cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2015)" : 10 Documents clear
KEBERADAAN DAN PERKEMBANGAN TENUN TROSO JEPARA Ratri Dewi Ramadhani; S., Subandi
Ornamen Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2808.592 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v12i1.1623

Abstract

Skripsi ini membahas tentang tenun Troso di Kabupaten Jepara Propinsi Jawa Tengah. Permasalahanpenelitian difokuskan keberadaan tenun Troso dan perkembangannya. Aspek-aspek penting yang berkaitandengan keberadaan dan perkembangan tenun Troso meliputi latar belakang, kondisi geografis Desa Trosoyang banyak lahan kosong namun tidak cocok untuk kawasan pertanian yang disebabkan permukaan tanahlandai sehingga membuat para masyarakat Desa Troso beralih matapencaharian menjadi pengrajin tenun.Keadaan monografis menjadikan masyarakat Troso dari berbagai usia turut serta dalam proses pembuatanTenun Troso, mulai dari anak-anak sampai lanjut usia.Metode penelitian yang dilakukan pada tenun Troso yaitu kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakanadalah pendekatan historis. Tinjauan sosial budaya masyarakat Desa Troso tidak memiliki pengaruh yangberlebih dalam adanya kerajinan tenun Troso, karena tenun ikat ini hadir di tengah-tengah masyarakatTroso sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi.Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tenun sebenarnya telah lama ada di Desa Troso. Mitosyang berkembang di masyarakat menyatakan bahwa keberadaan tenun Troso dilatar belakangi olehmasuknya Islam ke daerah tersebut. Ciri khas visual tenun Troso adalah motif-motif yang mengaplikasi motifdaerah Indonesia bagian timur. Hadirnya motif-motif tersebut dikarenakan adanya masyarakat Troso yangdahulunya merantau ke Bali kemudian pulang ke Troso dengan membawa motif-motif dari Bali dan daerahlainnya untuk diaplikasikan pada hasil produksi tenun mereka dengan memodifikasi motif-motif Indonesiabagian timur tersebut. Unsur-unsur yang muncul pada motif tenun Troso mayoritas adalah motif geometrismaupun motif flora dan fauna, karena dilihat dari motif-motif Indonesia bagian timur memiliki ciri motifgeometris dan non geometris. Visual tenun Troso dipengaruhi juga dengan kondisi geografis desa Troso.Contohnya adalah motif Nagasari yang dijadikan sebagai identitas dari tenun Troso, hal ini dikarenakannama Nagasari diambil dari nama makam sesepuh Desa Troso yaitu Nyi Senu dan Ki Senu. Nama-namadari ragam hias motif tenun Troso berdasarkan dari unsur-unsur motif pembentuknya. Tidak diketemukanmakna dari ragam hias tenun Troso yang berhubungan langsung dengan ritual adat daerah Troso.Kata kunci: Troso, historis, motif
ARTI SIMBOLIS DIBALIK ORNAMEN RUMAH LIMAS PALEMBANG Abdul Rakhman; D., Dharsono
Ornamen Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.472 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v12i1.1605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk dan makna dibalik ornamen yang terdapat padaRumah Limas Palembang, Sumatera Selatan. Rumah Limas atau Rumah Bari merupakan bentukarsitektur tradisional Palembang yang paling terkenal karena corak, bentuk, dan kepadatan seni ukirpada rumah tersebut yang disertai kemegahan. Selain itu, keunikan dan kekhasan dari berbagai bentukmotif hiasan Rumah Limas Palembang itu tidak dimiliki oleh rumah tradisional lainnya. Ciri khas bentukmotif hiasan Rumah Limas Palembang terlihat dari atapnya yang berbentuk piramida menurun curam,dihiasi simbar-simbar, dan diberi tambahan bunga melati. Bentuk atap tersebut melambangkankeagungan dan pengayoman adab sopan santun. Semua motif dalam Rumah Limas Palembang itumenggambarkan kehidupan atau tatanan tata krama dari masyarakat Palembang.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode etnografi yang menggunakan berbagai datakualitatif berkaitan dengan ornamen Rumah Limas Palembang. Hal itu dilakukan dengan pendekatanestetika Djelantik dan data diperoleh dari kegiatan observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan rumah Limas Palembang sangat berkaitan eratdengan matahari dan sungai, sehingga hal itu sangat menentukan posisi rumah yang akan didirikan.Budaya itu dipegang teguh karena masyarakat Palembang dahulu sangat bergantung pada sungai, baikuntuk transportasi maupun untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ornamen Rumah Limas Palembangsangat beragam dan terletak pada dinding rumah, pintu, pagar rumah depan. Setiap ornamennyamemiliki fungsi masing-masing dan dikerjakan dengan teknik ukir menggunakan bahan dasar berupakayu. Ditinjau dari nilai estetikanya, Rumah Limas Palembang memiliki motif yang sederhana, namunindah dan menarik, serta mengandung makna simbolis di dalamnya.Kata kunci: arti simbolis, ornamen, rumah Limas
KAJIAN DESAIN JILBAB LUKIS PRODUK NASRAFA Anif Sintiya; Adji Isworo Josef; Sujadi Rahmat Hidayat
Ornamen Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.787 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v12i1.1615

Abstract

Artikel ini membahas tentang desain produk jilbab lukis Nasrafa. Pembahasan menggunakan pendekatandesain yang dikemukakan oleh Nanang Rizali. Ada beberapa faktor latar belakang yang mempengaruhiNasrafa memproduksi jilbab lukis, antara lain yaitu : faktor ekonomi, sosial-budaya dan teknologi.Konsep desain jilbab lukis yang diproduksi oleh Nasrafa dengan mempertimbangkan berbagai aspek secaraterpadu seperti: Aspek fungsional produk jilbab lukis, sebagai penutup aurat dan pelengkap busana(accsesoris). Teknik yang digunakan dalam proses produksi adalah teknik lukis diatas kain (direct painting)penggambaran langsung pada kain menggunakan bahan pasta lukis. Aspek estetik pertimbangan gagasanatau sumber ide dan tema termasuk olahan ragam hias dan warna yang diaplikasikan pada produk jilbablukis, dan produk tersebut harus mencakup beberapa hal dalam desain, diantaranya: bentuk, warna, dankomposisi.Kata Kunci : Desain, Jilbab Lukis, Nasrafa
KEBERAGAMAN KREASI KRIYA WAYANG KULIT Agus Ahmadi
Ornamen Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3340.745 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v12i1.1607

Abstract

Keberagaman berarti terdapat aneka jenis, bentuk atau hal-hal yang banyak. Hasil kreasi yang berupa karyakriya wayang kulit itu sangat banyak, tersebar luas dan beragam baik jenis, bentuk, tatahan sertasunggingannya (pewarnaannya).Wayang adalah warisan budaya milik bangsa Indonesia yang tidak terkiranilainya. UNESCO pada tanggal 7 Nevember 2003 menetapkan Wayang Indonesia sebagai “Masterpiece ofthe Oral and Intangible Heritage of Humanity”. Jenis-jenis wayang di Indonesia sangat banyak, untuksementara yang dapat dicatat ada 55 wayang, yang terbanyak adalah wayang dari bahan kulit perkamen(kulit sapi/kerbau yang telah diolah) ada 28 jenis.Wayang yang paling terkenal, lama umurnya, banyakdibahas, banyak pendukungnya serta paling banyak ragamnya adalah Wayang Kulit Purwa di Jawa.Hasilkreasi wayang kulit purwamemiliki keberagaman dalam hal:gaya, wanda, nama-nama, penggolongan,ukuran, teknik, fungsi, pola atau bentuk baku, tatahan, sunggingan, busana, perhiasan pada wayang sertakreasi pengembangannya.Kata Kunci: wayang kulit, kriya, keberagaman
PERANCANGAN MOTIF TERATAI SEBAGAI HIASAN TEPI PADA KAIN LURIK MELALUI TEKNIK BATIK LUKIS Bety Norma Septiana; Ratna Endah Santoso; Achmad Sanusi
Ornamen Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1440.325 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v12i1.1617

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan proyek perancangan perkembangan motif yang kurang variasi pada kain lurik,lurik bisa dikembangkan dan dikolaborasikan dengan batik lukis, batik lukis fungsinya sebagai hiasan tepikarena hiasan tepi pada lurik selama ini belum banyak yang mengerjakannya sehingga diperlukan carapengolahan hiasan tepi dengan pengembangan inovasi baru. Ide pengembangan visual “Bunga teratai”,merancang desain motif teratai sebagai hiasan tepi pada kain lurik melalui teknik batik lukis dengan teknikpendukung proses pengelantangan sehingga menghasilkan produk tekstil pakaian yang ekslusif.Kata Kunci: Motif Teratai, Hiasan tepi,Lurik, Batik Lukis.
HANACARAKA: AKSARA JAWA DALAM KARAKTER FONT DAN APLIKASINYA SEBAGAI BRAND IMAGE Agus Setiawan
Ornamen Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2259.869 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v12i1.1609

Abstract

Aksara menjadi salah satu bentuk komunikasi yang pada akhirnya memperkuat jadi diri dan identitas suatubangsa. Hanacaraka juga digunakan untuk menulis bahasa-bahasa lainnya, selain bahasa Jawa, misalnyabahasa Sanskerta, bahasa Arab, bahasa Bali, bahasa Sunda, bahasa Madura, bahasa Sasak dan jugabahasa Melayu. Hanacaraka dalam karakter font dan aplikasinya dianggap sebagai tema yang menarik.Jejak rupa Hanacaraka dapat ditemukan dalam prasasti, kesusastraan, teknologi, dan aplikasinya dalambrand image. Hanacaraka dalam aplikasi ini masih dalam pengembangan. Karakter huruf Jawa jika lengkapdikembangkan dapat mencapai 400 karakter. Dengan digitalisasi aksara Jawa saat ini telah membukapeluang yang sangat besar untuk memajukan dan mengembangkan aksara Jawa secara fungsional disegala bidang.Kata Kunci: Hanacaraka, Font, Brand Image
SITUS PURBAKALA SANGIRAN SEBAGAI SUMBER IDE PENGEMBANGAN MOTIF BATIK DALAM UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN DAN MEDIA PENGUATAN KEARIFAN MUATAN LOKAL DI KABUPATEN SRAGEN M., Maryono; S., Sunardi; Veronika Kristanti Putri Laksmi; Basnendar Herry Prilosadoso
Ornamen Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.308 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v12i1.1619

Abstract

Penelitian yang berjudul “Situs Purbakala Sangiran Sebagai Sumber Ide Pengembangan Motif Batik DalamUpaya Peningkatan Perekonomian Dan Media Penguatan Kearifan Muatan Lokal Di Kabupaten Sragen”merupakan usaha untuk memberikan penguatan terhadap norma kearifan lokal yang terkandung pada situspurbakala Sangiran sebagai sumber ide pengembangan motif batik ciri khas Sragen. Saat ini industrikerajinan batik tulis mulai berkembang dan dipusatkan di desa Kliwonan dan Pilang Kecamatan Masaran,Kabupaten Sragen. Potensi industri kerajinan batik tulis perlu dikembangkan secara maksimalproduktivitasnya, baik yang mencakup kualitas maupun kuantitas, sehingga mampu mendorong peningkatanperekonomian masyarakat Sragen. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan teori ActionResearch. Terdapat empat tahapan penelitian, yaitu: select a focus, collect data, analyze and interpret data,dan take action. Bentuk aplikasinya dengan metode: pengkajian, perancangan, sosialisasi, pendampingandan pelatihan, produksi dan tahap akhir launching. Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk peningkatanproduktivitas dan pengembangan batik yang dilakukan dengan mengembangkan desain motif batik yangbersumber pada situs purbakala Sangiran sebagai ciri khas batik Sragen. Selain itu perlu dipadukan denganekowisata Kampung Batik yang telah dirancang Pemerintah Daerah serta beragam potensi wisata, baikwisata Alam, Budaya dan Religi, wisata Buatan, wisata Minat Khusus dan wisata Kuliner, sehingga mampumeningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sragen.Kata Kunci: Sangiran, batik, ekonomi
EFLEKSI PEMIKIRAN KARTINI SEBAGAI INSPIRASI PEMBUATAN KARYA TAPESTRI Ima Novilasari; F.P. Sri Wuryani
Ornamen Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.923 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v12i1.1611

Abstract

Tugas Akhir kekaryaan yang dikerjakan oleh penulis ini, adalah mengangkat tema Refleksi Pemikiran Kartinisebagai Inspirasi Pembuatan Karya Tapestri. Pembatasan pemikiran Kartini yang dibahas adalah pemikirantentang melawan feodalisme dan menjunjung emansipasi, karena dianggap sebagai permasalahan yangsering terjadi di lingkungan masyarakat hingga saat ini. Jadi, bisa dikatakan karya yang dibuat penulisdengan tema pemikiran Kartini masih relevan dengan masa kini.Visualisasi karya tugas akhir ini, lebih menekankan pada kegiatan eksplorasi bentuk. Sebagai acuan dalamproses penciptaan adalah bentuk dekoratif, serta objek perempuan imajinatif. Ketika mengolah bentukperempuan imajinatif yang dekoratif digunakan proses stilasi (penggayaan bentuk), distorsi (penggambaranbentuk yang menekankan pada capaian karakter), dan deformasi (penggambaran bentuk yang menekankanpenafsiran karakter). Bentuk dasar yang diambil adalah bagian-bagian bentuk gerak tubuh dan yangdianggap dapat mewakili sebagai gagasan yang bersumber dari pemikiran-pemikiran Kartini.Karya tapestri ini berbentuk dua dimensional. Warna yang digunakan adalah warna-warna kontras, dandikombinasikan dengan susunan garis-garis yang dihasilkan dari sulaman dan lilitan benang. Karyadilengkapi dengan hiasan permukaan menggunakan manik-manik, sehingga menjadikan karya nampaklebih indah.Kata Kunci: refleksi, Kartini, tapestri.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI SEBAGAI ZAT PEWARNA ALAMI PADA BATIK P., Palupi; Sujadi R. Hidayat; Adji Isworo Josef
Ornamen Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.476 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v12i1.1621

Abstract

Telah dilaksanakanpenelitian untuk mengetahui kemampuan limbah kulit kopi sebagai pewarna alami padatekstil. Jenis fiksator yang digunakan adalah tawas, kapur dan tunjung. Bahan yang dipakai dalam penelitianini adalah kain mori primissima polos dan pada kain dengan melalui proses batik 1 kali lorod. Variasipengulangan perendaman yang digunakan adalah 2 kali, 4 kali, 6 kali, 8 kali dan 10 kali. Uji ketahananluntur yang digunakan adalah terhadap pencucian dan cahaya matahari untuk mengetahui sifat dariketahanan lunturnya.Kata kunci: Limbah Kulit Kopi, Batik, Pewarna Alami.
FOTOGRAFI EKSPRESI : “ BERMAIN DI KEBUN IMAJINER “ Purwastya Pratmajaya Adi Lukistyawan
Ornamen Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.386 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v12i1.1613

Abstract

Fotografi pada umumnya sebagai alat untuk dokumentasi sebuah peristiwa atau kejadian. Seiring dengankemajuan teknologi dan perkembangan ide kreatif manusia, maka fotografi dikelola untuk membuat hasilpemotretan yang lebih unik dan berbeda. Fotografi dirancang dengan konsep tertentu, diproses dandihadirkan sebagai luahan ekspresi artistik pemotretnya, maka karya tersebut menjadi sebuah karyafotografi ekspresi.Fotografi ekspresi dengan tema anak-anak adalah sebuah penciptaan karya fotografi sebagai ungkapanekspresi pribadi penulis dalam merespon imajinasi anak-anak bermain yaitu dalam bermain peran.Belandaskan ide kreatif, penulis akan mengekplorasi imajinasi anak-anak bermain,yang selanjutnyadikonsep, diproses dan dihadirkan sebagai luahan ekspresi penulis.Dalam Karya foto ini, anak-anak bermain peran. Bermain peran adalah aktivitas bermain anak-anak dalammewujudkan khayalannya dengan menggunakan berbagai topeng mainan. Hal ini akan dikelola dengandaya imajinasi produksi penulis, untuk mewujudkan karya fotografi yang mempunyai kesan khayal(imajiner). Perwujudan karya ini dilakukan dengan teknik montase, untuk mengkonfigurasi elemen utamayaitu anak bermain peran dengan elemen pendukung yaitu benda-benda yang menjadi sebuah kebunimajiner.Selain mempunyai kesan khayal, karya ini juga menampilkan sebuah foto yang artistik dan gaya visual yangberbeda dari foto yang sudah ada dengan tema anak-anak.Kata Kunci: Fotografi Ekpresi, Bermain Peran, Kebun Imajiner.

Page 1 of 1 | Total Record : 10