cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013" : 12 Documents clear
ASPEK INTERPRETASI PADA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN OLEH BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MANADO William Agustinus Areros
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.075 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5756

Abstract

Penelitian ini diarahkan pada pengungkapan makna dibalik permasalahan pemahaman aspekinterpretasi dalam implementasi kebijakan pemberian izin mendirikan bangunan yang dilakukanoleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Manado guna memperkaya khasana keilmuankhususnya konsep teori implementasi kebijakan serta menjadi rekomendasi kepada stackholder dalamimplementasi kebiajakan pemberian izin mendirikan bangunan.dengan menggunakan metode penelitiankualitatif ditemukan bahwa aspek interpretasi dalam implementasi pemberian izin mendrikan bangunanpada Badan Pelayanan Perizinan TerpaduKota Manado berkaitan dengan indikator pemaknaan ataskebijakan, program dan kegiatan. Kemudahan aparatur menginterpretasi isi kebijakan sangat berkaitandengan kualitas sumber daya yang dimiliki baik dari pendidikan, pengalaman maupun keahlian olehpara implementor.
PAPPASENG: KEARIFAN LOKAL MANUSIA BUGIS YANG TERLUPAKAN Irwan Abbas
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.763 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5752

Abstract

Studi ini didasari oleh keprihatinan peneliti terhadap perilaku generasi muda Bugis yangsemakin jauh dan telah tercerabut dari nilai-nilai kulturalnya seperti yang terdapat dalam lontaraqpappaseng. Permasalahan pada studi ini adalah keunggulan apa yang terdapat dalam lontaraq pappaseng,sehingga baik untuk dijadikan sebagai kajian etnopedagogi dalam pembelajaran IPS. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi & hermeneutik. Pengumpulan datamenggunakan cara: studi pustaka/naskah, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis datayang digunakan, yakni analisis isi dan analisis domain.Penelitian ini menyimpulkan nilai-nilai luhur yangterkandung pada naskah lontaraq pappaseng dapat diintegrasikan ke dalam muatan lokal pembelajaranIPS. Lontaraq pappaseng memiliki keunggulan karena berisi nasihat-nasihat tentang etika berinteraksidengan sesama manusia, berhubungan dengan orang tua, dan berhubungan dengan alam sekitar, sertamenjadi resep dan penuntun dalam kehidupan, sarat dengan nilai-nilai ajaran Islam. Implikasi daripenelitian ini diharapkan agar temuan dari penelitian ini dapat diajarkan melalui local content padapembelajaran IPS di sekolah, baik itu di tingkat dasar maupun tingkat lanjutan.
EMPLOYING AGENT-BASED SIMULATION TO UNDERSTAND THE BEHAVIOR OF DOMESTIC BEEF-CATTLE PRODUCTION Andre R Daud; Utomo S Putro; Dhanan S Utomo
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.194 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5757

Abstract

The purpose of this paper is mainly to understand the behavior of domestic beef productionthrough estimating the dynamics of domestic cattle population. Agent based model (ABM) approachand its simulation is employed in this study. The main reason to use this approach is on its capabilityto accommodate the complexity given existing characteristics in cattle and beef production system.Based on the findings, agent-based model approach performs well in explaining the emergent behaviorfor agricultural production system, especially cattle production system. Several important implicationshave also been drawn from this study. Therefore, this study has generated several new insights that willbe advantages for further studies.
KIPRAH NEW MEDIA DALAM PERCATURAN POLITIK DI INDONESIA Arif Budi Prasetya
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.362 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5748

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat di era masa kini menjadi sebuah fenomenatersendiri yang menarik untuk dikaji. Salah satu bagian dari teknologi komunikasi yang dikenal olehmasyarakat selain televisi dan media cetak adalah internet, atau yang disebut new media. Internet disebutsebagai new media karena belum bisa didefinisikan sebagai media massa. Dalam impelementasinya,new media (media baru) memiliki fungsi yang sama dengan media massa, yaitu menyampaikaninformasi dan berita. Masyarakat lebih sering menyebutnya dengan Internet. Internet merupakan sebuahteknologi yang berdasarkan pada sebuah jarfingan komputer global. Technologies constituting the evergrowing,ever-changing networks computers (including mobile devices such as internet-enabled mobilephones, netbooks, and other devices) linked together by a single TCP/IP protocol. (Consalvo, 2011 :1). Kemampuan internet dalam menyampaikan berita inilah yang kemudian membuatnya digunakandalam beberapa praktik-praktik sosial di masyarakat, salah satunya adalah aspek politik. Menjelangpemilihan umum 2014, beberapa bentuk media digunakan oleh orang-orang yang memiliki pengaruh dibidang politik untuk berkampanye. Media massa televisi yang sekaligus memiliki situs internet dalambentuk live streaming, melakukan pemberitaan dalam mencitrakan tokoh politik untuk kepentingannyadi pemilihan umum 2014. Walaupun dalam realitanya berita TV memiliki pengaruh lebih kuat, namundalam implementasinya tayangan live streaming juga memiliki pengaruh yang kuat karena memang livestreaming merupakan tayangan yang juga sama dengan tayangan berita di televisi. Dalam tulisan ini,dua new media dari stasiun televisi di Indonesia yang dikaji adalah metrotvnews.com dari Metro TVdan tvonenews.tv dari stasiun TVOne. Merujuk pada dua stasiun televisi tersebut maka akan disajikandua tokoh politik yang berkecimpung di dalamnya yaitu Surya Paloh dan Aburizal Bakrie. Sebagaimanadiketahui, Surya Paloh sebagai pemilik Metro TV menggunakan Partai Nasional Demokrat sebagaikendaraan politiknya, sedangkan Aburizal Bakrie dengan Partai Golongan Karya. Dua tokoh yang siapuntuk ‘bertarung’ di pemilihan umum 2014 ini telah lama menggunakan medianya untuk membentukcitra, tidak hanya melalui televisi, tetapi bahkan new media juga mereka gunakan. Dengan menggunakanmetode analisis wacana Teun Van Dijk, penelitian ini berhasil menemukan bahwa melalui konsepTeks, Kognisi Sosial dan Konteks, new media membentuk citra dari dua tokoh tersebut untuk menujuPemilihan Umum 2014. 
FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MANGGA TERLIBAT DALAM SISTEM INFORMAL DENGAN PEDAGANG PENGUMPUL Lies Sulistyowati; Ronnie S Natawidjaja; Zumi Saidah
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.26 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5753

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil mangga terbesar keenam didunia, namun data ekspormangga hanya 0,07% dari total produksinya, dan justru impornya meningkat terus. Padahal manggamempunyai nilai ekonomis tinggi dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani. Sayangnyapotensi ekonomi tersebut belum tergali karena masih banyaknya hambatan baik teknis maupun nonteknisdalam agribisnis mangga. Petani sering menggunakan sistim informal dalam pengelolaanmangga, yang berakibat petani tidak mempunyai bargaining position terhadap pedagang pengumpul/tengkulak, sehingga harga yang diterima rendah. Secara spesifik tujuan penelitian ini: menganalisfaktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pengelolaan tanaman mangga, pemilihan sumberpembiayaan, serta cara penjualan mangga.Design penelitian : kuantitatif, yang dilaksanakan denganmetode survey di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur, yang menghasilkan 55% dari total produksimangga nasional. Wilayah kabupaten, kecamatan dipilih dengan metode Multi Stage Cluster RandomSampling. Pemilihan sampel sebanyak 636 keluarga petani (320 Jawa Timur dan 316 untukJawa Barat)dilakukan secara random.Data dianalisis menggunakan Structural Equation Model. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa : 1). Sistim pengelolaan mangga secara significant dipengaruhi oleh faktor umurpetani, jumlah pohon mangga, akses terhadap informasi dan akses terhadap pasar. 2). Pemilihan sumberpembiayaan dipengaruhi oleh umur petani, jumlah pohon mangga, dan akses terhadap modal dengankorelasi positif, sedangkan sistim pengelolaan mangga, dan fasilitas irigasi mempengaruhi dengankorelasi negatif. 3). Sistim penjualan mangga dipengaruhi oleh sistim pembiayaan dan akses terhadapinformasi dengan korelasi positif, sedangkan sistim pengelolaan, aktivitas pemeliharaan, kegiatanpemberantasan hama dan penyakit, penerapan teknologi off-season, akses terhadap pasar dan fasilitasperalatan mempengaruhi dengan korelasi negatif.
POTRET PERGESERAN MAKNA BUDAYA MA’NENE DI KECAMATAN BARUPPU KABUPATEN TORAJA UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN Yusri aldiano; Mardianto Barumbun
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.739 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5758

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pergeseran makna yang terjadi pada budayaMa’nene masyarakat Baruppu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakanpendekatan etnografi, peneliti berusaha mencari makna yang ada di balik simbol- simbol yang digunakandalam upacara Ma’nene. Sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisisdata dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan dansetelah selesai di lapangan. Pergeseran makna yang terjadi dalam ritual ini disebabkan karena polapikir masyarakat setempat yang menganggap bahwa penyelenggaraan upacara adat ini hanya sekedarmeneruskan budaya leluhur tanpa melihat kemurnian akan tujuan awal upacara adat itu diselenggarakanyakni sebagai wujud penghormatan dan kepedulian kepada leluhur. Hal tersebut terlihat dari penambahanatau pun pengurangan simbol-simbol yang terdapat dalam ritual Ma’nene. Rasionalitas, faktor ekonomi,dan budaya instan merupakan faktor penyebab pergeseran pola pikir masyarakat Baruppu.
PROGRAM PEMBERDAYAAN ANAK-ANAK TERLANTAR DI NUSA TENGGARA BARAT Chairun Nasirin
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.93 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil programpemberdayaan anak-anak terlantar di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian inimemperlihatkan beberapa hal sebagai berikut: Pertama, Pemerintah Provinsi NTB telah mejalankanProgram Pemberdayaan Anak Terlantar melalui berbagai bentuk kegiatan seperti Pendidikan danpelatihan bagi anak terlantar melalui BLK/KLK/LBK, bantuan usaha ekonomi produktif, bantuanbagi organisasi sosial, yayasan dan lembaga swadaya masyarakat, melakukan kegiatan pelatihankewirausahaan bagi anak-anak terlantar, dan melakukan pendampingan sosial bagi anak-anakterlantar, serta melaksanakan sosialisasi dan diseminasi tentang perlindungan anak. Namun, apayang telah dilakukan oleh Pemprov NTB masih jauh dari esensi pemberdayaan sepertimenciptakaniklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling), memperkuat potensi ataudaya yang dimiliki oleh masyarakat (empowering), dan memberdayakan mengandung pula artimelindungi. Kedua, Pelaksanaan program pemberdayaan anak terlantar di NTB dinilai memberikanhasil dan manfaat bagi komunitas anak-anak terlantar. Namun. hasil dan manfaat tersebut belumdirasakan secara merata oleh keseluruhan anak terlantar di NTB dan belum jelas sejauhmanakeberlanjutan program tersebut.
PENGGUNAAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK UNTUK PENGENALAN POLA: PENERIMAAN DAN PENDAPATAN PETANI TEBU Cungki Kusdarjito; Any Suryantini
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1827.45 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5754

Abstract

Selama ini sebagian besar analisis dalam bidang pertanian, khususnya agribisnisdan sosial ekonomi pertanian menggunakan pendekatan ekonometrika dengan mendasarkanpada asumsi “linieritas”. Pendekatan ini memberikan keunggulan dalam analisis ekonomi,seperti elastistas, return to scales, ataupun analisis fungsi permintaan dan penawaran dapatdiketahui dengan mudah. Meskipun demikian, saat ini disadari bahwa permasalahan dalambidang pertanian tidak sesederhana yang diasumsikan. Fungsi yang dianalisis mungkinmerupakan fungsi polynomial. Beberapa variabel mungkin tidak dapat didefinisikan denganjelas, khususnya variabel sosial. Oleh karena itu, penggunaan soft computing seperti model sarafbuatan (artificial neural network), genetic algorithm, fuzzy logic mulai banyak dipergunakanuntuk memecahkan berbagai persoalan yang bersifat non-linier, hazy dan subyektif. Berkaitandengan hal tersebut, tulisan ini memberikan ilustrasi penggunaan model saraf buatan dalambidang pertanian dengan mengambil kasus pada tanaman tebu. Perhitungan dilakukan denganmenggunakan multilayers networks sebanyak empat lapis dan proses belajar menggunakanalgoritma back propagation. Proses pembelajaran dilakukan sampai terjadi overtraining untukmemetakan pola hubungan faktor penentu penerimaan dan pendapatan petani tebu. Hasil yangdiperoleh menunjukkan bahwa biaya-biaya seperti sewa lahan, bibit, pestisida dan tenaga kerjamemiliki kontribusi yang besar dalam mempengaruhi penerimaan dan pendapatan petani. Biayasewa lahan yang tinggi dengan penggunaan biaya kerja yang rendah akan menekan pendapatanpetani sehingga usaha tani tebu harus diusahakan secara intensif. Selain itu, biaya modal sendiricenderu ng lebih menekan pendapatan dibandingkan dengan modal pinjaman.
PENDIDIKAN SEJARAH DAN KARAKTER BANGSA BELAJAR KETELADANAN HIDUP DARI KETOKOHAN NATSIR DAN BUYA HAMKA Abd. Rahman
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.712 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5759

Abstract

Runtuhnya rezim Orde Baru di tangan mahasiswa pada tahun 1998 telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju era reformasi. Digulirkannya era reformasi oleh mahasiswa hanya memiliki satu tujuan, yaitu terbangunnya bangsa Indonesia yang lebih baik. Kenapa bisa demikian, karena dua rezim sebelumnya, baik rezim Orde Lama, maupun rezim Orde Baru sama-sama gagal dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Atas dasar itu, rakyat sangat berharap, bahwa era reformasi adalah era yang paling tepat untuk melihat Indonesia dalam keadaan yang lebih baik. Namun sayang, harapan itu masih jauh, karena Indonesia tidak memiliki tokoh yang layak dalam memimpin bangsa ini, sehingga bangsa ini masih berkutat dengan berbagai permasalahannya. Dalam konteks ini, menarik kiranya penulis menampilkan dua tokoh pergerakan Islam, yaitu Muhammad Natsir dan Buya Hamka. Dengan menggunakan metodologi sejarah, kajian ini diharapkan mampu menampilkan fakta-fakta keteladanan hidup dari kedua tokoh ini, sehingga dapat dijadikan pijakan moral bagi bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan.
MODEL PEMBIAYAAN PRA PANEN PADA RANTAI PASOK AGRIBISNIS BERDASARKAN SISTEM PRODUKSI KOMODITAS CABAI MERAH DENGAN ORIENTASI PASAR TERSTR UKTUR Eddy Renaldi; Tuti Karyani; Agriani Hermita Sadeli; Hesty Nurul Utami
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.228 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5750

Abstract

Fluktuasi harga cabai merah yang cukup tinggi saat ini ini disebabkan oleh pasokancabai merah dari sentra produksi ke pasar yang tidak berkesinambungan dan tidak terstruktur sebagaiakibat petani yang tidak mengembangkan basis produksi. Salah satu komponen pengembangan basisproduksi cabai merah di Indonesia adalah komponen keuangan yang dapat dilakukan melalui SupplyChain Financing dimana resiko dan pengembalian dari penyedia keuangan ditanggung bersama olehpelaku dalam rantai pasok. Komponen keuangan berupa modal usaha di sistem produksi menjadi salahsatu kendala pengembangan agribsnis cabai merah, karena sulitnya memperoleh bantuan pembiayaanakibat karakteristik usaha agribisnis dan risiko yang ditimbulkannya. Model pembiayaan pra panenpada rantai pasok agribisnis akan memperkuat pengembangan basis produksi yang selanjutnya dapatdiperluas menjadi klaster agribisnis cabai merah di Jawa Barat, bahkan dapat direplikasi pada tingkatnasional. Melalui pembiayaan rantai pasok diharapkan dapat meningkatkan pengembalian atas investasidan pertumbuhan dan daya saing rantai pasok itu. Riset aksi ini dilakukan melalui metode studi kasusmelalui identifikasi Value Stream Mapping dan pendekatan pemodelan kualitatif yang dilakukan disalah satu sentra produksi cabai merah di Jawa Barat, yakni Kabupaten Garut, Desa Cigedug. Untukmenghasilkan cabai dengan kualitas yang baik dan kontinyu harus didukung dengan ketersediaansarana produksi yang sesuai dengan kebutuhan petani benih cabai dan petani cabai yang diberikanpada tingkat kelompok tani atau koperasi yang memasarkan cabai ke pasar terstruktur. Pembeli daripasar terstruktur melalui kontrak yang memuat jumlah, kualitas dan harga cabai yang disepakati dapatmenjamin kesetabilan pendapatan petani. Dalam hal ini pembeli menjadi penjamin dalam kelancaranpembayaran dari pembiayan yang diberikan kepada petani.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue