cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2019)" : 6 Documents clear
SOSIALISASI LEGALITAS DAN MANAJEMEN PEMASARAN BAGI UMK (LEGALITY SOCIALIZATION AND MARKETING MANAGEMENT FOR MSE’s) Ades Rajayana; Sri Yuni Widowati; Emaya Kurniawati; Aprih Santoso
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.768 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.1.31-36.2019

Abstract

ABSTRAK UMK di Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal memiliki usaha dalam rangka peningkatan pendapatan keluarga salah satu usahanya adalah membuat atau memproduksi makanan ringan dan minuman kesehatan yang selama ini pemasarannya masih dilingkup kerabat dekat atau keluarga. Permasalahn yang dihadapi oleh pelaku usaha khususnya UMK di Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal adalah belum memiliki merk atau nama bagi hasil produknya dikarenekan terbatasnya pengetahuan tentang merk dan belum mengetahui bagaiman caranya untuk mendapatkan merk dagang bagi produknya. Pelaksanaan sosialisasi merk dan manajemen usaha akan menghasilkan informasi tentang pentingnya merk dan cara untuk mendaftarkan merk dagang bagi produk yang dihasilkan oleh UMK sehingga bermanfaat untuk pendukung kinerja UMK di Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal. Kata kunci: Merk, Manajemen, Pemasaran ABSTRACT MSE’s in Cepiring District Kendal Regency have a business in order to increase family income. One of the efforts is to make or produce snacks and health drinks, which have so far been covered by close relatives or families. The problem faced by businesses, especially MSE’s in Cepiring District, Kendal Regency, is that they do not have a brand or product name due to the limited knowledge of the brand and do not know how to get a trademark for their products. The problem faced by businesses, especially MSE’s in Cepiring District, Kendal Regency, is that they do not have a brand or product name due to the limited knowledge of the brand and do not know how to get a trademark for their products. The implementation of brand socialization and business management will produce information about the importance of brands and ways to register trademarks for products produced by MSEs so that it is useful for supporting MSE performance in Cepiring District, Kendal Regency. Keywords: Brand, Management, Marketing
“KEBUMILTAR” (KELOMPOK IBU HAMIL PINTAR) SEBAGAI UPAYA PENURUNAN ANGKA KOMPLIKASI PERSALINAN IBU DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Teungku Nih Farisni; Dian Fera
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.828 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.1.1-8.2019

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka kematian ibu dan bayi di wilayah pesisir Kabupaten Nagan Raya menjadi perhatian khusus disektor kesehatan. Salah satu penyebabnya adalah pendidikan pada masa hamil (prenatal) yang minim, pendidikan prenatal sangat penting dalam rangka mempersiapkan pasangan untuk menjadi orang tua. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang kehamilannya merupakan salah satu bentuk ketidakberdayaan yang dapat mendukung tingginya angka kematian ibu/perinatal. Kegiatan pengabdian ini dilakukan bertujuan untuk mengimplemantasikan program berbasis masyarakat yang memfasilitasi masyarakat untuk membentuk kelompok hamil pintar dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan meningkatkan kepatuhan ibu hamil untuk melakukan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Metode Penelitian ini adalah one group pre post design dengan Training Of Trainer (TOT) kader berjumlah 10 kader yang diukur pengetahuan, sikap, dan self-efficasy sebelum dan sesudah TOT. Instrumen yang digunakan adalah instrumen baku yang terdapat pada pedoman kelas ibu hamil. Setelah kader mengikuti TOT, kemudian kader membentuk kelompok ibu hamil pintar berjumlah 2 kelompok (10 ibu hamil/kelompok). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Wilcoxon. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan dari pengetahuan, sikap, dan self-efficacy kelompok ibu hamil pintar (P-Value < 0,05). Melalui pembentukan kelompok ibu hamil pintar ini dapat diaplikasikan secara mandiri dan kontinue melalui kader kesehatan dengan pengawasan petugas kesehatan, sehingga bisa menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Kata Kunci: Ibu-hamil, Pintar, Kader, ANC ABSTRACT The high maternal and infant mortality rates in the coastal areas of Nagan Raya Regency are of particular concern in the health sector. One reason is that education in the prenatal period is minimal, prenatal education is very important in order to prepare couples to become parents. Lack of knowledge of pregnant women about pregnancy is one form of helplessness that can support the high maternal / perinatal mortality rate. This service activity was carried out aimed at implementing community-based programs that facilitate the community to form smart pregnancy groups and increase the knowledge of pregnant women and increase the adherence of pregnant women to carry out Antenatal Care (ANC) in the Coastal Area of ​​Nagan Raya Regency. The method of this research is one group pre post design with training of trainers (TOT) cadres totaling 10 cadres who measured knowledge, attitudes, and self-efficacy before and after TOT. The instruments used were standard instruments contained in class guidelines for pregnant women. After the cadres joined TOT, then the cadres formed 2 groups of smart pregnant women (10 pregnant women / groups). Data analysis using frequency distribution and Wilcoxon test. The result of this service activity is that there is a significant difference from the knowledge, attitudes, and self-efficacy of the group of smart pregnant women (P-Value <0.05). Through the establishment of this group of smart pregnant women, it can be applied independently and continuously through health cadres with the supervision of health workers, so as to reduce maternal. Keywords: Mother-pregnant, Smart, Cadre, ANC
PENYARINGAN AIR KERUH MENGGUNAKAN SENSOR LDR DAN BLUETOOTH HC-05 SEBAGAI MEDIA PENGONTROLAN GUNA MENINGKATKAN MUTU KEBERSIHAN AIR DI SEKOLAH Deny Nusyirwan; Michael Dudikof Aritonang; Prasetya Perwira Putra Perdana
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.935 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.1.37-46.2019

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan kondisi fisik seseorang berjalan dengan baik dan normal.kesehatan dapat diperngaruhi oleh faktor internal dan eksternal,air merupakan salah satu dari faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kesehatan,oleh karena itu sumber air untuk kebutuhan manusia haruslah bersih dan jernih serta bebas dari bahaya bakteri, mikroorganisme, logam berat , tingkat keasamaan, dan juga ph yang standard.. Oleh karena itu perancangan penyaring air keruh menggunakan module HC-05 sebagai media pengontrol alat guna meningkatkan mutu air di lingkungan sekolah yaitu SDN 011 TANJUNGPINANG TIMUR, inovasi ini berguna untuk mencegah pengguna air terjangkit oleh berbagai macam penyakit. Proses filtrasi air mempunyai beberapa tahapan yaitu module HC-05 akan menerima data dari android untuk menghidupkan pompa air, kemudian pompa air akan mentrasfer air ke filter guna menyaring kotoran,hasil penyaringan akan dialiri ke sumber air itu juga, lampu LED berwarna hijau sebagai indikator proses filterasi sedang berjalan,dan menggunakan lampu LED merah sebagai indikator alat sedang tidak beroperasi.Selain sederhana inovasi ini juga hamat daya karna menggunakan energi listrik yang sangat rendah sehingga lebih hemat energi,selain itu juga inovasi ini sangat berguna untuk menjernihkan air sehingga pengguna air di lingkungan sekitar tidak ragu dalam menggunakan air. Kata Kunci: Kesehatan, Kejernihan, Air, Filterasi, Lingkungan Sekolah ABSTRACT Health is a physical condition of a person running well and normally. Health can be influenced by internal and external factors. Water is an external factor that can affect health, therefore water sources for human must be clean from the dangers of bacteria, microorganisms, heavy metals, the level of acidity, and also the standard ph. Therefore the design of turbid water filters uses the HC-05 module as a tool to control the prototype to improve water quality in the school, namely SDN 011 TANJUNGPINANG TIMUR. This innovation is useful to prevent water users from being infected by various diseases. The water filtration process has several stages, HC-05 module will receive data from android to turn on the water pump, then the water pump will transfer water to filter to filter impurities, the filtering results will be fed to the water source too, green LED lights as an indicator of the filtration process is running, and uses a red LED light as a tool indicator is not operating. In addition to this simple innovation also has power because it uses very low electrical energy so it is more energy efficient, besides that this innovation is very useful to purify water so that users of water in the surrounding environment no doubt in using water. Keywords: Health, Clarity, Water, Filtration, School Enviroment
PEMBENTUKAN KP – ASI (KELOMPOK PENDUKUNG ASI) DALAM MEWUJUDKAN KADARSIE (KELUARGA SADAR ASI EKSKLUSIF) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREBO KABUPATEN ACEH BARAT Fitriani Fitriani; Veni Nella Syahputri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.001 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.1.9-16.2019

Abstract

ABSTRAK Modal dasar pembentukan manusia berkualitas dimulai sejak janin dalam kandungan dengan memberi nutrisi pada ibu hamil dilanjutkan pemberian ASI ekslusif setelah bayi dilahirkan yaitu memberikan ASI saja termasuk kolostrum tanpa memberikan makanan serta minuman tambahan kepada bayi sejak dilahirkan sampai usia 6 bulan kecuali obat. Pemberian ASI sangat penting untuk tumbuh kembang bayi secara optimal, baik secara fisik maupun mental serta kecerdasan, oleh karena itu pemberian ASI perlu mendapat perhatian para ibu dan tenaga kesehatan agar proses menyusui dapat terlaksana dengan benar. (Proverawati, 2009). Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu Kabupaten Di Provinsi Aceh, dengan cakupan pemberian ASI Ekslusif belum mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM).Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat terdiri dari 13 Puskesmas. Puskesmas Meurebo merupakan salah satu puskesmas dengan cakupan terendah yaitu 17,2 % pada tahun 2016. (Provil Dinkes Aceh Barat 2017).Hasil wawancara dengan penaggung jawab program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas Meurebo menunjukkan informasi bahwa Puskesmas sudah menjalankan program dalam upaya meningkatkan pemberian ASI eksklusif yaitu berupa penyuluhan dan kelas ibu hamilk. Tetapi program ini tidak berjalan dengan baik karena tidak dilakukan secara berkesinambungan dengan alasan keterbatasan tenaga pelaksana dilapangan.Disamping itu belum adanya Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) di wilayah tersebut, memberikan kontribusi negatif terhadap cakupan pemberian ASI eksklusif.Melihatpotensidankondisiibuhamil serta meyusui diwilayah kerja puskesmas Meurebo, sangat penting dibentuk suatu programyang bertujuan untukmeningkatkan pengetahuanibuhamildanmeningkatkan kepatuhan ibu menyusui dalam dalam mewujudkan keluarga sadar ASI eksklusif melalui pendekatan peer group yaitu pembentukan Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI).Anggota Kelompok Pendukung ASI dapat direkrut dari kader yang aktif dan ibu berhasil memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Kata Kunci: Kelompok, Pendukung, Air,Susu, Ibu, Eksklusif, Keluarga ABSTRACT The authorized capital for the formation of quality human beings starts from the fetus in the womb by nourishing pregnant women followed by exclusive breastfeeding after the baby is born, ie giving breast milk only including colostrum without providing additional food and drinks to the baby from birth to 6 months except medicine. Giving breast milk is very important for optimal growth and development of the baby, both physically and mentally as well as intelligence, therefore breastfeeding needs to get the attention of mothers and health workers so that the breastfeeding process can be carried out correctly. (Proverawati, 2009). West Aceh District is one of the Districts in Aceh Province, with coverage of Exclusive Breastfeeding not yet achieving Minimum Service Standards (SPM). The Working Area of ​​the West Aceh District Health Office consists of 13 Puskesmas. Meurebo Health Center is one of the lowest coverage health centers, which is 17.2% in 2016. (Profil of the West Aceh Health Office 2017). The results of interviews with the responsibility of the Maternal and Child Health (KIA) program in Meurebo Health Center show information that the Puskesmas has efforts to increase exclusive breastfeeding in the form of counseling and classes for pregnant women. But this program did not go well because it was not carried out on an ongoing basis due to the limitations of the field staff. Besides that, the absence of ASI Support Groups (KP-ASI) in the region, contributed negatively to the scope of exclusive breastfeeding. Looking at the potential and condition of pregnant and breastfeeding women in the work area of ​​the Meurebo health center, a program which aims to increase the knowledge of pregnant women and increase adherence to breastfeeding mothers in creating a conscious family of exclusive breastfeeding through a peer group approach is the establishment of ASI Support Groups. . Members of the ASI Support Group can be recruited from active cadres and mothers successfully give exclusive breastfeeding to their babies. Keywords: Group, Supporting, Water, Milk, Mother, Exclusive, Family
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN SARANA SANITASI RUMAH TANGGA (JAMBANISASI) DI DESA BINAAN MARGOAGUNG KECAMATAN JATIMULYO LAMPUNG SELATAN Sutarto Sutarto; Minerva Nadia Putri A.T; Dian Isti Angraini; Sofyan Musyabiq Wijaya; Dyah Wualn Sumekar Rengganis Wardani; Hamdi Nasution
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.629 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.1.17-20.2019

Abstract

ABSTRAK Kondisi lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan diantaranya adalah penyediaan air bersih, jamban keluarga, kondisi rumah dan kondisi lingkungan pemukiman. Sanitasi yang tidak memadai merupakan penyebab utama timbulnya penyakit.Upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan sarana sanitasi rumah tangga (jambanisasi) memiliki dampak yang sangat positif pada kesehatan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat. Pengabdian ini adalah kegiatan yang terdiri dari penyuluhan tentang jamban yang sehat di desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya sanitasi di dalam rumah tangga. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah penyuluhan, evaluasi kegiatan dilakukan denhan penilaian pengetahuan peserta dengan memberikan pre-post test. Hasil dari pengabdian ini masyarakat mampu mengidentifikasi dan memilih jenis jamban yang tepat untuk digunakan. Masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi ciri-ciri jamban yang tidak sehat. Berdasarkan hasil evauasi terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang jamban sehat dengan peningkatan poin sebesar 10,4 poin setelah dilakukan pengabdian. Kegiatan ini merupakan bagian upaya untuk meningkatkan cakupan jamban sehat. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Sanitasi, Jamban ABSTRACT Environmental conditions that are very influential on health status include the provision of clean water, family latrines, housing conditions and residential conditions. Inadequate sanitation is a major cause of disease. Efforts to empower the community to improve household sanitation facilities (jambanisasi) have a very positive impact on health in the household and community environment. This service is an activity consisting of counseling about healthy latrines in the village of Marga Agung, Jati Agung Subdistrict, South Lampung. This activity aims to increase public knowledge of the importance of sanitation in the household. This service uses the counseling lecture method, activity evaluation is carried out by evaluating the participants' knowledge by giving a pre-post test. As a result of this service, the community is able to identify and choose the right type of toilet to use. The community is expected to be able to identify the characteristics of unhealthy latrines. Based on the results of the evaluation, there was an increase in community knowledge about healthy latrines with an increase of 10.4 points after dedication. This activity is part of an effort to increase the coverage of healthy latrines. Keywords: Community Empowerment, Sanitation, Latrines
IbW PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN LELE SISTEM BIOFLOK DI DESA BLANGKUALA, MEUKEK, ACEH SELATAN Teungku Nih Farisni; Uswatun Hasanah; Nourmalina Arphi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2660.838 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.1.21-30.2019

Abstract

ABSTRAK Desa Blang Kuala Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan memiliki potensi daerah yang belum termanfaatkan secara maksimal. Salah satunya adalah potensi di bidang perikanan. Program Kemitraan Wilayah (PKW) oleh Tim PKW LPPM Universitas Teuku Umar bekerjasama dengan mitra LPPM Universitas Syiah Kuala dan Pemerintahan Kabupaten Aceh Selatan bertujuan untuk memaksimalkan potensi yang ada melalui pemberdayaan masyarakat. Metode yang akan digunakan untuk pelaksanaan PKW adalah metode pemberdayaan masyarakat dengan yang mengupayakan partisipasi masyarakat untuk belajar dan beraktivitas secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup mereka. Aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan selama proses pendampingan adalah pembangunan tempat Demontrasi Plot (DEMPLOT) budidaya lele sistem bioflok, pelatihan pembuatan konstruksi kolam budidaya sistem bioflok, pelatihan pemeliharaan budidaya lele sistem bioflok, sampai dengan pendampingan pemanenan. Hasil kegiatan IbW Kecamatan Meukek diharapkan dapat berkesinambungan dan menjadi pusat pembelajaran dan pelatihan budidaya lele sistem bioflok bagi masyarakat di desa Blang Kuala khususnya dan masyarakat Aceh Selatan pada Umumnya. Sehingga dengan adanya tempat kegiatan budidaya sistem bioflok ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga secara berkesinambungan sehingga kesejahteraan dapat dirasakan oleh masyarakat yang akan berefek pada peningkatan intensitas keterlibatan masyarakat dalam program pembangunan yang dicanangkan pemerintah. Kata Kunci: Budidaya Lele System Bioflok, Demplot, PKW

Page 1 of 1 | Total Record : 6