cover
Contact Name
Yuliana Bakari
Contact Email
yulianabakari@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrinesia.journal@gmail.com
Editorial Address
1st Floor, Building Agriculture Faculty, Universitas Negeri Gorntalo, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie Street, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province, 96119, Indonesia
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis
ISSN : 25977075     EISSN : 25416847     DOI : 10.37046
Core Subject : Agriculture,
AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis is a scientific periodical published by the Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Negeri Gorontalo. AGRINESIA is published three times a year in November, March, and July. AGRINESIA is a scientific forum for researchers, academics and practitioners to publish scientific research.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
PEMANFAATAN WAKTU LUANG PETANI JAGUNG DI DESA TONALA KECAMATAN TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO Yuni Listyani Amu; Yanti Saleh; Amelia Murtisari
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 4, NO 2, 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS CURAHAN WAKTU PETANI JAGUNG DI KECAMATAN TABONGO KABUPATEN GORONTALO Abdul Rahmat Ahmad; Mahludin Baruwadi; Wawan K. Tolinggi
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 3, NO 2, 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan :1) Mengetahu seberapa besar petani memanfaatkan waktu luangnya untuk bekerja. 2Mengetahui  pendapatan usahatani jagung di Kecamatan Tabongo. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan TabongoKabupaten Gorontalo dari bulan maret sampai mei 2018 dengan jumlah sampel 89 orang petani jagung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei.Analisis data yang digunakan adalah analisis alokasi waktu kerja, analisis waktu kerja pada luar sector pertanian, analisis pendapatan usahatani jagung. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Potensi tenaga kerja di Kecamatan Tabongo dilihat dari rata-rata penggunaan tenaga kerja luar  keluarga (TKLK) yaitu 1424,02 dan tenaga kerja dalam keluarga (TKDK) yaitu 298,24 per musim tanam dengan rata-rata alokasi waktu kerja sebanyak 26,61 hari per musim. Sementara itu, waktu luang yang digunakan petani untuk kegiatan usahatani non jagung yaitu sebanyak 3,21 HOK, di sektor non pertanian dengan waktu yang digunakan sebanyak 9,72 HOK, serta terdapat sebanyak 87,07 HOK yang tidak menggunakan per musim waktu luang untuk bekerja. Kecenderungan petani dalam memanfaatkan waktu luang tergantung pada hasil produksi usahataninya. (2) Pendapatan petani yang diperoleh dari usahatani jagung di Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo, pendapatan per musim yaitu sebesar Rp 705.300.974 dengan nilai rata-rata per petani 7.924.794.
ANALISIS PENDAPATAN DAN PRODUKTIVITAS SISTEM INTEGRASI USAHATANI JAGUNG-SAPI DI KABUPATEN BONE BOLANGO Ferianto Manopo; Irwan Bempah; Amelia Murtisari
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 3, NO 3, 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH (ORYZA SATIVA, L) SERTA KELAYAKANNYA DI KECAMATAN MOOTILANGO KABUPATEN GORONTALO Fadel Amili; Asda Rauf; Yanti Saleh
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 4, NO 2, 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BAWANG MERAH DI KECAMATAN PAGUYAMAN KABUPATEN BOALEMO Ranti I. Songi; Mahludin Baruwadi; Asda Rauf
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 3, NO 1, 2018
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan : 1) Menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal dalam pengembangan agribisnis bawang merah 2) Menyusun strategi pengembangan agribisnis bawang merah di Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian  survey dengan analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan agribisnis bawang merah meliputi faktor internal kekuatan yakni pengalaman petani, status lahan petani, penggunaan teknologi, faktor kelemahan yakni keterbatasan modal, tidak adanya saprodi/instansi yang bekerja sama, gagal panen, informasi pasar dan harga yang fluktuatif. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor peluang yakni  bantuan pemerintah, kelompok tani, lembaga penyuluh serta permintaan bawang merah, faktor ancaman yakni serangan hama penyakit, tingginya biaya produksi, keadaan pesaing, kondisi iklim atau alam. 2) Strategi pengembangan agribisnis bawang merah di Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo yaitu berada pada kuadran 1 yang mendukung strategi agresif dimana keadaan ini menggambarkan situasi yang baik karena memanfaatkan pengalaman petani untuk mendukung bantuan dari pemerintah dan Dinas terkait, memanfaatkan status lahan petani adalah milik sendiri serta produk merupakan kebutuhan masyarakat untuk memenuhi permintaan bawang merah yang meningkat, serta memanfaatkan penggunaan teknologi dalam budidaya bawang merah untuk memanfaatkan keterlibatan lembaga penyuluh.
ANALISIS USAHA PENANGKAR BENIH PADI SAWAH DI KABUPATEN GORONTALO Suroto Suroto; Asda Rauf; Yanti Saleh
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 3, NO 2, 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pelaksanaan usaha penangkar benih padi sawah di Kabupaten Gorontalo dan Menghitung strukturbiaya pada usaha penangkar benih padi sawahdi Kabupaten Gorontalo serta Menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha penangkar benih padi sawah di Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober - Desember tahun 2018. Analisis data yang digunakan untuk menghitung penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usaha menggunakan R/C Ratio. Penarikan sampel mengunakan sampel jenuh yang diambil dari jumlah keseluruhan populasi. Hasil penelitian ini adalah : 1) Prosedur pelaksanan penangkar benih padi sawah di Kabupaten Gorontalo yang dilakukan oleh penangkar benih sesuai dengan petunjuk teknis penangkaran yang ada; 2) Struktur biaya usaha penangkar benih padi sawah antara lain biaya penyusutan alat sebesar Rp. 8.269,85, biaya tenaga kerja rata-rata Rp. 19.835.767, biaya sarana produksi rata-rata Rp. 10.198.532, biaya pengolahan benih hasil usaha penangkar sebesar Rp. 6.214.531. 3) Pendapatan usaha penangkar benih padi sawah di Kabupaten Gorontalo sebesar Rp. 61.314.783/Petani dengan rata-rata luas lahan 3,29 Hektar dan  pendapatan rata-rata per Hektar/petani sebesar Rp. 18.636.712,16 per musim. Nilai R/C untuk usaha penangkar benih padi sawah sebesar 2,7 yang berdasarkan kriterianya nilai R/C Ratio 1 berarti suatu usaha menguntungkan. Usaha penangkar benih padi sawah di Kabupaten Gorontalolayak untuk diusahakan dan memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya.
PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DI CV. CITA NASIONAL Citra Zara Anggrarini; Lasmono Tri Sunaryanto
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 4, NO 1, 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KEGIATAN PENUNJANG AGRIBISNIS TERHADAP PRODUKSI PADI SAWAH DI KELURAHAN DEMBE JAYA KECAMATAN KOTA UTARA KOTA GORONTALO Ismail Hulopi; Amelia Murtisari; Yuriko Boekoesoe
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 2, NO 3, 2018
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) Hubungan karakteristik petani dengan produksi padi sawah di Kelurahan Dembe Jaya. 2) Pengaruh kegiatan penunjang agribisnis terhadap produksi padi sawah di Kelurahan Dembe Jaya. Penelitian dilakukan di Kelurahan Dembe Jaya Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo dari bulan Agustus sampai November 2017.Penentuan sampel dilakukan secara sensus dengan jumlah sampel sebanyak 45responden.Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survey. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi rank spearman dan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1)Hubungan karakteristik petani dengan hasil produksi padi sawahdi Kelurahan Dembe Jaya memiliki hubungan yang positif dengan hasil korelasi koefisien dari masing-masing variabel yaitu umur 0,482 dengan tingkat signifikan 0,001, tingkat pendidikan 0,629 dengan tingkat signifikan 0,000, lama berusahatani 0,811 dengan tingkat signifikan 0,000, dan luas lahan 0,544 dengan tingkat signifikan 0,000. Nilai signifikan tersebut lebih kecil dari α=5% (0,05). 2)Pengaruh kegiatan penunjang agribisnis terhadap produksi padi sawah di Kelurahan Dembe Jaya, dari pengujian secara serempak kegiatan penunjang agribisnis yang terdiri dari subsidi pupuk, kredit usahatani dalam PUAP, dan frekuensi mengikuti penyuluhan memiliki pengaruh nyata terhadap produksi padi sawah, hal ini ditunjukkan oleh nilai dari F hitung (50,166) lebih besar dari F tabel (2,84) pada α=5%, sedangkan dari pengujian secara parsial yang memiliki hubungan nyata terhadap produksi padi sawah yaitu subsidi pupuk dan kredit usahatani dalam PUAP, dan untuk frekuensi mengikuti penyuluhan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap produksi padi sawah di Kelurahan Dembe Jaya, hal inikarena dalam proses penyuluhan belum optimal dijalankan sehingga tidak mempengaruhi hasil produksi padi sawah.
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN IKAN MUJAIR DI PESISIR DANAU LIMBOTO David Dwiyahya M Tuna; Yanti Saleh; Amelia Murtisari
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 4, NO 1, 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PEMASARAN CABAI RAWIT DI KABUPATEN BOALEMO Robiah Adhawiyah; Yuriko Boekoesoe; Yanti Saleh
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 2, NO 3, 2018
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) Saluran atau Distribusi pemasaran cabai rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, 2) Faktor apa yang menyebabkan fluktuasi harga cabai rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, 3) Margin Pemasaran Cabai Rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus Tahun 2017. Metode yang digunakan adalah metode survei yaitu pengumpulan data berdasarkan wawancara dan observasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sampel jenuh dengan jumlah total 25 responden yaitu 15 orang petani dan pedagang pengumpul 5 orang dan pedagang pengecer 5 orang. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis margin distribusi dan analisis margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran untuk Cabai Rawit di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo terdapat 2 saluran yaitu saluran pemasaran langsung dan pemasaran tidak langsung. Dan di bentuk dengan lembaga pemasaran terdiri dari pemasaran langsung yaitu Petani dan Konsumen Akhir. Sedangkan untuk saluran pemasaran tidak langsung terdiri dari Petani, Pedagang Pengumpul, Pedagang Pengecer dan Konsumen akhir. Dengan margin saluran pemasaran tidak langsung sebesar Rp. 15,000 dimana terdiri dari margin pedagang pengumpul sebesar Rp. 10,000/Kg, dan untuk pedagang pengecer sebesar Rp. 5,000/Kg. Dengan melalui banyaknya lembaga dan biaya pemasaran yang dikeluarkan. Sehingga margin yang di dapat nilainya besar sedangkan keuntungan yang didapat lebih sedikit dibandingkan saluran II (pemasaran langsung) yang tidak mempunyai margin karena tidak melalui lembaga pemasaran atau perantara yang dimana petani menjual langsung cabai rawit pada konsumen akhir. Sehingga saluran II (pemasaran langsung) ini dapat dikatakan menguntungkan bagi petani cabai rawit. Tingginya nilai margin dipengaruhi oleh rendahnya nilai biaya pemasaran yang dikeluarkan. Sehingga saluran yang paling menguntungkan produsen atau di tingkat petani.

Page 7 of 24 | Total Record : 233