya tari ini dirajut dalam satu alur yang saling terkait yang menggambarkan perjuangan emansipasi perempuan.
PROSES MELANIA MENCIPTAKAN TARI DOLALAK LENTERA JAWA DUA Anggella Noviana; Ni Nyoman Yuliarmaherni
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/grt.v21i1.4443

Abstract

Tari Dolalak lentera Jawa Dua merupakan hasil karya tari dari Melania sinaring Putri pada tahun 2014. Karya tari diciptakan sebagai bentuk pesanan dari pemerintah kabupaten Purworejo. Prose penciptaan tari Dolalak Lentera Jawa Dua berpijak pada gaya tari Dolalak tradisi Purworejo yaitu Dolalak Mlaranan, Dolalak Pesisiran dan Dolalak Kalingesingan. teori yang digunakan untuk membahas bentuk sajian berupa elemen-elemen tari menggunakan teori Y. Sumandiyo Hadi, sedangkan untuk membahasa proses penciptaan tari Dolalak Lentera Jawa Dua menggunakan Dharsono Sony Kartika, yaitu pribadi, pendorong, proses, dan produk. Hasil penelitan tari Dolalak Lentera Jawa Dua bentuk tari kreasi kelompok. Penggabungan ketiga gaya tari Dolalak tradisi pada saat proses penciptaan tari yang dilakukan Melania, Dengan adanya perubahan gerak seperti tempo dan level, kostum menghasilkan kesan karakter penari gagah, lincah dan tegas didukung penari bergerak dengan energik dan feminim.
TARI KASETYANING JATI: PENCIPTAAN KARYA TARI DALAM MASA PANDEMI Rambat Yulianingsih
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/grt.v21i1.4439

Abstract

Penelitian ini mengungkap dan mengidentifikasi estetika atau keindahan Tari Kasetyaning Jati dengan titik perhatian pada ide Penciptaan, unsur-unsur tari dan bentuk hubungan sebagai pembentuk keindahan tari. Dalam masa Pandemi, pengkarya berusaha untuk tetap mencipta, berkarya dengan segala bentuk keterbatasan. Dengan sebuah sudut pandang pada pertunjukan-pertunjukan tari pada satu bentuk penciptaan dengan melakukan eksperimen, pencarian dan pengolahan gagasan tanpa meninggalkan spirit tubuh sebagai esensi dari seni tari. Bukan lagi terpaku pada pembuatan kolase teknik dalam membangun imaji yang akan dihasilkan di sebuah pertunjukan tari dengan meninggalkan fungsinya bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipaparkan tokoh yang dipandang bisa mewakili dan menjadi wadah terhadap ide dan gagasan. Yaitu sosok Dewi Sinta yang menjalani berbagai cobaan dan godaan untuk membuktikan kesetiaannya kepada Sri Rama. Analisis estetik ini juga didasarkan pada konsep estetik kepenarian tari tradisi Jawa gaya Surakarta dan Mangkunegaran, baik teknik maupun rasa sebagai koridornya.
PROSES KREATIF WAHYU JATMIKO PADA PENCIPTAAN TARI SIMA SWATANTRA ANJUK LADANG Sugiarti, Yeni; Pramutomo, R.M.
Greget : Jurnal Kreativitas dan Studi Tari Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/grt.v21i2.4698

Abstract

This research delves deeply into the creative process undertaken by Wahyu Jatmiko in creating the dance work Sima Swatantra Anjuk Ladang, as well as analyzing the form and presentation of the dance. The main focus of this study is to explore the choreography of Sima Swatantra Anjuk Ladang and to understand how Wahyu Jatmiko's creative process led to the creation of this work. The method used in this research is qualitative with a choreographic approach, which allows the researcher to examine the elements of movement and dance presentation in more detail. To analyze the creative process, the writer applies the 4P theory (Four P’s of Creativity), which includes the aspects of Person (individual), Process, Press (pressure/conditions), and Product. In dissecting the choreography of Sima Swatantra Anjuk Ladang, the writer utilizes key elements of group choreography, such as dance movement, dance space, accompaniment, theme, dance type, as well as supporting elements like costume, lighting, and props. The results of this study show that Sima Swatantra Anjuk Ladang is a representational work that stands out from Wahyu Jatmiko’s other creations. This work was developed through a creative process involving movement exploration, improvisation, and composition, where each stage contributed significantly to the final form of this group dance. Sima Swatantra Anjuk Ladang emerges as a work that not only reflects the creativity of its creator but also embodies rich elements of local aesthetics and culture.
GAYA PENCIPTAAN HADAWIYAH ENDAH UTAMI DALAM TARI BEDHAYA SANTRI Utama, Ansilia Erna; Bantolo, Matheus Wasi
Greget : Jurnal Kreativitas dan Studi Tari Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/grt.v21i2.4692

Abstract

The research entitled “Hadawiyah Endah Utami’s Creation Style in Bedhaya Santri Dance” is an attempt to see the creation style of a choreographer in creating works. Bedhaya Santri Dance was created by Hadawiyah Endah Utami to fulfill Tatik Harpawati’s request who wanted an Islamic-themed dance for a wedding ceremony at Pendapa Ageng ISI Surakarta. This research aims to examine the creation style and expression in the dance. To uncover the problem, a qualitative method was used with a choreography approach supported by data collection through observation, interviews, and library studies. This study bases its analysis on Janet Adshead’s theory to understand the form and creation style in Bedhaya Santri dance, as well as the contribution of Adina Armelagos. The results of this study identify three main parts of the dance: forward movement, stopping movement, and backward movement. And there are several characteristics in this dance form that can be seen through its elements, including, all dancers are female, costumes use face curtains as a depiction of a woman's value, Islamic-themed music with verses from the book Al Barzanzi, floor patterns related to space and Javanese philosophy. This dance involves seven female dancers with music from Javanese gamelan and sholawat, providing a spiritual dimension. The costumes and makeup worn emphasize religious values, while Hadawiyah Endah Utami's creative style emphasizes calm and detailed Javanese techniques. This dance also depicts Islamic spirituality through flowing and intermittent movements, creating a distinctive style for choreographers to present innovation in Islamic dance.
ANALISIS KOREOGRAFI BEDAYA RETNA DUMILAH KARYA S. NGALIMAN TJONDROPANGRAWIT Supriyanti, Supriyanti; Meilawanti, Widya Kinanthi Rahayu
Greget : Jurnal Kreativitas dan Studi Tari Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/grt.v21i2.4697

Abstract

Bedaya Retna Dumilah is a type of Surakarta-style classical dance danced by seven female dancers. The composer of this dance was S. Ngaliman Tjondropangrawit in 1978. This Bedaya dance is rarely performed. The form of presentation of the Bedaya Retna Dumilah dance is unique and exciting. The uniqueness of this dance lies in the dance moves, floor patterns, accompaniment, and themes. This study aims to analyze and describe the Choreography of the Bedaya Retna Dumilah Dance by S. Ngaliman Tjondropangrawit. The method was carried out by analyzing the visual data of the Bedaya Retna Dumilah Dance video from the text side and conducting interviews using triangulation to obtain valid data. The choreographic approach was analyzed descriptively from form, technique, and content.  S. Ngaliman composed the Bedaya dance with various innovations from movements, floor patterns, timing, themes, poetry, and dance accompaniment. The renewal of this work is necessary so that it can be taught to students in the Dance Study Program, especially for teaching Surakarta Dance classes. The results found from the Choreography of the Bedaya Retna Dumilah Dance are that the theme of the dance is an essential part of composing the Bedaya dance. The piece of romance influences all aspects of the Bedaya Retna Dumilah dance composition. The dance theme also determines the color of the new arrangement of the Bedaya Retna Dumilah dance. S. Ngaliman Tjondropangrawit as a dance master from Surakarta. Significantly skillfully incorporating elements of novelty into the Bedaya Retna Dumilah dance.
REKONSTRUKSI TARI JEPIN TALI DI KABUPATEN SINTANG Sari, Anggi Wulan; Widyastutieningrum, Sri Rochana
Greget : Jurnal Kreativitas dan Studi Tari Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/grt.v21i2.4691

Abstract

This research focuses on an in-depth analysis of the reconstruction process and outcomes of the Jepin Tali dance, reimagined by Anggi Wulan Sari in Sintang Regency. Jepin Tali is a traditional dance rooted in Malay culture, originating from Sintang, West Kalimantan. It is a key aspect of local heritage, performed in groups by both male and female dancers. The dance serves not only as entertainment but also as a vehicle for community education, promoting values such as cooperation and tolerance. The study adopts the reconstruction theory from the Burra Charter alongside the form theory introduced by Slamet. It employs a qualitative research approach with descriptive and interpretative methods. Data was collected through a combination of observation, literature review, and in-depth interviews with knowledgeable sources. The findings of the study are multifaceted. Firstly, the Jepin Tali dance acts as both a source of entertainment and a means of imparting social values. Secondly, the reconstruction process was structured around stages of exploration and organization, delving into the dance's historical and cultural significance. Thirdly, the reconstruction resulted in expanding the dance from three to sixteen movement variations, enriching the musical elements, makeup, costumes, and floor patterns. Fourthly, the dance is now performed by four female dancers, following a three-part structure—opening, main performance, and closing—using eight ropes as props. Lastly, the unique feature of the Jepin Tali dance lies in its use of ropes and the incorporation of the Siti Zubaidah chant, enhancing the artistic depth of the performance.
KREATIVITAS YOLANDA PUTRI PROBOSEKAR DALAM KARYA TARI LEDHEK DI SANGGAR GUNTUR KOTA KEDIRI Pramesti, Rory Nur; Slamet, Slamet
Greget : Jurnal Kreativitas dan Studi Tari Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/grt.v21i2.4696

Abstract

This research was conducted as a study of the creativity of creating a new work inspired by Tayub folk art. Ledhek dance is a new creative dance of the folk tradition created by Yolanda Putri Probosekar and performed in 2019 at TMII. The problems in this study are first, how is the form of Yolanda Putri Probosekar's Ledek dance and second, how is Yolanda Putri Probosekar's creativity in creating the Ledhek dance. Answering the problem of dance form, the theory of Y. Sumandiyo Hadi is used regarding the elements of group choreography. Meanwhile, to find out the creativity of Yolanda Putri Probosekar, it is explained using the theory using the 4P (Four P's Creativity) theory from Rodhes which includes person, process, product, and press. This study uses a qualitative research method. The data collection techniques used are observation, interviews, and literature studies. This study describes the object of research according to the data in the field in the form of real data. The results of the study obtained are that Yolanda Putri Probosekar's creativity in creating the Ledhek dance is influenced by factors such as experience as a dancer and choreographer. This creativity is manifested in several developments of Tayub dance movements such as lembehan, ukel penthangan, ukel lembehan, and jogetan. Then presented with gamelan music, such as kendang, bonang barong, bonang penyerangabbta, peking, slentem, kempul, kenong, rebab, and gong.