Articles
449 Documents
SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS TIO2 YANG DISINTESIS MENGGUNAKAN METODE SOL GEL SPIN COATING
Ramadhani Perdana;
Dahyunir Dahlan;
Harmadi -
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 1 (2014): March 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.1.18-24.2014
Telah dilakukan sintesis lapisan tipis TiO2 dengan menggunakan metode Sol Gel Spin Coating dari prekursor Titanium butoxide. Larutan TiO2 dideposisikan diatas substrat kaca dengan kecepatan 2500 rpm selama 30 detik. Lapisan TiO2 yang terbentuk dipanaskan pada suhu 500 °C dengan waktu tahan selama 1 jam. Karakterisasi optik lapisan TiO2 yang dihasilkan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada rentang panjang gelombang 300- 800 nm. Hasil karakterisasi menunjukkan energi gap TiO2 yang dipanaskan pada suhu 500 ° C dengan variasi waktu aging 0, 24, 48, dan 72 jam berturut- turut adalah 3,74 eV, 3,79 eV, 3,81 eV, dan 3,78 eV. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian waktu aging berdampak terhadap besarnya energi gap TiO2 yang dihasilkan.
POLA PENAMPANG LINTANG MAKROSKOPIK TOTAL DALAM SEL BAHAN BAKAR NUKLIR
Nurul Aini;
Mohamad Ali Shafii;
Ardian Putra
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 1 (2014): March 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.1.25-30.2014
Penampang lintang makroskopik memiliki peranan penting dalam menghitung transport neutron yang terjadi pada reaktor nuklir. Hasil penampang lintang digunakan untuk menghitung nilai distribusi fluks neutron yang terjadi di teras reaktor. Penelitian ini menampilkan nilai penampang lintang makroskopik total dari sebuah sel bahan bakar nuklir. Tahap awal dilakukan dengan menentukan bahan bakar yang digunakan yaitu uranium-plutonium nitride, kemudian fraksi massa dan fraksi volume, cladding, dan pendingin. Perhitungan penampang lintang makroskopik ini dilakukan dengan metode simulasi komputer menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 7.0. Program yang digunakan adalah program homogenisasi sel dengan data library JFS-3-J33 dari JAEA (Japan Atomic Energy Agency) yang menghasilkan nilai penampang lintang makroskopik total untuk 70 grup energi. Hasil analisis menunjukan bahwa pola penampang lintang makroskopik total untuk nuklida uranium dan plutonium pada energi tinggi (unresolved resonance) mengalami tumpang tindih (overlap) dalam sel bahan bakar nuklir.
KONDUKTIVITAS ELEKTRODA DARI CAMPURAN RESIN DAMAR DAN ZEOLIT DARI BOTTOM ASH
Afdhal Muttaqin;
Emriadi Emriadi;
Olly Norita Tetra
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 1 (2014): March 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.1.31-35.2014
Proses sokletasi terhadap resin damar dengan menggunakan pelarut heksana mempengaruhi sifat konduktivitas dari campuran damar dengan zeolit pada perbandingan tertentu. Konduktivitas elektroda dari resin damar dan zeolit bottom ash diukur dengan menggunakan rangkaian sederhana. Elektroda dibuat dengan mencampur hasil sokletasi resin damar dan zeolit dengan perbandingan tertentu. Zeolit yang digunakan merupakan hasil sentesis dari limbah bottom ash melalui metoda hidrotermal menggunakan peleburan NaOH. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa damar yang telah disokletasi mempunyai konduktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan damar tanpa sokletasi.
ANALISIS PERGESERAN MIKRO MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK FD 620-10
Bayu Hadi Saputro;
Harmadi -;
Wildian -
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 1 (2014): March 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.1.36-39.2014
Telah diperoleh sensitivitas sensor serat optik untuk pengukuran pergeseran mikro. Pergeseran mikro diukur dengan menggunakan metode sensor serat optik ekstrinsik. Susunan sistem sensor serat optik terdiri dari serat optik produksi autonics tipe FD 620-10, laser dioda dengan 𜆠= 650 ð‘›ð‘š, dan fotodetektor OPT101. Sensitivitas tertinggi berada pada jarak 1 mm sampai 2 mm yakni sebesar 2,506. Maksimum pengukuran pergeseran mikro yang dapat dipakai adalah 3 mm.
STUDI HASIL PHOTOLUMINESCENCE PADA LAPISAN TIPIS TIO2 YANG DIDOPING Sn DAN HUBUNGANNYA DENGAN AKTIFITAS FOTOKATALITIK DALAM MENDEGRADASI SENYAWA ASAM STEARAT SEBAGAI MODEL POLUTAN
Diana V. Wellia
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.2.40-44.2014
Photoluminescence merupakan suatu teknik non-destructive dan memiliki sensitivitas yang tinggi untuk mempelajari sifat fotofisika dan fotokimia suatu semikonduktor. Pengukuran photoluminescence dari beberapa sampel lapisan tipis TiO2 yang didoping Sn dilakukan pada suhu kamar. Panjang gelombang eksitasi yang digunakan adalah 300 nm dengan lebar celah emisi 1 nm. Photoluminescence merupakan suatu teknik pengukuran yang bisa memberikan informasi mengenai kekosongan oksigen atau cacat pada permukaan kristal, kondisi permukaan serta pemisahan atau penggabungan muatan, yang berhubungan erat dengan aktifitas fotokatalitiknya. Pada percobaan ini, doping dengan Sn memperlihatkan pengaruh yang jelas pada intensitas photolumniscence nanopartikel TiO2 pada puncak 370 nm tetapi tidak terlalu jelas pada puncak 470 nm. Sampel Sn-3 (dengan konsentrasi Sn4+ 3.2 wt%) menunjukkan intensitas puncak yang paling rendah dibandingkan sampel-sampel lainnya yang menunjukkan rendahnya kecepatan rekombinasi elektron-hole. Hal ini mendukung hasil aktifitas fotokatalitik Sn-3 yang lebih baik dibandingkan dengan sampel-sampel lainnya.
PREDIKSI DISTRIBUSI SAND MENGGUNAKAN PEMODELAN GEOSTATISTIK
Elistia Liza Namigo
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.2.45-51.2014
Gambaran distribusi fasies dan heterogenitas geologi yang representatif sangat diperlukan dalam pengelolaan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas di bawah permukaan. Telah dilakukan pemodelan distribusi sand pada formasi Missisauga, lapangan Penobscot dengan menggunakan tiga algoritma berbasis grid yaitu Sequential Indicator Simulation (SIS) dan Truncated Gaussian Simulation (TGS) dan Multipoint Geostatistic (MPG). SIS dan TGS yang merupakan algoritma yang berbasis variogram, mampu menghasilkan model yang merepresentasikan korelasi spasial antar sumur dengan cukup baik namun belum secara optimal menangkap geometri fasies akibat sifat dari variogram yang hanya bisa memodelkan kontinuitas spasial antara dua lokasi pada satu waktu. TGS lebih unggul dibandingkan SIS pada aspek keterhubungan lateral dari sand channel dan distribusi fasies terlihat lebih well-ordered (sand-shalysand-shale).. MPG yang merupakan metode yang didasarkan pada data singkapan menawarkan korelasi lateral yang lebih baik.
PENGEMBANGAN METODE DUAL-FREKUENSI UNTUK MENGAMATI STRUKTUR VERTIKAL RAINDROP SIZE DISTRIBUTION (DSD) DI KOTO TABANG
Mutya Vonnisa
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.2.52-58.2014
Metode untuk mengamati struktur vertikal parameter mikrofisika hujan yang dikenal dengan DSD telah dikembangkan menggunakan data Equatorial Atmosphere Radar (EAR) dan Boundary Layer Radar (BLR) di Koto Tabang, Sumatera Barat, Indonesia. Spektrum hujan dari BLR yang merupakan fungsi DSD dimodelkan dengan modifikasi fungsi gamma dan spektrum turbulen atmosfir dari EAR dimodelkan dengan fungsi Gauss. Parameter DSD dan turbulen didapatkan dengan menggunakan metode non-linear least square fitting. Data dari Joss-Wadvogel Disdrometer (JD) digunakan untuk memvalidasi hasil yang didapatkan dari data radar. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa metode dual-frekuensi lebih akurat dibandingkan dengan metode single-frekuensi. Hal itu ditunjukkan oleh hasil fitting spektrum hujan dari metode dualfrekuensi lebih tinggi dan jelas dibandingkan metode single-frekuensi. Selain itu DSD yang dihasilkan oleh metode dual-frekuensi lebih mendekati DSD dari JD dibandingkan dengan singlefrekuensi.
ANALISA GANGGUAN FREKUENSI RADIO DAN FREKUENSI PENERBANGAN DENGAN METODA SIMULASI
Benriwati Maharmi
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.2.54-67.2014
Kisaran frekuensi radio komersil dan frekuensi penerbangan berdekatan sehingga berpotensi untuk terganggu. Kondisi tersebut bisa membahayakan keselamatan penerbangan karena tidak jelasnya informasi yang diterima oleh pilot. Tujuan penelitian ini mengkaji potensi gangguan frekuensi pemancar radio terhadap frekuensi penerbangan, menggunakan metoda simulasi. Gangguan dilihat dari nilai Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) yang terjadi pada hasil simulasi sehingga dapat mengidentifikasi apakah pengguna radio frekuensi sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Informasi dari simulasi juga dapat mengetahui mode dari modulasinya sehingga diketahui jenis intermodulasi dan pemancar-pemancar radio penyebabnya. Dari hasil simulasi dengan menggunakan VSWR ini juga dapat disimpulkan bahwa stasiun radio yang beroperasi perangkatnya sudah memenuhi standar dan harus senantiasa diperiksa kondisi perangkatnya untuk menjaga linearitas jaringannya agar emisi tersebar (spourius emission) yang terdiri dari harmonisa, intermodulasi, parasitik dapat dikendalikan level dayanya. Untuk mengatasi gangguan frekuensi radio, disarankan menggunakan peralatan berupa low pass filter untuk meminimalkan besarnya level frekuensi intermodulasi sehingga tidak mengganggu frekuensi existingnya.
PERANCANGAN ALAT UKUR TSS (TOTAL SUSPENDED SOLID) AIR MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK SECARA REAL TIME
Ani Fatimah;
Harmadi -;
Wildian -
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.2.68-73.2014
Telah dirancang pengembangan sistem pengukuran TSS (Total Suspended Solid) dalam air menggunakan sensor serat optik secara real time. Sistem sensor serat optik mengukur nilai TSS dalam air memanfaatkan perubahan tegangan keluaran yang dihasilkan oleh fotodetektor akibat perubahan nilai TSS air. Rancangan sistem terdiri dari sumber cahaya berupa LED merah, serat optik FD-620-10, fotodioda OPT101, penguat istrumentasi IC INA114, mikrokontroler Arduino UNO dan program LabView sebagai penampil. Serat optik sepanjang 18,5 cm dikupas claddingnya sepanjang 5 cm, dan dibersihkan menggunakan larutan aseton, selanjutnya digunakan sebagai probe sensor. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan sistem yang dirancang dengan standar pengukuran menggunakan metode gravimetri. Data yang diperoleh melalui pengukuran dianalisis menggunakan teori kesalahan dan metode grafik. Rata-rata dari 10 data dalam 120 detik dengan metode gravimetri menghasilkan perbedaan maksimum 4 V/(mg/L). Tegangan keluaran sensor berbanding terbalik dengan nilai TSS dalam air. Kesalahan relatif rata-rata didapatkan 4,04%.
PENENTUAN TIPE FLUIDA SUMBER MATA AIR PANASDI KECAMATAN GUNUNG TALANG, KABUPATEN SOLOK
Rahmatul Hidayat;
Ardian Putra
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 6 No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jif.6.2.74-80.2014
Telah dilakukan penelitian tentang penentuan tipe fluida mata air panas di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Berdasarkan analisis kandungan ion HCO3 - , SO4 2- , dan Cl- dengan menggunakan diagram trilinier atau diagram Piper. Pengujian kandungan ion HCO3 - menggunakan metode titrasi, pengujian kandungan ion SO4 2- menggunakan metode spektrofotometri dan untuk pengujian kandungan ion Cl- digunakan hubungan nilai konduktivitas listrik dan kandungan ion klorida. Sampel mata air panas diambil dari lima lokasi yang berbeda. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah kandungan ion tertinggi dari kelima sumber mata air panas adalah ion sulfat, kemudian bikarbonat dan kandungan terendahnya adalah ion klorida. Dari diagram trilinier dapat disimpulkan bahwa kelima sumber mata air panas di Kecamatan Gunung Talang bertipe air sulfat.