cover
Contact Name
Bachtiar
Contact Email
tiarfpug@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalofforestry@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Gorontalo Journal of Forestry Research
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26142058     EISSN : 2614204X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Gorontalo Journal of Forestry Research (GJFR) is a media publication for academics, researchers and practitioners to publish the results of research or scientific articles. GJFR is published 2 (two) periods each year, ie every April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "VOLUME 6 NOMOR 1 TAHUN 2023 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH" : 5 Documents clear
EVALUASI KINERJA MASYARAKAT PEDULI API DALAM PENGENDALIAN KARHUTLA DI DESA BONTOMANURUNG MAROS Rizka Kusuma Dewi; Naufal Naufal; Jauhar Mukti; Nirwana Nirwana; Andi Azis Abdullah
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 6 NOMOR 1 TAHUN 2023 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v6i1.2510

Abstract

Aktivitas masyarakat sekitar hutan sebagian besar bergantung pada kegiatan bercocok tanam, hal ini sangat erat kaitannya dengan pembukaan lahan yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Peran masyarakat menjadi sangat penting mengingat keberadaannya yang berbatasan langsung dengan hutan dan daerah rawan kabakaran lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kinerja dan faktor penghambat Masyarakat Pedulu Api (MPA) Desa Bontomanurung Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriftif. Sumber data yang digunakan melalui wawancara, pengamatan di lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan oleh kelompok MPA Ma’bulo Sibatang belum berjalan dengan optimal. Selama ini pemberian informasi ke masyarakat desa dilakukan secara individu dan mandiri oleh masing-masing anggota kelompok bukan sebagai 1 (satu) kelompok yang telah memiliki organisasi, (2) Terdapat 2 faktor penghambat terhadap optimalisasi peran kelompok MPA Ma’bulo Sibatang dalam melakukan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain: lemahnya perangkat organisasi, kurangnya jumlah anggota kelompok MPA, serta tidak tersedianya sarana prasarana dalkarhutla pada kelompok MPA Ma’bulo Sibatang. Sedangkan faktor eksternal yaitu belum adanya pembinaan dan pelatihan bagi kelompok MPA, tidak terintegrasinya data anggota kelompok MPA, serta kurangnya dukungan pemerintah desa dan instansi terkait pada kelompok MPA Ma’bulo Sibatang.
POLA PENGOMBINASIAN TANAMAN DI KELOMPOK TANI HUTAN SEJAHTERA 4 DESA PESAWARAN TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN Adinda Azelia Ramadhani; Ceng Asmarahman; Indriyanto Indriyanto
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 6 NOMOR 1 TAHUN 2023 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v6i1.2422

Abstract

The pattern of plant combinations is the arrangement of the species of plants that are cultivated in a field. This research aims to analyze the pattern of plant combinations in the arable land of KTH Sejahtera 4 Tahura Wan Abdul Rachman. The research method used is the multiple plot method, direct observation, and interviews. Plots are arranged systematically on the farmers' arable areas. The total area cultivated by KTH Sejahtera 4 Tahura Wan Abdul Rahcman farmers is 36.05 ha. The area of the sample plots made is 1,442 ha with a sampling intensity (IS) of 4%, therefore the number of plots made is 36 plots. The results showed that all farmers applied agroforestry techniques with mixed crop combinations at random. The combination combines MPTS plants, both from the forestry plant group and the agricultural plant group. From the results of the vegetation analysis, it is known that in KTH Sejahtera's arable land 4 plants that have a high level of dominance are cloves (Eugenia aromaticum L.) and nutmeg (Myristica fragrans). According to farmers' opinion, there are three types of plants that are superior, namely cocoa (Theobroma cacao), rubber (Hevea brasiliensis), and coffee (Coffea robusta L.). The plants favored by the farmers are the mainstay of their income.
NILAI KONTRIBUSI SISTEM AGROFORESTRI DI DESA KOKOTU, HALMAHERA SELATAN Mahdi Tamrin; Abdul Kadir Kamaluddin
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 6 NOMOR 1 TAHUN 2023 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v6i1.2483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah dan jenis tanaman tahunan serta tanaman musiman yang ditanam pada lahan pekarangan dengan sistem agroforestri, dan mengukur pendapatan keluarga dari sistem pekarangan yang diterapkan di Desa Kokotu, Kecamatan Bacan Barat Halmahera Selatan. Analisis pengusahaan pekarangan yang diterapkan dengan sistem agroforestri dilakukan untuk mengetahui proses pengembangan yang selama ini telah dilakukan masyarakat Desa Kokotu, Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif meliputi jumlah jenis dan jumlah individu tanaman per hektar sesuai luas lahan yang diusahakan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Desa Kokotu sebagian besar berprofesi sebagai petani, dengan menanam berbagai jenis  tanaman pada lahan pekarangan seperti jenis ubi-ubian, sayuran, bebuahan, rempah, kayu, dan tanaman hias serta tanaman obat yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga maupun untuk tujuan komersil jika produksinya lebih.
APLIKASI MODEL BUILDER PADA SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK MENDUGA POTENSI EROSI DI SUB DAS MARISA KABUPATEN GORONTALO Efendy Payuyu; Fitriyane Lihawa; Iswan Dunggio
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 6 NOMOR 1 TAHUN 2023 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v6i1.2504

Abstract

ABSTRAK Sub DAS Marisa merupakan salah satu sub DAS yang mengalami kerusakan. Adanya perubahan penggunaan lahan menjadi lahan pertanian mengakibatkan peningkatan terjadinya erosi. Tujuan penelitian adalah untuk menduga potensi erosi dengan aplikasi model Builder pada Sistem Informasi Geografis. Pengukuran potensi erosi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Berdasarkan hasil analisis USLE bahwa Sub DAS Marisa nilai erosi tertinggi berada di Kecamatan Limboto Barat dengan luas 7.539,30 Ha. Faktor erosi yang paling berpengaruh di Sub DAS Marisa yaitu faktor CP dan LS. Mayoritas masyarakat merupakan petani sehingga banyaknya lahan pertanian di daerah tersebut. Faktor LS yaitu rata-rata keadan topografi di Sub DAS Marisa yaitu curam dengan kelas kemiringan lereng IV (25%-40%). Di Sub DAS Marisa kurangnya tindakan konservasi yang dilakukan masyarakat, sehingga banyaknya partikel tanah yang terdegradasi terbawa aliran oleh air hujan. Adapun tindakan konservasi yang dapat diterapkan antara lain pemberian mulsa dan penanaman dengan pola sistem agroforestry.  Kata kunci: Erosi; USLE; Aplikasi Builder. ABSTRACT  Marisa sub-watershed is one of the damaged sub-watersheds. The change in land use to agricultural land resulted in an increase in erosion. The purpose of this research is to estimate the erosion potential with the application of the Builder model in Geographic Information Systems. Measurement of erosion potential using the USLE (Universal Soil Loss Equation) method. Based on the results of USLE analysis that the Marisa Sub-watershed has the highest erosion value in the West Limboto District with an area of 7,539.30 Ha. The most influential erosion factors in the Marisa sub-watershed are CP and LS factors. The majority of people are farmers so there is a lot of agricultural land in the area. The LS factor is the average topography in the Marisa sub-watershed, which is steep with slope class IV (25%-40%). In the Marisa Sub-watershed, there is a lack of conservation action taken by the community, so that many degraded soil particles are carried away by rainwater. The conservation actions that can be applied include providing mulch and planting with an agroforestry system pattern. Keywords: Erosion; USLE; Builder Application
ANALISIS PRODUKSI DAN RANTAI PEMASARAN PRODUK USAHA MEUBEL KAYU JATI (TECTONA GRANDIS) DI LINGKUNGAN LABUANG Fitri Indhasari; USB Zulkahfi
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 6 NOMOR 1 TAHUN 2023 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v6i1.2531

Abstract

Usaha Jepara Meubel Kayu Jati merupakan salah satu industri meubel yang diyakini dapat menjadi unggulan dalam menghadapi persaingan global. Oleh kerena itu dibutuhkan kebijakan strategis terkait rantai pemasaran yang optimal dalam mempertahankan kelestarian usaha di tengah persaingan pasar. Pemasaran dikatakan efektif apabila konsumen atau pemakai industri dapat terpenuhi kebutuhannya dengan produk yang dihasilkan secara kontinyu. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi proses produksi dan marketing mix dan menganalisis rantai pemasaran produk Usaha Jepara Meubel. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan kuisioner yang disusun berdasarkan variabel dan indikator, observasi dan pencatatan data sekunder dari berbagai sumber/instansi dan hasil penelitian terdahulu. Analisis data dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini akan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu : observasi pengusaha kayu, pengumpulan dan analisis data, serta penarikan kesimpulan. Proses produksi dari Usaha Jepara Meubel mulai dari pembelian bahan baku, pemotongan kayu, pengeringan kayu, pembelahan kayu, penyerutan kayu, perakitan kayu dan finishing, marketing fix meliputi 2 (dua) variabel yaitu harga dan produk. Bahan baku diperoleh dari Kota Polewali Mandar dan Majene dan produk yang dihasilkan ada 13 produk berupa kursi tamu, kursi makan, lemari pakaian, tempat tidur, kursi kuliah, meja kantor, meja tv, partisi, kusen pintu, mimbar, kursi jaksa dan kursi hakim. Rantai pemasaran terdapat 2 (dua) model yaitu produsen langsung kepada konsumen akhir dan produsen kepada agen/distributor kemudian konsumen akhir.

Page 1 of 1 | Total Record : 5