cover
Contact Name
Muhammad Agreindra Helmiawan
Contact Email
agreindra@stmik-sumedang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppm@stmik-sumedang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Infoman's: Jurnal Ilmu-Ilmu Manajeman dan Informatika
ISSN : 19783310     EISSN : 26153467     DOI : -
Core Subject : Science,
Infoman's Journal is a scientific journal published by the STMIK Sumedang. This journal contains scientific papers from Academics, Researchers, and Practitioners about research on informatics.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2017): Infoman's" : 6 Documents clear
Penggunaan Analisis SWOT Dan AHP Untuk Menentukan Strategi Sistem Informasi Pada 58 Karpet Ipan Darmanto
Infoman's : Jurnal Ilmu-ilmu Manajemen dan Informatika Vol. 11 No. 1 (2017): Infoman's
Publisher : STMIK Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33481/infomans.v11i1.37

Abstract

Keunggulan kompetitif saat ini mutlak harus dimiliki oleh para pelaku bisnis supaya mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu kemampuan pelaku bisnis dalam memanfaatkan keberadaan teknologi informasi saat ini bukan lagi sebagai suatu pilihan akan tetapi menjadi suatu keharusan. Namun keberadaan teknologi itu sendiri jangan menjadi masalah atau boomerang bagi perusahaan kalau perusahaan yang bersangkutan tidak mampu mengimplemantasikannya secara tepat. Untuk mengimplementasikan secara tepat maka pelaku bisnis harus mempunyai perencanaan strategi sistem informasi yang selaras dengan strategi perusahaan. Menyadari hal tersebut, 58 Karpet perlu membuat sebuah perencanaan strategi yang tepat agar penggunaan sistem informasi bisa dilakukan secara efektif da efisien. Perencanaan strategi yang dilakukan mempergunakan analysis SWOT dan teknik analisis nya mempergunakan teknik AHP. Dari hasil analisis ini diperoleh bahwa nilai rasio konsistensi faktor kekuatan adalah 5,776 %, faktor kelemahan 2,695%, peluang 6,034% dan ancaman 8,44%. Hasil perhitungan analisis SWOT diperoleh nilai IFE sebesar 2,00 dan nilai EFE 2,32 yang artinya bahwa stratgei yang dapat dipergunakan untuk 58 karpet adalah strategi agresif. Sedangkan kondisi dari kedewasaan sistem dari 58 karpet berada pada fase integration. Dengan kondisi tersebut maka sistem yang dibangun oleh 58 Karpet adalah pada fase Integration.
Sistem Informasi Mahasiswa Berbasis Online (Studi Kasus : STIE Sebelas April Sumedang) Kiki Alibasah
Infoman's : Jurnal Ilmu-ilmu Manajemen dan Informatika Vol. 11 No. 1 (2017): Infoman's
Publisher : STMIK Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33481/infomans.v11i1.38

Abstract

Sistem informasi berbasis online merupakan salah satu terobosan dalam perguruan tinggi berkembang. Bukan masalah gengsi tapi perkembangan ini sudah menjadi kebutuhan yang harus dimiliki oleh perguruan tinggi. STIE Sebelas April Sumedang menjadi salah satu perguruan tinggi yang berusaha meningkatkan kualitas layanan dengan mengembangkan sistem informasi berbasis online bagi mahasiswa. Permasalahan utamanya yaitu semakin meningkatnya jumlah mahasiswa STIE Sebelas April Sumednag sedangkan yang jadi permasalahan disini yaitu layanan yang masih terbatas sehingga perlu adanya sebuah sistem berbasis online. Dengan adanya sistem informasi mahasiswa berbasis online ini jelas akan memberikan akses yang lebih cepat dan tidak terbatas bagi mahasiswa karena dapat diakses secara online.
Pemodelan Proses Bisnis (Studi Kasus PD. Simpati Sumedang) Leni Nurhayati; David Setiadi
Infoman's : Jurnal Ilmu-ilmu Manajemen dan Informatika Vol. 11 No. 1 (2017): Infoman's
Publisher : STMIK Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33481/infomans.v11i1.39

Abstract

Perusahaan dapat mencapai keunggulan bersaing melalui proses bisnisnya. Proses bisnis merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan baik secara paralel maupun berurutan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam perusahaan terjadi konversi dari input menjadi output dan di perlukan banyak proses yang saling berhubungan dari fungsi - fungsi struktural yang ada. Analisis proses bisnis perlu dilakukan oleh perusahaan agar dapat mengevaluasi proses bisnis yang ada sehingga diketahui area perbaikan proses yang perlu dilakukan. Pemodelan proses bisnis merupakan tahapan yang penting dalam analisis proses bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi proses bisnis pada PD. Simpati dan membuat pemodelan proses bisnis yang sedang berjalan (As-Is Model) pada PD. Simpati. Metode BPMN digunakan dalam penelitian ini. BPMN adalah singkatan dari Business Process Modeling Notation, yaitu suatu metode pemodelan proses bisnis, dan juga sebagai alat desain pada sistem yang berbasis pesan (message-based). Hasil penelitian mengidentifikasi proses bisnis inti pada PD. Simpati terdiri dari proses pemasaran, pemenuhan order, dan layanan pelanggan. Proses bisnis inti yang paling krusial yaitu proses pemenuhan order dibuat pemodelannya dengan Business Process Diagram (BPD) menggunakan elmen-elemen dalam BPMN
Analisis Perbandingan Metode Fuzzy Tsukamoto, Mamdani dan Sugeno dalam Pengambilan Keputusan Penentuan Jumlah Distribusi Raskin di Bulog Sub. Divisi Regional (Divre) Cianjur Sri Widaningsih
Infoman's : Jurnal Ilmu-ilmu Manajemen dan Informatika Vol. 11 No. 1 (2017): Infoman's
Publisher : STMIK Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33481/infomans.v11i1.40

Abstract

Beras untuk penduduk miskin (raskin) merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin yang dikelola oleh Bulog. Permasalahan yang terjadi yaitu sering kurang tepatnya pemberian jumlah raskin dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin yang ada di suatu kota/kabupaten diantaranya Kabupaten Cianjur. Salah satu model yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan jumlah distribusi raskin adalah model logika fuzzy karena model ini dapat menangani data-data yang tidak linier. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan antara ketiga metode sistem inferensia fuzzy yang sering digunakan yaitu metode Tsukamoto, Mamdani, dan Sugeno. Variabel input berupa jumlah penduduk miskin dan jumlah rata-rata stok, sedangkan variabel output berupa jumlah distribusi raskin. Untuk mengevaluasi output digunakan dua teknik yaitu perbandingan standar eror dan uji hipotesis t-test. Dari ketiga metode diperoleh nilai MAPE masing-masing untuk metode Tsukamoto (28,05%), Mamdani(39,05%), dan Sugeno (7,45%). Untuk uji hipotesis hanya metode Sugeno yang hipotesisnya diterima sehingga dari dua teknik evaluasi output, metode Sugeno yang terbaik untuk pengambilan keputusan jumlah distribusi raskin di Cianjur
Antisipasi Dampak Social Engineering Pada Bisnis Perbankan Dani Indra Junaedi
Infoman's : Jurnal Ilmu-ilmu Manajemen dan Informatika Vol. 11 No. 1 (2017): Infoman's
Publisher : STMIK Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.369 KB) | DOI: 10.33481/infomans.v11i1.34

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membuat institusi perbankan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa. Kecanggihan teknologi yang diterapkan oleh institusi perbankan telah diakui mampu menangkal potensi kejahatan perbankan yang dilakukan oleh hacker. Menyadari semakin canggihnya perlindungan sistem perbankan, hacker tidak hanya beroperasi di balik komputer untuk menyerang targetnya, mereka juga menghampiri targetnya secara langsung untuk mendapatkan informasi berharga yang mereka butuhkan sehingga dapat mengakses sistem yang terlindungi oleh benteng keamanan dan membuat penanganan keamanan apapun menjadi tidak berguna, cara seperti inilah yang biasa disebut sebagai Social Engineering. Dalam social engineering, si pelaku memanfaatkan sifat alamiah dari manusia. Hal ini diartikan bahwa betapa sifat alami manusia dapat diketahui dan dipelajari juga dimanfaatkan untuk tujuan tertentu. Kejahatan social engineering sangat membahayakan bisnis perbankan karena berpotensi menimbulkan kerugian finansial, reputasi dan hukum bagi bank dan nasabahnya melalui serangan fisik dan serangan psikologis. Untuk mengurangi resiko tersebut, bank perlu untuk melatih dan mendidik staf mereka mengenai ancaman keamanan dan bagaimana caranya mengenali dan mengantisipasi serangan Social Engineering. Untuk mencegah dampak social engineering pada bisnis perbankan diperlukan langkah antisipatif melalui mencegah kebocoran password, keamanan akses informasi, verifikasi kontak, mengikuti prosedur, pelaporan tindakan mencurigakan, menjaga emosi, pelatihan berkelanjutan dan memberikan edukasi kepada nasabah
Penilaian Hasil Kegiatan Belajar Mahasiswa Menggunakan Metode Cluster Non-Hierarki Haryoso Wicaksono
Infoman's : Jurnal Ilmu-ilmu Manajemen dan Informatika Vol. 11 No. 1 (2017): Infoman's
Publisher : STMIK Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.214 KB) | DOI: 10.33481/infomans.v11i1.36

Abstract

Pengambilan keputusan dalam evaluasi pendidikan, salah satunya adalah penilaian atas kegiatan belajar mahasiswa dalam satu semester pada satu mata kuliah tertentu. Metode yang bisa diterapkan adalah Metode Data Mining, yaitu Clustering Non-Hierarki. Dipakai sebagai metode alternatif atas metode penilaian dengan pembobotan yang selama ini lazim digunakan. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, metode Cluster ini bisa dipakai sebagai metode alternatif penilaian atas kegiatan belajar mahasiswa dalam satu semester pada satu mata kuliah tertentu. Metode Cluster yang digunakan adalah Metode Non-Hierarki. Data yang diolah sebanyak 56 record dengan tujuan mengelompokkan isi dari variabel-variabel Hadir, Nilai Hadir, Nilai Tugas, Nilai UTS & Nilai UAS. Jumlah Cluster yang direncanakan adalah 5, mengacu kepada nilai-nilai huruf yang dipakai untuk penilaian. Yaitu, nilai huruf A, B, C, D & E. Hasil dari metode Cluster Non-Hierarki tadi dibandingkan dengan penentuan penilaian dengan metode pembobotan yang lazim dipakai selama ini. Hasil perbandingan didapatkan 73,21% didapatkan nilai huruf yang sama, antara metode Cluster Non-Hierarki dengan metode pembobotan yang lazim dipakai selama ini. Diperlukan lebih banyak record untuk meningkatkan kualitas penilaian menggunakan metode Cluster Non-Hierarki ini. Diperlukan kebijakan akademik untuk menerapkan metode penilaian menggunakan metode Cluster Non-Hierarki ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 6