cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki14apr12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marzuki14apr12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Arjuna Subject : -
Articles 449 Documents
PEMETAAN LAJU DOSIS RADIASI MENGGUNAKAN TLD-100 DI PABRIK SEMEN Alwis Abbas
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 1 No 1 (2009): March 2009
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.1.1-4.2009

Abstract

Telah dilakukan pemetaan laju dosis radiasi di pabrik semen dengan sumber radiasi buatan (Sinar-X) dan alam. Pemetaan laju dosis radiasi masing-masing dilakukan di tiga tempat, yaitu pada radiasi buatan (Sinar-X) pemetaan dilakukan di ruangan CCR, On Stream 1 dan On Stream 2 sedangkan pada sumber radiasi alam pemetaan dilakukan di daerah storage, cement mill dan silo cement. Pemetaan dilakukan dengan cara memasang TLD-100 pada masing-masing ruangan dari 2 hingga 5 titik pemasangan, radiasi buatan (Sinar-X) pada ruangan CCR dilakukan pemasangan selama 17 hari dan pada ruangan On Stream dilakukan pemasangan selama 19 hari sedangkan pada radiasi alam dilakukan pemasangan selama satu bulan. Laju dosis radiasi buatan (Sinar-X) terbesar pada masing-masing ruangan terletak pada ruangan CCR di belakang pesawat Sinar-X sebesar 0,167 mSv/17 hari dan ruangan on stream 1 di samping pesawat Sinar-X sebesar 0,101 mSv/19 hari. Laju dosis radiasi alam terbesar pada masing-masing daerah terletak pada storage pasir besi sebesar 0,117 mSv/bulan, daerah cement mill 3 sebesar 0,141 mSv/bulan dan silo cement 2 sebesar 0,109 mSv/bulan. Menurut Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) tingkat radiasi buatan (Sinar-X) maupun alam masih dikategorikan daerah pengawasan dengan tingkat radiasi sangat rendah.
PENENTUAN POLA SUBDUKSI LEMPENG INDO-AUSTRALIA DI SUMATERA BARAT PADA SEGMEN IRISAN VERTIKAL Arif Budiman
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 1 No 1 (2009): March 2009
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.1.5-10.2009

Abstract

Penentuan pola subduksi di Sumatera Barat diperoleh dari pengeplotan data gempa bumi dengan berbagai variasi kedalaman sumber gempa pada segmen irisan vertikal sejajar trench. Dalam kurun waktu 1900 sampai 2005 tercatat sebanyak 659 data gempa dengan magnitudo ≥ 4 SR. Hasil analisis menunjukkan pola subduksi pada segmen A-A’, D-D’, F-F’ dan G-G’ tergolong landai dibandingkan segmen B-B’, C-C’ dan E-E’.
ANALISIS DOSIS RADIASI YANG DITERIMA ANAK DALAM KEGIATAN RADIODIAGNOSTIK FOTO THORAK PADA BEBERAPA RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG Dian Milvita
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 1 No 1 (2009): March 2009
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.1.1.11-16.2009

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis dosis radiasi yang diterima anak melalui kegiatan radiodiagnostik foto thorak pada beberapa rumah sakit di kota Padang. Penelitian dilakukan pada anak berusia 0 tahun sampai 15 tahun sebanyak 60 orang menggunakan dosimeter termoluminesensi-100 (TLD-100). Dari hasil analisis hubungan antara massa/berat badan pasien (kg) dan dosis radiasi (mGy) untuk ketiga rumah sakit terlihat bahwa kegiatan radiodiagnostik foto thorak pada tiga rumah sakit kurang memperhatikan kondisi fisik (massa) pasien. Hubungan tegangan alat (KVp) dan dosis radiasi permukaan yang dihasilkan (mGy) belum memenuhi jaminan kualitas untuk ketiga rumah sakit. Secara umum, dosis permukaan yang diterima pasien untuk semua kelompok umur jauh di atas dosis standar yang ditetapkan UNSCEAR. Pada rumah sakit A kisaran dosis radiasi permukaannya adalah 0,8 kali sampai 24 kali standar dosis UNSCEAR. Pada rumah sakit B kisaran dosis radiasi permukaannya adalah 1,2 kali sampai 8,5 kali standar dosis UNSCEAR. Sedangkan pada rumah sakit C kisaran dosis radiasi permukaannya adalah 1,2 kali sampai 11,7 kali standar dosis UNSCEAR.
Pengukuran Koefisien Absorbsi Material Akustik dari Serat Alam Ampas Tebu Sebagai Pengendali Kebisingan Fajri Ridhola; Elvaswer Elvaswer
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 7 No 1 (2015): March 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.7.1.1-6.2015

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengukuran koefisien absorbsi material akustik dari serat alam ampas tebu sebagai pengendali kebisingan. Metode yang digunakan yaitu metode tabung. Komposit berbahan dasar serat ampas tebu dengan matriks resin poliester–MEKPO. Komposit tersebut dibuat dengan massa serat berbeda dan massa resin poliester sama pada setiap sampel yaitu 60 g. Sampel 1 dengan massa serat 0,4 g, sampel 2 dengan massa serat 0,6 g, sampel 3 dengan massa serat 0,8 g, sampel 4 dengan massa serat 1 g dan sampel 5 dengan massa serat 1,2 g. Range frekuensi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz dan 8000 Hz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien absorbsi bunyi pada sampel ke 4 paling tinggi terjadi pada frekuensi 1000 Hz yakni 0,961 dan sampel ke 5 memiliki nilai koefisien absorbsi paling rendah pada frekuensi 500 Hz dengan nilai 0,363. Nilai impedansi akustik tertinggi terjadi pada sampel ke 4 yaitu pada frekuensi 8000 Hz dengan nilai 0,9774 dyne.s/cm5. Serat ampas tebu ini sangat cocok digunakan pada ruangan audio karena memiliki nilai koefisien absorbsi yang cukup tinggi pada frekuensi 1000 Hz.
Rancang-Bangun Sistem Kontrol Solution Shaker Berbasis Mikrokontroler AT89S51 dengan Motor Stepper Sebagai Penggerak Ridha Khairani; Imam Taufiq; Wildian -
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 7 No 1 (2015): March 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.7.1.7-13.2015

Abstract

Telah dihasilkan sebuah sistem kontrol solution shaker berbasis mikrokontroler AT89S51 dengan motor stepper sebagai penggerak. Sistem kontrol solution shaker ini dirancang untuk memudahkan pekerjaan di laboratorium terutama di laboratorium Elektronika dan Instrumentasi dalam hal melarutkan PCB. Motor stepper yang digunakan adalah motor stepper tipe TEAC 14769070-30 dengan menggunakan IC ULN2003 sebagai rangkaian penggeraknya. Sistem ini dikontrol dengan menggunakan mikrokontroler AT89S51. Arah putaran motor dan variasi kecepatan putar motor diatur dalam program yang ditulis dalam bahasa C. Pengujian yang dilakukan terhadap sistem kontrol solution shaker ini antara lain menghitung kecepatan linier pada saat alat bergerak tanpa beban. Hasil kecepatan linier maksimum solution shaker tanpa beban adalah (12,300 ± 0,014)cm/s  pada waktu tunda 80 ms. Sedangkan kecepatan linier minimum tanpa beban adalah (3,740 ± 0,002) cm/s pada waktu tunda 280 ms. Pada saat solution shaker diberi beban sebesar 50 g, maka gup kecepatan linier maksimum yang dihasilkan adalah (12,020 ± 0,014) cm/ s pada waktu tunda 80 ms. Sebaliknya untuk kecepatan linier minimum yang dihasilkan adalah (3,010± 0,002)cm/s pada waktu tunda 280 ms. Setelah dilakukan pengujian terhadap variasi beban,alat ini hanya sanggup bergerak untuk beban sebesar 400 g. Hasil pengukuran kecepatan linier maksimum untuk beban 400 g ini adalah (1,634 ± 0,001)cm/s.
Karakteristik Absorbsi dan Impedansi Material Akustik Serat Alam Ampas Tahu (Glycine Max) Menggunakan Metode Tabung Arlindo Rizal; Elvaswer Elvaswer; Yulia Fitri
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 7 No 1 (2015): March 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.7.1.14-18.2015

Abstract

Telah dilakukan pengujian karakteristk akustik dari material ampas tahu. Material tersebut merupakan material alternatif penyerap bunyi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode tabung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa material serat alam yang dicampur dengan lem memilki nilai koefisien absorbsi bunyi yang baik pada rentang frekuensi 1000-8000 Hz. Nilai koefisien absorbsi bunyi yang tinggi dimilki oleh material dengan pori-pori yang lebih besar (0,90 - 0,99). Selain koefisien absorbsi juga dilakukan pengujian nilai impedansi akustik. Hasilnya Menunjukkan bahwa perbandingan massa lem dengan ampas tahu diperoleh nilai impedansi yang baik (7,75 dan 8,33).
Pengaruh Air Laut Terhadap Sifat Listrik Zeolit Sintetis dari Bottom Ash Melalui Proses Alkali Hidrotermal Tiya Lestari; Afdhal Muttaqin
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 7 No 1 (2015): March 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.7.1.19-27.2015

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit berbahan dasar bottom ash dan NaOH sebagai aktivator dengan perbandingan 1 : 1,2 g. Sebagai media kristalisasi dalam proses pembentukan kristal zeolit, digunakan air laut dan akuades melalui proses alkali hidrotermal. Proses alkali hidrotermal dilakukan menggunakan teflon autoclave yang dipanaskan di dalam oven pada temperatur 100oC selama 6 jam. Zeolit sintetis yang didapatkan kemudian diuji secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan XRD dan SEM-EDS serta penentuan konduktivitas listrik menggunakan LCR-meter model TH2820. Hasil analisis pola XRD menunjukkan bahwa sampel mengandung zeolit Na-X, zeolit Na-P, hidroksisodalit, dan kuarsa. Hasil SEM-EDS memperlihatkan pengaruh perbedaan media kristalisasi terhadap permukaan zeolit yang dihasilkan.  Zeolit dengan kemurnian yang baik berbentuk kubik didapatkan pada sampel yang menggunakan media kristalisasi air laut dari tepi pantai dengan kadar kuarsa yang lebih rendah. Dari nilai konduktivitas listriknya diketahui bahwa sampel berada dalam rentang bahan semikonduktor. Nilai dengan konduktivitas listrik tertinggi terdapat pada sampel yang menggunakan media kristalisasi air laut di tepi pantai dengan nilai konduktivitas 1,287 x 10-6 - 3,040 x 10-6  S/cm.
Rancang Bangun Modul Alat Ukur Medical Check-Up Berbasis Mikrokontroler ATmega8535 Faizatul Fitri; Wildian Wildian
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 7 No 1 (2015): March 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.7.1.28-38.2015

Abstract

Modul alat ukur medical check-up pada penelitian ini merupakan alat yang dapat mengukur temperatur tubuh, tekanan darah, dan detak jantung. Alat dirancang untuk usia dewasa dan dilengkapi dengan analisis hasil pengukuran. Pengukuran temperatur tubuh, tekanan darah, dan detak jantung secara berturut-turut menggunakan sensor temperatur LM35, sensor tekanan MPX5050DP dan pulse sensor. Alat ukur standar yang digunakan sebagai pembanding adalah termometer digital untuk pengukuran temperatur tubuh, sphygmomanometer analog untuk pengukuran tekanan darah, dan stetoskop untuk pengukuran detak jantung. Data masukan dari sensor diolah oleh mikrokontroler ATmega8535 dan ditampilkan pada layar LCD 2x16 karakter. Ketepatan pengujian modul alat ukur medical check-up untuk temperatur tubuh adalah 97,48%, tekanan darah systole adalah 97,40%, tekanan darah dyastole adalah 89,04%, dan detak jantung adalah 90,36%.
Pengaruh Temperatur Terhadap Ukuran Partikel Fe3O4 Dengan Template PEG-2000 Menggunakan Metode Kopresipitasi Santi Dewi Rosanti; Dwi Puryanti
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 7 No 1 (2015): March 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.7.1.39-44.2015

Abstract

Sintesis nanopartikel Fe3O4 dengan bahan baku batuan besi dan PEG-2000 telah dilakukan menggunakan metode kopresipitasi. Variasi temperatur dilakukan untuk melihat pengaruh temperatur terhadap ukuran partikel yang dihasilkan. Template PEG-2000 digunakan untuk menyeragamkan dan menghambat pertumbuhan partikel. Variasi temperatur yang digunakan yaitu 500 ËšC, 600 ËšC dan 700 ËšC. X-Ray Difractometer (XRD) digunakan untuk melihat fasa yang terkandung dalam sampel dan ukuran kristal. Hasil perhitungaan dari difraktogram XRD didapatkan ukuran kristal berturut-turut yaitu 46,60 nm, 54,39 nm, dan 65,25 nm.
Penentuan Koefisien Absorbsi Bunyi dan Impedansi Akustik dari Serat Alam Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dengan Menggunakan Metode Tabung Vonny Febrita; Elvaswer -
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) Vol 7 No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.7.2.45-49.2015

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan nilai koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik dengan menggunakan metode tabung. Material akustik dibuat menggunakan serat eceng gondok dan matriks PVAc dengan ketebalan yang sama yaitu 0,8 cm. Pengukuran dilakukan pada frekuensi 400 Hz, 800 Hz, 1600 Hz, 3200 Hz dan 6400 Hz. Koefisien absorbsi bunyi tertinggi dengan nilai 0,98 pada frekuensi 6400 Hz adalah sampel 4 dengan komposisi serat 35,0 g dan matriks 27,5 g, sedangkan  koefisien absorbsi bunyi terendah dengan nilai 0,16 pada frekuensi 1600 Hz adalah sampel 2 dengan komposisi serat 30 g dan matriks 32,5 g. Nilai impedansi tertinggi yaitu 0,9869 kg/m2s, sedangkan nilai impedansi terendah 0,8825 kg/m2s. Nilai densitas tertinggi  yaitu 0,91 g/cm3, sedangkan nilai densitas terendah 0,67 g/cm3. Serat eceng gondok dapat digunakan untuk mengendalikan kebisingan karena mampu menyerap bunyi pada frekuensi rendah dan tinggi.

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 1 (2026): March 2026 Vol 17 No 2 (2025): September 2025 Vol 17 No 1 (2025): March 2025 Vol 16 No 2 (2024): September 2024 Vol 16 No 1 (2024): March 2024 Vol 15 No 2 (2023): September 2023 Vol 15 No 1 (2023): March 2023 Vol 14 No 2 (2022): September 2022 Vol 14, No 1 (2022): In progress (March 2022) Vol 14 No 1 (2022): March 2022 Vol 13 No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): Published in September 2021 (COMING ISSUE) Vol 13, No 1 (2021): Published in March 2021 Vol 13 No 1 (2021): March 2021 Vol 12, No 2 (2020): Published in September 2020 Vol 12 No 2 (2020): September 2020 Vol 12 No 1 (2020): March 2020 Vol 12, No 1 (2020): Published in March 2020 Vol 11, No 2 (2019): Published in September 2019 Vol 11 No 2 (2019): September 2019 Vol 11 No 1 (2019): March 2019 Vol 11, No 1 (2019): Published in March 2019 Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018 Vol 10 No 2 (2018): September 2018 Vol 10, No 1 (2018): Published in March 2018 Vol 10 No 1 (2018): March 2018 Vol 9 No 2 (2017): September 2017 Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 9, No 1 (2017): Published in March 2017 Vol 9 No 1 (2017): March 2017 Vol 8 No 2 (2016): September 2016 Vol 8 No 1 (2016): March 2016 Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7 No 2 (2015): September 2015 Vol 7 No 1 (2015): March 2015 Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6 No 2 (2014): September 2014 Vol 6 No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5 No 2 (2013): September 2013 Vol 5 No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4 No 2 (2012): September 2012 Vol 4 No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3 No 2 (2011): September 2011 Vol 3 No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2 No 2 (2010): September 2010 Vol 2 No 1 (2010): March 2010 Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1 No 2 (2009): September 2009 Vol 1 No 1 (2009): March 2009 Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA More Issue