cover
Contact Name
aqlania
Contact Email
aqlania@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aqlania@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No. 30 Panancangan Cipocok Jaya, Sumurpecung, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Aqlania
ISSN : 20878613     EISSN : -     DOI : -
The Aqlania Journal is a scientific journal that focuses on the publication of research results in religious philosophy, humanitarian and environmental studies. This journal is published periodically twice a year in June and December. The Aqlania journal is open to researchers, practitioners and observers of religious, human and environmental philosophy studies. This journal is managed by the Department of Aqeedah and Islamic Philosophy Philosophy Faculty of Ushuluddin and Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2017): June" : 4 Documents clear
Kontektualisasi Pemikiran Dakwah Hasan Al-Banna Samian Hadisaputra
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 8 No 1 (2017): June
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.571 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v8i01.1019

Abstract

Hasan Al-Banna merupakan sosok pendakwah yang memiliki jiwa militansi yang agung siap dengan segala resiko dan konsekuensinya dalam menjalankan tugas sucinya. Dengan ketegaran dan ketulusan yang dimilikinya membuat pemikiran dan gerakan dakwanya berkembang pesat keseluruh dunia Islam hingga saat ini , walaupun di tempat kelahirannya gerakan dakwah Hasan al-Banna yang terorganisir melalui Ihkwanul Muslimin dibubarkan di Mesir.
Homoseksual dalam Perspektif Agama-Agama di Indonesia Syafi’in Mansur
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 8 No 1 (2017): June
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.002 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v8i01.1020

Abstract

Sejarah telah mencatat dalam lebaran kehidupan manusia, bahwa homoseksual telah terjadi dalam sejarah kehidupan manusia pada zaman kaumnya Nabi Luth yang belum pernah terjadi pada zaman-zaman umat terdahulu. Perbuatan homoseksual yang tidak diperkenan dengan Tuhan karena telah menyalahi fitrah manusia sehingga mereka disiksa. Homoseksual sekarang menjadi perbincangan di Indonesia dengan nama LGBT ini yang dapat mendatangkan musibah dan bencana serta penyakit yang sedang diperjuangkan oleh aktivis LGBT untuk dibolehkannya pernikahan sesama jenisnya. Maka agama Islam, Kristen {Katolik dan Protestan], Hindu, Buddha dan Konghucu meresponnya. Kalau agama Hindu, Buddha dan Konghucu tidak terlalu keras dalam melarang homoseksual dan LGBT. Sedangkan agama Islam dan Kristen adalah sangat keras melarangnya, bahkan dianggap sebagai kejahatan dan dosa serta dikutuk oleh Tuhan dan seharusnya dihukum dengan hukuman mati. Tetapi kalau mereka bertaubat kepada Tuhan maka Tuhan akan memafkan dan kembali menjadi manusia yang normal sehingga menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohaninya.
Menelusuri Konsep Filsafat Islam tentang Sejarah Jaipuri Harahap
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 8 No 1 (2017): June
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.256 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v8i01.1022

Abstract

Islamic philosophy is not only a study on theology, but also a study of way of life as a whole. Even though Greek Phylosophy regarded as a philosophical root, but it is not the one reference for Muslim Philosophers who try to absorp history as a consept. Greek and Islamic Philosophy have two different view -- if it is not contradictive -- on history.History in Islamic viewis to record on a part of God planning which is already appeared. It should be recognized that this world is existed because of God power, where everything is planned since azali time. Knowledge about history is a thing opened by God to the universe. From this point of view, history has influenced by religiousity. Thus, Islam adds morality in historical consept. Al-Quran, Muhammad, and all Muslims form the first generation had talked us about how important of a history. We all need to history. Therefore, study from the past and history should be placed as a guidance for the life in the future.
Konsep Fitrah dan Bedanya Dari Nativisme, Empirisme, dan Konvergensi Siti Fauziyah
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 8 No 1 (2017): June
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.881 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v8i01.1023

Abstract

Fitrah secara istilahi adalah tauhid (Islam) berupa agama yang lurus, baik, dan tidak berubah, dimana Allah telah menganugerakan potensi tauhid ini kepada seluruh manusia sejak lahirnya. Yang membedakan konsep fitrah dengan Nativisme, yaitu peniadaan faktor eksternal (lingkungan) sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan individu. Sedangkan yang membedakan konsep fitrah dari empirisme adalah pada masalah dasar yang dibawa manusia sejak lahir, dalam Empirisme manusia lahir sebagai tabularasa sedangkan pada konsep fitrah, manusia dilahirkan dengan membawa sejumlah bawaan atau kecenderungan diantaranya adalah potensi tauhid. Adapun yang membedakan konvergensi dengan fitrah adalah pada dasar yang dibawa manusia sejak lahir. Jika dasar atau potensi pada konvergensi adalah kosong dari tauhid maka dalam konsep fitrah manusia dilahirkan dengan membawa potensi tauhid.

Page 1 of 1 | Total Record : 4