cover
Contact Name
aqlania
Contact Email
aqlania@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aqlania@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No. 30 Panancangan Cipocok Jaya, Sumurpecung, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Aqlania
ISSN : 20878613     EISSN : -     DOI : -
The Aqlania Journal is a scientific journal that focuses on the publication of research results in religious philosophy, humanitarian and environmental studies. This journal is published periodically twice a year in June and December. The Aqlania journal is open to researchers, practitioners and observers of religious, human and environmental philosophy studies. This journal is managed by the Department of Aqeedah and Islamic Philosophy Philosophy Faculty of Ushuluddin and Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2017): December" : 4 Documents clear
Strategi Pemikiran Pengembangan Lembaga PTAIS Menghadapi Era Globalisasi di Indonesia Syukri Syukri
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 8 No 2 (2017): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.107 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v8i02.1024

Abstract

Lembaga Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIS) mempunyai peran yang sangat urgen untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa Indonesia. PTAIS juga menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa dan menjadi cermin kepribadian masyarakatnya. PTAIS dalam relevansinya dengan globalisasi di Indonesia terus dikembangkan dan diarahkan untuk mendidik anak bangsa agar mampu meningkatkan daya penalaran, menguasai IPTEK dan IMTAK, karena itu, tata kehidupan akademik kampus lembaga PTAIS dikembangkan sebagai masyarakat ilmiah yang berwawasan budaya bangsa, sehingga mampu bersaing dalam menghadapi era globalisasi. Untuk tujuan itu, PTAIS harus mengembangkan langkah-langkah pemikiran strategis, yaitu; materi keilmuan dan kurikulum PTAIS harus kembali kepada sumber utama ajaran Islam dan tujuan pendidikan nasional, tidak ada dikhotomi antara ilmu-ilmu keislaman dengan umum, melahirkan ijtihad atau pemikiran baru dan aktualisasi tradisi, PTAIS memiliki sarana, fasilitas, biaya operasional dan donator kelangsungan pendidikan, memilki tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional dan proporsional, maka barulah PTAIS dapat menghadapi era globalisasi yang handal di Indonesia.
Kerukunan dalam Perspektif Agama-Agama di Indonesia Syafi'in Mansur
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 8 No 2 (2017): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1628.449 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v8i02.1025

Abstract

Fenomena kerukunan atau toleransi umat beragama di Indonesia memang menarik diamati karena kerukunan umat beragama di Indonesia dapat tumbuh subur dengan agama-agama yang bermacam-macam, ada Islam, Kristen [Katolik dan Protestan], Hindu, Buddha dan Khonghucu. Namun tetap semua agama sama-sama menjaga umatnya untuk menjadi rukun, damai, kasih sayang dan saling menghormati dan menghargai. Bahkan Indonesia bisa menjadi contoh bagi dunia tentang toleransi atau kerukunan yang dapat tumbuh dengan keragamaan atau khebinekaan. Begitu pula, para tokoh agama saling bahu-membahu dalam menciptakan kerukunan atau toleransi di Indonesia.
Sayyed Hossein Nasr tentang Filsafat Perennial dan Human Spiritualitas Jaipuri Harahap
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 8 No 2 (2017): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.867 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v8i02.1026

Abstract

According to Hossein Nasr, what is occurred on the failure of Western civilization nowadays is because of their effort to isolate human being form its essence by eliminating human spirituality as a pillar of civilization itself. To dealt with, Nasr offered a solution through perennial philosophy that is a new knowledge approach integrated spiritual and rational dimension of philosophy which back to divine revelation, called traditional philosophy.Through perennial philosophy, then, Nasr tried lead human being to an awareness of that only God is an absolute thing, source of all things, including religious plurality and any religious sites. Therefore, Nasr ask to find each similarity and difference to encourage positive doctrine from it primordial, not to create enmity.
Tauhid dalam Tasawuf Muhammad Alif
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 8 No 2 (2017): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1318.475 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v8i02.1027

Abstract

Konsep bersatunya manusia dengan Tuhan (ittiĥād) dan berkomunikasinya manusia dengan Tuhan (ittişāl) telah tertanam dalam pemikiran kaum sufi sejak dulu, walaupun sebagian orang yang anti taşawwuf menggugat dan menyangkal kedua ajaran tersebut sebagai ajaran Islam. Bagi mereka kedua ajaran itu sering dipandang sebagai perbuatan syirik, karena dianggap sebagai ajaran yang memandang Tuhan sebagai imanen tidak transenden serta mengabaikan dualitas antara Tuhan dan makhluk-Nya.

Page 1 of 1 | Total Record : 4