cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki14apr12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marzuki14apr12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Arjuna Subject : -
Articles 449 Documents
Pengaruh Aktivator H2SO4 terhadap Pori Karbon Aktif dan Aplikasinya sebagai Absorber Logam Berat Astuti Astuti; Rahmah Khairati Maiza
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.1.30-36.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan menguji kemampuan karbon aktif dalam menyerap logam berat yang terlarut dalam air. Karbon aktif dibuat dari kulit pisang yang telah dikeringkan. Sintesis karbon aktif dilakukan dengan penambahan aktivator H2SO4 dengan variasi 20%, 25%, 30%, dan 35%. Aktivator berfungsi dalam membuka pori karbon, sehingga dapat memperluas permukaan absorbsi karbon aktif tersebut. Kinerja karbon aktif ini dilihat pada daya absorbsinya terhadap logam berat yang terdapat pada limbah tambang emas di sungai Batang Palangki Kabupaten Sijunjung. Dimana, sebelumnya telah dilakukan pengujian kandungan logam berat dari limbah tersebut menggunakan Inductively Coupled Plasma (ICP), dan ditemukan 24 unsur logam berat yang mana 8 diantaranya diatas ambang batas syarat baku mutu air bersih. Berdasarkan hasil penelitian, karbon aktif dengan penyerapan yang paling optimal yaitu pada konsentrasi aktivator H2SO4 35%. Karbon aktif tersebut dapat menyerap 90% logam berat dari limbah. Kata kunci: Logam berat, kulit pisang, karbon aktif
Analisis Pengaruh Macrobending Pada Sensor Albumin Urin Dengan Metode Evanescent Menggunakan Serat Optik FD 620-10 Haryanto Saputra; Harmadi Harmadi; Afdhal Muttaqin
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.1.31-36.2019

Abstract

Telah dilakukan analisis pengaruh macrobending pada sensor albumin urin dengan metode evanescent menggunakan serat optik FD 620-10. Sumber cahaya dari laser dioda dengan panjang gelombang 650 nm ditransmisikan pada serat optik multimode. Pengupasan cladding serat optik sepanjang 3 cm mengakibatkan pelemahan intensitas terukur pada detektor akibat interaksi gelombang evanescent dengan molekul albumin dalam urine. Sensor albumin urin dikarakterisasi berdasarkan tegangan keluaran fotodioda. Hasil karakterisasi sensor menunjukkan serat optik pada jari-jari bending 2,5 cm adalah yang  optimal untuk pengukuran kadar albumin urin dengan  sensitivitas sensor sebesar 0.001 (mg/dL)/V. Tegangan keluaran fotodioda semakin mengecil seiring meningkatnya kadar albumin urin.Kata kunci : macrobending, serat optik, albumin urin. 
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Asap Rokok Dan Nyala Api Untuk Penanggulangan Kesehatan Dan Kebakaran Berbasis Arduino Uno Dan GSM SIM900A Dedy Hamdani; Elda Handayani; Eko Risdianto
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.1.37-46.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pendeteksi asap rokok dan nyala api dengan menggunakan sensor MQ-2 dan sensor DFR0076 berbasis Arduino Uno dan GSM SIM900A. Alat pendeteksi asap rokok dan nyala api ini tersusun atas komponen-komponen elektronika, seperti sensor MQ-2 untuk mendeteksi asap rokok, sensor DFR0076 untuk mendeteksi nyala api, Arduino Uno sebagai sistem kontrol dari seluruh rangkaian dan GSM SIM900A untuk mengirimkan informasi ke pengguna. Alat pendeteksi ini dujicoba pada ruangan/kotak yang terbuat dari bahan akrilik dengan dimensi panjang 40 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 30 cm. Alat pendeteksi ini dapat mendeteksi asap rokok dan nyala api sampai jarak 25 cm dari sensor. Jika nilai data digital sensor asap yang terdeteksi lebih besar atau sama dengan 90 (³ 90), sistem akan memberikan informasi bahwa terdeteksi asap rokok didalam ruangan. Jika nilai data sensor asap yang terdeteksi kecil dari 90 (< 90), sistem akan memberikan informasi bahwa tidak terdeteksi asap rokok di dalam ruangan. Jika sensor nyala api mendeteksi nilai data digital kecil dari 600 (<600), sistem akan memberikan informasi bahwa terdeteksi nyala api didalam ruangan. Jika sensor nyala api mendeteksi nilai data digital besar sama 600 (³600), sistem akan memberikan informasi bahwa tidak terdeteksi nyala api didalam ruangan. Informasi tingkat asap rokok dan nyala api ini kemudian dikirimkan ke pengguna agar pengguna dapat memperoleh informasi dan melakukan tindakan yang diperlukan.Kata kunci: Arduino Uno, GSM SIM900A, Sensor DFR0076, Sensor MQ-2
Karakterisasi Sinter Silika Mata Air Panas Garara Kab. Solok dan Mata Air Panas Sapan Maluluang Kab. Solok Selatan Menggunakan Metode Analisis Termal Ardian Putra; Rizky Ramadhan; Rahmat Ilham
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.1.47-53.2019

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sinter silika dari mata air panas Garara, Kabupaten Solok, dan mata air panas Sapan Maluluang, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Sinter silika dimurnikan untuk meningkatkan kadar SiO2 menggunakan metode ekstraksi padat-cair. Peningkatan kadar SiO2 dapat dilihat berdasarkan hasil uji XRF (X-Ray Fluorescence). Kadar SiO2 Sampel sinter silika Garara meningkat,  dari 54,28 % menjadi 79,034 % setelah pemurnian. Pada sampel sinter silka Sapan Maluluang kadar SiO2 meningkat dari  83,39 %, menjadi 95,216 %. Metode Analisis Termal  atau Differential Thermal Analysis (DTA) digunakan untuk melihat perubahan fasa kristalin dari sintel silika. Berdasarkan pengujian DTA diperoleh hasil transisi gelas sampel sinter silika Garara dan Sapan Maluluang berturut-turut pada suhu 530,83 °C dan 551,52 °C . Silika Garara mengalami perubahan α→β-quartz pada suhu 643,66 °C dan perubahan β-quartz→ β-trydimite terjadi pada suhu 811,48 °C. Untuk hasil DTA sinter silika Sapan Maluluang terjadi perubahan α→β-quartz pada suhu 657,48 °C dan transisi β-quartz→β-trydimite terjadi pada suhu 700,45 °C . Hal ini memperlihatkan sinter silika dengan kandungan silika yang lebih tinggi dan berstruktur amorf memiliki transisi gelas dan suhu transisi α→β-quartz yang le bih tinggi dan transisi β-quartz→β-trydimite yang lebih rendah dibandingkan sinter silika yang masih mengandung karbonat.Kata Kunci : sinter silika, ekstraksi, pemurnian, analisis termal , mata air panas Garara, mata air panas Sapan Maluluang 
Pengujian Tabung Kolimator Pesawat Sinar-X Merk Toshiba Type E2739 di Laboratorium Radiologi Universitas Baiturrahmah Padang Dila Nelvo Dasril
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.56-61.2019

Abstract

Telah dilakukan pengujian tabung kolimasi pesawat sinar-X konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui iluminensi lampu kolimator dan kesamaan berkas cahaya kolimasi pada pesawat tersebut. Penelitian dilakukan di laboratorium radiologi jurusan DIII Radiologi Universitas Baiturrahmah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif experimental dengan langsung meneliti  ke lapangan. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lux Meter, Collimator Alignment Test Tool dan Beam Alignment Test Tool, dengan menggunakan Focus Film Distace (FFD) 100 cm. Hasil yang diperoleh dari penelitian untuk uji iluminensi lampu kolimator adalah 124,75 lux masih berada dalam batas toleransi yaitu lebih dari 100 lux pada jarak 1 meter dan untuk hasil uji kesamaan berkas cahaya kolimasi adalah berupa penyimpangan sebesar ΔX sebesar 1 cm dan ΔY sebesar 1,3 cm dan deviasi sebesar 1,5 derajat. Nilai ini masih berada dalam rentang toleransi pengukuran NCRP (National Council on Radiation Protection and Measurements) yaitu ΔX dan ΔY ≤ 2% FFD dan deviasi ≤ 30. Dengan demikian pengujian terhadap tabung kolimasi pesawat sinar-X konvensional ini telah sesuai standar KEPMENKES No.1250/MENKES/SK/XII/2009 tentang Pedoman Kendali Mutu (Quality Assurance) Peralatan Radiodiagnostik.Kata kunci: pesawat sinar-X Toshiba type E2739, uji iluminensi, uji kesamaan berkas kolimasi.
Rancang Bangun Sistem Penyemprot Tanaman Otomatis Berdasarkan Waktu dengan Real Time Clock (RTC) dan Sensor Ultrasonik Serta Notifikasi Via SMS Nia Sulfiani R; Nini Firmawati
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.62-71.2019

Abstract

Telah dirancang sistem penyemprot tanaman otomatis berdasarkan waktu dengan Real Time Clock (RTC) dan sensor ultrasonik serta notifikasi via SMS. Sistem ini berfungsi untuk menyiram tanaman secara otomatis berdasarkan waktu yang telah diatur pada program dan sistem akan memberikan informasi kepada pengguna saat air dalam wadah habis. Sistem terdiri dari RTC DS3231 sebagai penghitung waktu, satu buah relai sebagi saklar, pompa air mini untuk menyemprot tanaman, sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi ketinggian air, GSM SIM 800L untuk mengirim SMS sebagai peringatan kepada pengguna dan LCD untuk menampilkan jarak dan waktu. Sistem ini bekerja berdasarkan waktu sedemikian rupa sehingga pompa air hidup pada saat pukul 08.00 WIB dan pukul 17.00 WIB. Pada waktu yang sama ketinggian air dalam wadah dideteksi sensor ultrasonik, jika jarak air dengan sensor 25 cm maka peringatan kepada pengguna berupa SMS “air hampir habis” dikirim oleh GSM. Berdasarkan hasil uji sistem jarak GSM yang digunakan dengan lokasi penerima SMS tidak berpengaruh, rata- rata waktu yang didapatkan untuk lima variasi jarak pengiriman yaitu 7,876 s, 8,646 s, 8,824 s, dan 8,676 s. Sistem penyiram tanaman otomatis ini dikontrol dengan modul Arduino Uno.Kata kunci: Arduino Uno, GSM SIM 800L, RTC DS3231, Sistem penyemprot otomatis, Ultrasonik HC-SR04.
Pemanfaatan Data Satelit Tropical Rainfall Measuring Mission 3A25 dan 3B43 Sebagai Input Model ITU-R untuk Mengestimasi Intensitas Curah Hujan di Indonesia Dea Kurnia Harysandi; Marzuki Marzuki
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.72-80.2019

Abstract

Model yang dikeluarkan oleh International Telecommunication Union-Radiocommunication Sector (ITU-R) digunakan secara luas untuk menentukan intensitas curah hujan dalam pemodelan penjalaran gelombang elektromagnetik dalam medium hujan. Parameter yang digunakan untuk menentukan intensitas curah hujan adalah curah hujan rata-rata tahunan (Mt) dan probabilitas hujan (P0). Input data dari model ITU-R berasal dari data 40-year ECMWF re-analysis (ERA-40) dengan resolusi spasial dan temporal yang rendah. Penelitian ini menguji penggunaan data satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) 3A25 dan 3B43 yang memiliki resolusi spasial yang lebih baik sebagai input data ITU-R (ITU-R P.837-6). Data TRMM yang digunakan adalah data dari tahun 1998 sampai 2014. Hasil estimasi dibandingkan dengan model ITU-R standar dan kemudian divalidasi dengan data rain gauge di Kototabang dan data DBSG3 untuk Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan data TRMM 3A25 dan 3B43 sebagai input model ITU-R P.837-6 cukup akurat untuk mengestimasi curah hujan di Indonesia. Nilai root mean square error (RMSE) dan persentase error yang didapatkan dari data TRMM dan model ITU-R tidak jauh berbeda ketika dibandingkan dengan data rain gauge dan DBSG3. Untuk keseluruhan data di Kototabang, nilai RMSE dari TRMM dan ITU-R berturut-turut adalah 21,97 dan 16,70 mm/h dengan persentase error 16,28% dan 9,63%. Untuk Bandung, nilai RMSE ketika dibandingkan dengan data DBSG3 adalah 8,72 mm/h (TRMM) dan 1,72 mm/h (ITU-R) dengan persentase error 16,18% (TRMM) dan 11,13% (ITU-R). Dengan demikian, ITU-R dengan input ERA-40 lebih akurat dari ITU-R dengan input TRMM 3A25 dan 3B43 untuk mengestimasi intensitas curah hujan menitan di Indonesia.Kata kunci: Intensitas curah hujan, TRMM, ITU-R P.837-6, Indonesia
Kalibrasi TLD-100 di Udara Menggunakan Radiasi Sinar-X Pada Rentang Radiation Qualities in Radiodiagnostic (RQR) Nisaul Chaira Yeni; Dian Milvita; Heru Prasetio
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.81-87.2019

Abstract

Telah dilakukan kalibrasi TLD-100 di udara menggunakan radiasi sinar-X pada rentang Radiation Qualities in Radiodiagnostic (RQR). Kalibrasi dilakukan untuk mengetahui koefisien kalibrasi TLD di udara, faktor koreksi kualitas radiasi dan pengaruh variasi dosis radiasi terhadap koefisien kalibrasi. Penelitian menggunakan pesawat sinar-X konvensional sebagai sumber radiasi, detektor TLD-100 sebagai detektor yang akan dikalibrasi dan detektor unfors-X2 sebagai detektor standar. Dosis radiasi yang digunakan yaitu (0,2; 0,3; 0,5; 0,7) mGy dengan variasi tegangan (50, 60, 70, 80, 90, 100) kV. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien kalibrasi TLD bergantung kepada kualitas radiasi sehingga TLD harus dikalibrasi pada setiap tegangan. Nilai faktor koreksi kualitas radiasi berada pada rentang 0,825 ± 0,097 sampai 1,039 ± 0,084 yang berarti kemampuan detektor merespon radiasi berbeda-beda seiring perubahan kualitas radiasi. Nilai koefisien kalibrasi meningkat seiring bertambahnya nilai dosis radiasi.Kata kunci: koefisien kalibrasi, faktor koreksi, TLD
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Diameter Butiran Air Menggunakan Fotodioda Array dan Transceiver nRF24L01+ Awaluddin Awaluddin; Harmadi Harmadi; Marzuki Marzuki
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.88-94.2019

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun sistem pengukuran diameter butiran air menggunakan fotodioda array dan transceiver nRF24L01+. Sistem pengukuran diameter butiran air terdiri dari laser dioda, fotodioda array, mikrokontroler Arduino Uno R3 dan transceiver nRF24L01+. Pengukuran dilakukan saat butiran air yang berasal dari wadah, dengan variasi ukuran diameter; 1 mm, 2 mm, dan 3 mm, melewati sinar laser dan ditangkap oleh fotodioda array. Fotodioda array mengubah cahaya menjadi sinyal listrik dalam bentuk tegangan keluaran dan diolah menggunakan mikrokontroler Arduino Uno R3. Data yang dihasilkan dikirim secara telemetri nirkabel dengan menggunakan transceiver nRF24L01+ dan ditampilkan pada PC dan LCD dalam bentuk hasil pengukuran. Karakterisasi sensor fotodioda array menghasilkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,997 dan nilai fungsi transfer yaitu 21,975e–0,004x yang dimasukkan ke dalam program. Hasil pengujian memperlihatkan semakin rendah tegangan menandakan diameter butiran air hujan semakin besar. Hasil pengukuran diameter butiran air memiliki nilai error rata-rata 0,66. Sistem memiliki jarak pengiriman maksimum 1000 m tanpa penghalang dan jarak pengiriman minimum 550 m dengan penghalang.Kata kunci: fotodioda array, pengukuran butiran air, transceiver nRF24L01+
Identifikasi Pencemaran Logam Berat Tembaga (Cu), Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Air Laut di Sekitar Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang Widya Anggraini; Dwi Puryanti
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.95-101.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi pencemaran logam berat timbal (Pb), tembaga (Cu) dan kadmium (Cd) di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi logam Pb, Cu dan Cd yang terkandung pada air laut di kawasan pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang. Alat yang digunakan adalah Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS). Dari pengukuran diperoleh nilai konsentrasi rata-rata untuk Pb sebesar 0,224 mg/L, Cd tertinggi sebesar 0,005 mg/L dan Cu paling tinggi adalah 0,964 mg/L. Nilai konsentrasi logam berat pada penelitian ini telah melebihi batas ambang baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kawasan di sekitar pelabuhan Teluk Bayur, Padang telah terkontaminasi logam berat.Kata kunci: Pelabuhan Teluk Bayur, Baku mutu,  Atomic absorbtion spectroscopy.

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 1 (2026): March 2026 Vol 17 No 2 (2025): September 2025 Vol 17 No 1 (2025): March 2025 Vol 16 No 2 (2024): September 2024 Vol 16 No 1 (2024): March 2024 Vol 15 No 2 (2023): September 2023 Vol 15 No 1 (2023): March 2023 Vol 14 No 2 (2022): September 2022 Vol 14, No 1 (2022): In progress (March 2022) Vol 14 No 1 (2022): March 2022 Vol 13 No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): Published in September 2021 (COMING ISSUE) Vol 13, No 1 (2021): Published in March 2021 Vol 13 No 1 (2021): March 2021 Vol 12, No 2 (2020): Published in September 2020 Vol 12 No 2 (2020): September 2020 Vol 12, No 1 (2020): Published in March 2020 Vol 12 No 1 (2020): March 2020 Vol 11 No 2 (2019): September 2019 Vol 11, No 2 (2019): Published in September 2019 Vol 11 No 1 (2019): March 2019 Vol 11, No 1 (2019): Published in March 2019 Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018 Vol 10 No 2 (2018): September 2018 Vol 10 No 1 (2018): March 2018 Vol 10, No 1 (2018): Published in March 2018 Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 9 No 2 (2017): September 2017 Vol 9, No 1 (2017): Published in March 2017 Vol 9 No 1 (2017): March 2017 Vol 8 No 2 (2016): September 2016 Vol 8 No 1 (2016): March 2016 Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7 No 2 (2015): September 2015 Vol 7 No 1 (2015): March 2015 Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6 No 2 (2014): September 2014 Vol 6 No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5 No 2 (2013): September 2013 Vol 5 No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4 No 2 (2012): September 2012 Vol 4 No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3 No 2 (2011): September 2011 Vol 3 No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2 No 2 (2010): September 2010 Vol 2 No 1 (2010): March 2010 Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1 No 2 (2009): September 2009 Vol 1 No 1 (2009): March 2009 Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA More Issue